Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengaruh Imbangan Rumput Gajah Dan Konsentrat Dalam Ransum Terhadap Kandungan Lemak Laktosa Dan Snf Susu Sapi Friesian Holstein Mustopa, Ilyasa Adi; Rohayati, Tati; Hadist, Ibrahim; Kusmayadi, Tendy
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v7i2.2988

Abstract

Pennisetum purpureum) dan konsentrat yang berpengaruh paling baik terhadap kandungan lemak, laktosa, dan Solid Non Fat (SNF) pada susu sapi perah Friesian Holstein. Pelaksanaan penelitian dilakukan mulai bulan Agustus hingga September 2022 di kandang milik saudara Alpin Hidayatullah, yang berlokasi di Kampung Gunung Cupu RT/RW 06/07, Desa Margaluyu, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Bujur Sangkar Latin 4 x 4 (4 perlakuan dan 4 periode). Adapun perlakuannya yaitu P1 : (80% hijauan rumput gajah + 20% konsentrat) P2 : (70% hijauan rumput gajah + 30% konsentrat) P3 : (60% hijauan rumput gajah + 40% konsentrat) P4 : (50% hijauan rumput gajah + 50% konsentrat). Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh dari imbangan hijauan rumput gajah (Pennisetum purpureum) dan konsentrat terhadap kandungan lemak, tetapi tidak berpengaruh terhadap laktosa dan SNF susu sapi Friesian Holstein. Imbangan 80% hijauan rumput gajah + 20% konsentrat memberikan pengaruh optimal terhadap kandungan lemak, laktosa, dan SNF
Perbedaan Karakteristik Kuantitatif Domba Garut Jantan Tangkas Di Dataran Tinggi Dan Dataran Rendah Kabupaten Garut Agustina, Nia; Rohayati, Tati; Nurhayatin, Titin
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v8i1.3565

Abstract

Perbedaan ketinggian tempat dapat menyebabkan perbedaan dalam iklim dan kualitas pakan. Hal ini dapat mempengaruhi performa domba garut.  Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan tentang perbedaan dalam karakteristik kuantitatif domba garut jantan tangkas antara dataran tinggi dan dataran rendah di Kabupaten Garut.  Parameter yang diamati mencakup tinggi pundak, panjang badan, lingkar dada, lingkar skrotum dan berat badan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, dengan analisis data menggunakan pendekatan analisis deskriptif dan uji t tidak berpasangan. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 60 ekor domba.  Data yang terkumpul selanjutnya diolah menggunakan sofware Statistical Program for Social Science. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan karakteristik kuantitatif domba garut jantan tangkas antara di dataran tinggi dengan di dataran rendah Kabupaten Garut.  Karakteristik kuantitatif domba garut jantan tangkas di dataran tinggi menunjukkan performa yang lebih unggul dibandingkan dengan yang dipelihara di dataran rendah.
Analisis Tren Populasi Sapi dan Kerbau di Kabupaten Tanah Laut Purnama, Itang; Irma, Irma; Rohayati, Tati; Raisa, Daeva Mubarika
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v5i2.1021

Abstract

Populasi ternak ruminansia, khususnya sapi dan kerbau, memiliki peran penting dalam mendukung ketersediaan daging serta menjaga ketahanan pangan daerah. Perubahan dinamika populasi kedua komoditas ini di Kabupaten Tanah Laut perlu dianalisis secara komprehensif guna memberikan gambaran tren jangka Panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren populasi sapi dan kerbau di Kabupaten Tanah Laut dengan menggunakan metode Compound Annual Growth Rate (CAGR). Data yang digunakan merupakan data sekunder berbentuk time series periode 2020–2024 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanah Laut, serta proyeksi populasi hingga tahun 2029. Variabel penelitian meliputi gross populasi dan net populasi sapi serta kerbau, yang dianalisis untuk mengetahui pola pertumbuhan jangka panjang. Hasil analisis menunjukkan bahwa populasi sapi mengalami penurunan dengan nilai CAGR sebesar -2,36% per tahun, sedangkan populasi kerbau menunjukkan penurunan yang lebih tajam dengan nilai CAGR sebesar -21,26% per tahun. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberlanjutan populasi sapi masih memiliki peluang untuk dipertahankan melalui pengelolaan yang tepat, sedangkan populasi kerbau berada pada kondisi kritis dan memerlukan intervensi segera. Penelitian ini merekomendasikan perlunya strategi pengelolaan spesifik, antara lain pengendalian pemotongan, peningkatan produktivitas reproduksi, perbaikan manajemen pakan, serta program konservasi plasma nutfah khusus untuk kerbau. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan pembangunan peternakan berkelanjutan di Kabupaten Tanah Laut.
EVALUASI PENERAPAN GOOD FARMING PRACTICE DI BALAI PENGEMBANGAN PERBIBITAN DOMBA DAN KAMBING (BPPTDK) MARGAWATI KABUPATEN GARUT Abdul Malik, Chizam; Kusmayadi, Tendy; Rohayati, Tati; Puspitasari, Maryati
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v10i1.43033

Abstract

Domba merupakan salah satu komoditas peternakan yang memiliki peranan penting dalam perekonomian masyarakat perdesaan, terutama di Jawa Barat yang merupakan sentra produksi domba nasional. UPTD BPPTDK Margawati Kabupaten Garut merupakan lembaga pemerintah daerah yang memiliki fungsi strategis dalam pengembangan pembibitan dan manajemen peternakan domba. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Good Farming Practices (GFP) di UPTD BPPTDK Margawati, mencakup empat aspek utama, yaitu sarana, produksi, pelestarian lingkungan, dan pengawasan. Penelitian dilaksanakan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei, wawancara, dan kuesioner kepada staf teknis serta pengelola UPTD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai total performa GFP mencapai 92%, dengan rincian: aspek Sarana 92,49%, Produksi 88,75%, Pelestarian Lingkungan 100%, dan Pengawasan 100%. Berdasarkan klasifikasi performa GFP, nilai tersebut termasuk dalam kategori "sangat baik". Temuan ini menunjukkan bahwa UPTD BPPTDK Margawati telah menerapkan GFP secara optimal dan layak dijadikan sebagai model percontohan bagi peternakan lainnya. Meskipun demikian, perbaikan pada aspek sarana dan produksi tetap diperlukan untuk mencapai kesempurnaan dalam penerapan GFP yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan hewan serta produktivitas peternakan yang lebih tinggi.
PENGARUH LEVEL BATU BATA DENGAN LAMA PEMERAMAN TERHADAP PENYUSUTAN BOBOT DAN ORGANOLEPTIK TELUR ASIN ITIK Amin, Atep Syahrul; Nurhayatin, Titin; Herawati, Ervi; Rohayati, Tati
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v10i1.43175

Abstract

Eggs are a perishable livestock product. Therefore, eggs are often preserved by processing them into salted eggs. The purpose of this study was to determine the effect of brick level with curing duration which had the best effect on weight loss and organoleptic salted duck eggs. This research was conducted in February 2023 in Kampung Cikendi Rt/Rw 001/004 Sukawangi Village, Tarogong Kaler District, Garut Regency. This study used the RAL method with 6 treatments and 3 replications until there is 18 experimental units. The treatment in this study were: P1 = 2 parts of bricks: 1 part of salt with 7 days curing, P2 = 2 parts of bricks : 1 part of salt with 14 days of curing, P3 = 2.5 parts of bricks : 1 part of salt with curing 7 days, P4 = 2.5 parts of brick : 1 part of salt with 14 days of curing, P5 = 3 parts of brick : 1 part of salt with 7 days of curing, P6 = 3 parts of stone : 1 part of salt with 14 days of curing. The variables observed in this study were: weight loss, color, aroma, taste. The results salted duck eggs showed that brick level with curing time had an effect on weight loss and organoleptic salted duck eggs. Brick level a ratio of 2.5 parts of brick : 1 part of salt and curing time of 14 days gave the best effect.
PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK KANDANG AYAM PEDAGING TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT Indigofera zollingeriana: The Effect of Broiler Chicken Manure Application on the Growth of Indigofera zollingeriana Seedlings Sari, Nurjanah Puspita; Herawati, Ervi; Rohayati, Tati
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v10i1.43330

Abstract

Abstract Indigofera zollingeriana is a leguminous plant that can be used as livestock feed due to its high protein content. This study aimed to determine the effect of different doses of broiler chicken manure on the growth of Indigofera zollingeriana seedlings. The research was conducted in Margawati Subdistrict, Garut Kota District, Garut Regency, from June to August 2024. The study utilized a Randomized Block Design (RBD) with five treatments and five repetitions. The treatments consisted of broiler chicken manure doses: P0 = 0 g, P1 = 200 g, P2 = 400 g, P3 = 600 g, and P4 = 800 g. The results indicated that the application of broiler chicken manure significantly influenced the growth of Indigofera zollingeriana seedlings. The dose of 400 g (P2) yielded the best results for plant height, number of leaves, number of branches, and stem diameter of Indigofera zollingeriana seedlings. Keywords: Indigofera zollingeriana, broiler chicken manure, dosage.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT GENERASI Z DALAM BUDIDAYA DOMBA GARUT Cindy Nabila Noer Anhar; Kusmayadi, Tendy; Rohayati, Tati
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 8 No 2 (2025): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v8i2.42723

Abstract

Breeder regeneration is very important to support sustainable livestock programs. This study aims to analyze the factors that influence generation Z's interest in Garut sheep farming. Generation Z's interest in Garut sheep farming can be influenced by various factors including preferences, heredity, family economy and culture. The research method uses a survey method. The population in this study were participants in the SKDG event at the Governor's Cup Open Contest in Pamidangan Arlamba Rancabango Garut Regency. The sampling technique used a purposive sampling technique, namely participants aged 13 to 31 years totaling 117 respondents with a questionnaire as a data collection instrument which was then processed using SPSS 25. The results of the study showed that simultaneously the variables of preferences, heredity, family economy and culture had a significant effect on generation Z's interest with an influence value of 54.9%. Partially, the variables of preference, descent and family economy have a significant effect, while culture does not affect the interests of Generation Z in cultivating Garut sheep. The influence of the variables of preference, descent and family economy on the interest of generation Z in cultivating Garut sheep was 28.2%, 19.6% and 35.3% respectively.
Pemanfaatan Teknologi Silase Berbasis Hijauan dan Leguminosa Lokal untuk Meningkatkan Produktivitas Domba Garut di Desa Sarimukti, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut Herawati, Ervi; Rohayati, Tati; Fahmi, Taemi
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 1 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i1.69114

Abstract

Ketersediaan hijauan pakan yang bersifat musiman menjadi kendala utama dalam peningkatan produktivitas domba Garut pada sistem peternakan rakyat. Desa Sarimukti, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut memiliki potensi hijauan dan leguminosa lokal yang melimpah, namun pemanfaatannya belum optimal karena belum diolah melalui teknologi pengawetan pakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peternak dalam produksi silase berbasis hijauan dan leguminosa lokal serta mengevaluasi respons pertumbuhan domba Garut sebagai indikator awal keberhasilan penerapan teknologi. Kegiatan dilaksanakan pada Oktober–Desember 2025 dan melibatkan 25 orang peternak domba. Program mencakup pelatihan, praktik pembuatan silase, dan pendampingan pemanfaatan silase pada ternak. Empat jenis silase diproduksi, yaitu silase jerami jagung, silase kaliandra silase pakchong–kaliandra, dan silase rumput gajah–kaliandra. Seluruh silase menunjukkan kualitas fisik yang baik, ditandai warna cerah, aroma asam segar, tekstur kompak, tidak berjamur, serta nilai pH 3,8–4,3. Evaluasi pertumbuhan ternak dilakukan melalui pengukuran bobot badan pada tiga waktu pengamatan (awal, fase I, dan fase II) dan dianalisis secara deskriptif menggunakan rataan dan standar deviasi serta perhitungan pertambahan bobot badan harian (PBBH). Hasil menunjukkan peningkatan rataan bobot badan dan PBBH domba Garut hingga fase II pengamatan, yang mencerminkan adaptasi ternak terhadap pakan silase dan perbaikan pemanfaatan nutrien. Penerapan teknologi silase berbasis sumber daya lokal terbukti aplikatif pada tingkat peternak rakyat dan berpotensi meningkatkan kemandirian pakan serta keberlanjutan usaha ternak domba Garut.