Articles
Analysis of the Relationship between the Implementation of the Head of Room Management Function and the Work Motivation of the Nurse Practitionore
Andani, Nur;
Sumarmi;
Ilhamsyah;
Sutria, Eny
Omni Health Journal Vol. 3 No. 1 (2026): January
Publisher : Bantayang Omni Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.65277/ohj.v3i1.160
Background: Service quality includes having great leverage in achieving health development goals, in improving this quality it is necessary to start by conducting research on the application of the reduction management function and the work motivation of staff nurse. Objective: This study aims to analyze the relationship between the implementation of the management function of the low maneger and the work motivation of the staff nurse at the Takalar District Hospital. Methods: This study uses a descriptive observational design with a cross sectional approach. The number of research samples was 95 staff nurses. Data analysis used the chi square test and multiple logistic regression tests to test the management function of low manager that is most related to the motivation of the staff nurse. Results: The results of this study show that the implementation of the management function of the low manager at variable planning is not good 54.7%, organizing is not good 63.3%, staffing is not good 52.6%, directing is not good 54.7% and cotrolling is not good 65.3%, the work motivation of staff nurse is not good 52.6%. The relationship between the management function of the low manager and the work motivation of the staff nurse (p value planning 0.720, organizing p value 0.000, OR 4.036, staffing p value 0.000, OR 11.280, directing p value 0.000, OR 4.67 and controlling p value 0.146). Conclusion: The conclusion of this study is that the implementation of the management function of the low manager with the motivation of the satff nurse at the Takalar District Hospital is more or less good. There is a significant relationship between the management functions of organizing, staffing, and controllig with the motivation of the implementing nurses, and the management function of the low manager that is most related to work motivation is staffing function.
BODYWEIGHT SQUAT EXERCISE AS AN EFFECTIVE INTERVENTION TO ENHANCE MUSCLE STRENGTH IN OLDER ADULTS
Fitriani, Aidah;
Sutria, Eny;
Rasmawati, Rasmawati;
sumarmi, sumarmi;
Ngoc, Vu Thi
NurseLine Journal Vol. 11 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19184/nlj.v11i1.60000
Background: Aging is associated with a significant decline in muscle mass and strength, which increases the risk of falls among older adults. One strategic approach to address this issue is bodyweight squat training, which targets lower extremity muscle strength, balance, and functional ability in older adults. This study aimed to analyze the effect of bodyweight squat training on muscle strength in older adults. Methods: This quantitative study employed a pre-experimental design using a one-group pre-test and post-test approach. A total of 63 older adults were recruited using a purposive sampling technique. Muscle strength was assessed using the Five Times Sit-to-Stand Test (FTSST). Data were analyzed using the paired sample t-test. Results: The findings demonstrated a significant improvement in muscle strength following bodyweight squat training (p = 0.001). The mean FTSST completion time decreased from 12.51 seconds at baseline to 10.86 seconds after the intervention. Conclusion: The reduction in FTSST completion time indicates that bodyweight squat training is effective in improving muscle strength in older adults. This exercise can be recommended as a routine physical activity to enhance muscle strength and reduce the risk of falls.
Pengaruh Komsumsi Pisang Ambon Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pra Lansia Hipertensi
Sutria, Eny;
Insani, Aulia
Journal of Islamic Nursing Vol 1 No 1 (2016): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (386.124 KB)
|
DOI: 10.24252/join.v1i1.3510
ABSTRAKHipertensi merupakan penyumbang kematian akibat penyakit tidak menular (PTM) yang meningkat dari 41,7% menjadi 60%. Hipertensi merupakan penyebab utama penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat menurunkan tekanan darah ialah pisang ambon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsumsi pisang ambon dalam menurunkan tekanan darah pada pra lansia hipertensi.Jenis penelitian yang digunakan ialah non-equivalent control group design. Pendekatan sampel yang dipakai adalah sampling non probabilitas dengan metode purposive sampling. Banyaknya sampel yang digunakan ialah 20 orang dimana terdiri dari 10 orang kelompok kontrol dan 10 orang kelompok intervensi yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi.Hasil Uji Mann-Whitney Test data tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah diberikan intervensi menunjukkan p value 0,000. Dan tekanan darah diastolik sebelum dan sesudah diberikan intervensi menunjukkan p value 0,001. Hal ini berarti secara signifikan konsumsi pisang ambon menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada pra lansia hipertensi. Pisang dapat menurunkan tekanan darah karena mengandung kalium tinggi yang dapat menurunkan tekanan darah.Selain itu pisang ambon juga memiliki aktivitas Angiotensin Converting Enzim Inhibitor (ACE-I) di dalam tubuh, yang menghambat kerja enzim angiotensin pada proses peningkatan tekanan darah pada pra lansia hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Pasimasunggu, dengan harapan bahwa masyarakat sebaiknya mengukur tekanan darah secara rutin, hidup dengan pola hidup sehat, dan mereka dapat mengonsumsi pisang untuk mencegah maupun mengontrol tekanan darah mereka.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU CARING PERAWAT DI RUANG PERAWATAN INTERNA
wahyudi, wahyudi;
Sutria, Eny;
Azhar, Maria Ulfah;
syisnawati, syisnawati
Journal of Islamic Nursing Vol 2 No 2 (2017): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (400.297 KB)
|
DOI: 10.24252/join.v2i2.3977
Perilaku caring adalah suatu tindakan yang didasari oleh kepedulian, kasih sayang, keterampilan, empati, tanggung jawab, sensitif dan dukungan. Namun penelitian terdahulu menyatakan bahwa masih banyak perawat yang tidak berperilaku caring, perilaku caring perawat merupakan salah satu perilaku yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi, penghargaan, lama kerja dengan perilaku caring perawat pelaksana di ruang Interna RSUD Sinjai.Jenis penelitian ini mengggunakan jenis kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 31 responden yang di ambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner yang diisi oleh responden dan peneliti. Untuk menguji hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen digunakan uji Chi-square, dengan analisis univariat dan bivariat.Hasil penelitian didapatkan ada hubungan penghargaan (p=0,020), lama kerja (P= 0,008) terhadap perilaku Caring serta tidak ada hubungan bermakna antara motivasi (p=0,219) dengan perilaku caring perawat pelaksana di Ruang Perawatan Interna RSUD Sinjai. Disarankan kepada pihak Rumah Sakit dapat meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya pada perawat pelaksana agar dapat mengikuti pelatihan caring untuk meningkatkan kepedulian dan keramahan perawat kepada pasien.
PENGARUH SENAM OTAK TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR MAHASISWA KEPERAWATAN UIN ALAUDDIN MAKASSAR
Ikbal, Bilwalidayni;
Sutria, Eny;
Hidayah, Nur
Journal of Islamic Nursing Vol 2 No 2 (2017): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (321.874 KB)
|
DOI: 10.24252/join.v2i2.3981
Keberhasilan suatu proses belajar dipengaruhi oleh kemampuan individu untuk memusatkan perhatian terhadap objek yang sedang dipelajarinya. Terkait dengan hal tersebut maka konsentrasi merupakan aspek yang penting bagi seseorang dalam mencapai keberhasilan belajar. Metode senam otak dinilai sebagai salah satu alternatif menjaga kinerja otak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam otak terhadap konsentrasi belajar mahasiswa keperawatan UIN Alauddin Makassar. Desain penelitian ini yaitu Quasi Eksperimen Design rancangan Non Equaivalent Control Group dengan sampel yaitu 10 mahasiswa kelompok intervensi dan 10 mahasiswa kelompok kontrol dengan menggunakan Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner Army Alpha. 10 mahasiswa keperawatan semester IV diberikan intervensi senam otak enam kali pertemuan dimana dalam satu hari terdapat dua kali pertemuan. Analisa data menggunakan uji statistik Uji Wilcoxon. Hasil pengolahan data dengan menggunakan Uji Wilcoxon pada kelompok intervensi didapatkan nilai p value = 0.003 atau p < 0.05 yang berarti terdapat perbedaan bermakna tingkat konsentrasi pre-test dan post-test setelah diberikan senam otak. Sedangkan pada kelompok kontrol didapatkan nilai p value = 0.083 atau p> 0.05 yang berarti tidak terdapat perbedaan bermakna tingkat konsentrasi pre-test dan post-test setelah tanpa pemberian senam otak. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh senam otak terhadap konsentrasi belajar mahasiswa keperawatan UIN Alauddin Makassar. Metode ini dapat digunakan sebagai aktivitas ringan kepada mahasiswa sebelum memulai perkuliahan agar mahasiswa menjadi rileks.
PROBLEM DEPRESI LANSIA DAN SOLUSI DENGAN TERAPI SPRITUAL ( Literature review: Problem Depression of erderly and the solution with spiritual therapy)
Ilmi, Nur;
Sutria, Eny;
patima, patima
Journal of Islamic Nursing Vol 3 No 1 (2018): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (374.296 KB)
|
DOI: 10.24252/join.v3i1.5473
Pendahuluan : Pada lanjut usia permasalahan yang menarik adalah kurangnya kemampuan dalam beradaptasi secara psikologis terhadap perubahan yang terjadi pada dirinya. Dikarenakan perubahan fisik maupun psikologis dari lansia banyak dari mereka menggalami depresi , dimana seharusnya lansia mendapat kualitas hidup yang baik dimasa tuanya, hal tersebut dapat diwujudkan dengan melihat masalah depresi lansia secara mendalam dan memberikan solusi penangannanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seluruh masalah yang terjadi sehubungan dengan geriatri dan problem depresi. Metode : Penelitian ini dilaksanakan di Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Gowa pada tanggal 03 sampai 09 Desember 2017 dengan Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah literature review. Pencarian dilakukan antara lain pada database Sience Direct, dan Google Scholar yang dipublikasikan dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2017. Kata kunci yang digunakan dalam literature review ini yaitu Depresi, Lansia, Terapi spiritual, Spiritual, Keperawatan.Hasil : Intervensi keperawatan dengan terapi spiritual dapat dijadikan sebagai intervensi yang mendukung untuk menurunkan tingkat depresi pada lansia. Pembahasan : Seluruh intervensi yang diterapkan untuk mengurangi tingkat depresi lansia dari kelima literature yang ditelaah semuanya menunjukkan hasil yang sama dan mendukung terhadap penurunan tingkat depresi lansia, yaitu dengan terapi spiritual dengan aspek pendekatan agama sebagai landasan intervensinya dalam penerapannya. Perawat dapat melakukan asuhan keperawatan spiritualitas atau religiusitas pada lansia yang dapat membantu mempertahankan serta memperbesar semangat hidup klien lansia termasuk kesehatan mental depresi. Kesimpulan: Kondisi spiritual lansia harus dikaji secara mendalam untukbmengetahui permasalahan yang sebenarnya, termasuk faktor penyebab permasalahan lansia mengingat tingkat permasalahan lansia beraneka ragam sehingga mudah untuk memberikan penanganan, termasuk pemberian Terapi Spiritual dapat menurunkan tingkat depresi lansia.
PENGARUH REMINISCENCE GROUP THERAPY TERHADAP STATUS HARGA DIRI LANSIA POST POWER SYNDROME
rauf, syamsiah;
Dwi Suhardini, Andi nur setiyawati;
Tiro, Nur Hidayah;
Sutria, Eny
Journal of Islamic Nursing Vol 4 No 1 (2019): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (161.095 KB)
|
DOI: 10.24252/join.v4i1.7488
PENGARUH REMINISCENCE GROUP THERAPY TERHADAP STATUS HARGA DIRI LANSIA POST POWER SYNDROMEAndi Nur Setyawati Dwi Suhardini 1, Eny Sutria 2,Syamsiah Rauf 3, Nur Hidayah 4, Saleh Ridwan 51 Mahasiswa Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar2 Dosen Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar 3 Dosen Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar 4 Dosen Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar 5 Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin MakassarEmail : andinursetyawati@gmail.com Proses penuaan (aging process) merupakan proses alami yang ditandai dengan terjadinya penurunan serta perubahan kondisi fisik, psikologis maupun sosial dalam aktivitas sehari-hari yang menimbulkan penurunan produktivitas pada lansia terkhusus dalam bidang pekerjaan. Perubahan status dari bekerja menjadi tidak bekerja dapat menjadi faktor terjadinya stressor psikologis pada lansia yang dapat berkembang menjadi konsep diri yang negatif yakni perasaan tidak berharga. Reminiscence Group Therapy atau terapi kenangan merupakan salah satu jenis terapi dengan pendekatan perilaku dan kognitif yang dirancang khusus untuk meningkatkan status kesehatan mental pada lansia dengan menggunakan memori tentang hal-hal yang menyenangkan bagi lansia untuk memelihara kesehatan mental dan meningkatkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh reminiscence group therapy terhadap status harga diri lansia post power syndrome. Metode penelitian menggunakan pre eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 11 orang responden lansia yang telah pensiun dengan post power syndrome. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% responden dengan harga diri rendah sebelum diberikan reminiscence group therapy. Hasil uji wilcoxon setelah reminiscence group therapy menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan yaitu P Value = 0,001 atau P<0,05) yang berarti bahwa terjadi peningkatan harga diri pada lansia setelah pemberian reminiscence group therapy. Kesimpulan : Ada pengaruh pelaksanaan reminiscence group therapy terhadap status harga diri lansia post power syndrome di Wilayah Kerja Puskesmas Samata. Kata Kunci : Reminiscence Group Therapy, Lansia, Harga Diri. Post Power Syndrome.
HUBUNGAN GOLONGAN DARAH DENGAN GAYA BELAJAR KOLB LEARNING STYLE INVENTORY MAHASISWA KEPERAWATAN UIN ALAUDDIN MAKASSAR
hafid, muhammad anwar;
Sutria, Eny
Journal of Islamic Nursing Vol 4 No 1 (2019): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (691.748 KB)
|
DOI: 10.24252/join.v4i1.7490
Gaya belajar merupakan cara termudah yang dimiliki oleh individu dalam menyerap, mengatur, dan mengelola informasi yang diterima. Gaya belajar yang sesuai adalah kunci keberhasilan seseorang dalam belajar. Jika keberhasilan dalam tercapainya tujuan Pendidikan bergantung pada kegiatan belajar mengajar, maka keberhasilan proses belajar mengajar itu sendiri tidak bias lepas dari gaya belajar peserta didik. Salah satu metode yang digunakan dalam menentukan gaya belajar adalah model Learning Style Inventory yang dikenalkan oleh David Kolb dan menghasilkan kesimpulan adanya empat gaya belajar yang umum, yaitu Diverger, Assimilator, Accomodator, dan Converger.Desain penelitian ini menggunakan Total Sampling yaitu semua mahasiswa S1 keperawatan UIN Alauddin Makassar. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Keperawatan UIN Alauddin Makassar semester II, IV, dan VI dengan jumlah 155 orang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis bivariat yang dilakukan dalam penelitian ini dengan menggunakan uji spearman, didapatkan hasil nilai p = 0,426 atau p>0,05 yang memiliki arti hipotesis nol (H0) diterima karena kekuatan korelasi antar variabel yang lemah selain itu nilai r= -.064 yang berarti korelasi positif sehingga hipotesis nol (H0) diterima yakni tidak ada hubungan yang signifikan antara golongan darah dengan gaya belajar Kolb.Hasil penelitian ini direkomendasikan bagi institusi Keperawatan UIN Alauddin Makasssar agar dapat memperhatikan gaya belajar mahasiswa sesuai dengan karakteristiknya sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih efektif.
ANALISIS TINGKAT KEBAHAGIAAN PADA LANSIA PENERIMA MANFAAT DAN BUKAN PENERIMA MANFAAT PROGRAM DAY CARE SERVICE
Rakhmadani, Nur Anna;
Sutria, Eny;
Hafid, Muhammad Anwar
Journal of Islamic Nursing Vol 4 No 1 (2019): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (817.891 KB)
|
DOI: 10.24252/join.v4i1.7716
Considering the importance of providing services for the elderly, the social institution Tresna Werdha also manages the day care service program, where this service is very helpful for the elderly who need services to create social relationships. Services provided through day care services are social services, physical services, psychosocial services, skills services, spiritual and religious services and providing economic business assistance. This service is an activity to increase productivity in order to increase income and as a place or facility for positive activities in the utilization of leisure time for the elderly.Research design is descriptive with a sample of 88 people using purposive sampling divided into two groups, namely 44 elderly people in each group. Data collection techniques using oxford happiness questionnaire sheet while the analysis used with Mann Whitney Test (alpha 0.05)Based on the results of the study, it was found that there were differences in happiness levels in elderly beneficiaries and not beneficiaries of day care service programs (p = 0,000). Elderly beneficiaries of the dominant day care service program have a high level of happiness as evidenced by the number of elderly in the category of high happiness 37 people (84.1%) compared to the elderly who did not receive the benefits of the day care service program as evidenced by the number of 26 people (59.1%) . Elders who attend their day care service get family support and services from social care institutions in the form of physical, skills, psychosocial, spiritual and religious services and can meet with peers. Keywords: Elderly Happiness, Day Care Service
Family support and self-management behavior among clients with hypertension: A Cross-Sectional Study
Rasdiyanah Rasdiyanah;
Nurul Farah Dila;
Nur Al Marwah Asrul;
Eny Sutria;
Nur Andani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : LPPM Politeknik Sandi Karsa, South Sulawesi, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35816/jiksh.v15i1.214
Introduction: Hypertension remains a leading global public health challenge. The World Health Organization (WHO) reported that the number of adults living with hypertension increased from 650 million in 1990 to 1.3 billion in 2019, contributing substantially to premature mortality and disability worldwide. In Indonesia, hypertension is a major non-communicable disease and a significant contributor to cardiovascular morbidity. Effective blood pressure control requires sustained self-management, including adherence to medication, dietary modifications, physical activity, and stress management. Family support is theoretically considered a reinforcing factor for improving self-management behavior among patients with chronic diseases. To examine the relationship between family support and self-management behavior among clients with hypertension at the Rappokalling Community Health Center, Makassar City. Research Methodology: A quantitative cross-sectional study was conducted among 164 hypertensive clients selected using purposive sampling. Self-management was measured using the High Blood Pressure Self-Care Profile (HPB-SCP), and family support was assessed using a validated Family Support Questionnaire. Data were analyzed using descriptive statistics and Spearman’s rank correlation test with a 95% confidence interval (α=0.05). Results: Most respondents reported adequate family support (66.5%) and adequate self-management (95.8%). Spearman’s analysis showed a weak negative correlation between family support and self-management (r = −0.099) with no statistically significant association (p = 0.207; 95% CI). Conclusion: Family support was not significantly associated with self-management behavior among hypertensive clients. Public health interventions should not rely solely on family involvement but also address individual motivational and psychological determinants to improve hypertension self-management.