Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Kejadian Stunting dengan Perkembangan Anak Usia 3-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Tutung Kecamatan Air Hangat Timur Rahayu, Anggraini Gita; Ekawaty, Fadliyana; Nurhusna, Nurhusna
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.16572

Abstract

Stunting terjadi akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yaitu tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya. Di Indonesia prevalensi stunting cukup tinggi dan dikabupaten Kerinci prevalensi tertinggi ada di Kecamatan Air Hangat Timur. Stunting berisiko pada hambatan pertumbuhan fisik, kerentanan terhadap penyakit, dan menghambatan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian stunting dengan perkembangan anak usia 3–5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Tutung. Jenis penelitian survei dengan pendekatan cross sectional dan jumlah sampel sebanyak 64 responden. Sampel dipilih menggunakan metode Cluster Random Sampling dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Dari hasil penelitian sebagian besar balita stunting memiliki perkembangan suspect (55,6%) dan sebagian besar balita tidak stunting memiliki perkembangan normal (75,7%). Hasil analisis menggunakan uji chi square diperoleh nilai signifikan yaitu 0,002 lebih kecil dari ? (0,05). Sehingga, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kejadian stunting dengan perkembangan anak usia 3-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Sungai Tutung. Disarankan bagi petugas kesehatan untuk memberikan dukungan kepada ibu balita dan memberikan stimulasi kepada anak agar perkembangan anak optimal.
Efektivitas Edukasi Gosok Gigi Terhadap Pengetahuan Dan Perilaku Dalam Mengurangi Kejadian Karies Gigi Pada Anak Sekolah Dasar 114/X Pandan Jaya Geragai Di Tanjung Jabung Timur Larasati, Niken; Ekawaty, Fadliyana; Mekeama, Luri
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.16828

Abstract

Karies gigi sering terjadi pada anak-anak, dan berdampak pada kemampuan anak untuk mengunyah, timbulnyarasa tidak nyaman di mulut, mempengaruhi nafsu makan sehingga dapat memperngaruhi status gigi dan padaakhirnya mengakibatkan gangguan pertumbuhan fisik anak. Dengan adanya pengetahuan dan perilaku anakyang baik tentang perawatan gigi, hal ini dapat mencegah terjadinya kondisi karies gigi menjadi lebih parah..Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas edukasi gosok gigi terhadap pengetahuan dan perilakudalam mengurangi kejadian akries gigi pada anak SDN 114/X Pandan Jaya. Jenis penelitian ini menggunakandesain Quasi Eksperiment dengan pre-post test design with control group. Penelitian ini dilakukan di SDN114/X Pandan Jaya Geragai. Populasi seluruh kelas IV dan V sebanyak 139 siswa dengan jumlah sampel 36siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling. Kelompok intervensi memilikiselisih rata- rata pengetahuan sebelum yaitu 35,0 sebelum diberikan edukasi, demonstrasi dan 77,7 sesudahdiberikan edukasi, demonstrasi, selisih rata- rata perilaku yaitu 41,8 sebelum diberikan edukasi, demonstrasi,dan 83,5 sesudah diberikan edukasi, demonstrasi, sedangkan kelompok kontrol memiliki selisih rata-ratapengetahuan sebelum 35,0 dan 71,6 setelah diberikan edukasi, serta selisih rata-rata perilaku sebelum 35,9 dan75,1 sesudah diberikan edukasi. Maka dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi pada kelompokintervensi lebih efektif daripada metode ceramah dalam meningkatkan kemampuan melakukan caramenggosok gigi dengan baik dan benar.
Gambaran Kemampuan Konsentrasi Pada Remaja Autisme di SLBN Prof. Dr. Sri Soedewi Masjchun Sofwan, S.H Suliyanto, Suliyanto; Ekawaty, Fadliyana; Nasution, Riska Amalya; Oktaria, Rina; Suryati, Suryati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Autisme merupakan gangguan perkembangan otak yang ditandai dengan keterbatasan dalam interaksi sosial, komunikasi verbal dan non verbal, serta pola perilaku yang terbatas dan berulang. Salah satu tantangan utama yang dialami anak autisme adalah rendahnya tingkat konsentrasi, yang dapat menghambat proses pemahaman dalam proses pembelajaran dan aktivitas sehari-hari. Prevelensi autisme didunia menurut WHO 1 dari 100 anak di dunia, di Indonesia jumlah anak autisme sebanyak 2.407.000, di Jambi jumlah anak autisme meningkat 310 pada tahun 2023 meningkat menjadi 389 pada tahun 2024. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kemampuan konsentrasi pada remaja autisme di SLBN Prof. Dr. Sri Soedewi Masjchun Sofwan, S.H. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan jumlah sampel 28 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen Digit Symbol Substitution Test (DSST). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja autisme memiliki tingkat konsentrasi rendah 92,8%, dan 7,8% memiliki konsentrasi tinggi.
PENGARUH EDUKASI MELALUI MEDIA INFOGRAFIS TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG PENCEGAHAN PNEUMONIA PADA BALITA DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAAL V KOTA JAMBI: THE EFFECT OF EDUCATION THROUGH INFOGRAPHIC MEDIA ON MOTHERS’ KNOWLEDGE AND ATTITUDES REGARDING PNEUMONIA PREVENTION IN TODDLERS AT POSYANDU IN THE WORKING AREA OF PAAL V COMMUNITY HEALTH CENTER, JAMBI CITY Shinna Mikdaryani; Fadliyana Ekawaty; suryati; Rina Oktaria; Sri Mulyani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.37095

Abstract

ABSTRACT Pneumonia is an acute respiratory infection that remains one of the leading causes of morbidity and mortality among children under five, especially in developing countries. In Indonesia, pneumonia consistently ranks among the top five causes of under-five deaths, with the City of Jambi showing a notable increase in cases, particularly in the working area of Puskesmas Paal V. Low maternal knowledge and attitudes regarding preventive measures—such as complete immunization, exclusive breastfeeding, maintaining environmental hygiene, and recognizing danger signs—significantly contribute to the high incidence of pneumonia. Effective and engaging educational media are needed to improve mothers’ understanding, and infographic media offer visual clarity, concise information, and ease of comprehension. This study aimed to determine the effect of health education using infographic media on mothers’ knowledge and attitudes toward pneumonia prevention in children under five. This quasi-experimental study employed a one-group pretest–posttest design involving 100 mothers selected through proportional sampling at posyandu in the working area of Puskesmas Paal V, Jambi City. Data were collected using validated knowledge and attitude questionnaires and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results revealed a significant improvement in maternal knowledge (p < 0.001) and attitudes (p < 0.001) following the infographic-based education. These findings indicate that infographic media are effective in enhancing mothers’ understanding and attitudes toward pneumonia prevention and can serve as an innovative educational strategy for health promotion at posyandu. Keywords: infographic media, knowledge, attitude, pneumonia prevention ABSTRAK Pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak balita, terutama di negara berkembang. Di Indonesia, pneumonia termasuk dalam lima besar penyebab kematian balita, dengan Kota Jambi menunjukkan peningkatan kasus yang signifikan, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Paal V. Rendahnya pengetahuan dan sikap ibu mengenai upaya pencegahan, seperti imunisasi lengkap, pemberian ASI eksklusif, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengenali tanda bahaya, turut berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian pneumonia. Media edukasi yang menarik dan mudah dipahami diperlukan untuk meningkatkan pemahaman ibu, salah satunya media infografis yang menyajikan informasi secara ringkas dan visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi melalui media infografis terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang pencegahan pneumonia pada balita. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pretest–posttest pada 100 ibu balita yang dipilih menggunakan teknik proportional sampling di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Paal V Kota Jambi. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan sikap, dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan ibu (p < 0,001) dan sikap ibu (p < 0,001) setelah diberikan edukasi melalui media infografis. Temuan ini membuktikan bahwa media infografis efektif digunakan sebagai strategi edukasi kesehatan yang inovatif dan mampu meningkatkan pemahaman ibu dalam pencegahan pneumonia di posyandu. Kata kunci: media infografis, pengetahuan, sikap, pneumonia pada balita
Efektivitas Permainan Edukatif Healthy Plate Puzzle terhadap Pengetahuan Anak Tentang Jajanan Sehat di Sekolah Dasar Daerah Sub-Urban Hania, Ratu Adelline; Ekawaty, Fadliyana; Meinarisa, Meinarisa; Suryati, Suryati; Sari, Lisa Anita
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 12 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i12.5062

Abstract

Healthy snacking knowledge is essential for supporting children’s nutritional status and preventing unhealthy eating habits, particularly in suburban areas where access to diverse food options is increasing. This study aimed to determine the effectiveness of the Healthy Plate Puzzle educational game in increasing elementary school students’ knowledge about healthy snacks. This quantitative study employed a quasi-experimental design with a pre-test and post-test approach involving intervention and control groups. The research was conducted in October 2025 in a suburban area of Senaung village at SDN 003/IX, SDN 45/IX and MI Jauharul Iman Senaung with 74 students selected using total sampling. Knowledge was measured using a validated (r = 0.362–0.699) and reliable (Cronbach’s alpha = 0.735) 20-item questionnaire. Data were analyzed using the Mann-Whitney test to determine differences in knowledge scores before and after the intervention. In the intervention group, the pre-test results showed that most students were in the low knowledge category, with the mean score increasing from 9.72 to 13.83 (a 4.11-point difference). In the control group, the mean score increased from 10.32 to 12.32 (a 2-point difference). The Mann-Whitney test indicated a significant difference in students’ knowledge scores in both the intervention group (Z = –5.605; p = 0.001) and the control group (Z = –3.351; p = 0.001). The Healthy Plate Puzzle educational game is effective in improving students’ knowledge about healthy snacks. This interactive media is recommended as an innovative nutrition education tool for elementary schools to support healthy eating habits.
Gambaran Motivasi Pemberian Air Susu Ibu pada Ibu Postpartum di Wilayah Kerja Puskesmas Rawasari Syalsabilah, Indah Najwa; Mulyani, Sri; Meinarisa, Meinarisa; Mutmainnah, Muthia; Ekawaty, Fadliyana
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 12 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i12.5105

Abstract

This study aims to describe the motivation for breastfeeding among postpartum mothers in the working area of the Rawasari Public Health Center. Methods: The research employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The population consisted of all postpartum mothers in the area, and a total of 71 respondents were selected using purposive sampling. The research variable was breastfeeding motivation, measured using the Breastfeeding Motivational Instructional Measurement Scale or BMIMS. Data were analyzed descriptively to illustrate respondents’ motivation levels. Results: Most respondents had a moderate level of motivation, totaling 48 respondents or 67.6 percent, while 23 respondents or 32.4 percent showed a high level of motivation. Conclusion: The majority of postpartum mothers demonstrated fairly good motivation in breastfeeding; however, enhanced education and family support are still needed to optimize breastfeeding practices.  
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Dalam Pemberian MP-ASI dengan Status Gizi Pada Anak Usia 6-24 Bulan di Puskesmas Simpang Kawat Kota Jambi Fina Sintia; Fadliyana Ekawaty; Yusnilawati Yusnilawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.30610

Abstract

Status gizi anak masih menjadi permasalahan di dunia. WHO mengemukakan bahwa anak-anak balita, lebih dari 49 juta mengalami kurus dan hampir 17 juta anak sangat kurus serta lebih dari 40 juta kejadian angka obesitas di dunia pada tahun 2018. Gizi kurang akan berdampak terhadap pertumbuhan, kekurangan tenaga untuk beraktivitas, pertahanan tubuh, gangguan perkembangan fungsi otak. Status gizi dipengaruhi asupan nutrisi anak yang dapat diperoleh dari pemberian makanan tambahan. Maka dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu dalam pemberian MP-ASI dengan status gizi pada anak usia 6-24 bulan di Puskesmas Simpang Kawat Kota Jambi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 311 didapatkan 81 sampel menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data bivariat menggunakan uji korelasi Spearman-Rho. Hasil penelitian menunjukkan ada korelasi antara pengetahuan ibu tentang MP-ASI dengan status gizi anak dengan p-value 0,013<0,05 dan r = 0,274 dan ada korelasi antara sikap ibu dalam pemberian MP-ASI dengan status gizi anak dengan p-value 0,009<0,05 dan r = 0,288. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dan sikap ibu dalam pemberian MP-ASI dengan status gizi pada anak usia 6-24 bulan di Puskesmas Simpang Kawat Kota Jambi dengan arah hubungan positif dan kekuatan hubungan cukup
Hubungan Pengetahuan Ibu, Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan Dukungan Suami Terhadap Pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi Dewi Anggi Saputri; Muthia Mutmainnah; Fadliyana Ekawaty
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.31206

Abstract

Menurut World Health Organization dan United Nations of Children’s Fund menyatakan bahwa pencegahan kematian bayi dengan pemberian makanan yang tepat yaitu pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan kehidupan dan pengenalan makanan pendamping ASI pada usia 6 bulan bersamaan dengan pemberian ASI lanjutan hingga usia 2 tahun atau lebih. Cakupan ASI eksklusif Indonesia pada 2022 tercatat hanya 67,96%, turun dari 69,7% pada 2021. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu, inisiasi menyusu dini dan dukungan suami terhadap pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 636 didapatkan 94 sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan ada korelasi antara pengetahuan ibu terhadap pemberian ASI eksklusif (p=0,043), insiasi menyusu dini terhadap pemberian ASI eksklusif (p=0,047) dan dukungan suami terhadap pemberian ASI eksklusif (p=0,018). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu, insiasi menyusu dini (IMD) dan dukungan suami terhadap pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi. Diharapkan tenaga kesehatan dapat mempromosikan dan memberikan dukungan yang tepat untuk membantu meningkatkan praktik ASI eksklusif dan mengurangi penggunaan susu formula tanpa indikasi medis yang jelas.
Hubungan Mekanisme Koping Dan Dukungan Keluarga Terhadap Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara Di Rsud Raden Mattaher Jambi Pely Hirmalia; Muthia Mutmainnah; Meinarisa Meinarisa; Fadliyana Ekawaty; Luri Mekeama
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis distribusi data variabel Mekanisme Koping dan Dukungan Keluarga dalam kaitannya dengan Kualitas Hidup individu. Mekanisme koping dan dukungan keluarga merupakan dua faktor penting yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam menghadapi tekanan dan menjaga kesejahteraan psikologis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis uji normalitas menggunakan dua metode, yaitu uji Kolmogorov-Smirnov. Sampel penelitian terdiri dari responden yang telah mengisi kuesioner mengenai mekanisme koping dan dukungan keluarga, dengan total data yang diolah untuk memastikan kesesuaian distribusi terhadap kurva normal. Berdasarkan kriteria pengambilan keputusan uji normalitas, apabila nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka data dapat dikatakan berdistribusi normal. Dengan demikian, hasil ini mengindikasikan bahwa baik variabel mekanisme koping maupun dukungan keluarga memenuhi asumsi normalitas. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah bahwa distribusi data dari kedua variabel utama telah memenuhi syarat normalitas, sehingga data layak untuk dianalisis menggunakan uji parametrik seperti regresi linier atau analisis korelasi Pearson.
THE RELATIONSHIP BETWEEN SMARTPHONE USE INTENSITY AND THE DEVELOPMENT OF CHILDREN AGED 4-6 YEARS IN KINDERGARTEN Erika Febriyanti; Indah Mawarti; Lisa Anita Sari; Fadliyana Ekawaty; Kamariyah
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58487/akrabjuara.v11i1.2720

Abstract

Background: The use of smartphones among preschool children has increased along with the development of digital technology. Children aged 4–6 years are in a golden period of development, which includes gross motor skills, fine motor skills, speech and language, socialization, and independence. This study aimed to determine the relationship between the intensity of smartphone use and the development of children aged 4–6 years at TK Negeri Pembina 2 Kota Jambi. Methods: This study employed a cross-sectional design. The sampling technique used was total sampling, with 88 children who met the inclusion criteria as respondents. Data on the intensity of smartphone use were obtained through a questionnaire completed by parents, while child development was assessed using the Developmental Pre-Screening Questionnaire (KPSP). Results: Most children had a moderate level of smartphone use intensity (40.9%), and child development was predominantly in the appropriate category (53.4%). The Spearman Rank correlation test showed a correlation coefficient of r = −0.794 with a significance value of p < 0.001, indicating that H1 was accepted and H0 was rejected. These results demonstrate a strong relationship between the intensity of smartphone use and child development. Conclusion: Higher intensity of smartphone use may lead to a decrease in child development. Therefore, it is expected that schools can collaborate with parents to provide education regarding the wise use of smartphones for preschool children.