Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Pendidikan Kewarganegaraan

PENDEKATAN STUDENT ACTIVE LEARNING PEMBELAJARAN KEWARGANEGARAAN (PKn) DI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH SEBAGAI BEST PRACTISE UNTUK MEMBENTUK KARAKTER WARGA NEGARA YANG BAIK Ruchliyadi, Dian Agus
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2016): Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Lambung Mangkurat University Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pembangunan karakter bangsa merupakan sebuah kebutuhan asasi dalam proses berbangsa karena hanya bangsa yang memiliki karakter dan jati diri yang kuat akan eksis. Di tengah era globalisasi dimana persaingan antar negara semakin ketat, pendidikan merupakan hal yang penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas guna menghadapi era globalisasi itu. PKn sebagai suatu ilmu yang menanamkan nilai-nilai moral, etika dan hukum, tentu memiliki peran yang cukup penting untuk mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi dampak negatif dari globalisasi tersebut tanpa kehilangan identitas dan jati diri bangsa. PKn merupakan wahana yang tepat dalam membina moral dan karakter bangsa khususnya peserta didik-peserta didik di persekolahan. PKn sangat dipengaruhi oleh perkembangan kehidupan politik dan ketatanegaraan Indonesia. PKn berperan untuk membentuk warga negara yang baik sesuai dengan tuntutan/ versi para penyelenggara negara pada zamannya yang bersifat dogmatis dan relatif. PKn merupakan usaha untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dengan negara serta pendidikan pendahuluan bela negara agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara dapat tercapai dengan baik. Dengan pendekatan Student Active Learning, peserta didik lebih banyak melakukan eksplorasi daripada secara pasif menerima informasi yang disampaikan oleh guru dan tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan bidang keahliannya saja, tetapi juga berkembang keterampilan komunikasi, bekerja dalam kelompok, insiatif, berbagi informasi, dan penghargaan terhadap orang lain. Kata kunci: student active learning, PKn, SD, Sekolah Menengah, dan karakter warga negara.
PENDEKATAN STUDENT ACTIVE LEARNING PEMBELAJARAN KEWARGANEGARAAN (PKn) DI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH SEBAGAI BEST PRACTISE UNTUK MEMBENTUK KARAKTER WARGA NEGARA YANG BAIK Dian Agus Ruchliyadi
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2016): Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v6i2.2327

Abstract

Abstrak: Pembangunan karakter bangsa merupakan sebuah kebutuhan asasi dalam proses berbangsa karena hanya bangsa yang memiliki karakter dan jati diri yang kuat akan eksis. Di tengah era globalisasi dimana persaingan antar negara semakin ketat, pendidikan merupakan hal yang penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas guna menghadapi era globalisasi itu. PKn sebagai suatu ilmu yang menanamkan nilai-nilai moral, etika dan hukum, tentu memiliki peran yang cukup penting untuk mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi dampak negatif dari globalisasi tersebut tanpa kehilangan identitas dan jati diri bangsa. PKn merupakan wahana yang tepat dalam membina moral dan karakter bangsa khususnya peserta didik-peserta didik di persekolahan. PKn sangat dipengaruhi oleh perkembangan kehidupan politik dan ketatanegaraan Indonesia. PKn berperan untuk membentuk warga negara yang baik sesuai dengan tuntutan/ versi para penyelenggara negara pada zamannya yang bersifat dogmatis dan relatif. PKn merupakan usaha untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dengan negara serta pendidikan pendahuluan bela negara agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara dapat tercapai dengan baik. Dengan pendekatan Student Active Learning, peserta didik lebih banyak melakukan eksplorasi daripada secara pasif menerima informasi yang disampaikan oleh guru dan tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan bidang keahliannya saja, tetapi juga berkembang keterampilan komunikasi, bekerja dalam kelompok, insiatif, berbagi informasi, dan penghargaan terhadap orang lain. Kata kunci: student active learning, PKn, SD, Sekolah Menengah, dan karakter warga negara.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP SISWA TERHADAP LINGKUNGAN SEBAGAI WUJUD CINTA TANAH AIR Rabiatul Adawiah; Dian Agus Ruchliyadi; Susilowati Susilowati
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v11i2.12249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  menyusun dan mengembangkan instrumen penilaian  sikap sosial siswa yang praktis, valid dan reliabel. Penelitian ini menggunakan  metode penelitian dan pengembangan (R&D), yang terdiri atas sembilan langkah, yaitu: 1) Potensi masalah, (2) Pengumpulan informasi dan studi literatur, (3) Desain produk, (4) Validasi desain, (5) Revisi desain, (6) Uji coba terbatas, (7) Revisi produk, (8) Uji coba lapangan), (9) Revisi produk akhir, Penelitian dilakukan di SMPN 1 Anjir Muara Kabupaten Barito Kuala. Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik kuesioner. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan program SPSS versi 25. Setelah dilakukan uji validitas pada skala besar dengan sampel 200 orang siswa, validitas 24 butir  instrumen penilaian sikap siswa terhadap lingkungan memiliki tingkat kevalidan instrumen yang sangat baik dengan nilai di atas 0,138. Di samping valid, instrumen penilaian sikap siswa terhadap lingkungan juga memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi, dengan  nilai 0,876. Berdasarkan hal tersebut, 24 butir instrument tersebut dapat dinyatakan layak untuk menilai sikap siswa terhadap lingkungan.
IMPLEMENTASI KARAKTER KEMANDIRIAN SISWA DI SEKOLAH DASAR PINGGIRAN SUNGAI KOTA BANJARMASIN Mariatul Kiptiah; Dian Agus Ruchliyadi
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v10i2.10723

Abstract

Aktivitas pembelajaran khususnya yang terkait dengan pendidikan karakter dan pendidikan nilai terutama siswa sekolah dasar dengan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dan filsafat hidup daerah tertentu seperti kearifan lokal dan filsafah hidup masyarakat Banjar. Implementasi karakter kemandirian siswa sekolah dasar sangat tinggi dimana mereka berangkat ke sekolah sendiri dan sangat disiplin karena tidak inginnya ada kata keterlambatan dalam masuk dan berangkat untuk ke sekolah pada siswa sekolah dasar maupun menengah. Karakter kemandirian itu merupakan refleksi budaya yang bersifat lintas generasi maka pendidikan alih generasi harus terus kita lestarikan dan turunkan kepada generasi selanjutnya, sebab nilai-nilai karakter tersebut merupakan identitas dan jati diri yang melekat pada suatu bangsa yaitu terutama pada bangsa Indonesia.
Analisis Kualitas Soal Buatan Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Rabiatul Adawiah; Dian Agus Ruchliyadi
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v9i2.7554

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas soal Pendidikan Kewarganegaraan dari aspek daya beda soal, tingkat kesukaran dan efektivitas pengecoh. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi. Evaluasi dalam penelitian ini dilakukan terhadap butir soal mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas XI pada penilaian akhir semester ganjil di SMA Negeri 6 Banjarmasin Tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 50 soal, dengan subjek penelitian 200 orang siswa. Data yang dikumpulkan berupa : (1) lembar Soal Ujian Akhir Semester,  (2) lembar kunci jawaban soal, dan (3) lembar jawaban siswa. Semua data tersebut diperoleh dengan teknik dokumentasi. Analisis data menggunakan program AnBuso versi 8.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa indeks daya beda butir soal 18% berkategori baik, 26% berkategori sedang, dan 56% berkategori jelek. Untuk tingkat kesukaran, 58% berkategori mudah, 16% berkategori sedang dan 26% berkategori sulit. Sedangkan untuk keefektifan pengecoh, 58% berkategori sangat baik, 26% berkategori baik, 14% berkategori jelek dan 2% berkategori sangat jelek. Dari hasil analisis indeks daya beda soal, tingkat kesukaran, dan efektivitas pengecoh dapat diketahui bahwa kualitas butir soal Pendidikan Kewarganegaraan 10% berkualitas baik, 14% perlu revisi pengecoh, 20% cukup baik, dan 56% berkualitas tidak baik. Kata kunci: indeks daya beda soal, tingkat kesukaran, pengecoh
Pengaruh Metode Bermain Peran terhadap Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Dian Agus Ruchliyadi; Hibatullah Millen Aminoto Putra; Rabiatul Adawiah; Mariatul Kiptiah
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v12i2.15769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode bermain peran terhadap motivasi belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di SMP Negeri 1 Muara Uya Kabupaten Tabalong. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan The Posttest-Only Control-Group Desain. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Populasi penelitian adalah seluruh kelas SMP Negeri 1 Muara Uya, yaitu 192 orang. Sampel penelitian adalah kelas VIII dengan jumlah 50 orang siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t.  Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan motivasi belajar siswa antara kelas yang menggunakan metode bermain peran dan kelas yang menggunakan metode konvensional. Dengan kata lain, penerapan metode bermain peran berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di kelas VIII SMP Negeri 1 Muara Uya Kabupaten Tabalong.