Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Media Pengenalan Budaya Besemah Berbasis Augmented Reality Menggunakan Metode MDLC Lendy Rahmadi; Heriansyah Heriansyah; Hairil Akbar
Jurnal Publikasi Ilmu Komputer dan Multimedia Vol. 4 No. 3 (2025): September: Jurnal Publikasi Ilmu Komputer dan Multimedia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jupikom.v4i3.5231

Abstract

This research aims to design and develop an Augmented Reality (AR)-based application as a medium for introducing and learning Besemah culture, particularly for the community of Pagar Alam City. Besemah culture, rich in history and traditions, is increasingly forgotten due to globalization and the lack of attractive media. The proposed application presents interactive information about traditional houses, traditional clothing, musical instruments, and local traditions. The development process follows the Multimedia Development Life Cycle (MDLC) method, consisting of six stages: concept, design, material collection, assembly, testing, and distribution. The results show that the application can display 3D cultural objects and provide cultural information interactively, making it easier for users to learn about Besemah culture. Black-box testing indicates that all application functions run as expected, while beta testing with community participants shows positive responses to usability and content quality. This research is expected to contribute to the preservation of local culture and serve as an innovative educational medium for the younger generation.
Study on the type and density of marine debris at Lhok Bubon Beach, West Aceh Samsul Bahri; Hayatun Nufus; Heriansyah Heriansyah; Faliqul Isbah
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 7 No 1: May 2025
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v7i1.2740

Abstract

Marine debris poses a serious threat to both marine ecosystems and human health. With its extensive coastline and numerous islands, Indonesia is especially vulnerable to pollution from marine waste. The waters of Aceh, including Lhok Bubon tourist beach, are becoming increasingly polluted by plastic debris due to local coastal activities and poor waste management practices. This study classifies marine debris and analyzes its composition at Kuala Bubon tourist beach in Samatiga District, West Aceh Regency. Data collection took place in July 2023 at two Stations: one close to traders and crowds, and another in a more remote area. At Station I, hard plastic waste dominated, comprising 30,73% of total waste, while at Station II, it accounted for 53,32%. The density of marine debris was 77,45 items/m² at Station I and 110,65 items/m² at Station II. Waste weight density was 2207,5 grams/m² and 2137,5 grams/m², respectively. Hard and soft plastics were the most common waste types. Hard plastic made up 56,55% of total waste at Station I, whereas soft plastic reached 89,52% at Station II. The study reveals a high concentration of plastic waste, particularly in less-maintained areas, emphasizing the need for better waste management practice.
EFEKTIVITAS VIDEO AUDIO VISUAL DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN ORANG TUA TERHADAP PERTOLONGAN PERTAMA PADA ANAK TERSEDAK DI WILAYAH PUSKESMAS MANGASA: The Effectiveness Of Audio-Visual Videos In Improving Parental Knowledge And Skills Regarding First Aid For Choking Children In The Mangasa Public Health Center Area Rauf Harmiady; Heriansyah; Sukma Saini; Dyah Ekowatiningsih; Naharia Laubo; Anastasia Dwi Sasmita
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 01 (2026): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v17i01.2298

Abstract

Latar Belakang: Tersedak merupakan keadaan darurat yang sering terjadi pada anak-anak dan dapat menyebabkan kematian bila tidak segera ditangani secara tepat. Namun, masih banyak orang tua yang belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup dalam menangani situasi tersebut. Penggunaan media edukasi yang menarik dan mudah dipahami, seperti video audio visual, sangat penting dalam meningkatkan kesiapan orang tua dalam menghadapi kondisi gawat darurat seperti tersedak. Tujuan Penelitian: Untuk mengevaluasi efektivitas media video edukasi dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua mengenai pertolongan pertama pada anak yang mengalami tersedak. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Penelitian dilakukan pada bulan April 2025 di wilayah kerja Puskesmas Mangasa, Kota Makassar dengan jumlah responden sebanyak 30 orang tua yang memiliki anak usia 1–5 tahun. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar observasi sebelum dan sesudah intervensi berupa pemutaran video edukasi tentang teknik pertolongan seperti back blow dan Heimlich maneuver. Hasil Penelitian: Hasil menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilan orang tua setelah intervensi. Sebelum intervensi, 56,7% berada pada kategori kurang, meningkat menjadi 90% dalam kategori baik setelah intervensi. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi (p = 0,000). Kesimpulan: Video audio visual terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam memberikan pertolongan pertama pada anak tersedak, serta dapat dijadikan media edukasi dalam promosi kesehatan.
FAKTOR YANG DOMINAN TENTANG KETIDAK PATUHAN BEROBAT LANSIA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANGASA KOTA MAKASSAR: Dominant Factors Regarding Non-Adherence To Elderly Medication In Patients With Diabetes Mellitus Atmangasa Public Makassar Heatl Center Makassar 2023 Baharuddin Baharuddin; Anastasia Limbong; Bahtiar Bahtiar; Heriansyah
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15 No 2 (2024): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan Ketidak patuhan pengobatan pada pasien diabetes melitus merupakan masalah yang sering kali di jumpai baik di Rumah sakit, puskesmas atau pelayanan kesehatan lainnya. Kepatuhan pengobatan yang rendah sangat berpengaruh terhadap peningkatan resiko penyakit komplikasi serta dapat mendapatkan penagangan medis yang lebih lanjut. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk memahami faktor yang dominan tentang ketidak patuhan berobat lansia pada penderita diabetes melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Mangasa Kota Makassar. Metode : Penelitian ini menggunakan merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif analitik. Sampel pada penelitian ini yakni Lansia yang menderita diabetes Melitus berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi maka didapatkan 45 responden yang sesuai. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian ini di dapatkan faktor yang dominan tentang ketidak patuhan berobat lansia pada penderita diabetes melitus. Kesimpulan dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa faktor yang dominan tentang ketidak patuhan berobat lansia pada penderita DM yaitu dukungan keluarga, sikap dan keyakinan pengobatan, interaksi dengan tenaga medis dan intruksi pengobatan, di dapatkan hasil dengan rata-rata kurang.
IMPLEMENTASI TERAPI NEBULIZER PADA PASIEN DENGAN MASALAH KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAPAS DI INSTALASI GAWAT DARURAT Dyah Ekowatiningsih; Mardiana Mustafa; Heriansyah Heriansyah; Yulianto
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 1 (2025): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i1.1488

Abstract

Pendahuluan : Asma bronkial merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan sesak napas, batuk, dan mengi. Pasien dengan asma sering mengalami ketidakefektifan bersihan jalan napas, yang dapat memperburuk kondisi dan meningkatkan risiko kegawatan. Terapi nebulizer menjadi salah satu intervensi yang digunakan untuk mengatasi gejala tersebut. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi terapi nebulizer pada pasien dengan asma bronkial yang mengalami gangguan bersihan jalan napas di instalasi gawat darurat. Metode : Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan enam responden yang mendapatkan terapi nebulizer. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi nebulizer memberikan dampak positif berupa penurunan frekuensi napas dan suara mengi, peningkatan saturasi oksigen, serta peningkatan kemampuan bersihan jalan napas, meskipun dalam beberapa kasus masih memerlukan intervensi tambahan seperti terapi fisioterapi dada dan oksigen nasal kanul. Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terapi nebulizer efektif dalam meredakan gejala asma bronkial dan sebagian besar dapat membantu mengatasi ketidakefektifan bersihan jalan napas.
GAMBARAN PENGETAHUAN PERAWAT IGD TENTANG CODE BLUE SYSTEM DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT (BBKPM) MAKASSAR: Description of Emergency Room Nurses' Knowledge Regarding the Code Blue System at the Community Lung Health Center (BBKPM) Makassar Mardiana Mustafa; Heriansyah Heriansyah; Dyah Ekowatiningsih; Rauf Harmiady; Yulianto M
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 2 (2025): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i2.1928

Abstract

Background: Code Blue is a universal emergency management system designed to handle critical medical cases requiring immediate intervention, particularly cardiac arrest. This system was first implemented at Bethany Medical Center, Kansas, USA, and remains the only color code used globally for identical emergencies. In Indonesia, the general use of Code Blue was established in 2008 in alignment with healthcare service quality standards. Objective: This study aims to identify the level of nurses' knowledge regarding the Code Blue System in the Emergency Room (IGD) of the Lung Health Center (BBKPM) in Makassar. Methods: This study utilized a quantitative approach with a simple descriptive design. The sampling technique employed was total sampling, involving the entire population of nurses in the unit. Results: The results illustrate the nurses' knowledge regarding the Code Blue System at BBKPM Makassar. The data indicates that the knowledge level of nurses in the Emergency Room falls into the good category. Conclusion: It can be concluded that nurses in the BBKPM Emergency Room possess a good level of knowledge regarding the Code Blue System. However, the consistent implementation of this system within the hospital environment remains crucial to improving service quality and fostering a sense of safety for patients, especially in cardiac arrest cases. It is recommended that future researchers conduct more in-depth studies on this topic.   Keywords: Code Blue System, Knowledge Level, Nurses, Emergency Room, Emergency Care