Claim Missing Document
Check
Articles

Asuhan Keperawatan Keluarga pada Tn. Z dengan Pemberian Terapi Kompres Hangat Jahemerah ntuk Mengurangi Nyeri pada Penderita Gout Arhtritis di Desa Kualu Nenas Septiani, Nadia; Hidayat, Ridha; Fitria Ningsih, Neneng
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.56

Abstract

Gout Arthritis merupakan salah satu penyakit sendi akibat peningkatan kadar asam urat yang dapat menimbulkan nyeri hebat dan mengganggu aktivitas sehari- hari. Penatalaksanaan nonfarmakologi, salah satunya dengan terapi kompres hangat jahe merah, terbukti efektif sebagai terapi komplementer untuk mengurangi nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada keluarga Tn. Z dengan pemberian kompres hangat jahe merah dalam menurunkan nyeri akibat Gout Arthritis di Desa Kualu Nenas wilayah kerja UPT Puskesmas Tambang tahun 2025. Desain penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Intervensi kompres hangat jahe merah diberikan satu kali sehari selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 15 menit. Hasil pengkajian menunjukkan klien mengalami nyeri skala 5 sebelum intervensi, kemudian setelah tiga hari pemberian kompres, skala nyeri menurun menjadi 3. Klien juga menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pola makan dan perawatan mandiri. Hasil evaluasi membuktikan adanya penurunan tingkat nyeri serta peningkatan kenyamanan pasien. Dengan demikian, kompres hangat jahe merah efektif digunakan sebagai intervensi keperawatan komplementer untuk menurunkan nyeri pada pasien Gout Arthritis.
Pemberian Terapi Rebusan Daun Salam Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Akibat Hipertensi Salsabila, Novia; Hidayat, Ridha; Virgo, Gusman
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.165

Abstract

If hypertension sufferers do not regularly check their blood pressure, they will not realize that they have high blood pressure because generally hypertension sufferers do not experience any signs and symptoms. The purpose of this study is to provide family nursing care to Mrs. N by administering bay leaf decoction therapy to reduce pain levels due to hypertension in Kualu Nenas Village, the working area of ​​the Tambang Community Health Center (UPT). This study uses a descriptive research method in the form of a case study with a nursing care approach. This study was conducted on June 22-28, 2025 with 1 respondent in one family conducted at the client's home. From the case analysis on the client, it was found that there was a decrease in pain levels and blood pressure after being given bay leaf decoction therapy, on the first day the pain level was 6 then decreased to 2 on the seventh day while the results of the blood pressure examination on the first day from 211/129 mmHg decreased to 144/93 mmHg on the seventh day. It is hoped that clients and families will always pay attention to their health, check their blood pressure regularly and carry out non-pharmacological therapy, one of which is bay leaf decoction therapy.
Penerapan Terapi Benson Terhadap Penurunan Nyeri Dada Pada Pasien STEMI Hasma, Hayatul; Safitri, Yenny; Hidayat, Ridha
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.184

Abstract

Masalah utama pada penderita STEMI biasanya nyeri dada yang diakibatkan penyumbatan aliran darah ke koroner yang dimanefestasikan dengan nyeri dada akut. Tujuan karya ilmiah ini adalah untuk mendapatkan gambaran asuhan keperawatan dengan pemberian terapi benson. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang dilakukan secara desktiptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 15-17 April 2025 dengan sampel yaitu satu responden yang dilakukan di ruangan CVCU RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Pada Tn. N keluhan utama pasien mengatakan nyeri dada, nyeri dirasakan hilang timbul, pasien mengungkapkan keluhan nyeri dirasakan sudah lama sekitar 1 tahun belakangan ini, nyeri sering kali dirasakan pada pagi hari terutama ketika udara dingin, skala nyeri 6, dari keluhan yang dirasakan oleh pasien maka dirumuskan diagnosa nyeri akut b.d agen pencedera fisiologis. Salah satu intervensi yang tepat untuk menurunkan skala nyeri pada Tn. N adalah terapi benson. Implementasi dilakukan selama 3 hari berturut-turut yang dilakukan selama 10-15 menit. Hasil asuhan keperawatan ini didapatkan adanya penurunan skala nyeri dengan pengukuran skala nyeri dengan Numeric Rating Scale (NRS) yaitu skala nyeri 3. Hal ini menunjukkan bahwa terapi benson dapat menurunkan skala nyeri pada pasien tersebut. Diharapkan pasien dan keluarga mengaplikasikan terapi benson secara rutin dengan harapan nyeri hilang.
Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Tn. Z Dengan Pemberian Terapi Kompres Hangat Jahemerah untuk Mengurangi Nyeri pada Penderita Gout Arhtritis di Desa Kualu Nenas Septiani, Nadia; Hidayat, Ridha; Fitria Ningsih, Neneng
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.55

Abstract

Gout Arthritis merupakan salah satu penyakit sendi akibat peningkatan kadar asam urat yang dapat menimbulkan nyeri hebat dan mengganggu aktivitas sehari- hari. Penatalaksanaan nonfarmakologi, salah satunya dengan terapi kompres hangat jahe merah, terbukti efektif sebagai terapi komplementer untuk mengurangi nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada keluarga Tn. Z dengan pemberian kompres hangat jahe merah dalam menurunkan nyeri akibat Gout Arthritis di Desa Kualu Nenas wilayah kerja UPT Puskesmas Tambang tahun 2025. Desain penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Intervensi kompres hangat jahe merah diberikan satu kali sehari selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 15 menit. Hasil pengkajian menunjukkan klien mengalami nyeri skala 5 sebelum intervensi, kemudian setelah tiga hari pemberian kompres, skala nyeri menurun menjadi 3. Klien juga menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pola makan dan perawatan mandiri. Hasil evaluasi membuktikan adanya penurunan tingkat nyeri serta peningkatan kenyamanan pasien. Dengan demikian, kompres hangat jahe merah efektif digunakan sebagai intervensi keperawatan komplementer untuk menurunkan nyeri pada pasien Gout Arthritis. 
Gambaran Karakteristik Penderita Rheumatoid Arthritis pada Lansia di Desa Pulau Rambai Wilayah Kerja Puskesmas Kampa Tahun 2025 Nuryani, Indah Sri; Hidayat, Ridha; Nislawaty, Nislawaty
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i2.70

Abstract

Rheumatoid Arthritis (RA) merupakan penyakit autoimun kronis yang menyerang sendi dan dapat menurunkan kualitas hidup, terutama pada kelompok lanjut usia. Faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, lama menderita, dan penyakit penyerta menjadi aspek penting dalam menentukan kondisi klinis penderita RA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik penderita RA pada lansia di Desa Pulau Rambai Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kampa, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Penelitian ini dilaksanakan pada 1–3 Oktober 2025 dengan desain deskriptif analitik. Sampel penelitian terdiri dari 51 responden yang dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan seluruh responden berusia 60–64 tahun (100%) dengan proporsi perempuan sebesar 80,4%, berpendidikan terakhir SD (43,1%), dan tidak bekerja (72,5%). Berdasarkan lama menderita, sebagian responden telah menderita RA selama 1–5 tahun (56,9%) dan memiliki penyakit penyerta (66,7%). Kesimpulan penelitian ini adalah penderita RA lansia di Desa Pulau Rambai Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kampa didominasi oleh kelompok usia lanjut awal dengan tingkat pendidikan rendah, sebagian besar tidak bekerja, telah menderita RA dalam jangka waktu menengah, dan memiliki penyakit penyerta. Disarankan kepada pihak puskesmas untuk meningkatkan program deteksi dini RA pada lansia, memperkuat edukasi mengenai pengelolaan nyeri serta pencegahan komplikasi, dan mendorong keterlibatan keluarga dalam mendukung perawatan sehari-hari.