Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Gizi Seimbang Remaja Untuk Cegah Stunting Dan Penyakit Kronik Riska Rosita; Kresna Agung Yudhianto; Arsyita Putri Rahmatika; Tsasa Ristianingsih; Oktawiani Catur Widiasti
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 2 No. 3 (2023): Oktober : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v2i3.2488

Abstract

Adolescents have a crucial role in preventing stunting. The problems that occur at the Sukoharjo Health Vocational School are (1) the students' low level of knowledge about balanced nutrition and (2) the students' low health independence in adopting a healthy lifestyle. As a result, students experience iron deficiency (anemia), short height, thin or Chronic Energy Deficiency. Female students will be at risk of giving birth to stunted babies. The aim of this activity is to implement promotive and preventive efforts for balanced nutrition to prevent stunting and chronic diseases. The PkM method is promotive in the form of education about balanced nutrition, and preventive in the form of measuring LILA. The results of the activity show that many students now bring food from home so that their nutrition is more guaranteed. In addition, students are more orderly at breakfast so they can be more focused when learning activities take place. This is evident from the increasing assessment of student achievement.
PEMANFAATAN APLIKASI KEHAMILAN BERBASIS ANDROID SEBAGAI UPAYA KEMANDIRIAN KESEHATAN IBU DAN ANAK Rosita, Riska; Farida, Siti; Callistamalva Arindrajaya, Safina
Bengawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): Desember
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.363 KB) | DOI: 10.46808/jurnal_bengawan.v2i2.66

Abstract

Latar belakang dari kegiatan PkM ini karena lebih dari 50% ibu hamil di Desa Alastuwo, Kebakramat, Karanganyar tidak rutin periksa kehamilan dengan alasan sibuk bekerja, sibuk mengurus rumah, lupa jadwal periksa, atau merasa sudah berpengalaman hamil sehingga tidak lagi membutuhkan cek kandungan. Namun permasalahan yang terjadi adalah (1) ibu hamil terlambat dalam mendeteksi bahaya kehamilan, (2) ibu hamil terinfeksi penyakit menular, (3) gizi ibu hamil kurang terpenuhi, dan (4) ibu bersalin mengalami komplikasi hingga kematian. Hal ini berakibat pada angka kematian ibu dan anak. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk optimalisasi kegiatan di posyandu dalam peningkatan akses pelayanan kesehatan ibu hamil dan anak. Pemanfataan aplikasi kehamilan berbasis android akan memudahkan para ibu hamil memantau kesehatan mereka secara mandiri meskipun sedang sibuk. Metode kegiatan dimulai dari tahap penyusunan rencana kerja, identifikasi dan pemeriksaan ibu hamil, edukasi dan pelatihan mendaftar akun aplikasi kehamilan, edukasi tentang macam bahaya kehamilan, monitoring dan evaluasi, serta pelaporan. Hasil kegiatan menunjukan adanya respon yang positif dari para kader posyandu dan ibu hamil selama kegiatan pengabdian berlangsung. Kini kader dan ibu hamil sudah memahami cara mengunduh, menginstal, dan mendaftar akun pada aplikasi kehamilan melalui android masing-masing. Pada proses monitoring dan evaluasi semua peserta kader dan ibu hamil mampu menjawab semua soal atau quiz yang dibuat oleh tim pelaksana PkM. Kesimpulan bahwa tim PkM telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para kader posyandu dan ibu hamil tentang cara pemanfataan aplikasi kehamilan berbasis android, sehingga bisa mewujudkan kesehatan mandiri.
Analisis Kebutuhan Jumlah Tenaga Kerja Rekam Medis di Puskesmas Rosita, Riska; Yudistiro, Indra Agung; Ramadani, Devi Prasetyo; Nurhain, Diyan
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 8, No 1 (2022): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Pertama 2022
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.734 KB) | DOI: 10.29241/jmk.v8i1.780

Abstract

Tenaga rekam medis memegang kunci utama semua data pasien yang menerima pelayanan kesehatan, oleh karena itu kinerja tenaga rekam medis akan menentukan kualitas pelayanan kesehatan. Jumlah tenaga kerja rekam medis di Puskesmas Sawit Kabupaten Boyolali hanya terdiri dari satu orang petugas. Permasalahan tersebut menyebabkan tingginya beban kerja di Puskesmas Sawit, selain itu tingginya beban kerja diakibatkan dari: (1) pelayanan rekam medis di bagian pendaftaran dilayani oleh perawat yang sekaligus membantu dokter mengobati pasien; (2) petugas analyzing reporting yang mempunyai tugas sebagai kasir juga; dan (3) petugas filing merupakan bidan setempat, oleh karena itu penyediaan dokumen rekam medis sering terlambat. Kondisi tersebut menyebabkan keterlambatan dalam pemberian pelayanan medis pada pasien.  Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jumlah tenaga kerja rekam medis yang harus dianalisis beban kerja tiap periode berdasarkan beban kerja di Puskesmas Sawit. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Pengolahan data dihitung berdasarkan metode Workload Indicator Staff Need (WISN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa puskesmas Sawit membutuhkan 3 tenaga rekam medis. Ada 3 tugas pokok di bagian rekam medis yaitu pendaftaran rawat jalan, assembling, dan filing yang masing-masing bagian dibutuhkan minimal 1 tenaga kerja rekam medis.
Evaluation of the Implementation of Outpatient Electronic Medical Records Rosita, Riska; Risqika, Azzahra Mifta; Yuliani, Novita; Devhy , Ni Luh Putu
Procedia of Engineering and Life Science Vol. 6 (2024): The 3rd International Scientific Meeting on Health Information Management (3rd ISMoHI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pels.v6i0.1946

Abstract

The implementation of Electronic Medical Records (EMR) in X hospital has been running since 2022 but its use is still not optimal, especially in outpatient installations. This study aims to evaluate the implementation of outpatient EMR at X Hospital based on the HOT-FIT (Human, Organisation, Technology, and Net Benefit) framework. The research method with descriptive qualitative, uses a cross sectional approach. The research subjects were the head of medical records, head of outpatient polyclinic, head of outpatient registration, head of pharmacy, head of laboratory, doctor, head of cashier and head of IT team. The object of research was the implementation of outpatient EMR. Data collection through interviews and observations. The results showed that in the human aspect, there were still doctors who could not use EMR due to age. In the organization aspect, the standard operating procedures (SOPs) regarding EMR are still in draft form, have not been approved by the hospital director and have not been socialized. In the technology aspect, EMR system features that are not in accordance with user needs cause the output of health data information to be incomplete. The net-benefit aspect of RME, the use of EMR is more time efficient in health services and paperless. Conclusion, that the development of EMR at Hospital X is still ongoing, starting from improving the competence of medical personnel, organizational commitment, and improving the EMR system coding.
PENINGKATAN KETRAMPILAN KOMUNIKASI KADER INTERAKTIF CEPAT ATASI STUNTING (KOKI CANTING) Maliya, Arina; Alfajri, Asri; Erwhani, Indri; Rosita, Riska; Pangarsi, Siti; Wuriani, Wuriani; Mulyani, Sri; Poncorini, Eti; Sumiyarsi, Ika
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i2.790-795

Abstract

Pemerintah Kabupaten Boyolali meluncurkan Gerakan Cegah Stunting, Sayang Ibu, Sayang Anak Dengan Kader Remaja (GERCEP SIAR)  sebagai salah satu upaya  inovasi dalam aksi konvergensi penangan intervensi spesifik untuk mempercepat penurunan angka stunting melalui pendekatan yang terstruktur dan terintegrasi. Dalam pelaksanaannya masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, terutama pengetahuan kader dalam berkomunikasi interaktif. Melihat hal tersebut maka tujuan PKM ini untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan kader kesehatan dalam komunikasi interaktif yang efektif untuk mempercepat upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Boyolali. Metode wawancara digunakan dalam survey yang melibatkan  44 Kader dari berbagai Puskesmas di kabupaten Boyolali. Hasil PKM didapatkan  enam domain yang salah satunya adalah Sumber daya dan edukasi untuk kader, terutama masalah komunikasi. Maka dibuatlah implementasi berbentuk seminra dan pelatihan tentang Komunikasi kader interaktif cepat atasi stunting (KOKI CANTING). Tingkat pendidikan kader 2,27% SD, 13,64% SMP,59,09% SMA, 4,55% Diploma dan 20,45% Sarjana. Rata-rata nilai pretest adalah 89,52, sementara rata-rata nilai posttest meningkat menjadi 93,39. Ini menunjukkan adanya kenaikan rata-rata sebesar 5,31% dari nilai awal. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kegiatan Komunikasi kader interaktif cepat atasi stunting (KOKI CANTING) sangat efektif dalam menambah wawasan dan pengetahuan kader dalam melakukan komunikasi kepada masyarakat.
PREDICTION AND PREVENTION OF DISEASE DIAGNOSIS DELAY USING DATA MINING METHODS IN HEALTHCARE QUALITY MANAGEMENT Maulindar, Joni; Guterres, Juvinal Ximenes; Rosita, Riska
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2023: Proceeding of the 4th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/icohetech.v4i1.3376

Abstract

This study analyzes the issue of disease diagnosis delay in healthcare quality management using data mining methods. The aim is to understand the relationship between several key variables and diagnosis delay for various diseases. The study focuses on the variables of Age, Symptom Duration, Physician Experience, and Diagnosis Delay. Advanced data mining methods are employed to predict and prevent disease diagnosis delays. The results of this study present the findings from the analysis of the collected dataset. The dataset consists of patient information, including attributes such as Patient ID, Age, Symptom Duration, Physician Experience, Diagnosis Delay, and Treatment Initiation. Each attribute plays a crucial role in understanding and predicting diagnosis delay. The approach using linear regression yields coefficients [0.03260123, 0.24605912, 0.01765057, 1.09631713], indicating the influence of each variable on Diagnosis Delay. The Mean Squared Error (MSE) value of 0.7926 signifies the model's ability to predict Diagnosis Delay accurately. The scatter plot illustrates the linear relationship between actual Diagnosis Delay and predicted Diagnosis Delay. The Pearson's Correlation Coefficient of 0.5222 indicates a moderate positive correlation between the two. However, the residual plot indicates a tendency for underestimation of Diagnosis Delay for higher values.
Quality Evaluation on The Implementation of Electronic Medical Records in Primary Health Centers Rosita, Riska; Wisda Tumarta Arif, Yunita; Rohman Wachid, Naufal; Ristianingsih, Tsasa
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2024: Proceeding of the 5th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/icohetech.v5i1.4171

Abstract

Primary Health Centers in Indonesia must implement Electronic Medical Records (EMR) through SIMPUS in accordance with PMK/24/2022 concerning Medical Records. Primary Health Center X has implemented EMR since September 2023. However, EMR often experiences downtime, which hampers the process of distributing medical records between health service units and patients must wait until the server returns to normal. This study aims to conduct an evaluation to determine the quality of EMR at Primary Health Center X. This type of research is a qualitative descriptive study with a cross-sectional approach. The population were all health workers in the outpatient service section at Primary Health Center X, with a sample taken using the total sampling technique of 19 respondents. Data analysis was carried out descriptively quantitatively on the EMR system using the PIECES method. The results of the EMR quality evaluation study based on the PIECES method show that the performance aspect is categorized as good (72.9%), the information aspect is categorized as very good (76.5%), the economy aspect is categorized as very good (79.3%), the control aspect is categorized as very good (75.1%), the efficiency aspect is categorized as very good (76.6%) and the service aspect is categorized as very good (76.0%). The conclusion of the calculation of the average percentage index of all aspects is that the EMR system is very good (76.06%).
FAKTOR PENYEBAB KETIDAKLENGKAPAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP PADA KASUS SINGLE LIVE BIRTH Riska Rosita; Agusta Pinta Kurnia Rizky; Nike Nur Afifah; Harjanti
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2021: SIKesNas 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.83 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.v0i0.1277

Abstract

Setiap rumah sakit wajib menyelenggarakan akreditasi untuk memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan. Dokumen rekam medis yang tidak lengkap akan memperlambat pelayanan tindakan medis, tentunya hal ini bisa mempengaruhi mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di Rumah Sakit Cakra Husada Klaten, capaian kelengkapan dokumen rekam medis sebesar 60%. Tentunya hal ini akan mempengaruhi penurunan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tujuan penelitian untuk menganalisis penyebab dokumen rekam medis tidak lengkap. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi berupa seluruh dokumen rekam medis pasien rawat inap kasus Single Live Birth di Rumah Sakit Cakra Husada Klaten tahun 2019 sebanyak 493. Sampel yang diambil sebanyak 83 dokumen dengan tehnik Simple Random Sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketidaklengkapan dokumen rekam medis disebabkan karena Faktor beban kerja petugas medis, faktor pengetahuan petugas medis tentang kelengkapan dokumen rekam medis, dan faktor kurangnya ketelitian petugas assembling dalam mengecek kelengkapan dokumen rekam medis. Kesimpulan, peran petugas medis dan petugas assembling sangat menentukan kelengkapan dokumen rekam medis.Kata Kunci : ketidaklengkapan dokumen, manajemen mutu, rekam medis.
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN PENGGUNA DENGAN NET BENEFIT PENGGUNA SIMRS Devi Pramita Sari; Riska Rosita; Felia Ayu Dwi Pratiwi
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2021: SIKesNas 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.518 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.v0i0.1233

Abstract

Kepuasan pengguna SIMRS adalah suatu perasaan pengguna yang disebabkan karena net benefit dan intensitas pengguna SIMRS. SIMRS adalah suatu sistem yang digunakan untuk memperoleh informasi yang akurat, tepat waktu, dan sesuai kebutuhan di rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kepuasan pengguna terhadap net benefit dan intensitas SIMRS. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif metode kuantitaif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dan sampel penelitian diambil secara total sampling yaitu seluruh pengguna SIMRS di Rumah Sakit sebanyak 15 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data kuantitatif menggunakan uji hubungan chi-square. Hasil penelitian ini dari 15 responden berdasarkan hasil uji Chi-Square signifikansi p anatara variabel bebas yaitu pengetahuan masyarakat dengan variabel terikat kepatuhan penggunaan masker sebesar 0,001 (p<0,05) maka Ho ditolak dan dinyatakan ada hubungan. Kesimpulan ada hubungan antara kepuasan pengguna dengan net benefit pengguna SIMRS . Saran sebaiknya untuk meningkatkan kepuasan pengguna maka perlu ada monitoring dan evaluasi secara periodik sehingga dapat terpantau secara baik net benefit pengguna SIMRS.Kata Kunci : Kepuasan Pengguna, Net Benefit, SIMRS
REKAM MEDIS ELEKTRONIK RAWAT JALAN BERBASIS WEB DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK (RSIA) AMANAH IBU SURAKARTA Yunita Wisda Tumarta Arif; Nurhayati; Riska Rosita; Rohmadi
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.464 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2091

Abstract

Rekam medis elektronik adalah rekam medis yang tersimpan secara elektronik yangisinya meliputi data personal, data demografis, data sosial, data klinis / medis. Pengolahandokumen rekam medis di RSIA Amanah Ibu Surakarta masih dilakukan secara manual, di mulaidari pendaftaran pasien, penulisan riwayat permeriksaan, dan penyimpanan dokumen rekammedis. Salah suatu upaya untuk mengatasi kendala tersebut yaitu dengan membangun RekamMedis Elektronik di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Amanah Ibu SurakartaJenis penelitian yang digunakan bersifat kualitatif dengan metode penelitian deskriptif.Subyek dalam penelitian ini adalah petugas rekam medis dan dokter, sedangkan obyek yangditeliti meliputi pencatatan dan pengolahan data rekam medis pasien. Rekam Medis Rumah Sakitdiproses dari input data pasien, data diagnosa, data tindakan, data obat, data petugas, datadokter, data poliklinik, data pendaftaran, data pemeriksaan. Kemudian data tersebut diolah untukmenghasilkan laporan antara lain data pasien, data diagnosa, data tindakan, data obat, datapetugas, data dokter, data poliklinik, data pendaftaran, dan data pemeriksaan.Proses pencatatan dan pelaporan di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Amanah IbuSurakarta dilakukan secara manual, memiliki beberapa kelemahan, contohnya dalam halpengolahan data. Dengan perbaikan sistem yang digunakan yaitu dari manual ke komputerisasiakan dapat mempermudah pengolahan data. Sistem dibangun berbasis Web dengan bahasapemrograman PHP dan my SQL.
Co-Authors - APIKES Citra Medika Surakarta, Ni’matul Wiqoyah A.A. Ketut Agung Cahyawan W Agusta Pinta Kurnia Rizky Agustina Srirahayu Alfajri, Asri Amrita Ramadhani Tanastasya Andi Yulianto Andi Yulianto Arina Maliya Arsyita Putri Rahmatika Atur Semartini Ayu Putri Zanuri Bhisma Murti Callistamalva Arindrajaya, Safina Demir, Emine Desyandri Desyandri Devalita, Elsa Novia Devhy , Ni Luh Putu Devi Pramita Sari Devi Prasetyo Ramadani Diyan Nurhaini Dwi Linna Suswardany Ely Nastiti, Faulinda Felia Ayu Dwi Pratiwi Fitriana Yuni Permana Sari Guterres, Juvinal Ximenes Harjanti Harjanti Husin, Husna Sarirah Indra Agung Yudistiro Indri Erwhani Kresna Agung Yudhianto Lutfi Mar’atin Maryati, Warsi Maulindar, Joni Ni’matul Wiqoyah - APIKES Citra Medika Surakarta Nike Nur Afifah Noviana Dewi Nur Tyas Putri Rahmawati Nur’aini, Djien Nurhain, Diyan Nurhayati Oki Setiono Oktawiani Catur Widiasti Pamela Hani Maretesia Putri Pangarsi, Siti Poncorini, Eti Pribadie, Laras Setya Rahaju Muljo Wulandari Rahayu, Istiyawati Ramadani, Devi Prasetyo Ratih Kusumaningtyas Reza Melina Ningtyas Rini Apriyani Risqika, Azzahra Mifta Ristianingsih, Tsasa Rizky, Agusta Pinta Kurnia Rohmadi Rohman Wachid, Naufal Salsabila, Rara Nur Siti Farida Sri Atun Amba Wani Sri Mulyani Stone, Selina Sumanto Sumiyarsi, Ika Suryadi, Agung Tanastasya, Amrita Ramadhani Tominanto Tominanto Tominanto, Tominanto Tsasa Ristianingsih Uyufinta, Widwi Wuriani, Wuriani Yudistiro, Indra Agung Yuliani, Novita Yunita Wisda Tumarta Arif Zaenal Sugiyanto