Claim Missing Document
Check
Articles

PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ARABIKA (Coffea arabica L.) KULTIVAR LINI S 795 AKIBAT APLIKASI BEBERAPA KONSENTRASI URIN KELINCI DAN AIR KELAPA Rumaisha Alif Putri Qa; Santi Rosniawaty; Mochammad Arief Soleh
Gunung Djati Conference Series Vol. 33 (2023): Seminar Nasional Pertanian 2023
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembibitan merupakan salah satu tahapan dalam budidaya tanaman kopi yang harus diperhatikan agar dapat tumbuh optimal. Bibit yang baik perlu dipelihara, salah satu bagian dari pemeliharaan adalah pemupukan. Pupuk anorganik dapat dikurangi dengan penggunaan bahan organik, Salah satu contoh sumber bahan organik yang dapat digunakan untuk pemupukan pada tanaman kopi adalah urin kelinci dan air kelapa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi urin kelinci dan air kelapa terhadap peningkatan pertumbuhan bibit kopi arabika dan mengetahui konsentrasi optimum urin kelinci dan air kelapa yang dapat meningkatkan pertumbuhan bibit kopi arabika. Penelitian ini dilakukan dari bulan Januari 2023 sampai Mei 2023 dilakukan di Kebun Percobaan Ciparanje Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, dengan ordo tanah Inceptisol, memiliki tipe iklim C berdasarkan klasifikasi Schmidt dan Ferguson, 1951. Perlakuan menggunakan urin kelinci dan air kelapa dengan konsentrasi masing-masing 25%, 50%, 75% dan kombinasi urin kelinci dan air kelapa dengan konsentrasi 25% dan 50%. Percobaan ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari sembilan perlakuan dan tiga ulangan. Hasil percobaan menunjukan bahwa terdapat pengaruh positif konsentrasi urin kelinci dan air kelapa terhadap variabel tinggi tanaman dan jumlah daun pada bibit kopi arabika (Coffea arabica L.) kultivar Lini S795. Konsentrasi urin kelinci 75% dapat mengimbangi pemberian pupuk urea 0,2% dalam meningkatkan pertumbuhan bibit kopi arabika (Coffea arabica L.)/1kultivar Lini S795.
Pengaruh Aplikasi Bacillus sp. dan Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Ariyanti, Mira; Rosniawaty, Santi; Nadiyah, Farah
Agrikultura Vol 34, No 2 (2023): Agustus, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i2.43170

Abstract

Salah satu upaya untuk mewujudkan pertanaman kelapa sawit secara berkelanjutan adalah dengan penggunaan bakteri menguntungkan dan pupuk organik berbahan baku tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh bakteri Bacillus sp. dan TKKS terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran dari bulan Februari sampai dengan Agustus 2022. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan sembilan perlakuan yang diulang tiga kali dan setiap unit percobaan terdiri atas dua tanaman. Perlakuan yang diuji meliputi aplikasi A = 12,5 g pupuk NPK, B = 25 ml Bacillus sp., C = 150 g kompos TKKS, D = 25 ml Bacillus sp. + 100 g kompos TKKS, E = 25 ml Bacillus sp. + 150 g kompos TKKS, F = 25 ml Bacillus sp. + 200 g kompos TKKS, G = 35 ml Bacillus sp. + 100 g kompos TKKS, H = 35 ml Bacillus sp. + 150 g kompos TKKS, dan I = 35 ml Bacillus sp. + 200 g kompos TKKS per tanaman pada bibit kelapa sawit yang ditanam pada polybag. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian 25 mL Bacillus sp. yang diberikan bersamaan dengan aplikasi 150 g – 200 g kompos TKKS per tanaman di pembibitan awal (pre nursery) dan awal pembibitan utama (main nursery) menghasilkan kandungan klorofil daun bibit kelapa sawit tertinggi. Pemberian bakteri menguntungkan Bacillus sp. dan TKKS secara tunggal atau kombinasi berpengaruh sama baiknya dengan pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit.
Respons Peningkatan Perkecambahan Benih dan Pertumbuhan Bibit Tanaman Secang (Caesalpinia sappan L.) terhadap Penggunaan Zat Pengatur Tumbuh dan Media Tanam yang Berbeda Al Adawiah, Alin Robiah; Rosniawaty, Santi; Anjarsari, Intan Ratna Dewi
Agrikultura Vol 34, No 1 (2023): April, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i1.42875

Abstract

Tanaman secang dapat diperbanyak secara generatif dengan melibatkan penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) untuk memperbaiki perkecambahan dan meningkatkan pertumbuhan kecambah sebelum pembibitan. Sementara itu, media tanam yang tepat dibutuhkan pada saat pembibitan untuk mendukung pertumbuhan bibit yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan perendaman ZPT auksin dan sitokinin serta media tanam yang berbeda dalam meningkatkan persentase perkecambahan benih dan pertumbuhan bibit secang. Penelitian dilakukan pada bulan September-Desember 2021 di Kel. Gunung Gede, Kec. Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat pada ketinggian 317 mdpl. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 14 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diuji adalah perendaman benih secang menggunakan larutan ZPT (tanpa perendaman, perendaman dalam aquades, indole-3 acetic acid [IAA] 1,25 ppm, naphthalene-1-acetic acid [NAA] 1,25 ppm, 6-benyl amino purine [BAP] 1,25 ppm, IAA 1,25 ppm + BAP 1,25 ppm, NAA 1,25 ppm + BAP 1,25 ppm) dan jenis media tanam (topsoil, topsoil + pukan sapi 2:1). Hasil penelitian pada fase perkecambahan menunjukkan bahwa IAA + BAP 1,25 ppm mampu memberikan persentase perkecambahan dan kecepatan berkecambah terbaik sebesar 66,5% dan 7,3% KN/etmal. Hasil penelitian fase pembibitan menunjukkan adanya interaksi antara perlakuan perendaman larutan ZPT dengan penggunaan media tanam terhadap jumlah daun dan diameter batang bibit secang pada umur 12 minggu setelah tanam (MST).  Perlakuan perendaman NAA 1,25 ppm + BAP 1,25 ppm memberikan hasil terbaik pada jumlah daun umur 6 MST dan diameter batang bibit umur 12 MST. Penggunaan media tanam topsoil mampu meningkatkan hasil jumlah daun dan bobot kering total bibit secang.
Pengaruh Pupuk Kandang Sapi dan Konsentrasi Urine Kelinci terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Liberoid Meranti Abdul Halim Luthfi; Santi Rosniawaty; Intan Ratna Dewi Anjarsari; Mira Ariyanti
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v11i2.628

Abstract

Liberoid Meranti coffee seeds can grow well if they are cared for properly. The plant nursery phase determines the successful growth of Liberoid Meranti coffee plants. One of the important maintenance actions carried out when cultivating coffee plants is choosing planting media and fertilization. The organic fertilizer that can be used as a planting media mixture in Liberoid meranti coffee nurseries is cow manure. Rabbit urine is a liquid organic material that contains nutrients, so it can be applied to soil or plants to add nutrients. Liquid organic materials contain macro- and micronutrients. Using the right composition of cow manure and rabbit urine concentrations really determines the growth of Liberoid Meranti coffee plant seeds. This experiment was carried out from February 2023 to June 2023 at the Ciparanje experimental garden, Padjadjaran University, Jatinangor District, Sumedang Regency. This experiment was carried out using a randomized group design (RAK) with nine treatments: soil + 2g urea; soil + 25% rabbit urine; soil + rabbit urine 50%; soil + cow manure (1:1) + rabbit urine 25%; soil + cow manure (1:1) + rabbit urine 50%; soil + cow manure (2:1) + rabbit urine 25%; soil + cow manure (2:1) + rabbit urine 50%; soil + cow manure (3:1) + rabbit urine 50%, and each treatment was repeated three times to obtain 27 experimental units. The experimental results showed that there was an influence of the composition of cow manure as a mixture of planting media and the concentration of rabbit urine on the growth of Liberoid Meranti coffee seedlings, except for the increase in the number of leaves. The composition of a mixture of planting media with cow manure (3:1) and a rabbit urine concentration of 25% provides the best growth for Liberoid Meranti coffee seedlings.
Effectiveness of modified nitrogen fertilizer on soil chemical properties and rice plant growth in the textile industrial area Sudirja, Rija; Rosniawaty, Santi; Rahayu, Sri Muji; Qurrohman, Budy Frasetya Taufik
Kultivasi Vol 22, No 2 (2023): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v22i2.47097

Abstract

The imbalance of nutrients and heavy metal contamination is a challenge in increasing plant growth surround the textile industry area. This study aimed to determine the effectiveness of the dosage of Biologically Agent N Organo Mineral Fertilizer (Biomix-N) as a fertilizer and an ameliorant in paddy soil contaminated with textile liquid waste. This study used a randomized block design of eight treatments with four replications. Parameters observed were soil chemical properties after application of Biomix-N (Na-ex, total N, EC, Cd, and pH), rice plant growth (plant height and tiller number), Cd concentration in the plant, and relative agronomic effectiveness (RAE). Data analysis used analysis of variance, Duncan's test at a 5% level, regression, and correlation analysis. The results showed that Biomix-N 500 kg ha-1 affected the value of EC and total N, while it did not affect Na-ex, Cd, pH and Cd uptake by the paddy plant. Biomix-N fertilization affects the height and number of tillers of rice plants at the age of 70 DAP. Biomix-N fertilization 500 kg ha-1 gave an RAE value of 126-176% compared to the control treatment. The total N content of the soil has a high value of coefficient determinant and correlation (R2= 0.76; R = 0.9) on the growth of rice plants. Applying Biomix-N 500 kg ha-1 equal to 300 kg ha-1 of urea was an effective dose for paddy soil surround the textile industrial area.Keywords: Cadmium, nutrient balance, soil amendment
Growth response of not-ready-to-distribute tea (Camellia sinensis (L) o. Kuntze) seedlings due to application of biofertilizer at various concentrations and intervals Anjarsari, Intan Ratna Dewi; Rosniawaty, Santi; Panggabeaan, Johannes Yesse
Kultivasi Vol 22, No 1 (2023): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v22i1.42470

Abstract

The plantation rejuvenation program makes the need for ready-to-distribute tea seedlings getting higher. Meanwhile, the nursery's seedlings are mostly not ready to distribute. This study aimed to determine the response of not-ready-distribute tea seedlings due to the application of biofertilizers at various concentrations and intervals. This experiment was carried out at Gambung Tea and Quinine Research Center Nursery, conducted from December 2021 to February 2022 at an altitude of 1,350 meters above sea level (asl). The experimental method used was a randomized block design with eight treatment combinations, namely: control (no fertilizer); urea fertilizer every two weeks; Biofertilizer 5 mL L-1 + interval once a week; Biofertilizer 5 mL L-1 + interval every two weeks; Biofertilizer 10 mL L-1 + break once a week; Biofertilizer 10 mL L-1 + interval every two weeks; Biofertilizer 15 mL L-1 + interval once a week; Biofertilizer 15 mL L-1 + interval every two weeks, all repeated four times. The experimental results showed that treatment of biological fertilizers influenced the parameter number of leaves and chlorophyll index. The application of biofertilizer with a concentration of 15 mL L-1 + interval of 2 weeks greatly influenced the parameters of leaf number and chlorophyll content index.
Pengaruh bahan organik terhadap kesuburan tanah serta pertumbuhan dan fisiologi tanaman kakao muda hasil transplanting di tanah Inceptisol Rosniawaty, Santi; Sudirja, Rija; Ariyanti, Mira; Mubarok, Syariful; Wahyudin, Agus
Kultivasi Vol 20, No 3 (2021): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v20i3.32621

Abstract

AbstrakPenanaman bibit kakao pada tanah inceptisol memiliki beberapa kendala, salah satunya adalah bahan organik rendah. Peningkatan pertumbuhan tanaman kakao pada awal tanam dapat dilakukan dengan pemberian bahan organik. Saat ini terdapat bahan organik berbentuk cair, namun pengaruhnya terhadap kakao belum menghasilkan belum diketahui, karena pada umumnya bahan organik yang digunakan pada tanaman kakao berbentuk padat. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh bahan organik berbeda (asam humat dan pupuk kotoran sapi) terhadap kesuburan tanah, pertumbuhan, dan fisiologi tanaman kakao belum menghasilkan. Percobaan dilakukan pada bulan Januari sampai Desember 2017 di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Rancangan percobaan yang digunakan adalah  Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan dan 3 (tiga) ulangan.  Perlakuan yang diaplikasikan adalah dosis asam humat per tanaman (0 mL, 5 mL, 10 mL, 15 mL, dan 20 mL) serta dosis pupuk kotoran sapi per tanaman (0 kg, 5 kg, 10 kg, 15 kg, dan 20 kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis bahan organik cenderung meningkatkan kapasitas tukar kation dan kandungan C-organik, tetapi tidak berpengaruh terhadap pH tanah. Bahan organik padat maupun cair tidak memberikan pengaruh terhadap pertambahan tinggi tanaman, pertambahan diameter batang, dan indeks klorofil pada tanaman kakao belum menghasilkan, namun  pupuk kotoran sapi 10 kg per tanaman yang diberikan pada awal pertumbuhan tanaman memberikan pertambahan jumlah daun terbaik.Kata kunci: Asam humat ∙ Kakao ∙ Kotoran sapi ∙ Tanaman belum menghasilkan  AbstractPlanting cacao seedlings on inceptisol face several problems, one of them is low organic matter content. The application of organic materials can be used to increase cocoa plant growth at early planting stage. Recently, new formulation of organic fertilizer, i.e., liquid organic fertilization, has been produced, but its effects on immature cocoa plants growth have not been clearly identified, because the organic matter applied in cocoa plants is usually the solid ones. The objectives of this experiment was to investigate the effect of different organic matter  (humic acid and solid cow manure) on soil fertility, the growth and physiology of immature cocoa plants. The experiment was conducted from January to December 2017 in the experimental field of the Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Randomized Block Design was performed in this experiment with 9 treatments and 3 replications.  Applied treatments were doses of humic acid per plant (0 mL, 5 mL, 10 mL, 15 mL and 20 mL) and doses of cow manure per plant (0 kg, 5 kg, 10 kg, 15 kg and 20 kg). The results showed that both organic matters tended to cation exchange capacity and C-organic conten, but did not affect the soil pH. Both organic matters did not significantly affect the increase of plant height, the increase of stem diameter, and chlorophyll index of immature cocoa plants, but 10 kg of solid cow dung per plant given at the beginning of plant growth gave the highest number of leaves produced.Keywords : Humic acid ∙ Cocoa ∙ Cow manure ∙ Immature plant   
RESPONS PERTUMBUHAN AKAR BIBIT SECANG (Caesalpinia sappan L.) DI DATARAN RENDAH TERHADAP SITOKININ DAN GIBERELIN rosniawaty, santi; Al- Adawiah, Alin Robial; Mubarok, Syariful; Sudirja, Rija; Ariyanti, Mira
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 7 No 1 (2023): AGRISAINTIFIKA
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i1.3660

Abstract

Secang (Caesalpinia sappan L.) merupakan salah satu tanaman obat yang ada di Indonesia.  Bagian tanaman secang yang dimanfaatkan adalah empulur yang ada pada batang.  Saat panen secang, batang ditebang, sehingga diperlukan replanting.  Replanting membutuhkan bibit yang baik, untuk meningkatkan pertumbuhan maka dapat diaplikasikan zat pengatur tumbuh (ZPT) saat di pembibitan. Sitokinin dan Giberelin adalah ZPT yang berperan aktif dalam pembelahan sel sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan.  Akar adalah salah satu organ utama tanaman, apabila pertumbuhan akar baik maka pertumbuhan bagian atas tanaman (batang dan daun) akan baik pula.  Kisaran ketinggian tempat tumbuh secang, mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi.  Perbedaan suhu akibat perbedaan ketinggian tempat akan berpengaruh pada pertumbuhan bibit secang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian sitokinin dan giberelin terhadap pertumbuhan akar bibit secang. Percobaan dilakukan di kebun percobaan Kec. Kawalu pada ketinggian 317 meter di atas permukaan laut, pada bulan Juni sampai Oktober 2022. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan konsentrasi sitokinin, giberelin dan kombinasi keduanya. Satu perlakuan terdiri dari 7 bibit dan diulang tiga kali,  Hasil percobaan menunjukkan terdapat respons panjang akar terhadap aplikasi ZPT sitokinin dan giberelin, sedangkan respons volume akar dan bobot kering akar terhadap ZPT adalah tidak berbeda.Kata kunci : Bibit, Giberelin, Sitokinin, Secang
PENGARUH PEMBERIAN URINE KELINCI DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK VANILI: - Ariyanti, Mira; Suminar, Erni; Rosniawaty, Santi
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 7 No 2 (2023): Agrisaintifika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i2.4543

Abstract

Vanilla plant propagation is usually done by cutting. Vanilla cuttings that are grown are expected to develop optimally into seeds which will eventually produce well. The thing that needs to be considered to support the growth of vanilla cuttings at a later stage is the adequacy of the supply of nutrients and growth determinants or PGR. Rabbit urine is a natural substance that contains certain nutrients and PGR which can be added to support the growth and development of vanilla cuttings. This experiment aims to examine the effect of rabbit urine on the growth of vanilla cuttings. The experiment was conducted at the Office of the Sindanglaya Plantation Seeding Center, Bandung, West Java from August to November 2022. The experimental method was experimental using a completely randomized design with treatment without rabbit urine and rabbit urine with concentrations of 5%, 10% 15%, 20% respectively. Each treatment was repeated five times. The experimental results showed that administration of 15% concentration of rabbit urine produced the best growth in the parameters of the number of roots, number of leaves and shoot length of vanilla cuttings up to the age of 14 WAP
Sosialisasi Rekomendasi Pemupukan dan Pembuatan Nematisida Nabati dalam Meningkatkan Produktivitas Tanaman Kopi di Desa Campakamulya Arifin, Mahfud; Solihin, Muhammad Amir; Devnita, Rina; Rosniawaty, Santi; Putri, Noviani; Ramadhan, Ilmi
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 13, No 1 (2024): Maret, 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v13i1.46125

Abstract

Kopi Arabika Puntang menjadi salah satu produk unggulan pertanian di Desa Campakamulya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Cita rasa dan aroma yang khas menjadikan kopi ini banyak peminat, namun produktivitas kopi arabika ini terus menurun. Pengabdian pada masyarakat (PPM) ini berupaya mendongkrak produksi kopi Arabika Puntang di Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Bukit Amanah di Desa Campakamulya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Produktivitas kopi yang rendah di wilayah ini disebabkan oleh kondisi fisik lingkungan dan tanah yang kurang baik. Selain itu, setidaknya terdapat 17 spesies nematoda parasit yang berbeda ditemukan di tanah perkebunan kopi dengan tegakkan hutan pinus, yang dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat, pematangan buah tidak merata, dan hasil panen rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut, PPM ini mengusulkan beberapa solusi yaitu perbaikan kesuburan tanah melalui pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit, dan praktik konservasi tanah. Seminar dan lokakarya dengan tema "Peningkatan Produktivitas Lahan Perkebunan Kopi Berbasis Karakteristik Tanah dan Lingkungan" juga menjadi bagian dari program PPM ini. Penerapan metode ini diharapkan mampu meningkatkan produksi kopi Arabika Puntang dan membantu memenuhi permintaan dunia akan kopi berkualitas tinggi ini. Petani juga mendapat manfaat dari program ini, karena meningkatkan pemahaman mereka tentang tingkat kesuburan tanah dan cara menjaga kesuburan tanah.
Co-Authors Abdul Halim Luthfi Abdul Halim luthfi Ade Ismail Ade Ismail Ade Setiawan Adhani, Rafika Meidya Agus Wahyudin Agus Wahyudin Ai Yanti Rismayanti Al Adawiah, Alin Robiah Al- Adawiah, Alin Robial Albert Franscyscus Alin Robial Al- Adawiah Anni Yuniarti Arkan Azis Kusuma Asmi Maulina Bahjatien, Isnaini Dzatie Benny Joy Benny Joy Bisri Alvi Dalpen Nilmawati Cucu Suherman Dimas Nur Annisa Dimas Nur Annisa Istiqomah Edi Wardiana Emma Trinurani Emma Trinurani Sofyan Erdiansyah Rezamela Erika Wahyuni Saragih Erni Suminar Erza Febrilla Sofiani Esnakelga Bernadetha Keliat Ester Miranda Lbn.Tobing Fetrina Oktavia Fetrina Oktavia Firma, Farin Gelsbrata Furqan Mubarak Djula H. Afrianto H. Afrianto, H. Hana Alfianita Utami Hanni Kristi Bintang Hendi Hidayat Hendi Hidayat, Hendi Heru Rizka Santosa Iing Sobari Indah Ayuningsari Indah Ayuningsari, Indah Indriana, Kovertina Rakhmi Intan Ratna Dewi Anjarsari Intan Ratna Dewi Anjarsari M. Arief Sholeh Mahfud Arifin Masruri, Muhammad Kholil Meidya Adhani, Rafika Mira - Ariyanti Mira Ariyanti Mochamad Arief Sholeh Mochamad Arief Soleh Mochamad Arief Soleh Mochamad Arief Soleh Mochamad Arief Soleh Mochamad Arief Soleh, Mochamad Arief Mochammad Arief Soleh Muhamad Eza Suprapto Muhamad Rizky Permana Muhammad Rizki Fauzan Nadia Nuraniya Kamaluddin Nadiyah Mia Audina Nadiyah Mia Audina, Nadiyah Mia Nadiyah, Farah Panggabeaan, Johannes Yesse Pujawati Suryatmana Putri, Noviani Qurrohman, Budy Frasetya Taufik Rachmad Akbar Rachman Achmad Indrawan Ramadhan, Ilmi Rani Ros Ratna Dewi Anjarsari, Intan Rhendika Indra Yunianto Rija Sudirja Rina Devnita Rumaisha Alif Putri Qa Ruminta Ruminta Sandrawati, Apong Silfiya Amaliyana Saefas Silfiya Amaliyana Saefas, Silfiya Amaliyana Soleh, Mochamad Arief Solihin, Muhammad Amir Sri Muji Rahayu Sukmayana, Dodi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Syamsiyah Syaher Syamsiyah Syamsiyah SYARIFUL MUBAROK Syfani Fitria Syfani Fitria SYLVIA PUSPA HARJANTI Tommy Ario Sirait Utari Madani Jayyidah Yudhitia Maxiselly YUDITHIA MAXISELLY Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly, Yudithia Yuliati Machfud