Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Investigasi Perubahan Gaya Belajar Mahasiswa Fakultas Kedokteran: Penelitian Longitudinal Surya Akbar; Tezar Samekto Darungan; Halimah Tania
Jurnal Komunikasi Pendidikan Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jkp.v5i2.1438

Abstract

Gaya belajar mahasiswa dapat bervariasi dari visual, auditori, dan kinestetik. Beberapa penelitian memperlihatkan adanya perubahan gaya belajar seiring dengan waktu. Namun, pada beberapa penelitian lainnya hal ini tidak tergambarkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan gaya belajar mahasiswa selama mengikuti kegiatan belajar mengajar. Desain penelitian kohort digunakan pada penelitian ini. Sebanyak 63 responden mengikuti penelitian ini. Pengukuran dilakukan dua kali, yaitu pada saat responden berada ditahun pertama dan tahun ketiga saat mengikuti program pendidikan dokter. Data yang didapat akan dianalisis secara deskriptif dan analitik. Uji analitik yang digunakan adalah uji alternatif Chi-Square yaitu uji Kolmogorov-Smirnov Z. Hasil pengukuran didapatkan mayoritas gaya belajar mahasiswa baik ditahun pertama atau tahun ketiga dalam kategori unimodal. Gaya belajar unimodal terbanyak adalah visual, diikuti dengan auditori dan kinestetik. Gaya belajar bimodal terbanyak adalah visual kinestetik. Uji komparasi gaya belajar tahun pertama dengan tahun ketiga didapatkan nilai p=0,832 (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara gaya belajar mahasiswa ditahun pertama dengan tahun ketiga. Namun, terdapat perubahan gaya belajar mahasiswa seiring dengan waktu. Karakteristik institusi dapat menjadi faktor yang mempengaruhi gaya belajar mahasiswa. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menganalisis hal tersebut.
Peningkatan Kompetensi Dosen Pembimbing Klinis Dalam Menyusun Soal OSCE (Objective Structered Clinical Examination) Surya Akbar; Tezar Samekto Darungan; Halimah Tania
PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2021): November 2021
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.032 KB) | DOI: 10.54259/pakmas.v1i2.89

Abstract

This community service is taken in training form. Training is given to clinical supervisors with the aim of increasing the competence of clinical supervisors for evaluating achivement of clerkship in clinical learning process. The training used a four steps method, i.e: namely: determining the level of competence, compiling disease case scenarios, entering disease case scenarios into the OSCE template, completing information related to OSCE and assessment rubric. Using this method, clinical supervisors are proven to be better at composing OSCE questions. The results of this training, there is 7 OSCE questions had made from 7 departments. A review of these questions resulted in two questions that did not match between the level of assessment with the level of competence; one question that has excess time allocation and 2 questions that have less time allocation. In the future, the preparation of OSCE questions must be carried out routinely by clinical supervisors, so that clinical supervisors are used to preparing OSCE questions. The questions collected need to be revised so that they can be used in the OSCE exam.
Evaluasi Proses Pemberian Feedback di Tutorial Problem-Based Learning di Fakultas Kedokteran Tezar Samekto Darungan; Gandes Retno Rahayu; Mora Claramita
Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia: The Indonesian Journal of Medical Education Vol 5, No 2 (2016): JULI
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.531 KB) | DOI: 10.22146/jpki.25320

Abstract

Background: Feedback constitutes one of the important components in student Since feedback is not solely limited to student assignments, it can also be given during student learning, including tutorials. Therefore, the institution should pay particular attention to the process of feedback provision one of which is through evaluations on the process of providing feedback in tutorials. This study aimed to evaluate the process of providing feedback on the Problem-Based Learning tutorials in the Faculty of Medicine, Universitas Islam Sumatera Utara.Method: This study used mixed methods with a quantitative method performed first, followed by a qualitative method with a phenomenology approach. The subjects were the undergraduate medical students of the class of 2012 and tutors of the Problem-Based Learning tutorials. The quantitative data analysis was done by the descriptive analysis while the qualitative data analysis was done through verbatim analysis, coding, categorization and conclusion.Results: The students had received feedback but not routinely. Both the students and the tutors had perceived that feedback was important and gave them many benefits. In practice, feedback was given on the basis of tutors’ direct observation results. Action ;plan was often given but rarely involved discussion. Self-assessment/reflection was also not a matter of routine and the tutors did not know that it was part of the feedback. The contents of feedback were more often in the form of general comments. Feedback was often communicated in one direction. The students’ response to feedback varied. In giving and receiving feedback, the students, the tutors, the tutorial activities and the content of the feedback itself could influence one another. The students had  preferences so feedback can be more easily accepted and they focused on the structural aspects of feedback (the frequency of giving feedback, the detail and spesific feedback, two way communication in giving feedback and the feedback target). Tutors expected more trainings in giving feedback provided by institution to tutors and students.Conclusion: Despite its valuable benefits, tutorial feedback in the Faculty of Medicine, Universitas Islam Sumatera Utara,is still not in accordance with the principle of providing feedback and many factors have affected this condition.
TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG OBAT-OBATAN PADA PELAKU SWAMEDIKASI DI KELURAHAN PANGKALAN MASYHUR KECAMATAN MEDAN JOHOR Rizki Alfarizi Nasution; Siti Kemala Sari; Irma Yanti Rangkuti; Tezar Samekto Darungan
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 10 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.072 KB) | DOI: 10.30743/jkin.v10i1.165

Abstract

Swamedikasi merupakan menggunakan obat-obatan dengan tidak menggunakan resep dokter yang dilakukan oleh individu atau seseorang dengan dasar inisiatifnya. Disebabkan oleh kurangnya pengetahuan yang ada dimasyarkat terkait penggunaan serta obat hal tersebutlah yang menyebabkan terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan dalam pengimplementasian swamedikasi itu sendiri.Dilakukannya penelitian ini bertujuan agar dapat mengetahui tingkat pengetahuan mengenai obat-obatan bagi mereka yang melakukan swamedikasi di Kelurahan Pangkalan Masyhur Kecamatan Medan Johor. Penelitian deskriptifmenggunakan desain cross-sectional.Dengan memakai dasar teknik pengambilan sampel yang telah ditetapkan yakni teknik Purposive Sampling dengan jumlah 100 responden. Data yang telah terkumpul yang diperoleh pada hasil kuesioner pengetahuan mengenai obat-obatan bagi mereka yang melakukan swamedikasi yang terbagi menjadi tiga kategori yakni kurang, cukup serta baik.Dari penelitian ini diperoleh hasil dengan hasil dari 100 responden yang ada, dengan didasarkan oleh tingkat pengetahuan yang dimiliki mengenai obat-obatan pada mereka yang melakukan swamedikasi di Kelurahan Pangkalan Masyhur Kecamatan Medan Johor berada pada kategori kurang.
GAMBARAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA DI PUSKESMAS TELADAN KOTA MEDAN Riky Fharhan Manurung; Tezar Samekto Darungan
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 10 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.142 KB) | DOI: 10.30743/jkin.v10i2.200

Abstract

Diabetes mellitus tipe 2 (DM tipe 2) ialah penyakit metabolisme kronik dengan angka kejadian tinggi yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan secara total, namun hanya dapat Dikontrol sehingga memerlukan terapi seumur hidup. Jika tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi yang membahyakan dan mempengaruhi kualitas hidup. Tujuanpenelitianiniadalahuntuk mengetahui Gambaran Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Di Puskesmas Teladan Kota Medan. Penelitian ini bersifat deskripif,dengan desain cross sectional Sampel berjumlah 81 orang yang ditentukan dengan cara random sampling dengan pengolahan data menggunakan uji analisa data univariat dengan hasil terbanyak adalah umur 40 - 50 tahun yaitu sebanyak 38 responden (53,1%), dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 49 responen (60,5%), dan memiliki pekerjaan sebagai Ibu Rumah Tangga yaitu sebanyak 21 responden (25,9%), memiliki komplikasi Polineuropati yaitu sebanyak 45 responden (53,1%), dengan Kualitas hidup baik pada penderita diabetes mellitus sebanyak 59 responen (72,8%)
Investigasi Perubahan Gaya Belajar Mahasiswa Fakultas Kedokteran: Penelitian Longitudinal Akbar, Surya; Darungan, Tezar Samekto; Tania, Halimah
Jurnal Komunikasi Pendidikan Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Komunikasi Pendidikan
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jkp.v5i2.1438

Abstract

Gaya belajar mahasiswa dapat bervariasi dari visual, auditori, dan kinestetik. Beberapa penelitian memperlihatkan adanya perubahan gaya belajar seiring dengan waktu. Namun, pada beberapa penelitian lainnya hal ini tidak tergambarkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan gaya belajar mahasiswa selama mengikuti kegiatan belajar mengajar. Desain penelitian kohort digunakan pada penelitian ini. Sebanyak 63 responden mengikuti penelitian ini. Pengukuran dilakukan dua kali, yaitu pada saat responden berada ditahun pertama dan tahun ketiga saat mengikuti program pendidikan dokter. Data yang didapat akan dianalisis secara deskriptif dan analitik. Uji analitik yang digunakan adalah uji alternatif Chi-Square yaitu uji Kolmogorov-Smirnov Z. Hasil pengukuran didapatkan mayoritas gaya belajar mahasiswa baik ditahun pertama atau tahun ketiga dalam kategori unimodal. Gaya belajar unimodal terbanyak adalah visual, diikuti dengan auditori dan kinestetik. Gaya belajar bimodal terbanyak adalah visual kinestetik. Uji komparasi gaya belajar tahun pertama dengan tahun ketiga didapatkan nilai p=0,832 (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara gaya belajar mahasiswa ditahun pertama dengan tahun ketiga. Namun, terdapat perubahan gaya belajar mahasiswa seiring dengan waktu. Karakteristik institusi dapat menjadi faktor yang mempengaruhi gaya belajar mahasiswa. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menganalisis hal tersebut.
Instrument Development for Study Programs Excellence Evaluation Based on Kirkpatrick Evaluation Model Akbar, Surya; Darungan, Tezar Samekto; Rahma, Dinda Saufia
Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia: The Indonesian Journal of Medical Education Vol 13, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpki.91960

Abstract

Background: The study programs excellence stated in the institution's vision and mission acts as a guide for the institution in carrying out its activities. That excellence must be reflected in all aspects of academic activities. Evaluation of the implementation and achievement of study program’s excellence is important to fulfill the vision, and mission of the institution. This research aims to develop an evaluation instrument that is useful for monitoring the achievement of study program’s excellence. Methods: Two part of instrument development were carried out in this study, namely: instrument development, and instrument validation process. Instrument development part consist of two stage (item and scale development, and expert judgement). Meanwhile, instrument validation process part consist of 5 stages of comprehensive validation process by Sireci. This validation process used argument based validation concept. Results: This instrument uses the Kirkpatrick model which consists of 4 evaluation levels. Each level consists of several dimensions. A total of 55 instrument items were proven valid (r>0.217) and reliable (Cronbach’s Alpha>0.7). The instrument uses 2 types of data in the assessment process, namely primary data (measuring responses from the academic community using a questionnaire), and secondary data (assessment of document evidence). Conclusion: The instrument evaluation is prepared for the purpose of providing an overview of the implementation and achievement of institutional’s excellence. This is useful in providing valuable information to the institution to set strategies and policies to fulfill the institution's excellence.The instrument proved to be valid and reliable by an argument-based validation analysis.
ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI REMAJA PUTRI SMP NEGERI 2 LAUBALENG: MACRONUTRIENT INTAKE AND NUTRITIONAL STATUS OF ADOLESCENT GIRLS OF SMP NEGERI 2 LAUBALENG Perangin-Angin, Pricillia Adenit Gracia Br; Darungan, Tezar Samekto; Lestari, Ira Cinta; Ain, Nurul
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 8 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v8i1.661

Abstract

Nutrition is a major problem in Indonesia, based on Basic Health Research in 2018, there are still teenagers aged 13-15 years who have insufficient and excessive nutritional status and the same thing also happens in North Sumatra. The aim of this research was to determine the relationship between macronutrient intake and the nutritional status of young women at SMP Negeri 2 Laubaleng. This type of research is analytical observational research with a cross-sectional with a simple random sampling method of 41 samples. Data obtained from the 24 hour Food Recall questionnaire for three weeks. Data analysis used the Sommer's D correlation test, week 1, 2 and 3 macronutrient carbohydrate consumption with week 1, 2 and 3 nutritional status acquire value (p=0.048), (p=0.000), and (p=0.043) , week 1, 2 and 3 macronutrient protein consumption with week 1, 2 and 3 nutritional status acquire value (p=0.004), (p=0.000), and (p=0.043), week 1, 2 and 3 macronutrient fat consumption with nutritional status nutrition week 1, 2 and 3 acquire value (p=0.000), (p=0.000), and (p=0.048). There was a significant relationship in the 3 weeks of observation between macronutrient intake and nutritional status in young women at SMP Negeri 2 Laubaleng. AbstrakGizi menjadi masalah utama di Indonesia, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 masih ada remaja usia 13- 15 tahun yang memiliki status gizi kurang dan berlebih. Hal yang sama juga terjadi di Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Asupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi Remaja Putri di SMP Negeri 2 Laubaleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik, desain potong lintang dengan metode simple random sampling sebanyak 41 sampel. Data diperoleh dari kuesioner Food Recall 24 jam selama 3 minggu. Analisis data menggunakan uji korelasi Sommer’s D, konsumsi zat gizi makro (karbohidrat) minggu 1, 2 dan 3 dengan status gizi minggu 1, 2 dan 3 memperoleh nilai (p=0.048), (p=0.000), dan (p=0.043), konsumsi zat gizi makro (protein) minggu 1, 2 dan 3 dengan status gizi minggu 1, 2 dan 3 memperoleh nilai (p=0.004), (p=0.000), dan (p=0.043), konsumsi zat gizi makro (lemak) minggu 1, 2 dan 3 dengan status gizi minggu 1, 2 dan 3 memperoleh nilai (p=0.000), (p=0.000), dan (p=0.048). Penelitian ini mendapatkan hubungan yang signifikan pada 3 minggu pengamatan antara Asupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi pada Remaja Putri di SMP Negeri 2 Laubaleng.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN ANAK DI DESA PEMATANG KUALA KABUPATEN SERDANG BEDAGAI: THE RELATIONSHIP OF NUTRITIONAL STATUS AND CHILD DEVELOPMENT IN PEMATANG KUALA VILLAGE, SERDANG BEDAGAI REGENCY Muhammad Rizqy Kemala Dharna; ira Cinta Lestari; Kesuma Wardhani; Darungan, Tezar Samekto
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 8 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v8i1.710

Abstract

The nutritional status of children plays a crucial role in their overall development. Poor nutritional status can lead to developmental disorders in children. This research aims to investigate the connection between nutritional status and child development. The study followed a cross-sectional design and included a total of 45 children aged 0-72 months who were selected using simple random sampling techniques. Data was collected using the WHO Child Growth Standards and the Developmental Pre-Screening Questionnaire. Data analysis was conducted using the Sommer's D correlation test. The findings revealed that 8 children (17.8%) were malnourished, 5 children (11,1%) were at risk of malnutrition, and 28 children (62,2%) were well-nourished. In terms of child development, 8 children (17.8%) experienced developmental delays, 5 children (11,1%) had uncertain development, and 20 children (71,1%) exhibited appropriate development. The Sommer's D correlation test indicated a significant relationship between nutritional status and child development, with a correlation value of and p = 0,000 (p <0,05) and r = 0,799. This suggests a strong correlation between nutritional status and child development in Pematang Kuala Village, Teluk Mengkudu District, Serdang Bedagai Regency. AbstrakStatus gizi merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi perkembangan pada anak. Status gizi yang buruk kemungkinan besar menyebabkan gangguan perkembangan dari seorang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan perkembangan anak. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Sebanyak 45 anak dengan usia 0-72 bulan sebagai sampel diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan WHO Child Growth Standart dan Kuisioner Pra-Skrining Perkembangan. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Sommer’s D. Hasil penelitian didapatkan tingkat status gizi buruk sebanyak 8 anak (17,8%), gizi kurang 5 anak (11,1%), gizi baik 28 anak (62,2%), beresiko gizi lebih 3 anak (6,7%) dan gizi lebih 1 anak (2,2%). Tingkat perkembangan anak ditemukan 8 anak (17,8%) mengalami penyimpangan perkembangan, 5 anak (11,1%) dengan perkembangan meragukan dan 20 anak (71,1%) dengan perkembangan sesuai. Hasil uji korelasi Sommer’s D didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05) dengan nilai r=0,799. Terdapat hubungan signifikan antara status gizi dengan perkembangan anak di Desa Pematang Kuala, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai dengan nilai korelasi yang kuat.
HUBUNGAN TINGKAT STRES TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWA ANGKATAN 2018 FK UISU DI TAHUN 2022 Azwar, Teuku Muhammad Kevin; Darungan, Tezar Samekto
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 12 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v12i1.396

Abstract

Stres adalah suatu perasaan yang dialami apabila seseorang menerima tekanan. Stres sebagai kondisi individu yang dipengaruhi oleh lingkungan. Stress dapat dikarenakan adanya ketimpangan antara tekanan yang dialami individu dengan kemampuannya dalam menghadapi serta mengatasi tekanan tersebut. Individu membutuhkan energi yang cukup untuk menghadapi situasi stres agar tidak mengganggu kesejahteraan mereka Berdasarkan survey yang dilakukan kepada 10 orang mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi, didapati beberapa dari mereka mengalami kualitas tidur yang buruk seperti durasi tidur yang berkurang, sulit untuk memulai tidur, dan sering terbangun saat tengah malam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat stress terhadap kualitas tidur pada Mahasiswa FK UISU. Penelitian ini adalah penelitian analitik kategorik tidak berpasangan dengan desain cross sectional (potong lintang) yang dilakukan dengan tujuan untuk melihat hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Dengan jumlah sampel sebanyak 145 orang. Pada penelitian menggunakan kuesioner DASS-42 untuk mengetahui tingkat stress dan kuesioner PSQI untuk mengetahui kualitas tidur. Pengujian data menggunakan analisis bivariat yang digunakan untuk data kategorik tidak berpasangan yaitu uji somers’d. Dari pengujian uji somer’s d menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stess dengan kualitas tidur.