Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Alami dan Sintetik terhadap Pertumbuhan Tanaman Teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) Klon GMB 7 setelah Centering Silfiya Amaliyana Saefas; Santi Rosniawaty; Yudithia Maxiselly
Kultivasi Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.375 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v16i2.12591

Abstract

Tanaman teh merupakan tanaman tahunan yang memiliki organ target pucuk. Tanaman teh dapat ditingkatkan pertumbuhannya dengan  pemeliharaan berupa centering dan pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) sitokinin pada fase TBM. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi zat pengatur tumbuh alami atau sintetik yang berpengaruh paling baik terhadap pertumbuhan tanaman teh klon GMB 7 setelah centering. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2016 sampai Maret 2017 di kebun percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Penelitian ini menguji beberapa konsentrasi zat pengatur tumbuh (ZPT) sitokinin, yaitu air kelapa sebagai ZPT alami pada konsentrasi 25%, 50%, 75% dan Benzil Amino Purin (BAP) sebagai ZPT sintetik pada konsentrasi 60 ppm, 90 ppm dan 120 ppm yang diaplikasikan pada tanaman teh klon GMB 7. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 7 perlakuan yang diulang 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan zat pengatur tumbuh berupa BAP dengan dengan konsentrasi 60 ppm, 90 ppm dan 120 ppm memberikan hasil terbaik dalam pertambahan jumlah daun (4 MSP), sementara BAP kosentrasi 60 ppm dan 120 ppm memberikan hasil positif terhadap pertambahan jumlah tunas (4, 6, 10 dan 12 MSP).
Partisi bahan kering bibit kopi arabika (Coffea arabica L.) yang diberi asam humat dan pupuk NPK tablet Santi Rosniawaty; Rija Sudirja; Mira Ariyanti; Syariful Mubarok; Rachmad Akbar
Kultivasi Vol 18, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.838 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v18i1.20119

Abstract

Sari. Kopi merupakan salah satu produk perkebunan penghasil devisa negara.  Saat ini tanaman kopi menjadi andalan beberapa daerah di Indonesia dengan kekhasannya.  Namun demikian produksi kopi masih perlu ditingkatkan karena masih tidak sesuai dengan potensi produksi. Peningkatan produksi kopi dapat diawali dari pembibitan.  Pengelolaan bibit yang baik dapat dilakukan dengan pemberian pupuk NPK tablet dan asam humat, yang nantinya akan mempengaruhi fotosintesis dan fotosintat yang dihasilkan.  Tujuan penelitian adalah untuk melihat partisi bahan kering bibit kopi melalui bobot kering bagian-bagian tanaman pada bibit kopi yang diberi NPK tablet dan asam humat.  Percobaan dilakukan  di bulan Februari 2017 sampai bulan April 2017 di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian Unpad. Percobaan ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari sembilan perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali. Perlakuan  sebagai berikut : Tanpa pupuk NPK tablet dan asam humat ; Pupuk NPK Tablet 6 g;  Asam humat 10 mL; Pupuk NPK Tablet 3 g + Asam Humat 5 mL; Pupuk NPK Tablet 3 g + Asam humat 10 mL;  Pupuk NPK tablet 3 g  + Asam Humat 15 mL;  Pupuk NPK tablet 6 g  + Asam Humat 5 mL; Pupuk NPK tablet 6 g   + Asam humat 10 mL;  Pupuk NPK tablet 6 g  + Asam Humat 15 mL. Terdapat pengaruh NPK tablet dan asam humat terhadap partisi bahan kering di akar bibit kopi. NPK tablet 1 butir (3g) dan asam humat 10 mL mempengaruhi partisi bahan kering di akar tertinggi. Kata kunci: bahan kering, bibit, kopi, asam humat, pupuk tabletAbstract. Coffee is one of the plants that gave income to Indonesia. Currently, coffee plants are the pledge of several regions in Indonesia with their distinctiveness. However, coffee production is still needed to be improved due to  its low production capacity. Increasing coffee production can be started from nurseries. Good seedling management can be done with application of NPK tablets and humic acid ferlilizer, which is influencing photosynthesis and photosynthates produced. The aim of the study was to determine dry matter partition through the dry weight of plant parts in coffee seedlings given NPK tablets and humic acid. The experiment was conducted on February to April 2017 at the Ciparanje Experimental Station, Faculty of Agriculture, Padjadjaran University. Randomized block design (RBD) was used in this experiment, consisted of nine treatments and repeated three times. The treatment was : without NPK tablets and humic acid; NPK Tablet 6 g; 10 mL humic acid; NPK Tablet 3 g + 5 mL Humic Acid; NPK Tablet 3 g + 10 mL humic acid; NPK tablet 3 g + 15 mL humic acid; NPK tablet 6 g + humic acid 5 mL; NPK tablet 6 g + 10 mL humic acid; NPK tablet 6 g + 15 mL Humic Acid. There was an effect of NPK tablets and humic acid on dry matter partition in the roots of coffee seedlings. NPK tablet 3 g and 10 mL humic acid gave the highest dry matter partition at the root. Key words: dry matter, Seedling, coffee, humic acid, tablet fertilizer
Rekayasa ekofisiologis tanaman teh belum menghasilkan klon GMB 7 melalui pemberian asam humat dan pupuk hayati konsorsium Intan Ratna Dewi Anjarsari; Santi Rosniawaty; Cucu Suherman
Kultivasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.706 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v14i1.12079

Abstract

Teh merupakan komoditas perkebunan penting di Indonesia. Rekayasa ekologis yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tanaman teh di perkebunan adalah melalui tindakan pemupukan. Sejalan dengan prinsip pertanian berkelanjutan kini pihak pekebun pada umumnya menggunakan input yang lebih ramah lingkungan, diantaranya dengan menggunakan asam humat dan pupuk hayati konsorsium. Saat ini asam humat telah dimanfaatkan sebagai pelengkap pupuk yang dapat meningkatkan pemanfaatan pupuk dan meningkatkan pertum-buhan tanaman. Selain asam humat, salah satu alternatif untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman teh belum menghasilkan adalah dengan pemeberian pupuk hayati konsorsium yang terdiri dari bakteri pelarutf posfat, bakteri penambat nitrogen dan bakteri pelarut kalium.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana pemberian asam humat dan pupuk hayati konsorsium dapat mengoptimalkan nutrisi tanaman teh belum menghasilkan guna meningkatkan efisiensi pemupukan pada teh di fase TBM. Penelitian ini dimenggunakan ran-cangan acak kelompok (RAK) dengan perlakuan  yakni kontrol, 10 mLasam humat,  20 mL asam humat, 30 mL Asam Humat, 1,0 g PHK/tanaman, 2,0 g PHK/tanaman dan kombinasi keduanya sehingga terdapat sembilan perlakuan yang diulang 3 kali. Hasil percobaan menunjukkan bahwa Terdapat pengaruh pemberian asam humat dan pupuk hayati konsorsium terhadap pertum-buhan tanaman teh belum menghasilkan klon GMB 7 serta pada kombinasi 1,0  g PHK/ tanaman + 10 mL Asam humat menunjukkan kecen-derungan nilai laju asimilasi bersih, luas daun, nisbah luas daun yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Kata kunci  : Teh ∙ Asam humat ∙ Pupuk hayati konsorsium 
Respons produksi tanaman karet klon BPM 24 terhadap jenis dan konsentrasi stimulan etilen organik kulit pisang Syamsiyah Syamsiyah; Cucu Suherman; Santi Rosniawaty; Fetrina Oktavia
Kultivasi Vol 19, No 2 (2020): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v19i2.25807

Abstract

AbstrakPuncak produksi tanaman karet klon BPM 24 dicapai pada tahun sadap ke-7 sampai 10, tetapi produksi menurun dengan cepat hingga mencapai titik terendah pada tahun sadap ke-15.  Stimulan merupakan teknologi yang digunakan untuk meningkatkan produksi lateks. Penggunaan stimulan sintetik yang berlebih dapat menurunkan produksi sehingga perlu dicoba stimulant organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons produksi tanaman karet klon BPM 24 terhadap aplikasi stimulan organik kulit pisang. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Karet Sembawa, Palembang, Sumatera Selatan dari September sampai November 2019. Metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok  dengan 11 perlakuan stimulan dan  5 ulangan. Pengamatan dilakukan terhadap produksi lama aliran lateks, volume lateks dan kadar karet kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan stimulan organik kulit pisang Ambon dengan konsentrasi 200 g/L mampu meningkatkan lama aliran lateks, dan volume lateks, tetapi pemberian stimulan menurunkan kadar karet kering.Kata kunci : Stimulan Organik , kulit pisang, Lateks, karet Klon BPM 24 AbstractThe rubber tree production clone BPM 24 reaches its peak on 7th to 10th years of tapping incision. After that, the production declines rapidly to the lowest point at 15th year. Stimulant application is one of the technology to increase latex production. Excess application of synthetic stimulants can reduce production, so organic stimulants should be tried. The research intended to know the response of production of rubber tree (Hevea brasiliensis Muell. Arg) clone BPM 24 due to application of the organic ethylene stimulant made of  banana peels. The research was conducted from September to November 2019, at Experimental Plantation of Rubber Research Institution, Sembawa, Palembang, South Sumatra. The method of this research was the experimental design that used Randomized Block Design with 11 treatment and three times replication. The observation made on latex flowing duration, latex volume, and dried latex content. The result showed that application of organic ethylene stimulant made of banana peels cv. Ambon on 200 g concentration could increase latex flowing duration and latex volume,  but reduced dried latex content. Keywords: stimulant, banana peels, latex, rubber clone BPM 24. 
Studi ekofisiologis tanaman teh guna meningkatkan pertumbuhan, hasil, dan kualitas teh Intan Ratna Dewi Anjarsari; Mira Ariyanti; Santi Rosniawaty
Kultivasi Vol 19, No 3 (2020): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v19i3.26623

Abstract

SariTeh merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memegang peranan cukup penting dalam perekonomian Indonesia, yaitu sebagai sumber pendapatan dan devisa serta penyedia lapangan kerja bagi masyarakat. Teh di Indonesia sebagian besar berasal dari Jawa Barat dengan kontribusi produksi (rata-rata lima tahun terakhir) sebesar 66,93%, sedangkan provinsi lainnya hanya berkontribusi kurang dari 10%. Produksi teh di Indonesia padatahun 2017 sebesar 146,17 ton, selalu berfluktuasi dari tahun ke tahun, hingga diperkirakan tahun 2021 menurun dengan produksi sebesar 141,63 ton. Seperti halnya komoditas perkebunan yang lain, tanaman teh dalam perkembangannya mengalami fluktuasi produksi pucuk sebagai bahan baku olahan teh. Produktivitas teh sangat dipengaruhi oleh faktor internal (tanaman), maupun eksternal (lingkungan) .  Pengembangan tanaman teh saat ini dan masa mendatang akan dihadapkan pada berbagai kendala, diantaranya kondisi tanaman yang semakin tua sehingga perlu dimaksimalkan proses metabolismenya melalui pemeliharaan tanaman teh. Ancaman perubahan iklim berdampak besar  pada pertumbuhan dan hasil tanaman teh. Peningkatan suhu dan penurunan curah hujan akibat pemanasan global dapat mempengaruhi produktivitas dan keberlanjutan perkebunan teh di masa depan. Ekofisiologi pada tanaman teh bisa dioptimalkan dengan memaksimalkan beberapa faktor internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap pertumbuhan, kuantitas, dan kualitas teh.Kata Kunci :  ekofisiologi,  pertumbuhan, produktivitas, perubahan iklim AbstractTea is one of the plantation commodities that plays an important role in the Indonesian economy, that is a source of income and foreign exchange and a provider of employment for the community. Tea in Indonesia is mostly from West Java with a production contribution (an average of the last five years) of 66.93% while other provinces only contribute less than 10%. Tea production in Indonesia in 2017 amounted to 146.17 tons, fluctuated year to year, until it was estimated that in 2021 tea production will decrease to 141.63 tons. Like other plantation commodities, in its development, the tea plant fluctuates in shoot production as a raw material for processing tea. Tea productivity is strongly influenced by internal (plant) and external (environmental) factors. The development of tea plants at present and in the future will be faced with various problems. The condition of the older plants needs to be maximized through the maintenance of tea plants. The threat of climate change has a significant impact on the growth and yield of the tea plant. Temperature increase and rainfall decrease due to global warming can affect the productivity and sustainability of tea plantations in the future. The ecophysiology of the tea plant can be optimized by maximizing several internal and external factors that affect the growth, quantity and quality of tea.Key words : ecophysiology, growth, productivity, climate change
Characteristics of The Three Cultivar Physiological Growth of Jatropha curcass L. in Two Different Locations Based on Topography Kovertina Rakhmi Indriana; Cucu Suherman; Santi Rosniawaty; Sumadi Sumadi; Dodi Sukmayana
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 28 No. 1 (2021): January 2021
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.28.1.31

Abstract

The purpose of this study was to reveal the sensitivity of cross-location based on topography by giving different FMA consortiums to physiological growth characteristics in three Jatropha curcass L. cultivars. Based on these objectives, the nature of this research is verification. Experiments were carried out in two different places based on topography. The trial time starts from November 2017 to May 2018. Experiments A simple randomized block design (RBD) pattern consisting of fifteen treatment combinations is repeated twice. The experimental results showed that the dose of 10 gr FMA consortium (glomus sp., Acaulospora sp., Gigaspora sp.). With the same spore density gave the best performance of Jatropha plant growth in two different locations based on topography. Observation of chlorophyll content in leaves (age 21, 63, 21 DAP in two locations), plant height (age 21, 63, 21 DAP in two locations), stem diameter (age 21, 63, 21 DAP in two locations) and number of branches secondary (age 21 DAP in two locations) there was a significant effect on the single factor of giving the FMA consortium but there was no interaction between location and treatment.
Uji Pupuk UZAAKH terhadap pH, N-total, dan Timbal Terlarut pada Lahan Sawah Tercemar Limbah Tekstil Rija Sudirja; Anni Yuniarti; Emma Trinurani; Santi Rosniawaty
Soilrens Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.282 KB) | DOI: 10.24198/soilrens.v16i2.20860

Abstract

ABSTRACT Textile industry waste decreased environment quality, including agricultural soils. This condition caused the degradationof rice field irrigated with contaminated waste water. Rice fields in Rancaekek contaminated with heavy metals such as Pb. The presence of heavy metals in soil can be transported to plant tissues, especially when heavy metals are present in soluble form. The aim of the research was to study the effect of various UZAAKH fertilizer dosage on pH, total-N, and availability of Pb in paddy field contaminated with textile waste. The experiment was conducted in the greenhouse of Agriculture Faculty, Universitas Padjadjaran from December 2017 to March 2018. The experiment was arranged in Randomized Block Design (RBD), consisted of six treatments with five replicates: 150 ; 200 ; 250 ; 300 ; 350 kg ha-1 UZAAKH and 250 kg ha-1 Urea. Data were analyzed with analysis of variance (ANOVA) followed by Tukey’s test at 95% confidence level. The result showed significant effect towards pH and availability of Pb in soil, but negligible differences in Ntotal.Keywords : contaminant soils, heavy metal, textile waste, UZAAKH fertilizer
Pengaruh Formula Pupuk Urea-Zeolit-Arangaktif terhadap pH, N-total, KTK tanah dan Residu Pb pada Tanah Tercemar Limbah Industri Rija Sudirja; Santi Rosniawaty; Ade Setiawan; Rhendika Indra Yunianto
Soilrens Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.509 KB) | DOI: 10.24198/soilrens.v14i1.9270

Abstract

One of the factors inhibiting the production of rice is not efficient in the use of fertilizers and ecosystem damage due to toxic hazardous materials such as heavy metals. the use of Urea, Zeolite, Activated charcoal based fertilizer is expected to increase the production of paddy rice crops in rice fields heavy metal contaminated. The experiment was conducted in the village of the District Linggar Rancaekek Regency  Bandung from  March  to  May  2015.  The experiment  used  randomized  block design with four single  treatment,  that  is  A =  urea  : zeolite  (95:5),  B  =  urea  : zeolite  : activated charcoal (50:45:5), C = urea : zeolite : activated charcoal (50:25:25), D = urea : zeolite (60:40), each with  five replicates.  Rice  varieties  used are Inpari  30.  The  results  showed  that  administration RS fertilizer formula  is  proven to  reduce  the  solubility  of  approximately  30%  Pb  and increases  the cation exchange capacity  (CEC) of  the soil.  RS fertilizer no  real  effect  on pH and N-Total  soils. Formulation urea : zeolite : activated charcoal (50:25:25) can decrease the solubility of Pb, while the CEC best demonstrated by the increase in formulation urea : zeolite : activated charcoal (50: 45: 5). Key words: heavy metals, RS fertilizer, wetland rice 
Pengaruh Organo-mineral Terhadap Beberapa Sifat Kimia Tanah dan Hasil Jagung pada Ultisol Jatinangor Rija Sudirja; Yuliati Machfud; Emma Trinurani Sofyan; Benny Joy; Santi Rosniawaty; Rani Ros
Soilrens Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.203 KB) | DOI: 10.24198/soilrens.v16i1.18349

Abstract

The use of organic materials and minerals as fertilizer needs to be developed in order to increase agricultural productivity, especially in soils marginal that are widely distributed on the Indonesian. This study aims to determine the productivity of soil and corn plants by using various formulations of organo-mineral materials in the Ultisols Jatinangor. The experiment was conducted from April to November 2017 at Ciparanje Experimental Garden, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran, using a simple randomized block design consisting of 10 treatments and replicated 3 times. The organo-mineral ingredients used consist of a combination of Humic Acid (6; 8; 10 kg/ha); Dolomites (100; 150; 200 kg/ha); Natural Phosphates (250; 300; 350 kg/ha); also Zeolites (150; 200; 250 kg/ha). The results showed that ameliorant combination had significant effects on soil pH, P-available, and Mn Total, also the yield of maize. Dosage of 8 kg/ha of Humid Acids + 200 kg/ha of Dolomites + 350 kg/ha of Natural Phosphates + 250 kg/ha Zeolite, has indicated better result based on variable experiment.Keywords: maize, organo-mineral, Humic acid, dolomite, phosphate, ultisols
Pengaruh Beberapa Formula Pupuk UZAH Terhadap Ketersediaan N dan Kelarutan Cd dan Cr di Lahan Tercemar Limbah Industri Rija Sudirja; Benny Joy; Santi Rosniawaty
Soilrens Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.808 KB) | DOI: 10.24198/soilrens.v14i2.11235

Abstract

Kerusakan ekosistem sawah akibat pencemaran limbah industri telah menurunkan produktivitas tanaman.  Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk pupuk tablet yang berfungsi menyediakan nutrisi bagi tanaman dan juga memiliki kemampuan mengatasi pencemaran di dalam tanah.  Bahan yang dijadikan komposisi formula pupuk tablet adalah urea, zeolit, arang aktif, dan kompos beragen hayati. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penggunaan formula pupuk tablet berpengaruh nyata terhadap dinamika beberapa parameter kesuburan tanah dan logam berat.  Formula dari komposisi bahan urea, zeolit, arang aktif, dan kompos beragen hayati memberikan perbaikan nyata terhadap pH, KTK, NH4+, NO3-, dan N-total, serta menurunkan kadar logam berat Cd dan Cr di dalam tanah, jika dibandingkan dengan formula bahan urea dan kompos beragen hayati.  Formula A (60:20:10:10) merupakan pupuk tablet terbaik dalam mempengaruhi nilai pH dan KTK tanah, kandungan N total, NH4+, dan NO3-, serta menurunkan kadar Cd dan Cr di dalam tanah. Kata Kunci: tanah tercemar, pupuk tablet, nitrogen, logam berat, 
Co-Authors Abdul Halim Luthfi Abdul Halim luthfi Ade Ismail Ade Ismail Ade Setiawan Adhani, Rafika Meidya Agus Wahyudin Agus Wahyudin Ai Yanti Rismayanti Al Adawiah, Alin Robiah Al- Adawiah, Alin Robial Albert Franscyscus Alin Robial Al- Adawiah Anni Yuniarti Arkan Azis Kusuma Asmi Maulina Bahjatien, Isnaini Dzatie Benny Joy Benny Joy Bisri Alvi Dalpen Nilmawati Cucu Suherman Dimas Nur Annisa Dimas Nur Annisa Istiqomah Edi Wardiana Emma Trinurani Emma Trinurani Sofyan Erdiansyah Rezamela Erika Wahyuni Saragih Erni Suminar Erza Febrilla Sofiani Esnakelga Bernadetha Keliat Ester Miranda Lbn.Tobing Fetrina Oktavia Fetrina Oktavia Firma, Farin Gelsbrata Furqan Mubarak Djula H. Afrianto H. Afrianto, H. Hana Alfianita Utami Hanni Kristi Bintang Hendi Hidayat Hendi Hidayat, Hendi Heru Rizka Santosa Iing Sobari Indah Ayuningsari Indah Ayuningsari, Indah Indriana, Kovertina Rakhmi Intan Ratna Dewi Anjarsari Intan Ratna Dewi Anjarsari M. Arief Sholeh Mahfud Arifin Masruri, Muhammad Kholil Meidya Adhani, Rafika Mira - Ariyanti Mira Ariyanti Mochamad Arief Sholeh Mochamad Arief Soleh Mochamad Arief Soleh Mochamad Arief Soleh Mochamad Arief Soleh Mochamad Arief Soleh, Mochamad Arief Mochammad Arief Soleh Muhamad Eza Suprapto Muhamad Rizky Permana Muhammad Rizki Fauzan Nadia Nuraniya Kamaluddin Nadiyah Mia Audina Nadiyah Mia Audina, Nadiyah Mia Nadiyah, Farah Panggabeaan, Johannes Yesse Pujawati Suryatmana Putri, Noviani Qurrohman, Budy Frasetya Taufik Rachmad Akbar Rachman Achmad Indrawan Ramadhan, Ilmi Rani Ros Ratna Dewi Anjarsari, Intan Rhendika Indra Yunianto Rija Sudirja Rina Devnita Rumaisha Alif Putri Qa Ruminta Ruminta Sandrawati, Apong Silfiya Amaliyana Saefas Silfiya Amaliyana Saefas, Silfiya Amaliyana Soleh, Mochamad Arief Solihin, Muhammad Amir Sri Muji Rahayu Sukmayana, Dodi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Syamsiyah Syaher Syamsiyah Syamsiyah SYARIFUL MUBAROK Syfani Fitria Syfani Fitria SYLVIA PUSPA HARJANTI Tommy Ario Sirait Utari Madani Jayyidah Yudhitia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly YUDITHIA MAXISELLY Yudithia Maxiselly, Yudithia Yuliati Machfud