Claim Missing Document
Check
Articles

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN. A KHUSUSNYA NY. H DENGAN PEMBERIAN KOMPRES RENDAMAN JAHE HANGAT TERHADAP PENURUNAN NYERI REUMATHOID ARTHRITIS DI DESA SIMPANG KUBU WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS AIR TIRIS Nur Azmi, Anissa; Hidayat, Ridha; Safitri, Yenny
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sjkt.v3i1.22447

Abstract

Rheumatoid arthritis (RA) adalah penyakit rematik autoimun yang paling sering ditemui dan merupakan kondisi peradangan kronis yang menyebabkan kerusakan sendi permanen. Peradangan sistemik pada rematik berhubungan dengan penyakit penyerta seperti penyakit kardiovaskular, sindrom metabolik, osteoporosis, penyakit paru interstisial, infeksi, keganasan, kelelahan, depresi, dan disfungsi kognitif, sehingga akan meningkatkan kesakitan dan kematian pada pasien rematik. Penanganan untuk rematik dapat meliputi terapi farmakologi, non farmakologi dan pembedahan. Terapi kompres jahe hangat merupakan tindakan non farmakologi untuk menurunkan nyeri rematik. Jahe terdapat kandungan Olerazin dan Gingerol. Olerazin memiliki manfaat sebagai antiinflamasi, analgetik dan antioksidan sedangkan Gingerol menghambat sintesis prostaglandin yang dapat mengurangi perdangan atau nyeri. Tujuan dari karya ilmiah ini untuk menganalisis intervensi pemberian kompres jahe hangat terhadap penurunan nyeri sendi pada penderita rematik di Desa Simpang Kubu. Metode penulisan KIA-N ini adalah studi kasus dengan quasy experiment intervensi non farmakologi dengan pemberian kompres jahe hangat untuk mengurangi nyeri sendi rematik. Hasil implementasi yang dilakukan selama 3 hari pemberian kompres jahe hangat dapat mengurangi nyeri sendi rematik dari skala 6 menjadi skala 3. Diharapkan peneliti selanjutnya, dapat melakukan studi kasus yang mendalam serta menerapkan metode ini dalam mengurangi nyeri sendi pada penderita rematik
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN. S KHUSUSNYA NY. Y DENGAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PENDERITA GASTRITIS DI DESA SIMPANG KUBU WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS AIR TIRIS TAHUN 2023 Fitri, Alda Rahma; Hidayat, Ridha; Hamid, Afriadi
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sjkt.v3i1.24952

Abstract

Gastritis adalah penyakit yang paling sering menyebabkan nyeri serta dapat menyerang seluruh kalangan masyarakat dari semua tingkat usia dan jenis kelamin. Gastritis dapat terjadi secara tiba-tiba sering disebut gastritis akut dan secara bertahap sering disebut gastritis kronis. Peradangan yang terjadi pada lapisan perut penderita gastritis dapat menimbulkan rasa nyeri. Ada dua cara untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri pada penderita gastritis, yaitu pengobatan farmakologis dan non farmakologis. Pengobatan non farmakologi yang dapat diberikan untuk mengurangi rasa nyeri yaitu teknik relaksasi nafas dalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui asuhan keperawatan dengan mengajarkan teknik relaksasi nafas dalam untuk menurunkan skala nyeri penderita gastritis. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 22 – 24 November 2022, implementasi dilakukan selama 3 hari berturut-turut. Hasil penelitian didapatkan terjadi penurunan skala nyeri pada klien yaitu dari skala nyeri 6 (nyeri sedang) menurun menjadi skala nyeri 2 (nyeri ringan). Diharapkan kepada keluarga untuk selalu memperhatikan kesehatan klien terutama penyebab kambuh nya gastritis dan melakukan teknik relaksasi nafas dalam untuk meredakan nyeri yang diakibatkan oleh gastritis tersebut.
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA NY.R DENGAN DISPEPSIA DI DESA SALO TIMUR WILAYAHKERJA UPT PUSKESMAS SALO TAHUN 2023 Putri, Siska Amelia; Hidayat, Ridha
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sjkt.v3i2.26871

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) kasus dispepsia di dunia mencapai 13-40% dari total populasi setiap tahun. Dispepsia berada pada peringkat ke-10 sebagai penyakit terbanyak di Indonesia dengan proporsi 1,5% untuk kategori 10 jenis penyakit terbanyak pada pasien rawat jalan di seluruh rumah sakit di Indonesia. Dispepsia biasanya dianggap sepele, namun dispepsia merupakanOawalLdariPsuatu penyakit yang dapat mengganggu seseorang. Tujuan Karya Tulis Ilmiah adalah mengetahui bagaimana asuhan keperawatan keluarga pada Ny R dengan Dispepsia di Desa Salo Timur wilayah kerja UPT Puskesmas Salo tahun 2023. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Hasil pengkajian yang didapatkan pada kasus ini terdapat 3 diagnosa utama yaitu defisiensi pengetahuan, nyeri akut dan ansietas. Intervensi keperawatan yang direncanakan sesuai dengan masalah keperawatan yang ditemukan. Implementasi yang telah dilaksanakan sesuai dengan intervensi yang telah disusun yang mengacuh pada 5 fungsi kesehatan keluarga yaitu melakukan penyuluhan tentang dispepsia, mendiskusikan bersama keluarga dalam mengambil keputusan untuk mengatasi masalah dispepsia, mendiskusikan cara perawatan untuk mengatasi masalah dispepsia, mendiskusikan dengan keluarga untuk memodifikasi lingkungan yang menunjang kesehatan dan mendiskusikan mengenai pemanfaatan pelayanan kesehatan pada keluarga. Evaluasi yang telah dilaksanakan sesuai dengan tujuan keperawatan yang telah disusun yang mengacuh pada 5 fungsi kesehatan keluarga. Diharapkan keluarga klien ikut berpartisipasi dalam perawatan dan pengobatan dalam upaya mempercepat proses penyembuhan.
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN.Y DENGAN PEMBERIAN SEDUHAN AIR BAWANG PUTIH UNTUK MENGATASI NYERI AKUT PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA SIMPANG KUBU WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS AIR TIRIS TAHUN 2023 Syahfitri, Armi; Hidayat, Ridha; Nurman, Muhammad
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sjkt.v3i2.26910

Abstract

Hipertensi adalah tekanan darah sistolik ? 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ? 90 mmHg, gejala hipertensi dapat bervariasi pada masing-masing individu serta hampir sama dengan gejala penyakit lainnya. Gejala yang paling sering menyertai hipertensi adalah nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran asuhan keperawatan pasien hipertensi yang mengalami nyeri akut dan ganguan pola tidur dengan intervensi keperawatan menggunakan pengobatan secara nonfarmakologi yakni dengan pemberian seduhan air bawang putih. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan. Penelitian ini dilakukan di Desa Simpang Kubu Wilayah Kerja UPT Puskesmas Air Tiris Tahun 2023 dengan 1 responden dengan fokus melakukan pemberian seduhan air bawang putih. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 03 Juni sampai dengan 06 Juni 2023. Pada awal pengkajian didapatkan skala nyeri pasien 5 (nyeri sedang) dan durasi tidur 4-5 jam setelah dilakukan pemberian seduhan air bawang putih pada hari ke-3 didapatkan skala nyeri turun menjadi 2 (nyeri ringan) dan kulitas tidur sudah membaik tidak terjaga pada malam hari dengan durasi 6-7 jam. Intervensi dengan pemberian seduhan air bawang putih ini efektif dalam menurunkan skala nyeri pada pasien hipertensi yang mengalami nyeri dan ganguan pola tidur. Diharapkan pemberian seduhan air bawang putih ini dapat menjadi salah satu tindakan keperawatan yang ditujukan dalam mengatasi masalah keperawatan nyeri pada pasien hipertensi.
Asuhan keperawatan keluarga pada Ny. E dengan pelaksanaan aktifitas fisik jalan pagi terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di desa pulau tinggi wilayah kerja upt puskesmas Air tiris. Hidayat, Ridha; Gutama, Rozi Tri
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.28385

Abstract

Hipertensi masih menjadi salah satu masalah yang ada di dunia kesehatan hingga saat ini. Masyarakat awam mengenal hipertensi dengan sebutan “darah tinggi” karena penyakit ini mengindikasikan adanya kenaikan tekanan darah yang tinggi diluar batas normal. Hipertensi bisa menyebabkan pembuluh darah menyempit, bocor, pecah, atau tersumbat. Hal ini dapat mengganggu aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak. Jika hal ini terjadi, sel-sel dan jaringan otak pun akan mati. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran asuhan keperawatan pasien hipertensi yang mengalami gangguan rasa nyaman dengan intervensi keperawatan melakukan Pelaksanaan Aktifitas Fisik Jalan Pagi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan. Penelitian ini dilakukan di desa Pulau Tinggi Wilayah kerja UPT Puskesmas Air Tiris dengan 1 responden dengan fokus melakukan Pelaksanaan Aktifitas Fisik Jalan Pagi. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 09 - 11 Januari 2024 pada awal pengkajian didapatkan tekanan darah 150/90 MmHg dan setelah dilakukan Pelaksanaan Aktifitas Fisik Jalan Pagi pada hari ke-3 didapatkan tekanan darah turun menjadi 119/80 MmHg. Intervensi Pelaksanaan Aktifitas Fisik Jalan Pagi ini efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien Hipertensi. Diharapkan Pelaksanaan Aktifitas Fisik Jalan Pagi ini dapat menjadi salah satu tindakan keperawatan yang ditujukan dalam mengatasi masalah keperawatan.
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA NY.S DENGAN DISPEPSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMPA TAHUN 2023 Rosadi, Aisyah; Hidayat, Ridha
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sjkt.v3i3.29965

Abstract

Dispepsia merupakan rasa nyeri atau tidak nyaman di bagian ulu hati. Kondisi ini dianggap gangguan di dalam tubuh yang diakibatkan reaksi tubuh terhadap lingkungan sekeliling. Reaksi ini menimbulkan gangguan ketidakseimbangan metabolisme. Tanda dan gejala dyspepsia seperti rasa sakit dan tidak enak di ulu hati, perih, mual, berlangsung lama dan sering kambuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asuhan keperawatan keluarga dengan dyspepsia di wilayah Kerja Puskesmas Kampa Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah klien yang mengalami dyspepsia di desa Pulau Rambai. Data dikumpulkan dengan cara wawancara langsung pada klien yang mengalami dispepsia, dan pemeriksaan fisik pada hari pertama sampai hari ketiga melakukan pendidikan kesehatan tentang dispepsia. Hasil dari penelitian studi kasus yang diberikan pada Ny.S dilakukan tiga kali kunjungan rumah, dari tiga hari kunjungan tersebut Ny.S awalnya mengeluh nyeri di ulu hati, berkeringat dingin,mual dan muntah, setelah dilakukan asuhan keperawatan keluarga berupa penkes tentang dispepsia, cara mengalihkan rasa nyeri, pengaturan diet makan, cara merawat anggota keluarga dengan dispepsia membuahkan hasil nyeri yang dirasakan Ny.S dari skala 3, sekarang Ny.S sudah tidak merasakan nyeri di ulu hati dan tidak ada mual dan muntah. Asuhan yang diberikan terlaksana dengan baik dan lancar.
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS TIDUR DENGAN KEJADIAN ACNE VULGARIS PADA SISWA/I DI SMA NEGERI 1 TAMBANG KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU TAHUN 2021 Yadi, Nopri; Hidayat, Ridha; Indrawati, Indrawati
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.17 KB) | DOI: 10.31004/s-jkt.v1i1.7380

Abstract

Acne vulgaris merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh inflamasi kronik dari unit pilosebasea yang dihasilkan dari peningkatan sebum. Tidur merupakan kebutuhan dasar setiap orang. Pada kondisi istirahat dan tidur, tubuh melakukan proses pemulihan untuk mengembalikan stamina tubuh hingga berada dalam kondisi yang optimal. Dampak kurang tidur menyebabkan seseorang sulit untuk berkonsentrasi, membuat keputusan, dan menjalankan aktivitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur dengan kejadian acne vulgaris pada siswa/i di SMA Negeri 1 Tambang Kabupaten Kampar Provinsi Riau Tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 21-30 juni 2021 dengan jumlah sampel 121 orang siswa/i SMA Negeri 1 Tambang diperoleh menggunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan goggle form. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian ini didapatkan ada hubungan yang signifikan antara kulaitas tidur dengan kejadian acne vulgaris pada siswa/i dengan p value = 0,009, dengan diadakan penelitian ini peneliti mengharapkan kepada siswa/i untuk memperbaiki kualitas tidur yang dapat mempengaruhi terjadinya acne vulgaris.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PENANGANAN PENYAKIT ARTHRITIS RHEUMATOID PADA LANSIA DI DESA MUARA UWAI WILAYAH KERJA UPT BLUD PUSKESMAS LABOY JAYA KABUPATEN KAMPAR Asrowy, Hana; Alini, Alini; Hidayat, Ridha
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.058 KB) | DOI: 10.31004/s-jkt.v1i1.7382

Abstract

WHO melaporkan bahwa 20% penduduk dunia terserang arthritis rheumatoid dimana 5-10% adalah yang berusia diatas 60 tahun. Peningkatan penyakit arthritis rheumatoid dari tahun ke tahun dipengaruhi juga oleh kurangnya pengetahuan lansia terhadap cara penanganannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dengan penanganan penyakit arthritis rheumatoid pada lansia di desa Muara Uwai wilayah kerja UPT BLUD Puskesmas Laboy Jaya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah lansia yang berusia >60 sebanyak 50 orang. Pengumpulan data melalui kuesioner. Pengolahan data menggnakan analisa univariat dan bivariat dengan ji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan penanganan penyakit arthritis rheumatoid pada lansia dengan p value= 0,002. Diharapkan kepada lansia agar dapat lebih banyak mencari informasi tentang masalah kesehatan yang terjadi pada lansia terutama masalah kesehatan tentang penyakit arthritis rheumatoid dan penanganannya.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PENANGANAN PENYAKIT ARTHRITIS RHEUMATOID PADA LANSIA DI DESA MUARA UWAI WILAYAH KERJA UPT BLUD PUSKESMAS LABOY JAYA KABUPATEN KAMPAR Alini, Alini; Hidayat, Ridha
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 3 (2022): AGUSTUS
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.718 KB) | DOI: 10.31004/s-jkt.v1i3.9076

Abstract

WHO melaporkan bahwa 20% penduduk dunia terserang arthritis rheumatoid dimana 5-10% adalah yang berusia diatas 60 tahun. Peningkatan penyakit arthritis rheumatoid dari tahun ke tahun dipengaruhi juga oleh kurangnya pengetahuan lansia terhadap cara penanganannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dengan penanganan penyakit arthritis rheumatoid pada lansia di desa Muara Uwai wilayah kerja UPT BLUD Puskesmas Laboy Jaya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah lansia yang berusia >60 sebanyak 50 orang. Pengumpulan data melalui kuesioner. Pengolahan data menggnakan analisa univariat dan bivariat dengan ji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan penanganan penyakit arthritis rheumatoid pada lansia dengan p value= 0,002. Diharapkan kepada lansia agar dapat lebih banyak mencari informasi tentang masalah kesehatan yang terjadi pada lansia terutama masalah kesehatan tentang penyakit arthritis rheumatoid dan penanganannya.
EFEKTIVITAS ANTARA TEKNIK CURL UP DENGAN LOWER ABDOMINAL STRENGTHTENING TERHADAP INTENSITAS DISMENOREA PADA MAHASISWI S1 PGSD FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PAHLAWAN Amborowati, Weny; Hidayat, Ridha; Nurman, Muhammad
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 3 (2022): AGUSTUS
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.646 KB) | DOI: 10.31004/s-jkt.v1i3.9079

Abstract

Wanita dewasa awal terkhusus mahasiswi yang mengalami dismenorea akan mempengaruhi aktivitas sehari-harinya terutama dalam kegiatan perkuliahan sehingga terjadinya penurunan konsentrasi dalam menerima materi yang disampaikan. Salah satu terapi non farmakologi yang bisa dilakukan untuk menurunkan nyeri dismenorea adalah latihan curl up dan lower abdominal strengthtening. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat keefektifan antara teknik curl up dan lower abdominal strengthtening dalam menurunkan nyeri dismenorea pada mahasiswi S1 PGSD Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasy eksperimen dengan rancangan two group pretest-posttest. Penelitian dilakukan pada 28 Juni-13 Juli 2021 dengan jumlah sampel sebanyak 36 orang mahasiswi yang mengalami dismenorea yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok intervensi yang mendapat perlakuan lower abdominal strengthtening dan kelompok kontrol mendapat perlakuan curl up. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi skala nyeri. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan analisa bivariate dengan Wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian didapatkan rata-rata skala dismenorea pada kelompok interveni sebelum dan sesudah perlakuan adalah 5,22 dan 1,94. Sedangkan pada kelompok control didapatkan rata-rata skala nyeri sebelum dan sesudah perlakuan adalah 5,72 dan 2,67. Serta selisih dari masing-masing kelompok intervensi dan kelompok kontrol yaitu 3,28 dan 3,05 yang berarti lebih besar selisih pada kelompok intervensi yaitu lower abdominal strengthtening. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon didapatkan p value 0,000 (< 0,05), berarti Ha diterima yaitu lower abdominal strengthtening lebih efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dismenorea di bandingkan curl up.