Claim Missing Document
Check
Articles

Eksplorasi Jamur Proteolitik Alkali Termotoleran Dari Tanah Kapur Sukolilo Barat Madura Rukmi, Isworo; Lunggani, Arina Tri
Berkala Bioteknologi Vol. 2 No. 2 November 2019
Publisher : Berkala Bioteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.114 KB)

Abstract

Peran mikroorganisme di dalam berbagai industri telah sangat dikenal di dunia. Berbagai jenis galur mikroorganisme industri merupakan galur-galur unggul dalam menghasilkan berbagai ensim, terutama mikroorganisme yang tergolong kelompok ektremofil.Indonesia merupakan negara tropis yang menjadi salah satu sumber mikroorganisme ekstremofil yang dapatmemenuhi kebutuhan industri, akan ensim yang bersifat alkalis dan termotoleran. Protease alkalis merupakan salah satu ensim yang penting dalam industri.  Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi jamur alkalofil termotoleran penghasil protease alkalis dari tanah kapur Desa Sukolilo Barat Madura. Isolasi jamur tanah indigenous dilakukan secara selektif  menggunakan medium PDA yang mengandung 2% skim milk pada pH 8. Isolat jamur proteolitik dipelihara dalam medium PDA miring.Produksi ensim dilakukan dengan menggunakan medium Czapeks Dox modifikasi yang mengandung 2% casein dengan pH 8, diikubasi pada 120 rpm, selama 7 hari. Diperoleh 5 isolat jamur indigenous alkalofil termotoleran proteolitik dari genus Aspergillus, yaituA. tamarii PAM10A, A. awamoriPAM10D, A. nigerPAM12A, A.foetidus PAM18A, dan A.flavus   PAM25A dengan aktivitas spesifik ekstrak kasar protease alkalis berturut-turut sebesar 0,1585 U/mg, 0,1715 U/mg, 0,1762 U/mg, 0,1640 U/mg dan 0,1747 U/mg.. Kata Kunci:    kapur, jamur, protease, alkalofilk
Eksplorasi Mikroorganisme Termofil Indigenous Dari Sumber Air Panas Gedongsongo Sebagai Penghasil Ensim Termostabil Rukmi, Isworo; Lunggani, Arina Tri; Suprihadi, Agung; Raharjo, Budi
Berkala Bioteknologi Vol. 1 No. 1 April 2018
Publisher : Berkala Bioteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Mikroorganisme termofil merupakan suatu sumber untuk mendapatkan ensim ektraseluler termotoleran yang penting dalam indusri. Isolasi bakteri termofil dari dua sampel air yang berasal dari sumber air panas geotermal di Gedongsongo Jawa  Tengah pada lokasi yang telah ditentukan ini bertujuan untuk mendapatkan isolat-isolat bakteri termofil indigenous  yang potensial menghasilkan ensim amilase, protease dan selulase termotoleran. Isolasi dilakukan dengan medium selektif Skim Milk Agar, CMC Agar dan Nutrien Amilum Agar. Inkubasi dilakukan pada suhu 55oC. Koloni yang menunjukkan aktivitas ensim diisolasi ke dalam medium Nutrient Agar. Uji aktifitas ensim dilakukan pada medium yang mangandung skim milk untuk protease, amilum untuk amilase dan CMC untuk selalulase, inkubasi dilakukan pada 55oC selama 72 jam. Pengamatan morfologi dan sifat gram isolat juga dilakukan. Penelitian ini menghasilkan  4 isolat bakteri proteolitik termotoleran yang terdiri dari 2 isolat gam positif kokus dengan indeks proteolitik tertinggi  1,40;   2 isolat gram negatif kokus dengan indeks proteolitik tertinggi 3.5. Enam isolat bakteri amilolitik termofil  terdiri dari 2 isolat gram positif kokus, 2 isolat gram negatif kokus, satu  isolat gram positif batang dan satu  isolat gram negatif batang . Indeks amilolitik berkisar dari 1,29-2,50.   Tujuh bakteri selulolitik termofil terdiri dari 5 isolat gram positif kokus dengan indeks selulolitik tertinggi 5,0;  satu  isolat kokus gram negatif, dengan indeks selulolitik 7,5 satu isolat batang gram positif dengan indeks selulolitik 3,0. Kata kunci: termofil, bakteri, amilase, protease, selulase
Formulasi Sediaan Spray Gel SMEDDS Ekstrak Etanol 96% Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) sebagai Antibakteri Terhadap Staphylococcus aureus Ekawati, Nuraini; Nuraeni, Pratika; Rukmi, Isworo
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 4, No 2 (2024): Generics : Journal of Research in Pharmacy, Volume 4, Edisi 2, 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v4i2.20392

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan bakteri penyebab infeksi kulit dan pada ulkus diabetikum, sehingga dibutuhkan antibakteri untuk mencegahnya. Daun jambu biji (Psidium guajava L.)  mengandung antimikroba. Spray gel mencegah infeksi silang, praktis, dan meningkatkan penetrasi obat. Kombinasi Na CMC dan kopovidon menghasilkan spray gel yang stabil dan membentuk lapisan film elastis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi konsentrasi Na CMC dan kopovidon sebagai gelling agent terhadap karakteristik fisik spray gel SMEDDS ekstrak etanol 96% daun jambu biji dan aktivitas antibakterinya. Simplisia daun jambu biji dimaserasi dengan etanol 96%, kemudian dibuat SMEDDS, dan diformulasikan dalam spray gel dengan memvariasikan Na CMC dan kopovidon 1:1 (F1=0,1%, F2=0,2%, F3=0,3%). Uji KHM terhadap Staphylococcus aureus dilakukan pada ekstrak. Karakterisasi fisik dilakukan terhadap spray gel. Aktivitas antibakteri spray gel dilakukan dengan metode Kirby Bauer. Hasil yang didapat, yaitu KHM ekstrak sebesar 0,5%. Konsentrasi Na CMC dan kopovidon tidak berpengaruh terhadap karakteristik fisik spray gel. F2 dan F3 memenuhi semua peryaratan karakteristik fisik, sedangkan F1 tidak memenuhi persyaratan viskositas. Spray gel F1, F2, dan F3 memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus berturut turut sebesar 28,10; 22,35; dan 22,09 mm, tetapi berbeda tidak bermakna dengan kontrol negatif.
Optimasi Cmc Na dan Gliserin pada Formula Gel Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L.) dan Uji Aktivitas Antibakteri Terhadap Staphylococcus aureus Handayani, Salsabila Putri; Ekawati, Nuraini; Rukmi, MG Isworo
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 4, No 1 (2024): Generics : Journal of Research in Pharmacy, Volume 4, Edisi 1, 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v4i1.20393

Abstract

 Ulkus diabetik dari diabetes mellitus berupa luka terbuka pada permukaan kulit dan adanya kematian jaringan tubuh. Bakteri patogen paling utama ditemukan pada ulkus diabetik, yaitu Staphylococcus aureus. Daun kersen (M. calabura L.) dilaporkan mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai agen antibakteri dan diketahui ekstrak etanol 70% daun kersen (M. calabura L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus. Gel mengandung komponen air yang lebih tinggi dibandingkan sediaan topikal lainnya. CMC Na dan gliserin digunakan sebagai gelling agent dan humektan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi CMC Na dan gliserin terhadap karakterisitik gel dan aktivitas antibakteri terhadap S. aureus, serta mengetahui formula optimum sediaan gel ekstrak etanol 70% daun kersen (M. calabura L.) dengan variasi konsentrasi CMC Na dan gliserin yang memiliki karakteristik fisik gel dan aktivitas antibakteri yang baik. Simplisia daun kersen dimaserasi dengan etanol 70%, kemudian maserat dikentalkan dengan rotary evaporator. Gel diformulasikan dengan memvariasikan konsentrasi CMC Na dan gliserin, lalu dikarakterisasi fisik dan uji aktivitas antibakteri. Penentuan formula optimum dilakukan menggunakan design expert. Hasil yang didapatkan yaitu variasi konsentrasi CMC Na dan gliserin berpengaruh signifikan pada pH, daya lekat, dan daya sebar, tetapi tidak berpengaruh signifikan pada aktivitas antibakteri terhadap S. aureus. Formula optimum gel ekstrak etanol daun kersen adalah kombinasi konsentrasi CMC Na 2,234% dan gliserin 11,766%. 
Pelatihan Pembuatan Ecobrick sebagai Solusi Penanganan Sampah Plastik di SDN Pandean, Kecamatan Pandean, Magelang Rohana, Evieta; Wulandari, Fitri; Prabhata, Wimzy Rizqy; Ekawati, Nuraini; Anam, Khairul; Rukmi, MG Isworo; Sasikirana, Widyandani
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v8i2.20749

Abstract

The amount of plastic waste is increasing along with its increasing use. Plastic like waste that is not easily decomposed causes problems if it is not handled properly. The school environment is one of the producers of plastic snack packaging waste, including here Pandean Elementary School in Magelang district. One method of recycling plastic waste is to turn it into ecobricks. This method is still not widely applied as a plastic waste recycling method because there is still little information about this method. Therefore, it is necessary to conduct socialization and direct practical examples of making ecobricks that can be formed into other objects that have beneficial values. From the training activities, it can be seen that the Pandean Elementary School students were very enthusiastic because they could practice directly making ecobics and wanted to spread them to the surrounding community.
Isolasi Dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Pada Pangan Fermentasi Mandai Siregar, Mangasa Tua Pandapotan; Kusdiyantini, Endang; Rukmi, Isworo
Berkala Bioteknologi Vol. 3, No. 1, April 2020
Publisher : Berkala Bioteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalimantan Timur memiliki banyak produk olahan makanan tradisonal, salah satunya adalah mandai yang merupakan makanan fermentasi berbahan dasar kulit buah cempedak (Arthocarphus champeden). Bakteri asam laktat yang terlibat dalam fermentasi mandai sangat berpengaruh pada mutu produk akhir. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan isolasi dan karakterisasi bakteri asam laktat pada proses fermentasi mandai. Medium MRS Agar digunakan dalam proses isolasi bakteri selama 14 hari. Isolasi bakteri yang didapatkan selama proses fermentasi mandai adalah 17 isolat, dengan sembilan isolat bakteri Gram negatif dan delapan isolat bakteri Gram positif. Delapan isolat bakteri gram positif menunjukkan hasil positif terhadap beberapa karakterisasi morfologi dan biokimia. Karakterisasi biokimia meliputi, pembentukan asam dan produksi gas dari glukosa, uji motilitas, uji katalase, pertumbuhan di 160C dan 480C, hidrolisis pati, hidrolisis lemak, dan hidrolisis kasein serta uji pembentukan asam. Delapan isolat bakteri membuat mandai menjadi produk olahan pangan yang memiliki cita rasa asam.
Aktivitas Enzimatis Biakan Kapang Aspergillus Section Nigri DUCC (Diponegoro University Culture Collection) dan Identifikasi Molekuler Biakan Potensial Sabrini, Zalia; Rukmi, Isworo; Ferniah, Rejeki Siti
Berkala Bioteknologi Vol. 2, No. 1, April 2019
Publisher : Berkala Bioteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Enzim selulase, amilase dan protease merupakan enzim ekstraselullar yang banyak dihasilkan oleh mikroorganisme diantaranya adalah kapang Aspergillus section Nigri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biakan potensial kapang Aspergillus section Nigri koleksi DUCC (Diponegoro University Culture Collection) yang mampu menghasilkan enzim amilase, selulase dan protease dan mengidentifikasinya secara molekuler. Uji aktivitas enzimatis dari kapang Aspergillus section Nigri secara kuantitatif dilakukan pada medium selektif, yaitu CMC agar untuk selulolitik, Amilum 1% agar untuk amilolitik dan Skim Milk agar untuk proteolitik. Biakan potensial ditentukan dengan melihat Indek Enzimatis paling tinggi untuk ketiga enzim tersebut. Identifikasi molekuler dilakukan dengan menggunakan primer universal ITS4 dan ITS5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biakan DUCC K207 mempunyai aktivitas tinggi untuk ketiga enzim tersebut. Indeks enzimatis dari biakan DUCC K207 berturut-turut 1,55 mm untuk amilolitik, 1,49 mm dan 1,24mm untuk proteolitik. Hasil identifikasi molekuler DUCC K207 diketahui sebagai Aspergillus niger yang memiliki 100% kemiripan dengan Aspergillus niger MH109325.1.
Isolation and Identification of Entomopathogenic Fungi from Teak Leaf Little Soil and Paddy Soil with Various Isolation Methods Mahardhika, Wahyu Aji; Pitaloka, Gendis Angger; Nurcahyo, Rizky; Rukmi, Isworo; Suprihadi, Agung
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v9i2.228

Abstract

Abstrak Abstract Kapang entomopatogen merupakan kapang yang memiliki kemampuan untuk menginfeksi serangga. Kapang tersebut dapat menginfeksi dengan cara penembusan hifa ke tubuh serangga inang melalui kulit, saluran pencernaan, spirakel dan lubang lainnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengisolasi dan mengidentifkasi kapang entomopatogen pada tanah serasah daun jati dan tanah sawah dengan metode isolasi yang berbeda. Metode isolasi kapang entomopatogen menggunakan metode insect bait, insect bait dengan pengayakan tanah, dan metode pengenceran. Serangga yang digunakan untuk uji larva Tenebrio molitor.  Isolasi tanah sawah berhasil menumbuhkan kapang entomopatogen pada tubuh larva Tenebrio molitor ditandai dengan adanya miselium kapang menutupi tubuh larva. Hasil isolasi didapatkan 6 isolat yaitu  S2A, S2B, S2C, S3A, S3B, S3C. Keenam isolat tersebut merupakan kapang Fusarium sp.   Kata kunci: Fusarium sp., identifikasi, isolasi, kapang Entomopatogen, T. molitor Entomopathogenic fungi are molds that have the ability to infect insects. The mold can infect by penetrating the hyphae into the host insect's body through the skin, digestive tract, spiracles, and other holes. The purpose of this study was to isolat and identified entomopathogenic molds in teak leaf litter and paddy fields with different isolation methods. The isolation method of entomopathogenic molds used the insect bait method, insect bait with soil sieving, and the dilution method—insects used for the larval test of Tenebrio molitor. Isolation of paddy fields succeeded in growing entomopathogenic molds on the larval body of Tenebrio molitor, which was indicated by the presence of mold mycelium covering the larval body. The isolation results obtained 6 isolats, namely S2A, S2B, S2C, S3A, S3B, S3C. The six isolats were Fusarium sp.   Keywords: Entomopathogenic fungi, Fusarium sp., Identification, Isolation, T. molitor
Microbiological Analysis of Liquid Lipstick Products Used by Makeup Artists Rahmah, Chairunnisaa Jabal; Pujiyanto, Sri; Rukmi, Isworo
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ah.v4i2.9326

Abstract

AbstractLipstick is a non-sterile pharmaceutical product that is used for make-up on the lips. Liquid lipstick used by makeup artists may have a high level of microbial contamination because they are applied to different clients in turn. This study aims to determine the microbiological quality of liquid lipstick used by makeup artists based on the result of the Bacterial Total Plate Count (TPC), Yeast and Mold Count (YMC), and the presence of pathogenic microbes. Three samples of liquid lipstick were taken from three different makeup artists and one sample was a new liquid lipstick product. The Bacterial TPC test was carried out on TSA media and the YMC test was carried out on SDA with the spread plate technique. The presence of microbial pathogens P. aeruginosa, S. aureus, and C. albicans were carried out on selective media. The results of bacterial TPC was 9.0 × 103 to 3.0 × 104 CFU/mL, while the YMC was 1.1 × 103 to 3.1 × 103 CFU/mL. The pathogenic microbes detected were S. aureus in 2 samples and C. albicans in 1 sample. The bacterial TPC and YMC values exceed the contamination limit based on BPOM Regulation No. 12/2019.
Biofilm Inhibition Activity from Obligate Marine Fungi Against Pathogenic Vibrio Bacteria in Whiteleg Shrimp, Penaeus vannamei Kristina, Kristina; Soowanayan, Chumporn; Suetrong, Satinee; Budiharjo, Anto; Rukmi, Isworo
Berkala Bioteknologi Vol. 5, No. 2, November 2022
Publisher : Berkala Bioteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Early mortality syndrome (EMS) is caused by toxic strains of Vibrio bacteria that are produced when bacteria colonize and form biofilm in the digestive tract of cultivated shrimp. One possible control strategy for shrimp Vibriosis is biofilm inhibition. In the present study we tested cell-free culture broth (CF-CB) of 31 strains obligate marine fungi for its ability to inhibit growth and biofilm formation with 2 isolates of Vibrio bacteria, Vibrio harveyi (VH1) and Vibrio parahaemolyticus (3HP). CF-CB with the highest biofilm inhibitory activity were then prepared as feed additives and mixed with commercial feed (1 ml to 1 g ratio) to examined its potency on Vibrio-challenged shrimp. The supplemented feed were administered to post-larvae (PL) shrimps for 7 days before and after they were challenged with VH1 and 3HP which shrimp health and mortality were monitored. Overall, CF-CB from 9 out of 31 isolates examined inhibited biofilm formation by VH1 and 17 out of 31 isolates inhibited biofilm formation by 3HP. Survival rate in the un-challenged negative control was 66% while PLs fed with MCR00984 (Linocarpon appendiculatum) and challenged with VH1 and 3HP were 42% and 60% which was not significantly different (p≥0,05). This results shows some promise for possible application against Vibriosis in shrimp.
Co-Authors A N S Rini Agung Suprihadi Agung Suprihadi Ahmad Thontowi Anam, M. Khairul Ansalakhul Balayatin Ni’mah Anto Budiharjo Arina Tri Lunggani Arina Tri Lunggani Arum Krisna Miranti, Arum Krisna Astuti, Luluk Aviyani Dwi Aulia, Muhammad Hilman Budi Raharjo Budi Raharjo Budihardjo, Kadarwati Chairunnisaa Jabal Rahmah Chatarina Umbul Wahyuni Dahniar Saraswati Dani Sukma Saefunida Devia Kusmawati Arfina Devia Kusmawati Arfina Diani Ajeng Prahesti Diani Kurniawati Dicky Setiawan Dina Devina Anggraeni Dwi Agustiyani Muslichah Ekawati, Nuraini Elvi Yetti Endang Kusdiyantini Endang Kusdiyantini Enny Fachriyah Entis Sutisna Fathika Fitrania Fathika Fitrania Febrianty, Debby Ananda Fitri Wulandari Ginting, R Cinta Badia Griffin Natassya Handayani, Salsabila Putri Hapzi Ali Helga Lusiana, Helga Hermin Pancasakti Kusumaningrum Indra Prawira Jepri Agung Priyanto, Jepri Agung Karima, Radhita Khodijah Baharun Khoirin Nisa Khoirin Nisa Kristina Kristina Laelatul Baniyah Lailatul Mubarokhah Larasati, Ella Dewani Luluk AD Astuti Luthfian Nur Afifi Lynda - Sutrisna Mahardhika, Wahyu Aji Mangasa Tua Pandapotan Siregar Mulyani, Nies S Muslichah, Dwi Agustiyani Nani Mulyani Natasia, Novera Nopvita Windi Astuti Norma Sainstika Pangestu Novik Nur Hidayat Nur Amalia Firdausa Nuraeni, Pratika Nurcahyo, Rizky Pitaloka, Gendis Angger Prabhata, Wimzy Rizqy Putra, Mohammad Affan Dwica Putri Ramadhani Rahmah, Chairunnisaa Jabal Ratna Cempaka Lingga Rejeki Siti Ferniah Ridho Mathori Ikhwan Ristia Rachmatunnisa Rohana, Evieta S Pujiyanto Sabrini, Zalia Sari, Anisa Rachma Sasikirana, Widyandani Sekar Ayu Yogyaswari Septiani, Arom Sesaria Esa Sekar Ardini Siregar, Mangasa Tua Pandapotan Sitepu, Harum Siti Nur Jannah Siti Nur Jannah Siti Nur Jannah Soowanayan, Chumporn Sri Pujiyanto Sri Pujiyanto Suetrong, Satinee Susiana Purwantisari Utami, Linda Ayu w wijanarka Wahyu Aji Mahardhika Wahyu Aji Mahardhika Whinarsih, Whinarsih Widayu Mutiya Ramadhani Wijanarka Wijanarka Wijanarka, W Yopi Yopi