Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

The Effect of Honey on The Level of Dysmenorrhea Pain in Nursing Students of Muhammadiyah University Tasikmalaya Herdiani, Ida; Restiana, Nia; Ariyani, Hana; Febriyani, Ria
JURNAL KESEHATAN STIKes MUHAMMADIYAH CIAMIS Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan (October 2024)
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/jurkes.v11i2.766

Abstract

Dysmenorrhea is the most common gynecological disorder among women of all ages and races. Dysmenorrhea is defined as pain during menstruation that is accompanied by cramping and centered in the lower abdomen. Dysmenorrhea can cause a number of problems, including activity limitation, decreased academic performance, and difficulty sleeping so that it can interfere with life activities.   Currently, there is a need for the use of herbs and alternative medicine to overcome dysmenorrhea, one of which is using honey which can reduce menstrual pain. The purpose of this study was to determine the effect of honey on the level of dysmenorrhea pain in nursing students at Muhammadiyah Tasikmalaya University. This research method uses Quasi Exsperimen research method with Pre-Experimental design with one group pre-test and post-test design approach. This research was conducted at the University of Muhammadiyah Tasikmalaya.  Respondents measured pain levels during dysmenorrhea before and after honey administration. The results showed that giving honey had an effect on reducing menstrual pain or dysmenorrhea in nursing students as indicated by a value of P = 0.000.  The conclusion is that there is a change in the intensity of menstrual pain before and after giving honey.  Suggestions are expected that the results of this study can be implemented by further researchers as an alternative to dysmenorrhea pain.
The Vaccination of Covid-19 for Community in Tasikmalaya Falah, Miftahul; Handayani, Hani; Saryomo, Saryomo; Sahroni, Oni; Setiawan, Asep; Solihatin, Yuyun; Herdiani, Ida; Brahmantia, Bayu; Sholihat, Neni; Ariyani, Hana; Firdaus, Ali; Rusdiana, Rusdiana; R. Romli, Yusuf; Tien, Rany; Muttaqin, Zainal; Ikhsan, Ikhsan; Gunawan, Indra; Budiana, Ijang; Suhartini, Titin
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2023): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/t5c9ct64

Abstract

The Covid-19 pandemic has created an emergency status in Indonesia. Through Presidential Decree No. 11 of 2020, Indonesia has declared a health emergency status. Various efforts have been made to overcome the impact of the Covid-19 pandemic, vaccination is one of efforts to solve the problem. The purpose of this community service is to implement a Covid-19 vaccination in the work area of ​​the Tamansari Public Health Center, Tasikmalaya City. The method used interviews followed by administering the Covid-19 vaccine to people who already meet the criteria. The total respondents in the Covid-19 vaccination were 804 people, which were carried out in two sessions. The implementation of Covid-19 vaccination was conducted at the Muhammadiyah University of Tasikamalaya with a total of 304 people in season 1 and 500 people in season 2. The community response was positive and supported the vaccination activities organized by UMTAS and Tamansari Public Health Center, Tasikmalaya City. In summary, people who got a vaccination of Covid-19 will increase individual and communal immunity.
EFEKTIVITAS BALANCED CRYSTALLOIDS DIBANDINGKAN NORMAL SALINE DALAM RESUSITASI CAIRAN PADA PASIEN SYOK SEPSIS: LITERATUR REVIEW Azkiyyatu Zahra; Sihab; Hana Ariyani
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/eaq5rd31

Abstract

Penatalaksanaan pasien kritis, terutama pasien dengan sepsis dan syok sepsis, membutuhkan terapi cairan intravena. Namun, masih ada perdebatan di klinik tentang jenis cairan resusitasi yang paling baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara naratif bukti ilmiah terbaru tentang seberapa efektif kristal imbang dibandingkan saline normal dalam resusitasi cairan pada pasien yang mengalami syok sepsis. Penelitian menggunakan pertimbangan cerita. Dengan menggunakan operator Boolean AND, artikel dikumpulkan melalui database PubMed, ScienceDirect, EBSCOhost, dan Google Scholar dengan kata kunci seperti "kristal cair yang seimbang", "resusitasi cairan normal", "sepsis", dan "perawatan kritis". Kerangka PICOS (Populasi: pasien dewasa yang menderita sepsis atau syok sepsis; Intervention: kristalloid yang seimbang; Perbandingan: saline normal; Hasil: mortalitas, cedera ginjal akut, dan luaran klinis; Desain penelitian: tinjauan sistematis, meta-analisis, dan tinjauan kisah). Artikel berbahasa Inggris atau Indonesia yang dipublikasikan pada tahun 2019–2025. Lima artikel yang memenuhi kriteria analisis dipilih melalui proses seleksi yang didasarkan pada alur PRISMA. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penggunaan crystalloid yang seimbang cenderung memiliki hasil klinis yang lebih baik, terutama dalam hal mengurangi risiko cedera ginjal akut dan komplikasi metabolik. Mereka juga menunjukkan tren penurunan kematian dibandingkan dengan saline normal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan cairan resusitasi harus disesuaikan dengan kondisi klinis pasien dan disertai dengan pengawasan ketat dan strategi manajemen cairan yang dinamis.
PERAN KREATIVITAS PERAWAT DALAM OPTIMALISASI MANAJEMEN PASIEN PADA SITUASI FASILITAS MEDIA MINIM: LITERATURE REVIEW Dila Ananda Herdiana; Anna Fitri Indriani; Ida Rosidawati; Hana Ariyani
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/ak9m4170

Abstract

Unit Gawat Darurat (IGD) adalah lingkungan pelayanan kesehatan yang bertekanan tinggi dan seringkali menghadapi situasi kritis yang terhambat oleh keterbatasan sarana dan prasarana medis. Untuk menjamin keselamatan dan kualitas layanan, kreativitas perawat menjadi kompetensi krusial sebagai strategi untuk mengatasi kesenjangan antara tuntutan perawatan optimal dan realita keterbatasan sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk kreativitas yang diterapkan oleh perawat IGD dalam manajemen pasien dengan keterbatasan sarana menggunakan desain Literature Review dengan pendekatan deskriptif-analitik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kreativitas perawat terbagi menjadi adaptasi kognitif dan adaptasi sistemik/organisasi untuk mengatasi kepadatan pasien. Secara sistemik, perawat gawat darurat secara kreatif mengadaptasi penggunaan sumber daya, peran kepegawaian, dan proses perawatan pasien untuk memperluas kapasitas dan mempercepat proses. Model Transprofessional Care adalah contoh nyata inovasi sistemik yang terbukti signifikan menurunkan angka rawat inap (18.0% vs 38.0%), menawarkan solusi efektif untuk mengatasi keterbatasan ruang rawat inap dan overcrowding. Secara kognitif, perawat menunjukkan adaptasi dengan memodifikasi perhatian dan fokus mereka dari strategi proaktif/retrospektif menjadi lebih perhatian pada pemenuhan kebutuhan saat ini. Sebagai simpulan, kreativitas perawat merupakan komponen adaptif yang vital untuk optimalisasi manajemen pasien di tengah fasilitas minim dan kepadatan, sehingga diperlukan dukungan manajerial terstruktur, pelatihan resiliensi, dan pelembagaan inovasi sistemik seperti Transprofessional Care untuk memastikan pelayanan yang unggul dan berkelanjutan.
KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT SEBAGAI STRATEGI PENURUNAN KECEMASAN KLIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD): LITERATURE REVIEW Intan Januaristi; Muhammad Taopik Ambari; Ida Rosidawati; Hana Ariyani
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/tbhqxh39

Abstract

Instalasi Gawat Darurat (IGD) adalah lingkungan klinis di mana ada situasi darurat dan ketidakpastian tinggi, yang membuat pasien dan keluarganya sangat cemas. Dianggap sebagai intervensi non-farmakologis yang penting untuk meredakan kecemasan ini, komunikasi terapeutik perawat dianggap penting. Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk melihat bagaimana komunikasi terapeutik perawat dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan di IGD. Berdasarkan metodologi kajian literatur, tinjauan ini merangkum temuan lima artikel penelitian yang relevan dari tahun 2020 hingga 2025. Dengan menggunakan desain analitik korelatif, cross-sectional, dan pre-test post-test, pasien dan keluarga mereka digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini. Hasil dari semua studi menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan—atau korelasi—antara komunikasi terapeutik perawat dan penurunan tingkat kecemasan. Dalam sebagian besar penelitian, ditemukan bahwa komunikasi terapeutik yang efektif mampu mengubah mayoritas responden dari kategori cemas sedang menjadi tidak cemas atau cemas ringan (p - 0,036). Selain itu, ada bukti bahwa pendekatan komunikasi yang informatif, seperti menggunakan slogan seperti Know, Check, dan Ask, dapat membantu mengurangi kecemasan keluarga pasien. Kesimpulannya, komunikasi terapeutik perawat adalah strategi berbasis bukti yang sangat efektif dalam mengurangi kecemasan dan merupakan komponen penting dari asuhan keperawatan di ruang gawat darurat.
INTERVENSI KEPERAWATAN BERBASIS BUKTI PADA PENATALAKSANAAN AWAL PASIEN LUKA BAKAR DALAM KONTEKS GAWAT DARURAT: LITERATURE REVIEW Elvina Rose Damayanti; Nifah Nur Rohmah; Ida Rosidawati; Hana Ariyani
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/ywajmx47

Abstract

Luka bakar merupakan kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan penatalaksanaan awal cepat dan tepat untuk mencegah komplikasi dan kematian. Perawat memiliki peran penting dalam memberikan intervensi keperawatan berbasis bukti pada fase gawat darurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi intervensi keperawatan berbasis bukti pada penatalaksanaan awal pasien luka bakar. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pencarian artikel pada database PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect. Artikel yang disertakan adalah publikasi tahun 2020–2025 dengan desain penelitian kuantitatif dan kualitatif yang relevan dengan intervensi keperawatan pada pasien luka bakar fase gawat darurat. Sebanyak enam artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan pendekatan PRISMA. Hasil telaah menunjukkan bahwa intervensi keperawatan utama pada fase gawat darurat meliputi penilaian cepat jalan napas dan sirkulasi, resusitasi cairan adekuat, pendinginan luka bakar, pencegahan infeksi, dan manajemen nyeri. Intervensi berbasis bukti tersebut terbukti menurunkan risiko komplikasi dan meningkatkan luaran klinis pasien. Kesimpulan, penerapan intervensi keperawatan berbasis bukti pada fase gawat darurat sangat penting untuk meningkatkan keselamatan dan kualitas perawatan pasien luka bakar. Hasil literature review ini dapat menjadi dasar penguatan praktik keperawatan kegawatdaruratan
EFEKTIVITAS MANAJEMEN CAIRAN PADA PASIEN ACUTE KIDNEY INJURY BERDASARKAN EVIDENCE-BASED PRACTICE: LITERATUR REVIEW Zainal Azis Mustaqim; Alfia Khoirunnisa; Sopi Cahyani; Ida Rosidawati; Hana Ariyani
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/h7jf6k20

Abstract

Gagal ginjal akut (acute kidney injury/AKI) merupakan kondisi klinis serius dengan angka kejadian lebih dari 50% pada pasien kritis yang ditandai oleh penurunan fungsi ginjal secara mendadak akibat berbagai penyebab patofisiologis. Manajemen cairan yang tepat menjadi krusial dalam penatalaksanaan AKI, namun strategi pemberian cairan masih menimbulkan perdebatan mengingat pemberian cairan yang tidak tepat dapat memperburuk kondisi pasien. Studi ini merupakan literatur review yang bertujuan mengevaluasi efektivitas strategi manajemen cairan berbasis bukti untuk meminimalkan risiko kejadian dan perburukan AKI melalui analisis lima jurnal ilmiah terkini. Melalui metode PRISMA dengan kerangka PICO, penelusuran dilakukan pada database Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci terkait manajemen cairan dan AKI pada populasi pascaoperasi jantung, hemodialisis, syok septik, dan perawatan intensif periode 2016-2022. Hasil sintesis menunjukkan bahwa pendekatan manajemen cairan individual berdasarkan penilaian fluid responsiveness dan fluid tolerance lebih efektif dibandingkan strategi pemberian cairan konvensional. Penggunaan larutan kristaloid seimbang seperti Ringer Laktat mengurangi risiko AKI dibandingkan normal saline, sementara strategi restriktif setelah fase resusitasi awal mengurangi kebutuhan terapi pengganti ginjal (13% vs 30%) dan efek samping. Intervensi berbasis evidence-based practice pada pasien hemodialisis efektif menurunkan interdialytic weight gain (IDWG) >3,5% dari 20% menjadi 6%. Meskipun strategi resusitasi terstruktur tidak mencegah terjadinya AKI pada syok septik, pendekatan "less is more" dalam manajemen cairan pasca-resusitasi menunjukkan manfaat signifikan dalam mempercepat pemulihan fungsi ginjal. Temuan ini menegaskan perlunya pergeseran paradigma dari manajemen cairan pasif berbasis kebiasaan menjadi pendekatan aktif, individualized, dan berbasis bukti dengan keterlibatan multidisiplin untuk mengoptimalkan outcome ginjal pada pasien kritis dengan AKI.
EFEKTIVITAS POSISI HEAD UP 30° TERHADAP TEKANAN INTRAKRANIAL PADA PASIEN TRAUMA KEPALA : SUATU TINJAUAN EVIDENCE-BASED NURSING Nuri Lestari; Reysa Putri Sabilla; Ida Rosidawati; Hana Ariyani
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/m0eeme42

Abstract

Trauma kepala merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan menjadikannya kondisi yang membutuhkan evaluasi dan intervensi medis segera, seringkali diakibatkan oleh kecelakaan lalu lintas, jatuh, dan kekerasan. Komplikasi fatal yang sering muncul adalah peningkatan intrakranial (TIK) yang dapat menyebabkan gangguan perfusi jaringan serebral. Salah satu intervensi Evidence-based Nursing (EBN) mandiri untuk kondisi ini adalah posisi head up 30°. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Posisi Head Up 30° terhadap Tekanan Intrakranial pada Pasien Trauma Kepala berdasarkan tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah literatur riview terhadap enam artikel terpilih yang bersumber dari Google Scholar dan PubMed dengan menggunakan kata kunci “Trauma Kepala”, “Tekanan Intrakranial”. “Intervensi”, “Head up 30°”, dalam rentang waktu 2020-2023. Desain analisis meliputi Quasi-Experimental dan Analytic Correlation. Sistensis data menunjukkan bahwa posisi head up 30° memiliki efektivitas yang signifikan dalam manajemen trauma kepala. Posisi ini merupakan intervensi non-farmakologis yang aman, efektif, dan direkomendasikan sebagai standar asuhan keperawatan gawat darurat pasien trauma kepala.
Efektivitas Dextrose dalam Penanganan Hipoglikemia pada Pasien Diabetes Melitus: Literature Review Fauza, Nazwa Isni; Nandini, Vira Nian; Rosidawati, Ida; Ariyani, Hana
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.1582

Abstract

Hipoglikemia merupakan kondisi emergensi yang sering terjadi pada pasien diabetes melitus akibat penggunaan insulin atau obat penurun glukosa. Penanganan cepat sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi serius seperti gangguan kesadaran dan kerusakan neurologis. Literature review ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberian dextrose dalam menangani hipoglikemia pada pasien diabetes melitus. Kajian dilakukan terhadap lima artikel yang memenuhi kriteria inklusi, mencakup desain pra-eksperimental dan studi kasus yang mengevaluasi perubahan kadar glukosa darah sebelum dan sesudah intervensi. Hasil telaah menunjukkan bahwa pemberian dextrose, baik dalam konsentrasi D10% melalui infus maupun D40% secara bolus, mampu meningkatkan kadar glukosa darah secara cepat pada hipoglikemia ringan hingga berat. Seluruh artikel melaporkan perbaikan kesadaran dan stabilisasi tanda vital setelah intervensi diberikan. Variasi konsentrasi memberikan respons yang berbeda, di mana D40% menunjukkan efek peningkatan glukosa yang lebih cepat, sedangkan infus D10% membantu menjaga kestabilan kadar glukosa serta mengurangi risiko rebound hiperglikemia. Secara keseluruhan, literature review ini menegaskan bahwa dextrose merupakan terapi utama yang efektif dan aman dalam manajemen hipoglikemia pada pasien diabetes melitus. Penyesuaian konsentrasi, dosis, dan metode pemberian perlu disesuaikan dengan kondisi klinis pasien untuk mencapai respons optimal. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan kualitas penatalaksanaan hipoglikemia.