Claim Missing Document
Check
Articles

KISAH AL-QUR’AN Al Faruq, Umar; Wijaya, Fina Mawadah Inggil; Sauqillah, Achmad Balyan; Ramadhani, Rizky Putra; Quim, Ahmad Muhajil
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur'an mengandung banyak cerita yang diajarkan oleh Tuhan kepada manusia. Dia memberi pesan moral kepada orang-orang tanpa merasa terdoktrinasi. Selain itu, pesannya akan lebih menarik dan mudah dicerna. Tujuan dalam cerita Al Quran yaitu mengajarkan para manusia tentang dua fungsi yaitu : sebagai "abd al-Lâh yang harus beribadah kepada Tuhan dan sebagai khalîfah al-Lâh (wakil Tuhan) yang bertanggung jawab untuk memakmurkan bumi." Jurnal berikut ini juga memaparkan niali Pendidikan yang ditemukan di dalam cerita Al Quran. Penulis sampai pada kesimpulan bahwa al-Qur'an mengandung nilai-nilai seperti demokrasi, tauhid, intelektual, moral, seksual, dan spiritual.
EKSPLORASI FENOMENA TASYRI’ DALAM PERIODE TADWIN DAN KODIFIKASI: TINJAUAN HISTORIS TERHADAP PERIODE TADWIN DALAM HUKUM ISLAM Umar Al Faruq; Ayu Cendana Kirana; Wirda ‘Aidzatus Salma; Ilham Bintang Arifin
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v3i2.1893

Abstract

Penulisan dan pencatatan hadis telah menjadi subjek perdebatan sejak zaman Rasulullah SAW, dimulai dengan larangan pencatatan untuk menghindari campurannya dengan Al-Qur'an, yang kemudian berubah pada masa Utsman bin Affan, menyebabkan ketidakpuasan dan konflik yang menghambat proses pembukuan hadis. Reformasi signifikan pada masa Khalifah Abdul Malik dan Al-Walid I dalam sistem keuangan, ekonomi, dan pembangunan infrastruktur mendukung pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lingkungan stabil untuk perkembangan hukum Islam. Masa Dinasti Abbasiyah dan Umayyah II menandai puncak kodifikasi hukum Islam dengan penulisan hadis yang semakin sistematis, memastikan pelestarian warisan keilmuan Nabi Muhammad SAW. Artikel ini mengkaji secara mendalam proses perkembangan penulisan dan pembukuan hadis serta faktor-faktor yang mempengaruhinya dalam konteks sejarah awal Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis yang berasal dari pengumpulan teori dan referensi internet, dengan fokus pada analisis konten dari berbagai teori dan informasi yang ditemukan secara daring. Data dikumpulkan melalui studi literatur yang merinci dan menggabungkan berbagai perspektif dari sumber teoritis dan referensi internet yang relevan. Kesimpulan penelitian menyoroti bahwa meskipun tantangan dan perubahan kebijakan yang dihadapi, penulisan dan pembukuan hadis berkembang pesat, memastikan bahwa warisan keilmuan Nabi Muhammad SAW terpelihara dan dapat dipelajari oleh generasi selanjutnya.
KISAH AL-QUR’AN Al Faruq, Umar; Ferdiansyah , Febry Agus; Miswah , Miswah; Azzahra , Raisya Jasmine
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kisah atau cerita dalam kitab suci Al-Qur'an merupakan serangkaian cerita dengan kemunculannya benar-benar terjadi sekaligus tidak dibuat-buat atau dikarang semata. Perwujudan dari kisah yang termaktub dalam kitab tersebut memuat perihal peristiwa pada orang-orang di masa yang jauh kala itu, cerita terkait nabi dan rasulnya sekaligus menyampaikan sejumlah tokoh penting yang bukan nabi dan rasul, baik tokoh antagonis maupun tokoh protagonis dan kisah terkait sejumlah peristiwa di masa kepemimpinan Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Adapun sejumlah kisah yang berkaitan dengan hal tersebut misalnya nabi Adam, nabi Nuh, nabi Yusuf nabi Musa, nabi Harun, nabi Ilyas nabi ilyasa, nabi Zakaria, dan nabi Yahya serta nabi Yakub sampai nabi Muhammad. Adapun kisah tentang tokoh yang bukan nabi ada banyak sekali, seperti kisah Siti Maryam, kisah raja Zulqarnain. Kisah ashhabul Kahfi, kisah Ashhabul Ukhdud, kisah Habil dan Qabil, kisah Qarun, kisah Jalut dan Thalut. Sedangkan sejumlah kisah yang merujuk pada fenomena konkrit dalam masa kepemimpinan nabi Muhammad misalnya contohnya terbelah bulan, perang badar atau kisah lain yang terjadi pada masa rasulullah masih hidup.
URGENSI HISTORIS JAM’UL QUR’AN Al Faruq, Umar; Rohmah, Norul; Jamil, Ahmad Thoriq; Hulaimy, Ahmad Agung
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 3 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pembahasan kali ini akan membahas tentang Jam’ul Al-qur’an, sebelum itu akan dikaji tentang devinisi Al-qur’an itu sendiri. Al-qur’an yang dikenal dengan kitab suci umat islam yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril sebagai petunjuk umat manusia serta menjadi pegangan bagi mereka untuk menginginkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Pada proses pengumpulan mushaf terdapat tiga tahapan diantaranya yaitu pada masa Nabi, proses tersebut masih dikelola dengan cara penghafalan kemudian dilanjutkan dengan menulis menggunakan media yang sangat terbatas. Setelah itu, dilanjutkan pada masa khulafaur Rosyidin. Pada masa ini pengumpulan Al-qur’an mulai dibukukan secara bertahap lalu dijadikan mushaf dan proses terakhir yaitu pasca khulafaur rosyidin dimana mushaf telah dicetak dan disebar luaskan di beberapa negara.
Perkembangan Pembaharuan Islam di Indonesia Al Faruq, Umar; Al Farabi, Muhammad; Pratama, Ridho Dylan; Zulfan, Muh Rizky Maulana; Azmiy, Muhammad Nur; Rahmatika, Nabila Farras
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 3 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas evolusi hukum Islam di Indonesia dari zaman kerajaan hingga masa penjajahan Belanda. Hukum Islam telah beradaptasi dengan budaya lokal dan memberikan kontribusi bagi pembangunan Indonesia. Selama masa penjajahan Belanda, hukum Islam berkembang melalui pendekatan toleran VOC namun juga terbatas oleh campur tangan Belanda yang menggabungkannya dengan hukum adat. Setelah kemerdekaan, terjadi perdebatan tentang penerapan hukum Islam di Indonesia, namun hal ini terhenti dengan Dekrit Presiden pada tahun 1959. Undang-undang Peradilan Agama pada tahun 1989 menunjukkan pengakuan resmi terhadap hukum Islam di Indonesia, namun masih terdapat variasi dalam penerapan hukum materiil di pengadilan agama. Pada masa Orde Baru, konsep perbankan Islam mulai mendapatkan perhatian di Indonesia. Selama masa Reformasi, hukum Islam di Indonesia mengalami perkembangan signifikan dengan diberlakukannya beberapa undang-undang penting. Dinamika hukum Islam di Indonesia mengalami perubahan seiring dengan perubahan situasi dan kondisi pada setiap zaman, dipicu oleh faktor internal dan eksternal.
Tarjamah, Tafsir, dan Ta’wil Umar Al Faruq; Dinda Rieska Ayunintyas; Nurul Azmi Nafilah; Rindu Ulul Ilmi Sugianto; Syahrul Irfan Afandi
Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII)
Publisher : Publication and Inovasi Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jsii.v2i1.625

Abstract

Tulisan ini membahas tentang tiga hal penting dalam memahami Al-Qur'an, yaitu tarjamah, tafsir, dan ta'wil. Tarjamah artinya menerjemahkan atau mengalihkan makna dari satu bahasa ke bahasa lain, bisa secara harfiah atau dengan mempertimbangkan konteksnya. Sementara tafsir berarti menjelaskan makna dan maksud ayat Al-Qur'an secara detail dengan merujuk pada sumber-sumber yang valid, seperti hadits, riwayat sahabat, dan kaidah bahasa Arab. Sedangkan ta'wil adalah upaya untuk mengungkap makna tersirat atau makna batin dari ayat-ayat Al-Qur'an dengan memperhatikan berbagai aspek, seperti konteks, sebab turunnya ayat, dan kaidah-kaidah penafsiran yang benar. Selain itu, tulisan ini juga membahas macam-macam tarjamah, seperti tarjamah harfiah, dan tarjamah tafsiriah. Perbedaan mendasar antara tafsir dan ta'wil juga diuraikan, dengan melihat batasan-batasan dan syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam melakukan keduanya. Terakhir, tulisan ini menyoroti syarat-syarat dan etika yang harus dimiliki oleh seorang mu (penafsir) dalam menafsirkan Al-Qur'an, seperti memiliki penguasaan yang mendalam terhadap ilmu-ilmu terkait, bersikap objektif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran.
The Effectiveness of Peer Tutoring in Arabic Language Learning at Higher Education Institutions Aminulloh, Lutfi; Al Faruq, Umar; A. Noer, Maulidia
Lugawiyyat Vol 7, No 2 (2025): Lugawiyyat
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/lg.v7i2.37169

Abstract

AbstractThis study investigates the effectiveness of peer tutoring in Arabic language acquisition at Maulana Malik Ibrahim State Islamic University in Malang. The aim is to explore how peer tutoring influences students' speaking proficiency, comprehension, and overall engagement compared to traditional instructor-led methods. Peer tutoring fosters a collaborative learning environment, promotes active participation, reduces language anxiety, and enhances motivation.A qualitative research approach was employed, using interviews, classroom observations, and reflective journals to gather data from advanced students acting as peer tutors and lower-level students as tutees. The study examined the interactions between these two groups, focusing on their impact on language proficiency and emotional engagement.The findings reveal that peer tutoring significantly improves speaking and comprehension skills, increases confidence in language use, and deepens understanding of grammar and vocabulary. Peer tutors also gained improvements in their own language skills, pedagogical techniques, and confidence. The supportive and non-intimidating environment reduced language anxiety, fostering higher student engagement. Peer feedback and collaborative learning were essential to improving language proficiency.This study confirms the pedagogical value of peer tutoring in Arabic language programs, suggesting its integration into curricula to improve learning outcomes and engagement. Future research could investigate long-term impacts and explore its effectiveness in diverse educational contexts.Keywords: Peer tutoring; Arabic language acquisition; student engagement; language proficiency; language anxiety; collaborative learning; peer feedback
Co-Authors A. Noer, Maulidia A.Y., Ahmad Hazal Agnia Alviaturr Rohmaniah Al Farabi, Muhammad Ali Ridho Saleh Mulachela Aminulloh, Lutfi Anas, Salwa Andika Darmawan Anggraini, Dita Wahyu Arifuddin, Nur Ariska Anjalni Attamimi, Marwan Hanan Aulia , Nayla Nuril Ayu Cendana Kirana Az Zahra D.G. Azmiy, Muhammad Nur Azzahra , Raisya Jasmine Baiq Aziza Suci Ramadhania Basuki, Arsya Rahmat Betthree Anggia Burhan Choiro, Urrifatul Dafa Rizqi Ramadhani Dalail Jalal Ikhrom Dewi Lestari Dinda Mulvia Dinda Rieska Ayunintyas Dini Febriana Sofi Dyah Riandadari Elsania Revansya Wulan Aprilia Erico Abiansya Fahrozi, Fergyazicco Achmed Farid Qomaruddin Faris Al Ghifari Fatimah Az Zahro Faujiah, Fatihatun Hasanah Ferdiansyah , Febry Agus Ferly Isnomo Abdi Firman Yasa Utama Galih Satrio Negoro Hamid Hamid Hana Sofwanul Muhit Homa P. Harahap Hulaimy, Ahmad Agung Humairoh, Nur Husniyah, Farihatul Ilham Bintang Arifin Ilyas, Mohammad Ilyas, Mohammad Ita Suhermin Ingsih Jamal , Moch Ropik Al Jamil, Ahmad Thoriq Kabalmay, Nirza Asyani Kobarubun, Syahrul Iqbal Lindasari, Ulfa Qurni M. Rifqi Baidlowi Mushlikh Maharani, Diyu Sifa Valda Ma’arif, A. Samsul Miswah , Miswah Mubarok, Nanda Sania Al Muhammad Adzar Al Yaman Muhammad Farih Muhammad Ichsanul Irsyad Muhammad Taufiq najimuddin, ahmad Ni’am, Mahmad Alfian Nurul Azmi Nafilah Pangestu, Kresna Hibatullah Panji Pratama, Ridho Dylan Quim, Ahmad Muhajil Rahmatika, Nabila Farras Ramadhani, Intania Rafi’ah Ramadhani, Rizky Putra Rindu Ulul Ilmi Sugianto Rohmah, Norul Rudi Setiawan Safi, Asrini Sari , Dewi Kartika Sauqillah, Achmad Balyan Setiawan, Rudi Sihabuddin , M. Siswanto, Nabila Diva Wida Sombalatu , Ibnu Fikriansya Sulidar Fitri Surendra, M. Irfan Surya Adi Nugraha Syahrul Irfan Afandi Tamalia , Firmala Khisbilla Taman, Mona Tsaniah Marta Rizqi Nur Baiti Ubaidillah, Hanif Wijaya, Fina Mawadah Inggil Winda Zahirotus Sa’idah Wirda ‘Aidzatus Salma Zulfan, Muh Rizky Maulana