Claim Missing Document
Check
Articles

KISAH AL-QUR’AN Al Faruq, Umar; Ferdiansyah , Febry Agus; Miswah , Miswah; Azzahra , Raisya Jasmine
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kisah atau cerita dalam kitab suci Al-Qur'an merupakan serangkaian cerita dengan kemunculannya benar-benar terjadi sekaligus tidak dibuat-buat atau dikarang semata. Perwujudan dari kisah yang termaktub dalam kitab tersebut memuat perihal peristiwa pada orang-orang di masa yang jauh kala itu, cerita terkait nabi dan rasulnya sekaligus menyampaikan sejumlah tokoh penting yang bukan nabi dan rasul, baik tokoh antagonis maupun tokoh protagonis dan kisah terkait sejumlah peristiwa di masa kepemimpinan Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Adapun sejumlah kisah yang berkaitan dengan hal tersebut misalnya nabi Adam, nabi Nuh, nabi Yusuf nabi Musa, nabi Harun, nabi Ilyas nabi ilyasa, nabi Zakaria, dan nabi Yahya serta nabi Yakub sampai nabi Muhammad. Adapun kisah tentang tokoh yang bukan nabi ada banyak sekali, seperti kisah Siti Maryam, kisah raja Zulqarnain. Kisah ashhabul Kahfi, kisah Ashhabul Ukhdud, kisah Habil dan Qabil, kisah Qarun, kisah Jalut dan Thalut. Sedangkan sejumlah kisah yang merujuk pada fenomena konkrit dalam masa kepemimpinan nabi Muhammad misalnya contohnya terbelah bulan, perang badar atau kisah lain yang terjadi pada masa rasulullah masih hidup.
URGENSI HISTORIS JAM’UL QUR’AN Al Faruq, Umar; Rohmah, Norul; Jamil, Ahmad Thoriq; Hulaimy, Ahmad Agung
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 3 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pembahasan kali ini akan membahas tentang Jam’ul Al-qur’an, sebelum itu akan dikaji tentang devinisi Al-qur’an itu sendiri. Al-qur’an yang dikenal dengan kitab suci umat islam yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril sebagai petunjuk umat manusia serta menjadi pegangan bagi mereka untuk menginginkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Pada proses pengumpulan mushaf terdapat tiga tahapan diantaranya yaitu pada masa Nabi, proses tersebut masih dikelola dengan cara penghafalan kemudian dilanjutkan dengan menulis menggunakan media yang sangat terbatas. Setelah itu, dilanjutkan pada masa khulafaur Rosyidin. Pada masa ini pengumpulan Al-qur’an mulai dibukukan secara bertahap lalu dijadikan mushaf dan proses terakhir yaitu pasca khulafaur rosyidin dimana mushaf telah dicetak dan disebar luaskan di beberapa negara.
Perkembangan Pembaharuan Islam di Indonesia Al Faruq, Umar; Al Farabi, Muhammad; Pratama, Ridho Dylan; Zulfan, Muh Rizky Maulana; Azmiy, Muhammad Nur; Rahmatika, Nabila Farras
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 3 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas evolusi hukum Islam di Indonesia dari zaman kerajaan hingga masa penjajahan Belanda. Hukum Islam telah beradaptasi dengan budaya lokal dan memberikan kontribusi bagi pembangunan Indonesia. Selama masa penjajahan Belanda, hukum Islam berkembang melalui pendekatan toleran VOC namun juga terbatas oleh campur tangan Belanda yang menggabungkannya dengan hukum adat. Setelah kemerdekaan, terjadi perdebatan tentang penerapan hukum Islam di Indonesia, namun hal ini terhenti dengan Dekrit Presiden pada tahun 1959. Undang-undang Peradilan Agama pada tahun 1989 menunjukkan pengakuan resmi terhadap hukum Islam di Indonesia, namun masih terdapat variasi dalam penerapan hukum materiil di pengadilan agama. Pada masa Orde Baru, konsep perbankan Islam mulai mendapatkan perhatian di Indonesia. Selama masa Reformasi, hukum Islam di Indonesia mengalami perkembangan signifikan dengan diberlakukannya beberapa undang-undang penting. Dinamika hukum Islam di Indonesia mengalami perubahan seiring dengan perubahan situasi dan kondisi pada setiap zaman, dipicu oleh faktor internal dan eksternal.
Tarjamah, Tafsir, dan Ta’wil Umar Al Faruq; Dinda Rieska Ayunintyas; Nurul Azmi Nafilah; Rindu Ulul Ilmi Sugianto; Syahrul Irfan Afandi
Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII)
Publisher : Publication and Inovasi Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jsii.v2i1.625

Abstract

Tulisan ini membahas tentang tiga hal penting dalam memahami Al-Qur'an, yaitu tarjamah, tafsir, dan ta'wil. Tarjamah artinya menerjemahkan atau mengalihkan makna dari satu bahasa ke bahasa lain, bisa secara harfiah atau dengan mempertimbangkan konteksnya. Sementara tafsir berarti menjelaskan makna dan maksud ayat Al-Qur'an secara detail dengan merujuk pada sumber-sumber yang valid, seperti hadits, riwayat sahabat, dan kaidah bahasa Arab. Sedangkan ta'wil adalah upaya untuk mengungkap makna tersirat atau makna batin dari ayat-ayat Al-Qur'an dengan memperhatikan berbagai aspek, seperti konteks, sebab turunnya ayat, dan kaidah-kaidah penafsiran yang benar. Selain itu, tulisan ini juga membahas macam-macam tarjamah, seperti tarjamah harfiah, dan tarjamah tafsiriah. Perbedaan mendasar antara tafsir dan ta'wil juga diuraikan, dengan melihat batasan-batasan dan syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam melakukan keduanya. Terakhir, tulisan ini menyoroti syarat-syarat dan etika yang harus dimiliki oleh seorang mu (penafsir) dalam menafsirkan Al-Qur'an, seperti memiliki penguasaan yang mendalam terhadap ilmu-ilmu terkait, bersikap objektif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran.
Designing Creative Learning in Maharah Kitabah: Narrative Inquiry on Lecturers Experiences Arifa, Zakiyah; Al Faruq, Umar; Fatim, Al Lastu Nurul; Editia , Qushayyi Akbar; Malmous, Anas
Jurnal Al Bayan : Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Al Bayan: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/32hjtm85

Abstract

This study highlights the significance of creative learning design in Maharah Kitabah (Arabic writing skills) as an essential pedagogical approach in higher education. This research aims to explore how Arabic lecturers conceptualize and implement creative instructional designs that foster reflective, adaptive, and outcome-based learning. By employing a qualitative narrative inquiry, data were collected through written narratives, in-depth interviews, and document analysis involving four lecturers from different Islamic universities in East Java, Indonesia. The participants were selected based on their teaching experience in Maharah Kitabah, involvement in innovative instruction, and familiarity with project-based learning. The study prioritizes depth of data through multiple sources of evidence. To ensure credibility, the triangulation and member checking were carried out. The findings reveal that all lecturers shared a similar pedagogical vision-learner-centered learning integrated with Outcome-Based Education (OBE), a balanced emphasis on theory and practice, meaningful use of digital technologies, and flexible curriculum design. Despite these commonalities, variations emerged in focus and strategies: process writing and publication, project-based learning, hybrid manual-digital approaches, and digital portfolios. These creative designs demonstrate pedagogical innovation aligned with 21st-century learning demands by encouraging learner autonomy, critical thinking, and reflective engagement. However, the study acknowledges limitations in participant scope and contextual generalization. Overall, this study contributes theoretically and practically to the development of creative, humanistic, and sustainable Arabic language learning models in higher education by recommending learner-centered and project-based writing models, reflective portfolio assessment, and the integration of digital platforms to support collaborative writing, feedback, and publication in Maharah Kitabah.
Co-Authors A.Y., Ahmad Hazal Agnia Alviaturr Rohmaniah Al Farabi, Muhammad Anas, Salwa Andika Darmawan Anggraini, Dita Wahyu Arifuddin, Nur Ariska Anjalni Attamimi, Marwan Hanan Aulia , Nayla Nuril Ayu Cendana Kirana Az Zahra D.G. Azmiy, Muhammad Nur Azzahra , Raisya Jasmine Baiq Aziza Suci Ramadhania Basuki, Arsya Rahmat Betthree Anggia Burhan Choiro, Urrifatul Dalail Jalal Ikhrom Dewi Lestari Dinda Mulvia Dinda Rieska Ayunintyas Dini Febriana Sofi Dyah Riandadari Editia , Qushayyi Akbar Elsania Revansya Wulan Aprilia Erico Abiansya Fahrozi, Fergyazicco Achmed Faris Al Ghifari Fatim, Al Lastu Nurul Fatimah Az Zahro Faujiah, Fatihatun Hasanah Ferdiansyah , Febry Agus Ferly Isnomo Abdi Firman Yasa Utama Galih Satrio Negoro Hamid Hamid Hana Sofwanul Muhit Homa P. Harahap Hulaimy, Ahmad Agung Humairoh, Nur Husniyah, Farihatul Ilham Bintang Arifin Ilyas, Mohammad Ilyas, Mohammad Ita Suhermin Ingsih Jamal , Moch Ropik Al Jamil, Ahmad Thoriq Kabalmay, Nirza Asyani Kobarubun, Syahrul Iqbal Lindasari, Ulfa Qurni M. Rifqi Baidlowi Mushlikh Maharani, Diyu Sifa Valda Malmous, Anas Ma’arif, A. Samsul Miswah , Miswah Mubarok, Nanda Sania Al Muhammad Adzar Al Yaman Muhammad Taufiq najimuddin, ahmad Ni’am, Mahmad Alfian Nurul Azmi Nafilah Pangestu, Kresna Hibatullah Panji Pratama, Ridho Dylan Quim, Ahmad Muhajil Rahmatika, Nabila Farras Ramadhani, Intania Rafi’ah Ramadhani, Rizky Putra Rindu Ulul Ilmi Sugianto Rohmah, Norul Rudi Setiawan Safi, Asrini Sari , Dewi Kartika Sauqillah, Achmad Balyan Setiawan, Rudi Sihabuddin , M. Siswanto, Nabila Diva Wida Sombalatu , Ibnu Fikriansya Sulidar Fitri Surendra, M. Irfan Syahrul Irfan Afandi Tamalia , Firmala Khisbilla Taman, Mona Tsaniah Marta Rizqi Nur Baiti Ubaidillah, Hanif Wijaya, Fina Mawadah Inggil Wirda ‘Aidzatus Salma Zulfan, Muh Rizky Maulana