Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Terapi Benson Terhadap Penurunan Nyeri Dada Pada Pasien STEMI Hayatul Hasma; Yenny Safitri; Ridha Hidayat
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.184

Abstract

Masalah utama pada penderita STEMI biasanya nyeri dada yang diakibatkan penyumbatan aliran darah ke koroner yang dimanefestasikan dengan nyeri dada akut. Tujuan karya ilmiah ini adalah untuk mendapatkan gambaran asuhan keperawatan dengan pemberian terapi benson. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang dilakukan secara desktiptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 15-17 April 2025 dengan sampel yaitu satu responden yang dilakukan di ruangan CVCU RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Pada Tn. N keluhan utama pasien mengatakan nyeri dada, nyeri dirasakan hilang timbul, pasien mengungkapkan keluhan nyeri dirasakan sudah lama sekitar 1 tahun belakangan ini, nyeri sering kali dirasakan pada pagi hari terutama ketika udara dingin, skala nyeri 6, dari keluhan yang dirasakan oleh pasien maka dirumuskan diagnosa nyeri akut b.d agen pencedera fisiologis. Salah satu intervensi yang tepat untuk menurunkan skala nyeri pada Tn. N adalah terapi benson. Implementasi dilakukan selama 3 hari berturut-turut yang dilakukan selama 10-15 menit. Hasil asuhan keperawatan ini didapatkan adanya penurunan skala nyeri dengan pengukuran skala nyeri dengan Numeric Rating Scale (NRS) yaitu skala nyeri 3. Hal ini menunjukkan bahwa terapi benson dapat menurunkan skala nyeri pada pasien tersebut. Diharapkan pasien dan keluarga mengaplikasikan terapi benson secara rutin dengan harapan nyeri hilang.
Peningkatan Pemberian Asuhan Keperawatan Melalui Optimalisasi Interaksi Terapeutik Perawat dengan Pasien Sesuai Standar Waktu Minimal Pelayanan Keperawatan di Ruangan MPKP Mandau I Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau Tahun 2026: Pengabdian Erma Kasumayanti; Ridha Hidayat; Siti Hotna Siagian; Triswan Simatupang
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7467

Abstract

Optimalisasi pemberian asuhan keperawatan pada pasien rawat inap, khususnya di pelayanan kesehatan jiwa yang membutuhkan pelaksanaan interaksi terapeutik yang terencana sesuai kebutuhan dan tingkat ketergantungan pasien. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemberian asuhan keperawatan melalui optimalisasi interaksi terapeutik perawat dengan pasien sesuai standar waktu minimal pelayanan keperawatan di Ruangan MPKP Mandau I Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau Tahun 2026. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan meliputi koordinasi dengan kepala ruangan dan ketua tim, identifikasi permasalahan, serta penyusunan instrumen kegiatan. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi saat handover, edukasi mengenai pengaturan waktu pelayanan berdasarkan tingkat ketergantungan pasien menggunakan rumus Gillies, pendampingan penggunaan checklist, serta penyesuaian pembagian pasien sesuai jumlah perawat yang bertugas. Evaluasi dilakukan melalui observasi pelaksanaan interaksi terapeutik dan wawancara dengan perawat serta pasien. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dari 18 pasien yang dilakukan identifikasi awal, terdapat 9 pasien yang belum memperoleh asuhan keperawatan secara optimal. Setelah dilakukan implementasi, sebanyak 6 pasien (66,7%) mengalami peningkatan dalam pemenuhan asuhan keperawatan melalui interaksi terapeutik yang lebih terstruktur, sedangkan 3 pasien (33,3%) masih memerlukan tindak lanjut. Kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa optimalisasi interaksi terapeutik melalui edukasi, pendampingan, penggunaan checklist, dan pengaturan beban kerja perawat dapat mendukung peningkatan kualitas pemberian asuhan keperawatan. Disarankan agar kegiatan monitoring, supervisi, dan evaluasi dilakukan secara berkala untuk mempertahankan keberlanjutan penerapan interaksi terapeutik sesuai standar pelayanan keperawatan.
Hubungan Ketersediaan Sarana Identifikasi Risiko Jatuh Dengan Pelaksanaan Identifikasi Pasien Risiko Jatuh di Rumah Sakit Jiwa Erma Kasumayanti; Siti Hotna; Ridha Hidayat; Awari Susanti
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.510

Abstract

Risiko jatuh merupakan salah satu sasaran keselamatan pasien yang menjadi perhatian dalam pelayanan kesehatan karena dapat menimbulkan cedera, memperpanjang masa perawatan, dan meningkatkan biaya pelayanan. Pasien yang dirawat di rumah sakit jiwa memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap kejadian jatuh akibat gangguan persepsi, penurunan fungsi kognitif, efek samping penggunaan obat psikotropika, serta perubahan perilaku yang dapat memengaruhi kemampuan menjaga keselamatan diri. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah kejadian jatuh adalah pemberian identifikasi kepada pasien yang memiliki risiko jatuh. Namun, pelaksanaan identifikasi pasien risiko jatuh tidak selalu berjalan optimal, salah satunya dipengaruhi oleh ketersediaan sarana identifikasi yang digunakan sebagai penanda pasien berisiko. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan ketersediaan sarana identifikasi risiko jatuh dengan pelaksanaan identifikasi pasien risiko jatuh di Rumah Sakit Jiwa. Metode yang digunakan adalah desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat pelaksana yang bekerja di ruang rawat inap Rumah Sakit Jiwa. Sampel penelitian berjumlah 109 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai ketersediaan sarana identifikasi risiko jatuh berada pada kategori kurang baik, yaitu sebanyak 76 responden (58,5%). Pelaksanaan identifikasi pasien risiko jatuh juga sebagian besar berada pada kategori kurang baik, yaitu sebanyak 71 responden (54,6%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara ketersediaan sarana identifikasi risiko jatuh dengan pelaksanaan identifikasi pasien risiko jatuh di Rumah Sakit Jiwa (p = 0,003). Ketersediaan sarana identifikasi risiko jatuh yang memadai berperan dalam mendukung pelaksanaan identifikasi pasien secara optimal. Diharapkan penyediaan sarana identifikasi yang sesuai perlu menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan keselamatan pasien dan mencegah kejadian jatuh di rumah sakit jiwa.
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA NY,S DENGAN HIPERTENSI MELALUI PENERAPAN TERAPI PIJAT KAKIDI DESA KUALU NENAS Mahdalena Rahmadani; Ridha Hidayat; Indrawati
Jurnal Spektrum Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 3 (2025): Volume 1 Nomor 3, November 2025
Publisher : El-Emir Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63477/(juski).v1i3.399

Abstract

The increasing prevalence of elderly people has led to various changes that impact health problems, such as decreased heart function, one of which is hypertension. Hypertension is a circulatory system disorder that can cause blood pressure to rise above normal values, namely systolic pressure above 140 mmHg and diastolic pressure above 90 mmHg. Non-pharmacological therapy that can be provided to hypertension sufferers includes effluarge foot massage therapy combined with garlic oil. Based on observations of real-world conditions, it was found that hypertensive patients experienced acute pain. Treatment for acute pain includes effluarge foot massage therapy using garlic oil. The results of this study revealed that Mrs. S's pain assessment revealed P (high blood pressure), Q (stabbing and pressing), R (back of the head, neck, and nape), a pain scale of 4, T (recurring and intermittent), and BP of 170/100 mmHg. The nursing diagnosis for Mrs. S was acute pain related to increased blood pressure. The nursing intervention provided to Mrs. S was effluarge foot massage therapy using garlic oil to reduce pain in hypertensive patients. The nursing implementation was in accordance with the established interventions until the acute pain problem was resolved, and there were no significant differences compared to previous research. Nurses are expected to apply effluarge foot massage therapy using garlic oil to hypertensive patients to address acute pain.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.S DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DIRUANG PEJUANG RSUD BANGKINANG Intan Laxmawati Intan; Ridha Hidayat
Jurnal Spektrum Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 3 (2025): Volume 1 Nomor 3, November 2025
Publisher : El-Emir Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63477/(juski).v1i3.400

Abstract

Cataract is a condition of cloudiness in the lens of the eye that causes decreased visual acuity. One common cause of cataracts is a long-term complication of Type 2 Diabetes Mellitus (DM). Type 2 DM is a chronic metabolic disease characterized by increased blood glucose levels due to impaired insulin secretion or insulin resistance. This case study research aims to provide nursing care for Mrs. S with Type 2 DM complicated by cataracts in the Pejuang Room of Bangkinang Hospital in 2025. The design of this study is a case study that includes assessment, nursing diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. Data collection was carried out through interviews, observations, and physical examinations. The results of the assessment showed that Mrs. S had unstable blood glucose, impaired sensory perception (vision), and risk of injury. Interventions were carried out to help manage blood sugar levels, educate self-management, and prevent injury due to visual impairment. After three days of nursing care, the evaluation results showed that blood sugar levels were more stable, the client began to understand how to manage diabetes, and no injuries occurred during treatment. The results of this study are expected to provide information and understanding to DM patients about the importance of comprehensive disease management to prevent complications such as cataracts
ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. H DENGAN PNEMONIA DI RSUD BANGKINANG nurasikin; Yenny Safitri; Ridha Hidayat; Muhammad Nizar Syarif Hamidi
Jurnal Spektrum Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 3 (2025): Volume 1 Nomor 3, November 2025
Publisher : El-Emir Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63477/(juski).v1i3.406

Abstract

Pneumonia is a lower respiratory tract infection characterized by inflammation of the lung tissue due to bacterial, viral, fungal, or aspiration of foreign substances. This disease is one of the main causes of morbidity and mortality, especially in the elderly. This case study aims to provide a comprehensive overview of the implementation of nursing care for pneumonia patients treated in the isolation room of Bangkinang Regional Hospital in 2025. The approach used is the nursing process method which includes assessment, determination of nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation. The subject of the study was a 61-year-old male patient with the main complaint of coughing up phlegm accompanied by blood, shortness of breath, fever, and weakness. Based on the results of the assessment and supporting examinations, several nursing diagnoses were determined, including: ineffective airway clearance, hyperthermia, activity intolerance, ineffective breathing patterns, and risk of nutritional deficit. Nursing interventions were carried out in accordance with the Indonesian Nursing Intervention Standards (SIKI). Evaluation showed an improvement in the patient's condition after nursing actions were carried out for three days. This study emphasizes the importance of systematic and continuous nursing care to improve the health status of pneumonia patients.
HUBUNGAN KEPATUHAN KONTROL BEROBAT DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI UPT PUSKESMAS TAMBANG Lara Claudia; Yenny Safitri; Rizki Rahmawati Lestari; Ridha Hidayat
Jurnal Spektrum Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 3 (2025): Volume 1 Nomor 3, November 2025
Publisher : El-Emir Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63477/(juski).v1i3.411

Abstract

Hypertension is one of the major non-communicable diseases and a leading cause of death worldwide. The management of hypertension requires medication and regular blood pressure monitoring; however, patient adherence remains low. This study aimed to determine the relationship between treatment adherence and blood pressure control among hypertensive patients at UPT Puskesmas Tambang. The research employed a quantitative approach with a cross-sectional design. A total of 33 respondents were selected using accidental sampling. Data were collected through medical records and patients’ blood pressure measurements. The results showed that most patients were non-adherent to treatment (66.6%) and had uncontrolled blood pressure (72.7%). Fisher’s Exact Test yielded a p-value of 0.681 with a POR of 0.48, indicating no significant relationship between treatment adherence and blood pressure control. Nevertheless, adherent patients had a lower likelihood of experiencing uncontrolled blood pressure compared to non-adherent patients. It is recommended that healthcare providers enhance education and motivation for patients to regularly attend follow-up visits and comply with prescribed therapy. Hypertensive patients are also advised to adopt a healthy lifestyle to support treatment effectiveness.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA An.Z DENGAN POST OP APPEDISITIS DI RUANG KHADIJAH 2 RSUD BANGKINANG Aprilliana hesti Hesti; Ridha Hidayat; Dewi Sulastri Juwita Dewi
Jurnal Spektrum Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 3 (2025): Volume 1 Nomor 3, November 2025
Publisher : El-Emir Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63477/(juski).v1i3.413

Abstract

Appendicitis is an inflammation caused by infection and requires appendectomy surgery in its treatment procedure. The purpose of this study is to carry out nursing care in patients with post-op appendicitis in the Khadijah 2 room of Bangkinang Regional Hospital in 2025. This study uses a descriptive method in the form of a case study with data collection methods used, namely interviews, observations, physical examinations, data collection and documentation. Data obtained through interviews, physical examinations and supporting examinations. During the assessment, the patient said pain in the lower right quadrant surgical scar, pain appears during activity, pain appears suddenly, pain feels like being stabbed. So that researchers can formulate the main problem with the nursing diagnosis of acute pain related to physiological injury agents (surgical procedures) (D. 0007). The nursing implementation provided non-pharmacological techniques to reduce pain through deep breathing relaxation techniques. This case report is intended to provide or serve as a reference in nursing care for children with post-op appendicitis.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN Tn. F DENGAN CKD (CHRONIC KIDNEY DISEASE)DI RSUD BANGKINANG Ridha Hidayat; Rozitry Gutama
Jurnal Spektrum Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): Volume 2 Nomor 1, Maret 2026
Publisher : El-Emir Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63477/(juski).v2i1.488

Abstract

CKD can be caused by various diseases, such as diabetes mellitus, kidney infection (pyelonephritis), urinary tract obstruction, immune system disorders, high blood pressure, kidney tubule disease (nephrotoxins), and congenital abnormalities that reduce the glomerular filtration rate (GFR). The purpose of this study is to provide nursing care to CKD patients at Bangkinang Regional Hospital in 2025. Data collection and research were carried out in the Pejuang Inpatient Room on the third floor of Bangkinang Regional Hospital on May 7 - May 9, 2025. In patients with a medical diagnosis of Chronic Kidney Disease (CKD). In this paper, the author can write about the similarities and discrepancies between the theory and research results that have been compiled in the form of case opinions in the implementation of inpatient care in patients with a medical diagnosis of CKD in the specialist room of Bangkinang Regional Hospital which is arranged through assessment, planning, implementation and evaluation activities. After the researcher conducted research, observed and carried out direct maintenance with the patient Mr. Based on the medical diagnosis of CKD in the Pejuang Room of Bangkinang Regional Hospital, researchers can draw several conclusions and suggestions that can be utilized in the program to improve the level of nursing care for patients with a medical diagnosis of CKD at Bangkinang Regional Hospital.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA DI AULIA HOSPITAL Alfi Mardianty; Ridha Hidayat
Jurnal Spektrum Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): Volume 2 Nomor 1, Maret 2026
Publisher : El-Emir Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63477/(juski).v2i1.491

Abstract

Sectio caesarea (SC) merupakan suatu tindakan pembedahan untuk melahirkan bayi melalui insisi pada dinding abdomen dan uterus. Tindakan ini dilakukan apabila persalinan pervaginam tidak memungkinkan atau berisiko bagi ibu maupun janin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan intensitas nyeri pada pasien post Sectio Caesarea di Aulia Hospital. Jenis penulisan yang digunakan adalah penulisan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. terdapat Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Di Aulia Hospital dengan p value 0,004 < 0,05. Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan kepada rumah sakit untuk membuat standar operasional prosedur (SOP) manajemen nyeri pasca operasi dengan menambahkan terapi relaksasi nafas dalam sebagai intervensi pendukung.