Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Cara Aplikasi Pupuk Anorganik terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao Kultivar Sulawesi 1 Santi Rosniawaty; Rija Sudirja; Mira Ariyanti; Intan Ratna Dewi Anjarsari; M. Arief Sholeh; Syfani Fitria
AGRO SINTESA JURNAL ILMU BUDIDAYA PERTANIAN Vol 2, No 2 (2019): Agrosintesa: Jurnal ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.298 KB) | DOI: 10.33603/jas.v2i2.3196

Abstract

Cokelat merupakan salah satu produk makanan dengan bahan dari biji kakao. Terjadi penurunan produksi kakao Indonesia. Peningkatan produksi kakao harus ditingkatkan karena akan berdampak pada penerimaan devisa negara. Peningkatan produksi kakao dapat dilakukan sejak tahap pembibitan. Tujuan percobaan ini adalah untuk meningkatkan pertumbuhan bibit kakao melalui pemberian pupuk anorganik. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, UNPAD dengan ketinggian tempat 750m di atas permukaan laut dan tipe iklim C.  Percobaan dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 10 perlakuan dan  diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan pada percobaan ini sebagai berikut : Tanpa pemupukan; Urea 2g/tanaman; NPK 2g/tanaman; NPK 4g/tanaman; NPK 6g/tanaman; NPK 8g/tanaman; NPK cair 2g/tanaman; NPK cair 4g/tanaman; NPK cair 6g/tanaman; NPK cair 8g/tanaman.  Hasil percobaan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang baik dari  pupuk anorganik yang dicairkan dengan dosis 6g/tanaman pada variabel jumlah daun. Media tanam menggunakan pupuk organik (kotoran domba) mampu menyediakan hara untuk pertumbuhan bibit kakao yang baik pada variabel tinggi tanaman dan diameter batang walaupun tidak ditambah pupuk anorganik. Kata Kunci : kakao, bibit, pupuk anorganik
Respons Pertumbuhan Tanaman Kelapa (Cocos nucifera L.) Belum Menghasilkan terhadap Aplikasi Berbagai Dosis Kascing Santi Rosniawaty; Mira Ariyanti; Cucu Suherman
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 6, No 2 (2022): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v6i2.1806

Abstract

Indonesia merupakan salah satu produsen kelapa terbesar di dunia, namun apabila pemeliharaan tanaman tidak diperhatikan, maka produksi kelapa di Indonesia akan menurun.  Pemupukan sangat diperlukan dalam memelihara tanaman kelapa. Pupuk organik merupakan salah satu pupuk yang dapat digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi kelapa. Kascing adalah pupuk organik hasil dari dekomposisi bahan organik yang dilakukan oleh cacing. Percobaan ini dilaksanakan di kebun percobaan Ciparanje Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Lokasi percobaan berada di ketinggian ± 732 meter di atas permukaan laut. Percobaan ini dimulai pada bulan Maret 2019 sampai Mei 2019. Metode yang digunakan dalam percobaan ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan dan diulang 2 kali. Perlakuan yang diuji terdiri dari dosis kascing yang berbeda yaitu 2,5 kg, 5 kg, 7,5kg, 10 kg, 12,5 kg, 15 kg. Hasil percobaan menunjukkan Pemberian pupuk kascing mempengaruhi pertambahan tinggi tanaman, pertambahan lilit batang dan pertambahan jumlah anak daun. Secara umum dosis kascing 15 kg/polibeg memberikan pengaruh yang baik pada pertumbuhan tanaman kelapa belum menghasilkan. Kata Kunci : Kelapa, pertumbuhan, kascing, dosis.
Pengenalan Tenik Perbanyakan dan Manfaat Tanaman Kelor di Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat Mira Ariyanti; Erni Suminar; Santi Rosniawaty
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v7i2.3190

Abstract

Desa Cileles merupakan salah satu desa di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang memiliki iklim dan tanah yang cocok bagi pertumbuhan tanaman kelor. Tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan teknik perbanyakan dan berbagai manfaat tanaman kelor sebagai sumbangan ilmu kepada masyarakat Desa Cileles untuk mengembangkan tanaman kelor secara lebih luas. Metode yang digunakan meliputi penjajagan, penyuluhan, pendampingan dan evaluasi hasil kegiatan. Materi penyuluhan diantaranya berbagai manfaat tanaman kelor, teknik perbanyakan tanaman kelor baik secara generatif maupun vegetatif. Kegiatan yang dilakukan adalah persiapan bahan tanam kelor, penanaman kelor di pekarangan rumah masing-masing, pengolahan daun kelor sebagai bahan obat dan campuran berbagai aneka makanan sehat. Hasil kegiatan ini adalah peserta pelatihan menerima dan menerapkan dengan baik ilmu dan materi mengenai teknik budidaya tanaman kelor yang disampaikan pada saat penyuluhan, kegiatan sosialisasi dan pelatihan mengenai cara mengolah daun kelor menjadi makanan sehat dan berkhasiat obat memberikan tambahan ilmu kepada peserta pelatihan untuk memanfaatkan daun kelor, kegiatan ini dapat memotivasi masyarakat untuk menanam tanaman kelor pada pekarangan rumah masing-masing dengan pendampingan secara berkala.  
Respons pertumbuhan biomassa bagian atas bibit kelapa sawit akibat pemberian kompos pelepah kelapa sawit, pupuk hayati, dan asam humat Mira Ariyanti; Esnakelga Bernadetha Keliat; Cucu Suherman; Santi Rosniawaty; Mochamad Arief Soleh
Kultivasi Vol 21, No 3 (2022): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v21i3.37975

Abstract

AbstrakPemberian pupuk anorganik dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, tetapi penggunaan secara terus menerus menyebabkan dampak kurang baik bagi tanaman dan lingkungan pertanaman. Penelitian ini berkaitan dengan pentingnya penggunaan pupuk organik dalam mengurangi penggunaan pupuk anorganik sebagai salah satu langkah untuk mewujudkan perkebunan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) yang berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respons pertumbuhan biomassa bagian atas bibit kelapa sawit akibat pemberian kompos pelepah kelapa sawit yang dikombinasikan dengan pupuk hayati dan asam humat. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran pada bulan Januari – Juli 2020. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan sembilan perlakuan, yaitu (A) 10 g pupuk anorganik, (B) 10 g pupuk hayati, (C) 25 mL asam humat, (D) 800 g kompos pelepah kelapa sawit + 5 g pupuk hayati, (E) 800 g kompos pelepah kelapa sawit + 10 g pupuk hayati, (F) 800 g kompos pelepah kelapa sawit + 25 mL asam humat, (G) 1600 g kompos pelepah kelapa sawit + 5 g pupuk hayati, (H) 1600 g kompos pelepah kelapa sawit + 10 g pupuk hayati, (I) 1600 g kompos pelepah kelapa sawit + 25 mL asam humat. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan pemberian 1600 g kompos pelepah kelapa sawit yang dikombinasikan dengan 10 g pupuk hayati mampu meningkatkan pertumbuhan tinggi bibit, lilit batang, dan kandungan klorofil daun berturut-turut sebesar 62,67%, 25,88% dan  24,30% pada enam bulan setelah perlakuan.Kata Kunci: bibit kelapa sawit, kompos pelepah kelapa sawit, pupuk hayati, asam humat AbstractThe application of inorganic fertilizer is able to improve the plant growth, however, its application continuously stimulate negatice impact for both plant and environment. This research relates to the importance of using organic fertilizers in reducing the use of inorganic fertilizers as a step towards realizing sustainable oil palm plantations. This research aimed to determine the growth response of upper biomass of oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) seedlings due to application of oil palm frond compost, biofertilizer and humic acid. The experiment was conducted at Ciparanje Field of Experiment, Padjadjaran University, from January until July 2020. Experiment design used was randomized block design (RDB) with nine treatments and each treatment was replicated three times. The treatments consisted of (A) 10 g inorganic fertilizer, (B) 10 g biofertilizer, (C) 25 mL humic acid, (D) 800 g oil palm frond compost and 5 g biofertilizer, (E) 800 g oil palm frond compost and 10 g biofertilizer, (F) 800 g oil palm frond compost and 25 mL humic acid, (G) 1600 g oil palm frond compost and 5 g biofertilizer, (H) 1600 g oil palm frond compost and 10 g biofertilizer, (I) 1600 g oil palm frond compost and 25 mL humic acid. The results of this research showed that combination of 1600 g oil palm frond compost and 10 g biofertilizer was able to increase plant height up to 62.67 %, the stem diameter up to 25.95 % and increased chlorophyll content up to 24.30 % at 6 months after treatment.Keywords: oil palm seedling, oil palm frond compost, biofertilizer, humic acid
RESPONS BIBIT BATANG BAWAH KEMIRI SUNAN TERHADAP CAMPURAN MEDIA TANAM SUBSOIL DAN BIOCHAR Utari Madani Jayyidah; Santi Rosniawaty; Cucu Suherman
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 12 No 1 (2023): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v12i1.522

Abstract

Bibit batang bawah dengan karakteristik yang baik sebagai komponen dalam perbanyakan kemiri sunan secara grafting dipengaruhi oleh media tanam pembibitan. Ketersediaan topsoil sebagai media tanam pembibitan semakin menipis sehingga diharapkan campuran subsoil dan biochar dapat menjadi alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons bibit batang bawah kemiri sunan terhadap campuran media tanam subsoil dan biochar sebagai alternatif media tanam pembibitan. Percobaan dilakukan di Rumah Percobaan Laboratorium Kultur Terkendali Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan campuran media tanam subsoil dan biochar terdiri dari 2 jenis biochar, yaitu biochar sekam padi dan biochar tempurung kelapa. Biochar diaplikasikan pada 3 taraf dosis: 25 g/polibag, 50 g/polibag, dan 75 g/polibag. Campuran media tanam subsoil dan biochar sekam padi dengan dosis 50 g/polibag menunjukkan respon bibit batang bawah kemiri sunan yang cenderung baik pada terhadap tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun.
SOSIALISASI PEMBUATAN KOMPOS DAN BIOPORI SEBAGAI PENANGANAN RESIKO KEKERINGAN LAHAN DI HULU DAS CITARUM Mahfud Arifin; Muhammad Amir Solihin; Rina Devnita; Santi Rosniawaty; Noviani Putri; Ilmi Ramadhan
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 12, No 1 (2023): Maret, 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i1.43297

Abstract

Desa Sindangsari merupakan salah satu wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum Hulu yang memiliki permasalahan buruknya pasokan air pada musim kemarau. Kondisi ini berdampak pada pertumbuhan ubi jalar, salah satu tanaman utama daerah tersebut. Petani selalu menggunakan teknik pasokan air secara tradisional yang menghabiskan lebih banyak tenaga dan biaya. Para petani seringkali tidak dapat memenuhi kebutuhan air tersebut karena keterbatasan anggaran sehingga menurunkan hasil dan produktivitas ubi jalar. Hasil peninjauan awal menunjukkan bahwa tingkat kekeringan meningkat dari tahun 2019 hingga 2020, begitu pula dengan hilangnya air pada sistem irigasi. Untuk mengatasi masalah ini, program Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) dilaksanakan melalui pembuatan kompos dan biopori untuk konservasi air dan tanah. Program PPM dilakukan dengan seminar dan lokakarya pengomposan dan pembuatan biopori serta pelatihan untuk petani ubi jalar. Petani diajarkan cara membuat kompos dari limbah tanaman ubi jalar dan cara membuat biopori di lahan mereka. Program PPM ini diharapkan dapat mengatasi masalah kekeringan lahan dengan meningkatkan kesuburan tanah dan ketersediaan air melalui kompos dan biopori.
RESPONS PERTUMBUHAN AKAR BIBIT SECANG (Caesalpinia sappan L.) DI DATARAN RENDAH TERHADAP SITOKININ DAN GIBERELIN santi rosniawaty; Alin Robial Al- Adawiah; Syariful Mubarok; Rija Sudirja; Mira Ariyanti
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 7, No 1 (2023): AGRISAINTIFIKA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i1.3660

Abstract

Secang (Caesalpinia sappan L.) merupakan salah satu tanaman obat yang ada di Indonesia.  Bagian tanaman secang yang dimanfaatkan adalah empulur yang ada pada batang.  Saat panen secang, batang ditebang, sehingga diperlukan replanting.  Replanting membutuhkan bibit yang baik, untuk meningkatkan pertumbuhan maka dapat diaplikasikan zat pengatur tumbuh (ZPT) saat di pembibitan. Sitokinin dan Giberelin adalah ZPT yang berperan aktif dalam pembelahan sel sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan.  Akar adalah salah satu organ utama tanaman, apabila pertumbuhan akar baik maka pertumbuhan bagian atas tanaman (batang dan daun) akan baik pula.  Kisaran ketinggian tempat tumbuh secang, mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi.  Perbedaan suhu akibat perbedaan ketinggian tempat akan berpengaruh pada pertumbuhan bibit secang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian sitokinin dan giberelin terhadap pertumbuhan akar bibit secang. Percobaan dilakukan di kebun percobaan Kec. Kawalu pada ketinggian 317 meter di atas permukaan laut, pada bulan Juni sampai Oktober 2022. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan konsentrasi sitokinin, giberelin dan kombinasi keduanya. Satu perlakuan terdiri dari 7 bibit dan diulang tiga kali,  Hasil percobaan menunjukkan terdapat respons panjang akar terhadap aplikasi ZPT sitokinin dan giberelin, sedangkan respons volume akar dan bobot kering akar terhadap ZPT adalah tidak berbeda.Kata kunci : Bibit, Giberelin, Sitokinin, Secang
APLIKASI ASAM HUMAT DAN PUPUK NPK TABLET UNTUK MENINGKATKAN HASIL TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.) Santi Rosniawaty; Naufal Alwin; Mira Aryanti; Cucu Suherman
AGRONOMIKA Vol 20 No 1 (2022): JURNAL AGRONOMIKA FEBRUARI 2022
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biji kakao merupakan bahan pembuat produk cokelat, baik berupa makanan, minuman, Kesehatan dan kosmetik. Produksi biji kakao berfluktuasi pada setiap tahunnya yang dapat disebabkan oleh pengaruh lingkungan. Faktor lingkungan yang berbengaruh terhadap produksi kakao adalah kesuburan media tanam. Pemupukan merupakan salah satu kunci untuk mengatasi fluktuasi hasil tanaman kakao. Aplikasi kombinasi antara pupuk organik (asam humat) dan pupuk anorganik (NPK tablet) diharapkan meningkatkan hasil tanaman kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asam humat dan NPK tablet terhadap hasil tanaman kakao. Percobaan ini dilaksanakan di PT.PP Bajabang Indonesia, Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat dari bulan Mei 2018 sampai Agustus 2018. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan yaitu kontrol, asam humat (15 ml, 30 ml, 45 ml), dosis pupuk NPK tablet (10 butir dan 20 butir) dan kombinasi keduanya. Hasil percobaan menunjukkan NPK tablet dengan dosis 10 butir (100 g) dan asam humat 30 ml cenderung menghasilkan pengaruh terbaik untuk meningkatkan persentase jumlah pentil kakao sehat 12 MSA, menekan persentase jumlah pentil layu pada 12 MSA, dan peningkatan jumlah buah kakao pada 10 MSA dan 12 MSA.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Sindangsari Kabupaten Sumedang Jawa Barat dalam Pengenalan Tanaman Murbei sebagai Tanaman Multiguna Mira Ariyanti; Santi Rosniawaty; Erni Suminar
Jurnal Pemberdayaan Umat Vol. 2 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Jurnal Pemberdayaan Umat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jpu.v2i2.1538

Abstract

Purpose: Sindangsari Village is one of the villages in Sumedang Regency with an area that is quite suitable for planting potential crops including mulberry plant. This activity aims to introduce and cultivate the mulberry as a multipurpose plant by empowering the PKK group of women and the Sindangsari Village community group. Methodology: Methods of activity include surveys, interviews, counseling, planting mulberry plants and monitoring. The material or knowledge given to participants related to mulberry includes growing conditions, land preparation, preparation of planting material, planting in the field and harvesting. The activities carried out in the form of planting mulberry in the yards of the participants included determining the spacing, making planting holes, and good planting methods. Results: The result of the activity is the recognition of the mulberry as a multipurpose plant that has the potential to be planted more widely in Sindangsari Village, Sumedang Regency, West Java. In addition, within this activity, some attempt has been exercised to plant mulberry individually by the local community and it is expected that eventually it can bring in additional income and increase agricultural knowledge, especially the science of mulberry plants. The result of filling out the questionnaire that was distributed during the activity was an increase in public awareness, knowledge, interest about mulberry plants by 42.86%, 71.71%, and 28.57%, respectively. Conclusion: This activity was useful in introducing mulberry plants and empowering the people of Sindangsari Village, Sumedang Regency,West Java to plant them. In addition, if the mulberry plant has been widely planted, it is hoped that this plant can be used as a source of income for the community.
Keadaan bahan kering bibit kelapa sawit dengan aplikasi kompos tankos dan Bacillus sp. Mira - Ariyanti; Farah - Fadiyah; Santi - Rosniawaty
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v11i2.602

Abstract

Organic fertilizer in the form of compost is possible to be continuesly applied in oil palm plantations, including in nurseries. This is one of the efforts to support the realization of sustainable oil palm plantations. This experiment aims to examine the effect of adding compost made out of empty oil palm bunches (EOPB) and bacteria Bacillus sp. applied either singly or in combination between the two to the state of the dry matter of oil palm seedlings. The experiment was carried out at the Ciparanje Experimental Garden, Faculty of Agriculture, Padjadjaran University from February to May 2022. The experiment was a field test using a randomized block design consisting of nine treatments, repeated three times. The treatments included NPK inorganic fertilizer, Bacillus sp. (25 mL and 35 mL), EOPB compost (100 g, 150 g and 200 g) given to each oil palm seedlings. The experimental results showed that the administration of Bacillus sp. 25 mL/seedling alone had good effect on the dry weight of the roots and dry weight of the oil palm seedlings, while the addition of 150 g/seedling EOPB compost alone had a good effect on the dry weight of the oil palm seedling shoots. The condition of the dry matter of the seedlings with the provision of Bacillus sp. and EOPB compost is as good as oil palm seedlings which are only given NPK fertilizer so that in this case the EOPB compost and Bacillus sp. can be used as an alternative fertilizer to be applied in oil palm nurseries.
Co-Authors Abdul Halim Luthfi Abdul Halim luthfi Ade Ismail Ade Ismail Ade Setiawan Adhani, Rafika Meidya Agus Wahyudin Ai Yanti Rismayanti Al Adawiah, Alin Robiah Al- Adawiah, Alin Robial Albert Franscyscus Alin Robial Al- Adawiah Anni Yuniarti Arkan Azis Kusuma Asmi Maulina Az Zahra, Fatimah Bahjatien, Isnaini Dzatie Benny Joy Benny Joy Bisri Alvi Dalpen Nilmawati Budy Frasetya Taufik Qurrohman Cucu Suherman Dimas Nur Annisa Dimas Nur Annisa Istiqomah Edi Wardiana Emma Trinurani Emma Trinurani Sofyan Erdiansyah Rezamela Erika Wahyuni Saragih Erni Suminar Erza Febrilla Sofiani Esnakelga Bernadetha Keliat Ester Miranda Lbn.Tobing Farah - Fadiyah Fetrina Oktavia Fetrina Oktavia Firma, Farin Gelsbrata Furqan Mubarak Djula H. Afrianto H. Afrianto, H. Hana Alfianita Utami Hanni Kristi Bintang Hendi Hidayat Hendi Hidayat, Hendi Heru Rizka Santosa Iing Sobari Ilmi Ramadhan Indah Ayuningsari Indah Ayuningsari, Indah Indriana, Kovertina Rakhmi Intan Ratna Dewi Anjarsari M. Arief Sholeh Mahfud Arifin Mahfud Arifin Masruri, Muhammad Kholil Meidya Adhani, Rafika Mira - Ariyanti Mira - Ariyanti Mira Ariyanti Mira Ariyanti Mira Aryanti Mochamad Arief Sholeh Mochamad Arief Soleh Mochammad Arief Soleh Muhamad Eza Suprapto Muhamad Rizky Permana Muhammad Amir Solihin Muhammad Rizki Fauzan Nadia Nuraniya Kamaluddin Nadiyah Mia Audina Nadiyah Mia Audina, Nadiyah Mia Nadiyah, Farah Naufal Alwin Noviani Putri Panggabeaan, Johannes Yesse Pujawati Suryatmana Putri, Noviani Rachmad Akbar Rachman Achmad Indrawan Ramadhan, Ilmi Rani Ros Rhendika Indra Yunianto Rija Sudirja Rina Devnita Rumaisha Alif Putri Qa Ruminta Ruminta Sandrawati, Apong Silfiya Amaliyana Saefas Silfiya Amaliyana Saefas, Silfiya Amaliyana Sri Muji Rahayu Sukmayana, Dodi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Syamsiyah Syaher Syamsiyah Syamsiyah Syariful Mubarok Syfani Fitria Syfani Fitria SYLVIA PUSPA HARJANTI Tommy Ario Sirait Utari Madani Jayyidah Wahyudin, Agus Yudhitia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yuliati Machfud