Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pengetahuan, Beban Kerja, Supervisi, dan Motivasi dalam Penerapan Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Lamadukkelleng Kabupaten Wajo: Influence of Knowledge, Workload, Supervision, and Motivation in the Implementation of Patient Safety at Lamadukkelleng Hospital, Wajo Regency Asnidar, Asnidar; Alwi, Muhammad Khidri; Rusydi, Arni Rizqiani; Multazam, Andi Muhammad; AP, Andi Rizki Amelia; Samsualam, Samsualam
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.2000

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Keselamatan pasien merupakan upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko bahaya yang tidak perlu terkait dengan perawatan kesehatan hingga ke tingkat minimum yang dapat diterima. Masih terdapat beberapa indikator Keselamatan Pasien yang belum terlaksana dengan baik di RSUD Lamadukkelleng. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh pengetahuan, beban kerja, supervisi, dan motivasi dalam penerapan keselamatan pasien di RSUD Lamadukkelleng Kabupaten Wajo. Metode: Jenis penelitian menggunakan survey analitik dengan pendekatan cros sectional studi dengan jumlah sampel sebanyak 153 responden. Analisis data menggunakan regresi logistik. Hasil: Terdapat pengaruh pengetahuan (p=0.00), beban kerja (p=0.009). supervisi (p=0.00) dan motivasi (p=0.00) terhadap penerapan keselamatan pasien. Variabel yang paling dominan adalah variabel supervisi dengan nilai t hitung sebesar 7,405. Kesimpulan: Terjadi peningkatan penerapan keselamatan pasien yang dipengaruhi oleh variabel pengetahuan, beban kerja, motivasi, supervisi dan motivasi perawat di RSUD Lamaddukkelleng Kabupaten Wajo. Rekomendasi Penelitian ini adalah untuk meningkakan penerapan Keselamatan pasien di RSUD Lamaddukkelleng perlu memperhatikan pengetahuan, beban kerja, motivasi, supervisi dan motivasi perawat. ABSTRACT Background: Patient safety is an effort made to reduce the risk of unnecessary harm related to health care to a minimum acceptable level. There are still several indicators of Patient Safety that have not been implemented properly at Lamadukkelleng Hospital. Objective: To analyze the influence of knowledge, workload, supervision, and motivation in the implementation of patient safety at Lamadukkelleng Hospital, Wajo Regency. Method: The type of research used an analytical survey with a cross-sectional study approach. The sampling method used saturated samples with a sample size of 153 respondents. Data analysis used multiple linear regression. Results: There was an Influence of Knowledge (p = 0.00), Workload (p = 0.009). Supervision (p = 0.00) and Motivation (p = 0.00) on the implementation of Patient Safety. The most dominant variable is the Supervision variable with a t value of 7.405. Conclusion: There is an increase in the implementation of patient safety which is influenced by the variables of knowledge, workload, motivation, supervision and nurse motivation at Lamaddukkelleng Hospital, Wajo Regency. The recommendation of this study is to improve the implementation of Patient Safety at Lamaddukkelleng Hospital, it is necessary to pay attention to knowledge, workload, motivation, supervision and nurse motivation.
Implementasi Permenkes No. 33 Tahun 2015 dalam Perencanaan Kebutuhan SDM Kesehatan di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa: Implementation of Permenkes No. 33 of 2015 in Health Human Resources Needs Planning at RSUD Sheikh Yusuf, Gowa Regency Rauf, Ningrum Sekarsari; Ahri, Reza Aril; Rusydi, Arni Rizqiani
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 2 (2025): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i2.2012

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Tenaga kesehatan merupakan kunci keberhasilan pencapaian tujuan pembangunan kesehatan. Perencanaan kebutuhan sumber daya manusia kesehatan perlu dilakukan secara tepat. Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No.33 tahun 2015 tentang pedoman penyusunan perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK). Peraturan ini memuat 7 rekomendasi tahapan yang perlu diterapkan dalam proses perencanaan kebutuhan SDMK. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif menggunakan pedoman wawancara dan telaah dokumen yang bertujuan untuk menganalisis secara mendalam terkait perencanaan kebutuhan SDMK di RSUD Syekh Yusuf Gowa berdasarkan Permenkes No. 33 tahun 2015. Hasil: Semua rekomendasi yang tercantum di Permenkes No. 33 Tahun 2015 telah dilakukan dan diterapkan di RSUD Syekh Yusuf Gowa. Namun meskipun telah berjalan dengan baik, masih terdapat beberapa kendala, terutama terkait dengan keterlibatan Kepala Ruangan/Instalasi sebagai sasaran kebijakan. Oleh karena itu, perencanaan SDMK di RSUD Syekh Yusuf masih memerlukan perbaikan lebih lanjut guna membentuk sistem yang lebih optimal dan berkelanjutan. Kesimpulan: Perencanaan SDMK di RSUD Syekh Yusuf Gowa sudah dilakukan sesuai dengan Pedoman Perencanaan SDMK menurut Permenkes No. 33 Tahun 2015. Perbaikan-perbaikan masih perlu dilakukan untuk mengatasi beberapa kendala dalam proses perencanaan SDMK. ABSTRACT Background: Health human resources (SDMK) play a crucial role in achieving health development goals. Proper planning is essential to ensure the availability and distribution of SDMK. Minister of Health Regulation (Permenkes) No. 33 of 2015 provides guidelines for preparing SDMK planning. This regulation includes seven recommended stages that must be implemented in the SDMK needs planning process. Method: This research is a qualitative study with a descriptive approach, using in-depth interview and document analysis to conduct an analysis of SDMK needs planning at RSUD Syekh Yusuf Gowa based on Permenkes No. 33 of 2015. Results: All recommendations outlined in Permenkes No. 33 of 2015 have been implemented at RSUD Syekh Yusuf Gowa. However, despite being well-executed, several challenges remain, particularly concerning the involvement of Ward/Installation Heads as policy targets. Therefore, SDMK planning at RSUD Syekh Yusuf still requires further improvements to develop a more optimal and sustainable system. Conclusion: The SDMK planning at RSUD Syekh Yusuf Gowa aligns with the guidelines set by Permenkes No. 33 of 2015. Nevertheless, addressing existing challenges is necessary to further enhance the efficiency and effectiveness of the planning process.
Etnografi Stunting pada Etnis Mandar di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat: Ethnography of Stunting in Mandar Ethnicity in Majene Regency, West Sulawesi Province Alfatah, Ratih; Arman, Arman; Mahmud, Nur Ulmy; Abbas, Hasriwiani Habo; Nurlinda, Andi; Rusydi, Arni Rizqiani
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 2 (2025): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i2.2014

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Frekuensi kejadian stunting pada masyarakat Mandar di kabupaten Majene Sulawesi Barat masih tinggi. Faktor utama penyebab stunting adalah buruknya asupan gizi sejak periode awal pertumbuhanan perkembangan janin hingga anak berusia dua tahun. Hasil penelitian menunjukan bahwa kejadian stunting yang tinggi terjadi karena faktor pola makan, penyakit infeksi, pola asuh, dan pengetahuan ibu balita stunting. Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana etnografi stunting pada etnis Mandar di kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat. Metode: Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan etnografi yang berupaya memahami aspek budaya melalui serangkaian pengamatan dan interpretasi perilaku manusia. Secara khusus, studi etnografi difokuskan pada perilaku budaya terhadap kejadian stunting. Hasil: Stunting disebabkan karena pola makan, penyakit infeksi, pola asuh dan pengetahuan ibu balita stunting. Kesimpulan: Masyarakat Mandar di Majene sudah memahami setiap aspek kejadian stunting pada anak di bawah lima tahun. Namun, mereka masih memiliki kepercayaan makanan yang dilarang dikonsumsi ibu hamil, pemberian teh dan kopi pada anak balita, pemberian MP-ASI dini, dan pengetahuan ibu balita stunting. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan holistik untuk mengurangi frekuensi kejadian stunting. ABSTRACT Background: The frequency of stunting in Mandar people in Majene district, West Sulawesi is still high. The main factor causing stunting is poor nutritional intake from the early period of fetal development until the child is two years old. The results showed that the high incidence of stunting occurred due to dietary factors, infectious diseases, parenting, and knowledge of mothers of stunted toddlers. Objective: To find out how the ethnography of stunting in Mandar ethnicity in Majene district, West Sulawesi province. Method: This research is qualitative with an ethnographic approach that seeks to understand cultural aspects through a series of observations and interpretations of human behavior. Specifically, the ethnographic study focused on cultural behavior towards the incidence of stunting. Results: Stunting is caused by diet, infectious diseases, parenting and knowledge of mothers of stunted toddlers. Conclusion: The Mandarese community in Majene has understood every aspect of stunting in children under five years old. However, they still have beliefs about foods that are prohibited for pregnant women, giving tea and coffee to children under five, early complementary feeding, and knowledge of mothers of stunted children under five. Therefore, a holistic approach is needed to reduce the frequency of stunting.
Peran Pemerintah Daerah Terhadap Pencapaian Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Raja Ampat: The Role of Local Government in Achieving Universal Health Coverage (UHC) in Raja Ampat Regency Rachman, Hamzah Hi; Ikhtiar, Muhammad; Rusydi, Arni Rizqiani
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 2 (2025): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i2.2021

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Universal Health Coverage (UHC) merupakan sistem kesehatan yang memastikan setiap warga dalam populasi memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan. Selama ini UHC hanya dilihat dari cakupan kepesertaan JKN, padahal UHC memiliki dimensi yang lebih luas yaitu cakupan pelayanan, kualitas pelayanan, dan perlindungan finansial untuk kesehatan. Sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) Presiden Joko Widodo menerbitkan instruksi presiden Nomor 8 Tahun 2017 tentang optimalisasi pelaksanaan program jaminan kesehatan nasional untuk bupati dan walikota. Tujuan: Untuk menganalisis peran pemerintah daerah terhadap pencapaian Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Raja Ampat. Metode: Desain penelitian menggunakan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di daerah Kabupaten Raja Ampat. Informan dalam penelitian berjumalah 5 orang yaitu Asisten III Sekretariat Daerah, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Cabang BPJS Kesehatan dan Team Casemix RSUD Kabupaten Raja Ampat, serta masyarakat setempat yang menggunakan fasilitas kesehatan di Kabupaten Raja Ampat. Informan dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data kualitatif dengan reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil: Peran pemerintah daerah terhadap pencapaian Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Raja Ampat sudah sesuai Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2017, yaitu mengalokasikan anggaran UHC, memastikan seluruh penduduknya terdaftar dalam Program UHC, menyediakan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan sesuai standar kesehatan, memastikan Badan Usaha Milik Daerah telah mendaftarkan dan memberikan data yang lengkap dan benar terkait peserta UHC, memastikan terlaksananya pembayaran iuran jaminan kesehatan pada Badan Usaha Milik Daerah dan memberikan sanksi kepada Pemilik Usaha yang melanggar. Kesimpulan: Peran pemerintah daerah Kabupaten Raja Ampat telah melaksanakan optimalisasi pelaksanaan program jaminan kesehatan nasional dalam mencapai Universal Health Coverage (UHC) sudah sesuai Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2017. ABSTRACT Background: Universal Health Coverage (UHC) is a health system that ensures every citizen in the population has equitable access to health services. So far, UHC has only been seen from the coverage of JKN membership, even though UHC has broader dimensions, namely service coverage, service quality, and financial protection for health. As a form of the government's seriousness in implementing the National Health Insurance Program for Healthy Indonesia Cards (JKN-KIS), President Joko Widodo issued Presidential Instruction No. 8/2017 on optimizing the implementation of the national health insurance program for regents and mayors. Objective: To analyze the role of local government in achieving Universal Health Coverage (UHC) in Raja Ampat Regency. Method: The research design used qualitative research. This research was conducted in Raja Ampat Regency. The informants in the study were 5 people, namely Assistant III of the Regional Secretariat, Head of the Health Office, Head of the BPJS Health Branch and the Casemix Team of Raja Ampat Regency Hospital, as well as local people who use health facilities in Raja Ampat Regency. The informants in this study were determined using purposive sampling technique. Qualitative data analysis with data reduction, presentation, and verification. Results: The role of the local government in achieving Universal Health Coverage (UHC) in Raja Ampat Regency is in accordance with Presidential Instruction No. 8/2017, namely allocating the UHC budget, ensuring that the entire population is registered in the UHC Program, providing health service facilities and infrastructure according to health standards, ensuring that Regional-Owned Enterprises have registered and provided complete and correct data related to UHC participants, ensuring the implementation of health insurance contribution payments to Regional-Owned Enterprises and imposing sanctions on violating Business Owners. Conclusion: The role of the Raja Ampat Regency government in optimizing the implementation of the national health insurance program in achieving Universal Health Coverage (UHC) is in accordance with Presidential Instruction No. 8/2017.
Analisa Karakteristik Pasien Rawat Inap Penyakit Dalam dengan Kecepatan dan Penampilan MPPD di RS Ibnu Sina Makassar: Analysis of Characteristics of Internal Medicine Inpatients with MPPD Speed and Appearance at Ibnu Sina Hospital Makassar Irwan, Andi Ayesha Ananda; Alwi, Muhammad Khidri; Rusydi, Arni Rizqiani; S. , Ikhram Hardi; Hamzah, Wardiah; Nurlinda, Andi
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1984

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Peningkatan kualitas  pelayanan  kesehatan  dapat  dilakukan  dari  berbagai  aspek  pelayanan seperti  peningkatan  kualitas  fasilitas  kesehatan,  peningkatan kualitas  profesionalisme  sumber  daya manusia  dan  peningkatan  kualitas  manajemen  rumah  sakit.  Pelayanan yang  berkualitas  harus  dijaga dengan  melakukan  pengukuran  secara  berkala  agar  diketahui  kelemahan  dan  kekurangan  dari  jasa pelayanan  yang  diberikan,  dan  dibuat  tindak  lanjut  sesuai  prioritas  permasalahannya. Tujuan: Untuk menganalisis karakteristik pasien rawat inap terhadap pelayanan mahasiswa profesi pendidikan dokter (MPPD) di bagian Ilmu Penyakit Dalam Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Data dikumpulkan dari 214 responden melalui kuesioner. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar pada bulan Januari 2025. Hasil: Mayoritas pasien merasa pelayanan sesuai terhadap kecepatan dan penampilan pelayanan MPPD. Kecepatan pelayanan dinilai memadai dengan 66,4% pasien merasa sesuai terhadap pemeriksaan yang cepat. Meskipun penampilan mendapatkan tingkat pelayanan yang lebih rendah dibanding aspek lain, keseluruhan tingkat pelayanan ini mencapai 68,9%. Kesimpulan: Penelitian menunjukkan bahwa pelayanan MPPD berupa kecepatan dan penampilan dinilai sudah sesuai dengan pelayanan yang diinginkan oleh pasien. Penelitian ini memberikan masukan penting bagi peningkatan kualitas layanan MPPD, terutama pada aspek pelayanan cepat dan komunikasi. ABSTRACT Background: Improving the quality of health services can be done from various aspects of services such as improving the quality of health facilities, improving the quality of human resource professionalism and improving the quality of hospital management. Quality services must be maintained by conducting regular measurements to identify weaknesses and deficiencies in the services provided, and follow-up actions are made according to the priority of the problem. Objective: To analyze the characteristics of inpatients in relation to the services of professional medical education students (MPPD) in the Internal Medicine Department of Ibnu Sina Hospital, Makassar. Method: This type of research is quantitative descriptive with a cross-sectional research design. Data were collected from 214 respondents through a questionnaire. This study was conducted at Ibnu Sina Hospital Makassar in January 2025. Results: The majority of patients felt that the service was appropriate to the speed and appearance of MPPD services. The speed of service was considered adequate with 66.4% of patients feeling appropriate to the fast examination. Although appearance received a lower level of service than other aspects, the overall level of service reached 68.9%. Conclusion: The study shows that MPPD services in the form of speed and appearance are considered to be in accordance with the services desired by patients. This study provides important input for improving the quality of MPPD services, especially in the aspects of fast service and communication.
Evaluasi Program Intervensi Sensitif Gizi Baznas Provinsi Sulawesi Selatan dalam Upaya Penanggulangan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalanrea: Evaluation of the Nutrition Sensitive Intervention Program of Baznas South Sulawesi Province in Efforts to Combat Stunting in the Tamalanrea Puskesmas Working Area Akidah, Muhammad Syarifullah Hidayat; Alwi, Muhammad Khidri; Haeruddin, Haeruddin; Patimah, Sitti; Yuliati, Yuliati; Rusydi, Arni Rizqiani
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 2 (2025): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i2.2033

Abstract

Abstrak Latar belakang : Kesehatan anak usia dini baik secara fisik dan psikis dimulai dari asupan gizi yang baik yang diberikan sejak usia dini. Upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia diselenggarakan secara konvergen, holistik, integratif, dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi di antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan. Upaya ini dilakukan baik melalui intervensi gizi spesifik maupun intervensi gizi sensitif. Salah satu isi dari program intervensi sensitif gizi yaitu program pemberian makanan tambahan. Tujuan : Mengevaluasi pengaruh program intervensi sensitif gizi baznas provinsi Sulawesi Selatan dalam upaya penanggulangan stunting yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea. Metode : Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap perencanaan kegiatan sesuai dengan pedoman pemberian PMT bagi balita, tahap pengorganisasian sudah  sesuai dengan dibentuknya tim pelaksana yang memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing, tahap pelaksanaan dalam pendistribusian sudah berjalan baik karena tidak ada kendala dan konseling sudah dilaksanakan oleh tenaga pelaksana gizi dan bidan, dan tahap pengawasan kegiatan PMT dilakukan oleh puskesmas dan tim baznas kemudian dilakukan pencatatan dan pelaporan melalui koordinator kegiatan secara rutin setiap bulannya. Kesimpulan : Hasil evaluasi pengaruh program intervensi sensitif gizi baznas provinsi Sulawesi Selatan dalam upaya penanggulangan stunting yang dilaksanakan di wilayah kerja puskesmas tamalanrea sudah berjalan dengan baik dan sesuai standar prosedur pemberian makanan tambahan yang berlaku. Abstract Background: Early childhood health, both physically and psychologically, starts with good nutritional intake given from an early age. Efforts to accelerate stunting reduction in Indonesia are carried out in a convergent, holistic, integrative and quality manner through coordination, synergy and synchronization between ministries/institutions, provincial regional governments, district/city regional governments, village governments and stakeholders. This effort is carried out both through specific nutritional interventions and sensitive nutritional interventions. One of the contents of the nutritionally sensitive intervention program is the supplementary feeding program. Objective: Evaluate the influence of the South Sulawesi Province Baznas nutrition sensitive intervention program in stunting prevention efforts implemented in the Tamalanrea Community Health Center working area. Method: Using qualitative research methods with a descriptive qualitative approach. Results: The results of the research show that at the planning stage the activities were in accordance with the guidelines for providing PMT for toddlers, the organizing stage was in accordance with the formation of an implementing team which had their respective duties and responsibilities, the implementation stage in the distribution had gone well because there were no obstacles and counseling had been carried out by nutrition implementers and midwives, and the monitoring stage of PMT activities was carried out by the community health center and the Baznas team and then recording and reporting was carried out through the activity coordinator regularly every month. Conclusion: The results of the evaluation of the influence of the South Sulawesi Province Baznas nutrition sensitive intervention program in stunting prevention efforts implemented in the Tamalanrea Community Health Center working area have been running well and in accordance with applicable standard procedures for providing additional food.
Implementasi Kebijakan Program Keluarga Berencana di Kab. Pangkajene dan Kepulauan: Implementation of Family Planning Program Policy in Pangkajene and Islands Regency Syen, Ayu Azizah; Multazam, Andi Muhammad; Haeruddin, Haeruddin; Patimah, Sitti; Batara, Andi Surahman; Rusydi, Arni Rizqiani
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 2 (2025): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i2.2035

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Program Keluarga Berencana bertujuan merencanakan kelahiran agar meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak serta menjamin terkendalinya pertambahan penduduk. Di Indonesia, program KB berlandaskan Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Berdasarkan data dari DPPKB Kab. Pangkep, didapatkan penurunan jumlah akseptor dalam 3 tahun terakhir. Tujuan : Untuk mengeksplorasi implementasi kebijakan program KB di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Metode : Jenis penelitian ini adalah analisis kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 9 informan. Teknik pemilihan informan melalui purposive sampling. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek komunikasi berjalan optimal, terlihat dari konseling dan promosi kegiatan KB yang berjalan dengan baik. Meskipun rata-rata akseptor KB tidak mengikuti penyuluhan karena tidak mengetahui adanya kegiatan tersebut. Selain itu, didapatkan tidak optimalnya aspek sumber daya manusia dari segi kuantitas, sehingga penyuluh KB merangkap tugas. Namun dinilai sudah optimal dari segi kualitas karena seluruh pihak telah mendapatkan pembekalan. Sumber daya finansial serta sarana- prasarana juga terpenuhi karena tersedia dengan baik. Dari aspek disposisi, pemerintah daerah sudah cukup berkomitmen sebab program KB dapat berjalan baik, meskipun program ini belum dilandaskan peraturan daerah setempat. Hal ini didukung oleh para petugas KB yang aktif dalam pelayanan. Sedangkan dari aspek struktur birokrasi, tiap pihak mengerjakan tugas dengan fragmentasi serta pelayanan KB mempunyai alur yang jelas sesuai SOP. Kesimpulan : Kesimpulan penelitian ini ialah aspek komunikasi, struktur birokrasi serta disposisi dinilai cukup optimal dalam keberhasilan program Keluarga Berencana di Kab. Pangkajene dan Kepulauan. Sedangkan aspek sumber daya belum teraktualisasi dengan baik. AbstractBackground: The Family Planning Program aims to plan births in order to improve the welfare of mothers and children and ensure controlled population growth. In Indonesia, the family planning program is based on Law Number 52 of 2009 concerning Population Development and Family Development. Based on data from the DPPKB of Pangkep Regency, there has been a decrease in the number of acceptors in the last 3 years.Objective: To explore the implementation of the family planning program policy in Pangkajene and Kepulauan Regency.Method: This type of research is a qualitative analysis with a phenomenological approach. Data were collected through in-depth interviews with 9 informants. The informant selection technique was purposive sampling.Results: The results of the study showed that the communication aspect was running optimally, as seen from the counseling and promotion of family planning activities that were running well. Although the average family planning acceptor did not participate in counseling because not aware of the activity. In addition, it was found that the human resources aspect was not optimal in terms of quantity, so that family planning counselors had multiple tasks. However, it was considered optimal in terms of quality because all parties had received training. Financial resources and infrastructure are also met because they’re well available. From the disposition aspect, the local government is quite committed because the family planning program can run well, even though this program is not yet based on local regulations, supported by KB officers who are active in the service. Meanwhile, from the aspect of bureaucratic structure, each participants doing the tasks with fragmentation and family planning services have a clear flow according to SOP.Conclusion: The conclusion of this study is that the aspects of communication, bureaucratic structure, and disposition are considered quite optimal in the success of the Family Planning program in Pangkajene and Kepulauan Regency. Meanwhile, the resource aspect hasn’t been properly actualized.
Implementasi Manajemen Sumber Daya Manusia di RSI PKU Muhammadiyah Maluku Utara: Implementation of Human Resource Management at RSI PKU Muhammadiyah North Maluku Taslim, Ali Akbar; Alwi, Muhammad Khidri; Rusydi, Arni Rizqiani; Yusriani, Yusriani; Muchlis, Nurmiati; Hamzah, Wardiah
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 2 (2025): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i2.2094

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Manajemen sumber daya manusia (SDM) merupakan elemen penting dalam mendukung mutu pelayanan di rumah sakit. Implementasi manajemen SDM yang optimal meliputi fungsi perencanaan, rekrutmen, pemberian kompensasi, dan penilaian kinerja. Tujuan: Untuk menganalisis implementasi manajemen sumber daya manusia di RSI PKU Muhammadiyah Maluku Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan kunci dalam penelitian ini adalah Kepala SDM, Kepala Pelayanan Medis, dan Kepala Keperawatan. Informan biasa terdiri dari dokter, perawat, bidan, serta staf administrasi yang mengalami langsung pelaksanaan manajemen SDM. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik. Hasil: Perencanaan SDM telah dilakukan secara partisipatif dan berbasis kebutuhan unit, meskipun masih terkendala oleh keterbatasan anggaran dan distribusi tenaga kerja yang belum merata. Rekrutmen dilaksanakan berdasarkan analisis kebutuhan, namun beberapa posisi masih diisi oleh tenaga yang tidak sesuai bidangnya. Kompensasi belum sepenuhnya mencerminkan beban kerja dan peran ganda pegawai, terutama pada tenaga kontrak dan non-PNS. Penilaian kinerja belum terstruktur secara sistematis dan belum dikaitkan langsung dengan promosi, pelatihan, atau insentif. Kesimpulan: Implementasi manajemen SDM di RSI PKU Muhammadiyah Maluku Utara sudah berjalan, namun belum optimal. Diperlukan penguatan sistem perencanaan, rekrutmen berbasis kompetensi, pemberian kompensasi yang adil, serta penilaian kinerja yang terukur dan terintegrasi. ABSTRACT Background: Human resource management (HRM) is an important element in supporting the quality of service in hospitals. Optimal implementation of HR management includes planning, recruitment, compensation, and performance appraisal functions. Objective: To analyze the implementation of human resource management at RSI PKU Muhammadiyah North Maluku. Method: This research uses a qualitative approach with a case study method. The key informants in this study were the Head of HR, Head of Medical Services, and Head of Nursing. Ordinary informants consisted of doctors, nurses, midwives, and administrative staff who directly experienced the implementation of HR management. Data were collected through in-depth interviews and analyzed thematically. Results: HR planning has been carried out in a participatory manner and based on unit needs, although it is still constrained by budget limitations and uneven distribution of labor. Recruitment is carried out based on needs analysis, but some positions are still filled by personnel who are not in accordance with their fields. Compensation does not fully reflect the workload and multiple roles of employees, especially for contract and non-civil servants. Performance appraisals have not been systematically structured and have not been directly linked to promotions, training or incentives. Conclusion: The implementation of HR management at RSI PKU Muhammadiyah North Maluku has been running, but not yet optimal. It is necessary to strengthen the planning system, competency-based recruitment, fair compensation, and measurable and integrated performance appraisal.
Pengaruh Pengetahuan, Sikap, dan Motivasi Remaja Putri Terhadap Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah di Kecamatan Tongkuno Selatan Kabupaten Muna: Influence of Knowledge, Attitude, and Motivation of Adolescent Girls on Adherence to Consumption of Blood Additive Tablets in South Tongkuno District, Muna Regency Sukoco, Bambang; Jafar, Nurhaedar; Patimah, Sitti; Arman, Arman; Alwi, Muhammad Khidri; Rusydi, Arni Rizqiani
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1998

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Berdasarkan SKI tahun 2023, didapatkan bahwa cakupan tablet Fe yang diterima remaja putri sebesar 76,2%, dari 76,2% tersebut sebanyak 80,9% mendapatkan tablet Fe di sekolah (anak sekolah). Di Kabupaten Muna Terdapat 1 Kecamatan yang paling jauh dari Pusat Ibukota Kabupaten yaitu Kecamatan Tongkuno Selatan memiliki tingkat konsumsi tablet tambah darah yang lebih tinggi dari rata-rata provinsi dan kabupaten sebesar 27,82%. Tujuan: Menganalisis pengaruh pengetahuan, sikap, dan motivasi remaja putri terhadap konsumsi tablet tambah darah di Kecamatan Tongkuno Selatan Kabupaten Muna Metode: Menggunakan metode kuantitatif dengan Uji Regresi Linear Berganda dan analisis data menggunakan spss untuk mengetahui pengaruh. Hasil: Hasil penelitian menemukan pengaruh antara pengetahuan terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (p=0,009), pengaruh antara sikap terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (p=0,009), dan tidak ada pengaruh antara motivasi terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (p=0,142). Kesimpulan: Pengetahuan dan sikap mempengaruhi kepatuhan konsumsi tablet tambah darah, sedangkan motivasi tidak mempengaruhi kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di Kecamatan Tongkuno Selatan Kabupaten Muna.   Abstract Background: Based on the 2023 SKI, it was found that the coverage of Fe tablets received by adolescent girls was 76.2%, of which 76.2%, 80.9% received Fe tablets at school (school children). In Muna Regency, there is 1 sub-district that is the furthest from the Regency Capital Center, namely Tongkuno Selatan Sub-district, which has a higher level of consumption of iron tablets than the provincial and district average of 27.82%. Objective: To Analyze the influence of knowledge, attitudes, and motivation of adolescent girls on the consumption of iron tablets in Tongkuno Selatan District, Muna Regency. Method: Using quantitative methods with Multiple Linear Regression Test and data analysis using SPSS to determine the influence. Results: The study found an influence between knowledge on compliance with consumption of iron tablets (p=0.009), an influence between attitudes on compliance with consumption of iron tablets (p=0.009), and no influence between motivation on compliance with consumption of iron tablets (p=0.142). Conclusion: Knowledge and attitude influence compliance in consuming iron supplement tablets, while motivation does not influence compliance in consuming iron supplement tablets in female adolescents in Tongkuno Selatan District, Muna Regency.
Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan dan Minat Kembali Berdasarkan Status Akreditasi Puskesmas Kota Makassar: The Relationship between Health Service Quality and Satisfaction and Interest in Returning Based on the Accreditation Status of Community Health Centers in Makassar City Andriani, Gadis Rini; Arman, Arman; Rusydi, Arni Rizqiani
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 2 (2025): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i2.2101

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi dibawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun Tujuan: untuk mengetahui pengaruh faktor sosial, ekonomi, dan praktik kesehatan terhadap kejadian stunting pada balita di Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 274 balita, yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup kepada ibu balita sebagai responden. Hasil: Menunjukkan bahwa umur ibu p-value = 0,000, pendidikan p-value = 0,04, pengetahuan p-value = 0,02, sikap p-value = 0,01, pemberian makanan p-value = 0,004 anak serta kesehatan anak p-value = 0,003 berpengaruh signifikan terhadap kejadian stunting. Sementara itu, pekerjaan ibu p-value = 0,508 dan pendapatan keluarga p-value = 0,712 tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Kesimpulan: Penanggulangan stunting membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, termasuk peningkatan edukasi gizi kepada ibu, penyediaan akses terhadap makanan bergizi, perbaikan pelayanan kesehatan, dan keterlibatan lintas sektor.   ABSTRACT Background: Stunting is a condition of growth failure in toddlers (babies under five years old) due to chronic malnutrition so that the child is too short for his age. Malnutrition occurs since the baby is in the womb and in the early period after the baby is born, however, stunting conditions only appear after the baby is 2 years old. Objective: to determine the influence of social, economic factors, and health practices on the incidence of stunting in toddlers in Bungoro District, Pangkep Regency. Method: This study is a quantitative analytical study with a cross-sectional approach. The sample consisted of 274 toddlers, taken using a simple random sampling technique. Data collection was carried out using a closed questionnaire to the toddler's mother as respondents. Results: shows that the mother's age p-value = 0.000, education p-value = 0.04, knowledge p-value = 0.02, attitude p-value = 0.01, child feeding p-value = 0.004 and child health p-value = 0.003 have a significant effect on the incidence of stunting. Meanwhile, maternal occupation p-value = 0.508 and family income p-value = 0.712 did not show a significant effect. Conclusion: Overcoming stunting requires a comprehensive approach, including increasing nutritional education for mothers, providing access to nutritious food, improving health services, and cross-sector involvement.