Claim Missing Document
Check
Articles

MENELUSURI ASBABUN NUZUL DALAM KEPEMIMPINAN ISLAM Al Faruq, Umar; Ramadhani, Intania Rafi’ah; Fahrozi, Fergyazicco Achmed; Humairoh, Nur
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-qur’an sebagai kitab suci dan petunjuk bagi manusia memiliki peranan yang penting di dalam setiap sendi-sendi kehidupan manusia untuk memberikan petunjuk, solusi, serta penyelesaian masalah. Al-qur’an tidak bisa dimaknai atau diartikan secara langsung dari ayatnya saja karena hal tersebut bisa jadi akan salah paham dalam memaknai isi kandungan dalam al-qur’an. Bahasa al-qur’an yang begitu indah harus dimaknai dengan menggunakan suatu ilmu salah satunya adalah asbab al-nuzul. Tujuan penelitian ini ditujukan untuk mengetahui dan memahami asbab al-nuzul baik dari segi definisi, macam-macam, ungkapan, serta urgensi pada kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan historiografi. Bagian penting dari setiap penelitian kualitatif adalah tinjauan pustaka, yang mencakup pembacaan dan analisis berbagai karya terbitan mengenai subjek tersebut. Asbab al-nuzul merupakan sebab-sebab turunnya ayat al-qur’an. Asbab al-nuzul dibagi menjadi dua yaitu ditinjau dari bentuk yang menjadi latar belakang dan jumlah sebab ayat diturunkan, seperti Ta'addud As-Sabab wa Nazil Al-Wahid dan Ta’addud an-Nazil wa al-Asbab Wahid. Asbab al-nuzul diungkapkan secara sarih (jelas) dan muhtamilah (tidak jelas/ragu-ragu). Dalam mempelajari asbab al-nuzul terdapat berbagai macam urgensi penting salah satunya untuk membantu memahami makna al-qur’an secara mendalam. Keterlibatan antara al-qur’an dan asbab al-nuzul dalam memahami ayat – ayat tentang kepemimpinan.
KODIFIKASI DAN UNIFIKASI HUKUM ISLAM Al Faruq, Umar; Jamal , Moch Ropik Al; Sihabuddin , M.; Aulia , Nayla Nuril
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v3i2.1879

Abstract

Kodifikasi dan unifikasi hukum islam merupakan proses pembukuan dan pemberlakuan hukum islam yang menggunakan Qawaid Ushuliyah dan Qawaid fiqhiyah yang periodisasi kemunculannya sudah ada sejak masa para sahabat, kemudian pada masa khalifah Abu Ja’far Al-Manshur dan dikembangkan oleh Imam Syafi’i dengan kitab Al-Risalahnya. Para mujtahid madzhab menggunakan ilmu ushul fiqh dengan Qawaid ushuliyah-nya dan Qawaid fiqhiyah-nya dalam penetapan hukum islam. Dengan berlandaskan pada Al-Qur’an dan Hadits nabi para mujtahid berbeda dalam metodologi penetapan hukum islam, sehingga muncul beberapa golongan dalam upaya istinbath al-ahkam ini. Dan dengan adanya mujtahid dengan hasil ijtihadnya muncul dampak positif dan negatif yang terjadi pada periode juga setelah periode kodifikasi dan unifikasi ini terhadap manusia dan tasyri’. Maka penulisan ini yang menggunakan studi literatur pada beberapa buku dan jurnal dalam penulisannya, bertujuan agar pembaca dapat memahami konsep konsep kodifikasi dan unifikasi hukum islam yang terdiri dari metodologi kodifikasi hukum islam, Sejarah munculnya beserta pencetusnya, dan dampak yang terjadi pada periode kodifikasi dan unifikasi dan juga setelah periode kodifikasi dan unifikasi hukum islam ini.
Tarikh Tasyri’: Definisi, Perjalanan Sejarah, dan Urgensinya Al Faruq, Umar; Pangestu, Kresna Hibatullah Panji; Az Zahra D.G.; Faujiah, Fatihatun Hasanah
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tarikh Tasyri’ merupakan konsep penting dalam studi Islam, merujuk pada waktu di mana suatu hukum syariah atau peraturan diterapkan. Artikel ini menguraikan pengertian, sejarah, aliran pemikiran, karakteristik, serta urgensi Tarikh Tasyri’. Pertama, disajikan penjelasan yang jelas mengenai konsep ini disertai aliran – aliran pemikiran serta karakteristik yang menjadi landasan untuk pemahaman lebih mendalam tentang hukum Islam. Dilanjutkan dengan pembahasan perkembangan Tarikh Tasyri’ dari awal Islam hingga masa kini, menyoroti perannya dalam membentuk hukum dan struktur sosial masyarakat Muslim. Di akhir, ditekankan urgensi Tarikh Tasyri’ dalam konteks modern, betapa relevannya dalam menghadapi tantangan zaman dan menjaga nilai-nilai Islam di era globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode library research untuk mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber tertulis seperti buku, jurnal, artikel. Hasil penelitian menunjukkan peran sentral Tarikh Tasyri’ dalam membentuk hukum Islam dan struktur sosial Muslim. Temuan ini memberikan wawasan yang lebih baik tentang konsep tersebut dan implikasinya di zaman modern. Studi ini menekankan pentingnya pemahaman mendalam tentang Tarikh Tasyri’ dalam menghadapi perubahan masyarakat Islam dan dinamika zaman.
TEORI AL-MAKKIY WA AL-MADANIY (PENGKLASIFIKASIAN AYAT-AYAT MAKIYAH DAN MADANIYAH) DALAM STUDI AL-QUR’AN Al Faruq, Umar; Tamalia , Firmala Khisbilla; Sari , Dewi Kartika; Mubarok, Nanda Sania Al; Sombalatu , Ibnu Fikriansya
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dalam proses turunnya Al-Quran terdapat istilah yang menjadi pembeda antara satu dengan yang lainnya, yakni penamaan istilah Makkiyah Madaniyah. Banyak sekali karakteristik, ciri, yang membedakan Antara kedua golongan surah ini. Jurnal ini mengkaji Al-makkiy wal-Madaniy atau yang kita tau adalah pengklasifikasian Antara surah-surah makkiyah maupun madaniyah. Metode yang digunakan didalam studi ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Metode ini melibatkan penelitian dan pengumpulan data yang berasal dari literature atau karya sastra, seperti buku-buku, jurnal artikel yang mengandung teoriu yang relevan dengan masalah Al-Makkiy dan Al-Madaniy yang merupakan pengklasifikasian surah yang diturunkan kepada Rasulullah sebelum hijrah atau setelah hijrah, atau surah yang diturunkan di kota Makkah maupun Madinah. Istilah ini muncul ketika Rasulullah sudah wafat, karena sebelumnya beliau tidak pernah menetapkan golongan-golongan surat mana yang tergolong Al-Makkiy wa Al-Madaniy. Al-Makkiy wa Al-Madaniy merupakan nama kota besar di Saudi Arabia.
KISAH AL-QUR’AN Al Faruq, Umar; Wijaya, Fina Mawadah Inggil; Sauqillah, Achmad Balyan; Ramadhani, Rizky Putra; Quim, Ahmad Muhajil
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur'an mengandung banyak cerita yang diajarkan oleh Tuhan kepada manusia. Dia memberi pesan moral kepada orang-orang tanpa merasa terdoktrinasi. Selain itu, pesannya akan lebih menarik dan mudah dicerna. Tujuan dalam cerita Al Quran yaitu mengajarkan para manusia tentang dua fungsi yaitu : sebagai "abd al-Lâh yang harus beribadah kepada Tuhan dan sebagai khalîfah al-Lâh (wakil Tuhan) yang bertanggung jawab untuk memakmurkan bumi." Jurnal berikut ini juga memaparkan niali Pendidikan yang ditemukan di dalam cerita Al Quran. Penulis sampai pada kesimpulan bahwa al-Qur'an mengandung nilai-nilai seperti demokrasi, tauhid, intelektual, moral, seksual, dan spiritual.
KISAH AL-QUR’AN Al Faruq, Umar; Ferdiansyah , Febry Agus; Miswah , Miswah; Azzahra , Raisya Jasmine
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kisah atau cerita dalam kitab suci Al-Qur'an merupakan serangkaian cerita dengan kemunculannya benar-benar terjadi sekaligus tidak dibuat-buat atau dikarang semata. Perwujudan dari kisah yang termaktub dalam kitab tersebut memuat perihal peristiwa pada orang-orang di masa yang jauh kala itu, cerita terkait nabi dan rasulnya sekaligus menyampaikan sejumlah tokoh penting yang bukan nabi dan rasul, baik tokoh antagonis maupun tokoh protagonis dan kisah terkait sejumlah peristiwa di masa kepemimpinan Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Adapun sejumlah kisah yang berkaitan dengan hal tersebut misalnya nabi Adam, nabi Nuh, nabi Yusuf nabi Musa, nabi Harun, nabi Ilyas nabi ilyasa, nabi Zakaria, dan nabi Yahya serta nabi Yakub sampai nabi Muhammad. Adapun kisah tentang tokoh yang bukan nabi ada banyak sekali, seperti kisah Siti Maryam, kisah raja Zulqarnain. Kisah ashhabul Kahfi, kisah Ashhabul Ukhdud, kisah Habil dan Qabil, kisah Qarun, kisah Jalut dan Thalut. Sedangkan sejumlah kisah yang merujuk pada fenomena konkrit dalam masa kepemimpinan nabi Muhammad misalnya contohnya terbelah bulan, perang badar atau kisah lain yang terjadi pada masa rasulullah masih hidup.
URGENSI HISTORIS JAM’UL QUR’AN Al Faruq, Umar; Rohmah, Norul; Jamil, Ahmad Thoriq; Hulaimy, Ahmad Agung
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 3 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pembahasan kali ini akan membahas tentang Jam’ul Al-qur’an, sebelum itu akan dikaji tentang devinisi Al-qur’an itu sendiri. Al-qur’an yang dikenal dengan kitab suci umat islam yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril sebagai petunjuk umat manusia serta menjadi pegangan bagi mereka untuk menginginkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Pada proses pengumpulan mushaf terdapat tiga tahapan diantaranya yaitu pada masa Nabi, proses tersebut masih dikelola dengan cara penghafalan kemudian dilanjutkan dengan menulis menggunakan media yang sangat terbatas. Setelah itu, dilanjutkan pada masa khulafaur Rosyidin. Pada masa ini pengumpulan Al-qur’an mulai dibukukan secara bertahap lalu dijadikan mushaf dan proses terakhir yaitu pasca khulafaur rosyidin dimana mushaf telah dicetak dan disebar luaskan di beberapa negara.
Perkembangan Pembaharuan Islam di Indonesia Al Faruq, Umar; Al Farabi, Muhammad; Pratama, Ridho Dylan; Zulfan, Muh Rizky Maulana; Azmiy, Muhammad Nur; Rahmatika, Nabila Farras
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 3 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas evolusi hukum Islam di Indonesia dari zaman kerajaan hingga masa penjajahan Belanda. Hukum Islam telah beradaptasi dengan budaya lokal dan memberikan kontribusi bagi pembangunan Indonesia. Selama masa penjajahan Belanda, hukum Islam berkembang melalui pendekatan toleran VOC namun juga terbatas oleh campur tangan Belanda yang menggabungkannya dengan hukum adat. Setelah kemerdekaan, terjadi perdebatan tentang penerapan hukum Islam di Indonesia, namun hal ini terhenti dengan Dekrit Presiden pada tahun 1959. Undang-undang Peradilan Agama pada tahun 1989 menunjukkan pengakuan resmi terhadap hukum Islam di Indonesia, namun masih terdapat variasi dalam penerapan hukum materiil di pengadilan agama. Pada masa Orde Baru, konsep perbankan Islam mulai mendapatkan perhatian di Indonesia. Selama masa Reformasi, hukum Islam di Indonesia mengalami perkembangan signifikan dengan diberlakukannya beberapa undang-undang penting. Dinamika hukum Islam di Indonesia mengalami perubahan seiring dengan perubahan situasi dan kondisi pada setiap zaman, dipicu oleh faktor internal dan eksternal.
SEJARAH PERADABAN ISLAM ; PERADABAN DUNIA SEBELUM ISLAM (ARAB JAHILIYAH, ROMAWI TIMUR DAN PERSIA) Basuki, Arsya Rahmat; Surendra, M. Irfan; A.Y., Ahmad Hazal; Al Faruq, Umar
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 11 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejarah adalah kunci untuk memahami peradaban manusia dan perkembangan budaya yang mengubah dunia seiring berjalannya waktu. Dunia telah menyaksikan berbagai peradaban yang memberikan konstribusi besar terhadap perkembangan budaya, ilmu pengetahuan, dan peradaban manusia secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peradaban dunia sebelum Islam dan mengetahui pusat kegiatan intelektual di luar Arab, Persia, dan Romawi Timur Pra Islam. Dengan menggunakan metode library research, Metode library research adalah pendekatan penelitian yang menggunakan sumber-sumber literatur yang tersedia secara luas, seperti buku, artikel jurnal, laporan riset, dan dokumen elektronik lainnya dari perpustakaan atau database online. Metode ini mencakup proses pengumpulan, seleksi, dan analisis informasi dari literatur yang relevan dengan menggunakan metode ini dapat mengetahui bagaimana peradaban dunia sebelum islam dan bagaimana kegiatan intelektual di luar Arab, Persia, dan Romawi Timur. Peradaban yang sangat super power sebelum Islam muncul, yakni peradaban Persia dan peradaban Romawi. Kedua Kerajaan yang kuat pada masa itu adalah tetangga dari Arab yang menjadi lahirnya agama Islam. Peradaban Persia dan Romawi meski mereka adalah kerajaan terkuat di Eropa, mereka juga memiliki perbedaan dari hal ekonomi, cara hidup, politik dan budaya yang unik. Penelitian ini mencari tahu bagaimana dunia sebelum islam masuk dan setelah islam masuk. Dengan demikian, penelitian ini nantinya dapat menjadi sejarah peradaban islam, wawasan bagi yang membaca.
Gerakan Revivalis Islam Dan Pembentukan Negara Pakistan Prespektif Ideologi Dan Identitas Nasional Surya Adi Nugraha; Winda Zahirotus Sa’idah; Dafa Rizqi Ramadhani; Muhammad Ichsanul Irsyad; Umar Al Faruq
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 2 (2024): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This abstract discusses the close relationship between the Islamic Revivalist Movement and the formation of Pakistan. The focus of this journal is on the influence of the ideology and national identity shaped by this movement on Pakistan's independence process. The journal analyzes how the "Two Nations" ideology became a primary driver for the demand for a separate state for Muslims in India. The national identity of Pakistan, based on Islamic values, serves as the foundation for the country's legal, educational, and social systems. The aim of this journal is to explore the Islamic Revivalist Movement and the formation of Pakistan from the perspectives of ideology and national identity. It examines how the Islamic Revivalist Movement shaped Pakistan through these lenses. This journal employs a qualitative approach with a historical method, investigating how Pakistan's formation was influenced by the revivalist movement's ideology and identity. Through historical analysis of previous journals, it is evident that the Islamic Revivalist Movement played a crucial role in Pakistan's formation. The movement's ideology, which emphasized a return to Islamic values and encouraged social-political reform, shaped a distinct national identity for Pakistan, which became a driving force in the struggle for independence and state formation.
Co-Authors A. Noer, Maulidia A.Y., Ahmad Hazal Agnia Alviaturr Rohmaniah Al Farabi, Muhammad Aminulloh, Lutfi Anas, Salwa Andika Darmawan Anggraini, Dita Wahyu Arifuddin, Nur Ariska Anjalni Attamimi, Marwan Hanan Aulia , Nayla Nuril Ayu Cendana Kirana Az Zahra D.G. Azmiy, Muhammad Nur Azzahra , Raisya Jasmine Baiq Aziza Suci Ramadhania Basuki, Arsya Rahmat Betthree Anggia Burhan Choiro, Urrifatul Dafa Rizqi Ramadhani Dalail Jalal Ikhrom Dewi Lestari Dinda Mulvia Dinda Rieska Ayunintyas Dini Febriana Sofi Dyah Riandadari Elsania Revansya Wulan Aprilia Erico Abiansya Fahrozi, Fergyazicco Achmed Faris Al Ghifari Fatimah Az Zahro Faujiah, Fatihatun Hasanah Ferdiansyah , Febry Agus Ferly Isnomo Abdi Firman Yasa Utama Galih Satrio Negoro Hamid Hamid Hana Sofwanul Muhit Homa P. Harahap Hulaimy, Ahmad Agung Humairoh, Nur Husniyah, Farihatul Ilham Bintang Arifin Ilyas, Mohammad Ilyas, Mohammad Ita Suhermin Ingsih Jamal , Moch Ropik Al Jamil, Ahmad Thoriq Kabalmay, Nirza Asyani Kobarubun, Syahrul Iqbal Lindasari, Ulfa Qurni M. Rifqi Baidlowi Mushlikh Maharani, Diyu Sifa Valda Ma’arif, A. Samsul Miswah , Miswah Mubarok, Nanda Sania Al Muhammad Adzar Al Yaman Muhammad Ichsanul Irsyad Muhammad Taufiq najimuddin, ahmad Ni’am, Mahmad Alfian Nurul Azmi Nafilah Pangestu, Kresna Hibatullah Panji Pratama, Ridho Dylan Quim, Ahmad Muhajil Rahmatika, Nabila Farras Ramadhani, Intania Rafi’ah Ramadhani, Rizky Putra Rindu Ulul Ilmi Sugianto Rohmah, Norul Rudi Setiawan Safi, Asrini Sari , Dewi Kartika Sauqillah, Achmad Balyan Setiawan, Rudi Sihabuddin , M. Siswanto, Nabila Diva Wida Sombalatu , Ibnu Fikriansya Sulidar Fitri Surendra, M. Irfan Surya Adi Nugraha Syahrul Irfan Afandi Tamalia , Firmala Khisbilla Taman, Mona Tsaniah Marta Rizqi Nur Baiti Ubaidillah, Hanif Wijaya, Fina Mawadah Inggil Winda Zahirotus Sa’idah Wirda ‘Aidzatus Salma Zulfan, Muh Rizky Maulana