Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

ANALISA MANAJEMEN PEMASARAN PADA LIVE STREAMING AGENCY DI PT. CHECK OUT TIME (COT) Rosita Rosita; Edi Hamdi; Dimas Angga Negoro; Muhammad Dhafi Iskandar
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 10 No 1 (2026): Edisi Januari - April 2026
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v10i1.6520

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi dan praktik manajemen pemasaran PT COT, serta mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan daya saing dan kinerja perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran PT COT berfokus pada differentiation focus strategy, dengan menonjolkan kualitas produksi, pemanfaatan host internal, jaringan KOL yang luas, serta layanan komprehensif mulai dari produksi hingga optimasi iklan digital. Analisis STP (Segmenting, Targeting, Positioning) menegaskan fokus PT COT pada brand dari sektor elektronik, kecantikan, home living, fashion, dan lifestyle, dengan positioning sebagai agency modern yang inovatif dan adaptif. Selain itu, bauran pemasaran PT COT menggunakan model NICE (Networking, Interaction, Common Interest, Experience) untuk memperkuat kolaborasi strategis, membangun komunikasi berbasis data, menjalin kemitraan berbasis kepentingan bersama, dan menciptakan pengalaman klien yang menyeluruh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PT COT berhasil membangun keunggulan kompetitif melalui layanan live streaming yang terintegrasi, berkualitas tinggi, dan berbasis teknologi, sehingga mampu memperkuat posisinya sebagai mitra strategis bagi brand dalam ekosistem live streaming e-commerce.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR (POSBINDU PTM) DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS TAPAKTUAN Rosita Rosita; Rahmayani Rahmayani; Husna Husna; Sri Rosita; Evi Dewi Yani; Yunita Yunita
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4891

Abstract

Latar Belakang: Data yang didapatkan di Puskesmas Tapaktuan diketahui bahwa di wilayah kerja Puskesmas Tapaktuan, ada 8 Posbindu yang tersebar di 8 desa. Jumlah Masyarakat yang berkunjung ke posbindu rata-rata berumur 40 tahun ke atas. Pada tahun 2024 jumlah kunjungan posbindu di masing-masing desa yaitu Air berudang 94 jiwa, Gunung kerambil 124 jiwa, Lhok Keutapang 143 jiwa, Hilir 85 jiwa, Tepi air 94 jiwa, Hulu 230 jiwa, Padang 97 jiwa, Jambo apha 81 jiwa. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kunjungan pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular (POSBINDU PTM) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tapaktuan. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua Masyarakat yang berumur 40 tahun ke atas di wilayah Puskesmas Tapaktuan berjumlah 948 orang. Dan sampel penelitian setelah dicari dengan menggunakan rumus Slovin berjumlah 91 orang. Analisis digunakan univariat dan bivariat. Hasil Penelitian: hasil penelitian ini menunjukan bahwa kunjungan Posbindu PTM tidak aktif sebanyak 54,9%, pengetahuan responden kategori kurang baik sebanyak 57,1%, peran kader dengan kategori kurang berperan sebanyak 52,7%, jarak tempuh dengan kategori jauh sebanyak 59,3%. Berdasarkan hasil analisis menggunakan chi square diketahui bahwa pengetahuan dengan nilai p=0,036, peran kader p=0,001, jarak tempuh p=0,003. Kesimpulan: pengetahuan, peran kader dan jarak tempuh memiliki hubungan yang signifikan dengan kunjungan Posbindu PTM di wilayah kerja Puskesmas Tapaktuan. Diharapkan kepada tenaga Kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui penyuluhan terkait penyakit tidak menular dan menginformasikan manfaat mengunjungi posbindu serta diharapkan keluarga untuk dapat mendukung anggota keluarganya yang memiliki resiko menderita PTM agar segera melakukan pemeriksaan salah satuntya dengan rutin mengunjungi posbindu.   
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR (POSBINDU PTM) DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS TAPAKTUAN Rosita Rosita; Rahmayani Rahmayani; Husna Husna; Sri Rosita; Evi Dewi Yani; Yunita Yunita
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4891

Abstract

Latar Belakang: Data yang didapatkan di Puskesmas Tapaktuan diketahui bahwa di wilayah kerja Puskesmas Tapaktuan, ada 8 Posbindu yang tersebar di 8 desa. Jumlah Masyarakat yang berkunjung ke posbindu rata-rata berumur 40 tahun ke atas. Pada tahun 2024 jumlah kunjungan posbindu di masing-masing desa yaitu Air berudang 94 jiwa, Gunung kerambil 124 jiwa, Lhok Keutapang 143 jiwa, Hilir 85 jiwa, Tepi air 94 jiwa, Hulu 230 jiwa, Padang 97 jiwa, Jambo apha 81 jiwa. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kunjungan pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular (POSBINDU PTM) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tapaktuan. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua Masyarakat yang berumur 40 tahun ke atas di wilayah Puskesmas Tapaktuan berjumlah 948 orang. Dan sampel penelitian setelah dicari dengan menggunakan rumus Slovin berjumlah 91 orang. Analisis digunakan univariat dan bivariat. Hasil Penelitian: hasil penelitian ini menunjukan bahwa kunjungan Posbindu PTM tidak aktif sebanyak 54,9%, pengetahuan responden kategori kurang baik sebanyak 57,1%, peran kader dengan kategori kurang berperan sebanyak 52,7%, jarak tempuh dengan kategori jauh sebanyak 59,3%. Berdasarkan hasil analisis menggunakan chi square diketahui bahwa pengetahuan dengan nilai p=0,036, peran kader p=0,001, jarak tempuh p=0,003. Kesimpulan: pengetahuan, peran kader dan jarak tempuh memiliki hubungan yang signifikan dengan kunjungan Posbindu PTM di wilayah kerja Puskesmas Tapaktuan. Diharapkan kepada tenaga Kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui penyuluhan terkait penyakit tidak menular dan menginformasikan manfaat mengunjungi posbindu serta diharapkan keluarga untuk dapat mendukung anggota keluarganya yang memiliki resiko menderita PTM agar segera melakukan pemeriksaan salah satuntya dengan rutin mengunjungi posbindu.