Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ASESMEN KELAIKAN FUNGSI STRUKTUR GEDUNG MASJID AL FALAH ARENG-ARENG JUNREJO BATU Suhariyanto, Suhariyanto; Sabrina, Nabila Ayu; Purwitasari, Kartika; Maisarah, Fauziah Shanti Cahyani Siti; Rochman, Taufiq; Raharjo, Bobby Asukmajaya
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8927

Abstract

Asesmen kelayakan fungsi struktur Gedung Masjid Al Falah Areng-areng Junrejo Batu bertujuan untuk mengevaluasi kondisi struktural bangunan yang mengalami kerusakan pada beberapa elemen, terutama di sekitar kubah, yang berpotensi mengancam keselamatan dan kenyamanan jamaah. Proses asesmen melibatkan pemeriksaan teknis yang dilakukan oleh ahli forensic dan ahli struktural untuk menilai tingkat kerusakan dan penyebabnya, serta merancang solusi perbaikan yang sesuai. Selain itu, asesmen ini juga mempertimbangkan kelayakan teknis, ekonomi, sosial, dan hukum terkait pelaksanaan perbaikan. Berdasarkan assessment yang dilakukan dapat disampaikan hal-hal sebagai berikut kubah seharusnya menumpu pada balok ring kubah, tetapi yang terbangun kubah menumpu pada pada balok dan pelat di luar balok ring kubah, ditemukan beberapa defect/failure pada balok dan  plat atap di sekitar kubah, getaran terjadi pada  sebagaian  lantai 2 ketika dibebani orang yang meloncat, ditemukan beberapa defect/failure pada balok dan  plat atap di sekitar kubah, getaran terjadi pada  sebagai lantai 2 ketika dibebani orang yang meloncat. Gedung terasa bergetar  jika terdapat truck yang melalui jalan di depan masjid. Hasil loading test: pada beban 0 sampai dengan sekitar 150 kg/m2 maka balok ring, pelat dan balok berada pada Daerah I (daerah Elastis), pada beban  sekitar 150 kg/m2 sampai 350 kg/m2 maka balok ring, pelat dan balok berada pada Daerah II (daerah Retak), setelah beban  350 kg/m2 maka balok ring, pelat dan balok atap masuk pada Daerah III  (daerah baja lelah atau beon pecah), lendutan tetap terjadi ketika dilakukan unloading sampai dengan beban uji 0. Tindak lanjut selanjutnya adalah melakukan analisis dan penyusunan rencana perbaikan atau perkuatan struktur yang mengalami defect.
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG PUBLIC LIBRARY AND SCIENCE CENTER MEDAN DENGAN OVAL OPENINGS Gaol, Irawati Putri Lumban; Sugiarto, Agus; Rochman, Taufiq
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.8817

Abstract

Kini perpustakaan telah beralih fungsi dari tempat penyimpanan dokumen menjadi ruang multifungsi yang mendukung aktivitas belajar, bekerja, dan sosialisasi. Bukaan pada awalnya hanyalah bagian dari bangunan yang sengaja dibuka atau dilubangi untuk tujuan tertentu, namun saat ini bukaan juga didesain sedemikian rupa untuk menambah nilai estetika dan dapat memaksimalkan sirkulasi udara serta pencahayaan dalam usaha penerapan bangunan hijau. Salah satu bentuk bukaan yang menarik perhatian adalah oval openings yang memiliki desain yang dinamis, dan estetis. Studi ini menunjukkan bagaimana perencanaan dimensi dan penulangan elemen struktur yang detail untuk memastikan keamanan dan kestabilan bangunan khususnya perpustakaan di kota Medan, sebuah wilayah metropolitan dengan pertumbuhan pesat dan kebutuhan ruang publik yang tinggi. Tantangan utama yang dikaji adalah bagaimana merencanakan setiap elemen struktur akibat beban, terutama dalam menghadapi beban lateral seperti gempa, mengingat Medan termasuk daerah rawan gempa. Data primer berupa data perencanaan teknis dan denah, sedangkan data sekunder berupa data pengujian tanah. Perencanaan berpedoman pada SNI 2847:2019, SNI 1727:2020, SNI 1726:2019. Dari hasil analisis dan perhitungan didapatkan elemen struktur atas berupa kolom K1 berdimensi 1000×1000mm, kolom K2 900×900mm dan kolom K3 750×750mm. 7 tipe balok yaitu balok B1 800/1000mm, balok B1A dan B1B 600/900mm, balok B2A berdimensi 500/750mm, balok anak sekaligus ring balok B2B 500/750mm, balok bukaan B3 300/1200, dan balok B4 300/500mm. Pelat Lantai 160mm, dan pelat tangga 150mm. Untuk elemen struktur bawah terdiri dari fondasi bored pile dengan 4 jenis pile cap yaitu PC4 berdimensi 3500×3500×1000mm, PC6 berdimensi 3500×5500×1000mm, PC15 9500×5500×1000mm, dan PC18 berdimensi 11500×5500×1000mm. Fondasi menggunakan tiang bor berdiameter 800mm dengan kedalaman 25m. Lalu tie beam berdimensi 450/650mm.
KAJIAN PERFORMANCE BASED SEISMIC DESIGN KOLOM KONVENSIONAL DAN KOLOM PARALEL PADA BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT Afandi, Muhammad Nafis Rahman; Rochman, Taufiq
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.9538

Abstract

Sistem rangka sebagai penahan beban gempa sangat bergantung pada kinerja kolom. Kolom pada gedung bertingkat sangat rentan mengalami kerusakan akibat kombinasi beban lateral gempa dan gravitasi jika kekuatan dan daktilitasnya tidak memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja seismik bangunan gedung bertingkat menggunakan pendekatan Performance Based Seismic Design (PBSD). Metode penelitian meliputi pemodelan struktur bangunan 12 lantai dengan perangkat lunak SAP2000 berdasarkan data eksisting. Analisis dilakukan dengan metode non-linear static pushover analysis mengacu pada ATC-40. Hasil analisis pushover menunjukkan bahwa struktur mampu mencapai tingkat kinerja immediate occupancy dengan drift ratio sebesar 0,0042 dan memiliki daktilitas yang tinggi (µ=3,123), yang mengindikasikan kemampuan struktur dalam menahan deformasi pascaelastik yang baik. Selain itu juga diperoleh bahwa penulangan terpasang pada elemen balok adalah sebanyak 8-S25 dan 7-S25 untuk daerah sendi plastis dan 5-S25 dan 3-S25 untuk daerah luar sendi plastis, sedangkan pada elemn kolom Sedangkan untuk elemen kolom untuk K1 memerlukan tulangan 42-S25, K2 memerlukan rulangan 34-S25, K3 memerlukan 30-S25 dan untuk K4 memerlukan tulangan 24-S25. Dengan tulangan geser untuk seluruh variasi berjarak 150 mm dan 100 mm.