Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Kapasitas Petani Pangan Melalui Manajemen Usahatani di Desa Ambarawa Timur, Kabupaten Pringsewu Marlina, Lina; Rosanti, Novi; Sari, Dewi Mulia; Rufaidah, Erlina
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.16980

Abstract

Resiko dan ketidakpastian usahatani merupakan hal yang dihadapi petani dalam menjalankan usahataninya. Ketidakpastian merupakan suatu hal yang tidak dapat diprediksi seperti terjadinya bencana alam. Penting bagi petani untuk memiliki perencanaan usahatani untuk menghindari atau mengurangi resiko. Usahatani yang efisien harus menerapkan manajemen yang baik dengan memanfaatkan kelembagaan yang ada agar dapat menerapkan strategi manajemen. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan petani mengenai konsep resiko dalam usahatani, meningkatkan kemampuan petani dalam membuat rencana usahatani, meningkatkan kemampuan petani dalam menghitung pendapatan usahatani, dan berkembangnya keterampilan petani dalam mengelola kelompok. Metode pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) terdiri dari ceramah, diskusi, dan simulasi/praktik. Mitra sasaran kegiatan yaitu anggota kelompok tani Pelita Muda di Desa Ambarawa Timur, Kabupaten Pringsewu. Selama kegiatan penyuluhan berlangsung, terlihat antusiasme yang tinggi dari para peserta dengan memberikan respon terhadap pertanyaan yang diberikan oleh para narasumber dan berpartisipasi aktif dalam sesi diskusi maupun simulasi. Hasil post-test peserta menunjukkan skor sebesar 76,67% yang berarti peserta penyuluhan memiliki skor baik dan jika dibandingkan dengan skor hasil pre-test terjadi kenaikan 28,89% yang berarti terdapat peningkatan pemahaman dan pengetahuan peserta setelah pelaksanaan kegiatan. Peningkatan nilai juga menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan memang diperlukan oleh petani karena memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kapasitas mereka sebagai pelaku usahatani. Melalui penyuluhan, petani dapat melaksanakan manajemen usahatani dengan lebih baik sehingga akan memberikan hasil lebih optimal. Selain itu, pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini dapat diteruskan dan disebarluaskan kepada masyarakat luas dan memberikan dampak yang lebih besar.
PEMANFAATAN PRODUK TURUNAN KOMPOS KOPI MENJADI MAINAN EDUKASI PADA GABUNGAN KELOMPOK TANI HUTAN WANARAYA UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYAKARAT Prayitno Harianto, Sugeng; Surnayanti, Surnayanti; Kartika Tsani, Machya; Arioen, Refi; Rufaidah, Erlina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i1.517-525

Abstract

TAHURA Wan Abdul Rachman (WAR) merupakan salah satu kawasan hutan konservasi di Provinsi Lampung, namun sebagian besar kebun di dalamnya dimiliki masyarakat. Untuk memastikan kawasan hutan berfungsi sesuai tujuannya, yaitu sebagai hutan dengan skema Kehutanan Masyarakat (HKm), keterlibatan pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan lahan di TAHURA WAR sangat penting. Salah satu Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktan) di kawasan ini adalah Gapoktan Wanaraya, yang menerapkan skema HKm dalam mengelola lahan TAHURA WAR. Masyarakat setempat biasanya menerapkan pola tanam agroforestri di lahan HKm, menanam berbagai jenis tanaman yang menghasilkan panen melimpah, namun juga menghasilkan limbah, seperti limbah kulit kopi. Selama ini, limbah kulit kopi hanya dimanfaatkan sebagai pupuk kompos, tanpa ada pengelolaan lebih lanjut untuk produk turunan lainnya. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan menciptakan mainan edukasi dari produk turunan kompos kulit kopi. Program ini dilaksanakan pada Juli 2024 di Gapoktan Wanaraya, Desa Talang Mulya, Kabupaten Pesawaran, dengan peserta ibu-ibu kelompok Gapoktan Wanaraya. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan praktik bersama dalam membuat mainan edukasi dari kompos kulit kopi. Untuk menilai tingkat pemahaman peserta, dilakukan evaluasi berupa pre-test dan post-test. Program ini melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, dan hasilnya menunjukkan kemajuan signifikan, dengan peningkatan pemahaman peserta antara 10% hingga 60%.
Peran Pemerintah Kecamatan Way Sulan Kabupaten Lampung Selatan Dalam Mendukung UMKM untuk Mendirikan Desa Mandiri Rufaidah, Erlina; Surnayanti, Surnayanti; Daud, Nabila
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 4, No 1 (2025): June
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v4i1.11080

Abstract

Pembangunan desa merupakan bagian penting dari strategi pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan melalui optimalisasi potensi lokal. Salah satu upaya strategis dalam mewujudkan desa mandiri adalah dengan mendorong penguatan ekonomi desa berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kecamatan Way Sulan, Kabupaten Lampung Selatan, yang memiliki potensi UMKM di sektor pertanian, peternakan, dan kerajinan, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa dan pelaku UMKM dalam memahami konsep desa mandiri serta membangun sinergi antar pemangku kepentingan. Metode kegiatan dilakukan dalam dua tahap, yaitu penyuluhan melalui ceramah dan diskusi interaktif, serta pendampingan langsung ke masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep desa mandiri dan strategi pengembangan UMKM berbasis potensi lokal. Partisipasi aktif masyarakat juga terbangun dengan baik, tercermin dari antusiasme peserta dalam diskusi dan tanya jawab. Tahap evaluasi mengidentifikasi sejumlah hambatan yang berhasil dirumuskan solusinya secara bersama-sama. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat desa berbasis potensi lokal yang dapat direplikasi di wilayah lain.
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN DAN NILAI TAMBAH JAGUNG DI KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT, LAMPUNG Agasi, Andre; Rufaidah, Erlina; Abidin, Zainal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i2.18337

Abstract

Studi ini bertujuan guna menganalisis nilai tambah jagung dan efektivitas pemasaran di Kabupaten Tulang Bawang Barat.  Pendekatan survei digunakan untuk melakukan penelitian ini.  Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung.  Kabupaten Tulang Bawang Barat yaitu daerah penghasil jagung, sehingga hal ini menjadi pertimbangan dalam pemilihan lokasi penelitian.  Analisis tujuan pertama menggunakan analisis struktur, perilaku dan kinerja (SCP).  Hasil rasio konsentrasi (CR4) lembaga pemasaran jagung sebesar 88% atau lebih dari 80% dapat diartikan sebagai struktur pasar bertipe oligopsoni.  Hambatan masuk dan keluar pasar yang diperoleh sebesar 12,3%, artinya hambatan masuk pasar dikatakan tinggi.  Perilaku pasar dalam pemasaran jagung merupakan jenis pasar oligopsoni.  Terdapat 3 saluran pemasaran dengan margin pemasaran I sebesar Rp. 787 atau 18,9% dan nilai RPM 1,6%, margin pemasaran II sebesar Rp. 1.709 atau 33,7% dan nilai RPM 10,0%, margin pemasaran III sebesar Rp. 4.717 atau 48,7% dan nilai RPM sebesar 30,4%.  Analisis tujuan kedua diperoleh nilai efisiensi pemasaran I sebesar 8,4%, II sebesar 6,9% dan III sebesar 1,5%.  Ini membuktikan jika saluran pemasaran III lebih efektif.   Berdasarkan penelitian ketiga, peningkatan nilai margin sebesar Rp 4.740 dengan rasio 47,85%.
Revitalisasi Desa Adat Berbasis Pendidikan dan Kearifan Lokal Rufaidah, Erlina
KALAM Vol 10 No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v10i2.13

Abstract

Kehadiran desa adat dinilai mampu menjadi wadah yang dapat mengakomodasi berbagai kepentingan budaya sebagai bentuk pelestariannya. Sebuah desa adat berjalan dengan baik apabila berjalannya berbagai aspek pendukung lainnya di antaranya aspek pendidikan dan kearifan lokal. Peran pendidikan dasar dan kesadaran kearifan lokal dalam hal ini menjadi sangat penting, sebagai upaya untuk mencegah munculnya sikap-sikap tersebut sejak dini. Kajian ini bertujuan untuk menjawab persoalan bagaimana wujud revitalisasi desa adat berbasis pendidikan dan kearifan lokal pada masyarakat Kabupaten Lampung Barat. Sebagai bentuk revitalisasi pada aspek pendidikan peningkatkan kesiapan guru dalam menghadapi berbagai tantangan dan tuntutan zaman kedepan dan pengembangan kompetensi budaya sebagai salah satu aspek kompetensi guru diperlukan untuk meningkatkan efektivitas dan kebermaknaan program pendidikan pada berbagai jenis dan jenjang. Selain itu, termuatnya pandangan hidup yang bersumber dari kearifan lokal sangatlah penting mengingat nilai-nilai dasar kultural yang ada di dalam kearifan lokal melekat pada diri masyarakat. Memegang teguh nilai-nilai kearifan lokal dan mengimplementasikannya pada kehidupan bermasyarakat akan mampu menjadi solusi atas timbulnya permasalahan sosio-kultural di dalam masyarakat.
Pola Kemitraan dan Pendapatan Peternak di KPT Maju Sejahtera Kecamatan Tanjung Sari Kabupaten Lampung Selatan Jazim, Fahriza Anjaya; Rufaidah, Erlina; Indriani, Yaktiworo
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 11, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v11i2.17998

Abstract

The purposes of this research are to: ascertain the pattern, mechanisms, rights and responsibilities, and evaluation of partnerships carried out by KPT Maju Sejahtera; analyze the income of both partner and non-partner cattle breeders; in addition to analyze the variables influencing breeders choices to form partnerships. The research location was chosen purposively, taking into account that KPT Maju Sejahtera has been running a partnership program since 2017 and that South Lampung District is one of the population centres or beef cattle areas in Lampung Province. About 66 participants were chosen at random to participate in the research as respondents. The months of January through February in 2024 were used for data collection.  The analysis method used to answer the first purpose was descriptive qualitative analysis; farming business analysis was used to answer the second; and binary logistic regression analysis was used to answer the third. The results showed that KPT Maju Sejahtera and IACCB had formed an agribusiness operational cooperation patternship pattern. The evaluation results of the partnership established between IACCB and KPT Maju Sejahtera showed that the partnership was going well in accordance with the agreed cooperation agreement. The average income for livestock business in Tanjung Sari sub-district was IDR 19.906.090,91 for partners and IDR 14.820.030,30 for non partner breeders. Breeders’ decisions to partner are influenced more positively by factors like age, education, and income.
Pola Kemitraan dan Pendapatan Peternak di KPT Maju Sejahtera Kecamatan Tanjung Sari Kabupaten Lampung Selatan Jazim, Fahriza Anjaya; Rufaidah, Erlina; Indriani, Yaktiworo
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 11, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v11i2.18541

Abstract

The objectives of this study are to: identify the patterns, mechanisms, rights and responsibilities, and evaluate the partnerships implemented by KPT Maju Sejahtera; analyze the income of both partner and non-partner cattle farmers; and examine the factors influencing cattle farmers decisions to engage in partnerships. The research location was chosen purposively, considering that KPT Maju Sejahtera has been implementing a partnership program since 2017 and that South Lampung District is one of the population centres or beef cattle areas in Lampung Province. About 66 participants were chosen at random to participate in the research as respondents. The months of January through February in 2024 were used for data collection. The analysis method used to answer the first purpose was descriptive qualitative analysis; farming business analysis was used to answer the second; and binary logistic regression analysis was used to answer the third. The results showed that KPT Maju Sejahtera and IACCB had formed an agribusiness operational cooperation patternship pattern. The evaluation results of the partnership established between IACCB and KPT Maju Sejahtera showed that the partnership was going well in accordance with the agreed cooperation agreement. The average income of partner and non-partner cattle farmers in Tanjung Sari District was IDR 23.233.363,64 per 2,82 heads and IDR 19.282.909,09 per 2,73 heads, respectively. Education level and initial capital for male and female cattle had a significantly positive effect, while the initial number of cattle had a significantly negative effect on the likelihood of farmers deciding to participate in partner with IACCB.
DAMPAK PENGEMBANGAN AGROFORESTRI TERHADAP STRUKTUR VEGETASI TANAMAN DAN PENDAPATAN MASYARAKAT STUDY KASUS: KTH SERUMPUN JAYA KABUPATEN PESAWARAN, PROVINSI LAMPUNG Surnayanti, Surnayanti; Tsani, Machya Kartika; Harianto, Sugeng P; Rufaidah, Erlina
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 24, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v24i2.8436

Abstract

Agroforestri merupakan pemanfaatan lahan dan ruang untuk bercocok tanam dengan memadukan berbagai jenis tanaman kehutanan dengan tanaman pertanian atau jenis lainnya. Sistem penanaman agroforestri bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan lahan secara berkelanjutan yang berdampak positif terhadap kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pendapatan. Kelompok Tani Hutan (KTH) serumpun jaya merupakan salah satu KTH yang berada di Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung, pada kawasan ini masyarakat telah lama menanam tanaman dengan sistem agroforestri akan tetapi baru memiliki izi pengelolaan lahan pada tahun 2021, sehingga karagaman jenis tanaman  di KTH Serumpun Jaya berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur vegetasi tanaman agroforestri dan nilai ekonomi tanaman agroforestri di KTH Serumpun Jaya Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan wawancara terhadap 31 orang pemilik lahan dan melalui observasi langsung dengan cara pembutan plot 20 x 20 m sebanyak 10 plot. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat  enam belas jenis tanaman yang ditanam masyarakat KTH Serumpun Jaya, dua belas jenis tanaman yang mempunyai nilai ekonomi. Selain itu lahan agroforestri KTH Serumpun Jaya memilik tiga strata tajuk yaitu B, C dan D. Tanaman kakao dan durian yang paling banyak di tanam oleh masyarat, sehingga kedua jenis ini selain memiliki kerapatan yang paling banyak merupakan sumber pendapatan utama masyarakat KTH Serumpun Jaya
Penggunaan E-Learning pada Guru Ekonomi di Bandar Lampung Hestiningtyas, Widya; Nurdin, Nurdin; Pujiati, Pujiati; Rufaidah, Erlina
SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education Vol. 1 No. 2 (2020): Social Pedagogy: Journal of Social Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/social-pedagogy.v1i2.2739

Abstract

Pembelajaran merupakan sebuah proses yang menjadi kunci tercapainya tujuan belajar. Apabila proses pembelajaran yang dilakukan baik maka hasil belajar akan baik.. Agar pembelajaran berjalan dengan baik guru perlu mempersiapkan sumber, media, model, metode dan teknik pembelajaran yang disajikan dalam perangkat pembelajaran. Namun, saat keadaan seperti saat ini yang dilanda pandemi kegiatan belajar mengajar tidak bisa dilaksanakan dengan tatap muka, untuk itu pembelajaran dalam jaringan menjadi suatu pilihan. Melalui pelatihan E-Learning diharapkan guru memiliki kemampuan dan dapat melaksanakan pembelajaran dengan metode e learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan e learning terhadap pemahaman dan keterampilan pembelajaran e learning. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah guru-guru ekonomi di Bandar Lampung yang berjumlah 16 orang. Hasil penelitian menemukan bahwa adanya pengaruh positif dan signifikan setelah mengikuti pelatihan e learning terhadap pemahaman dan keterampilan dalam penggunaan metode pembelajaran e learning.
Identification of the Values of Economic Education Lampung Tribe Putri, Rahmah Dianti; Rahmawati, Rahmawati; Rufaidah, Erlina; Winatha, I Komang; Nurdin, Nurdin
Economic Education and Entrepreneurship Journal Vol 7, No 1 (2024): Economic Education and Entrepreneurship Journal (E3J)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the general picture of the values of Family Economic Education Lampung tribe and the general pattern of the meaning of Economic Education that is applied to children within the scope of the family Lampung tribe. this study uses a qualitative design using an ethnographic approach, researchers are trying to get into the conceptual world of the subjects studied, namely the Lampung tribal family. Data collection techniques include in-depth interviews and documentation. Based on the results obtained findings 1) Piil pesinggiri regarded as self-esteem owned by the lampung tribe, Piil pesenggiri interpreted as a view of life or life guidelines Lampung tribe, 2) in managing family income, Lampung tribe family provides tanggngjawab against an isti who has full control in managing finances, 3) the implementation of Economic Education, the habit of saving from childhood, the introduction of money from an early age, the habit of saving and frugal command from parents, there is a habit to always behave based on the norms of the application of Piil Pesenggiri.Keywords: Economy, Family, Piil Pesenggiri, Lampung TribeDOI: http://dx.doi.org/10.23960/E3J/v7i1.57-62