Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Kesehatan dan Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Kepuasan Pasien di Ruang Rawat Inap RSUD Labuang Baji Makassar: Analysis of the Influence of Health Service Quality and Therapeutic Communication by Nurses on Patient Satisfaction in the Inpatient Ward of Labuang Baji Regional General Hospital, Makassar Ima, Ima; Gobel, Fatmah Afrianty; Rusydi, Arni Rizqiani
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 2 (2025): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i2.2134

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Kualitas pelayanan kesehatan merupakan aspek penting yang memengaruhi kenyamanan dan kepuasan pasien selama menjalani perawatan. Pelayanan yang baik akan membangun kepercayaan dan memberikan pengalaman positif bagi pasien di rumah sakit. Komunikasi terapeutik perawat juga berperan besar dalam membentuk hubungan emosional yang mendukung proses penyembuhan. Komunikasi yang empatik, terbuka, dan jelas membuat pasien merasa dihargai dan lebih puas terhadap layanan yang diberikan. Kedua aspek ini penting untuk dianalisis karena berkontribusi terhadap tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap. Tujuan: Untuk mengetahui analisis pengaruh Kualitas pelayanan Kesehatan dan komunikasi terapeutik perawat terhadap kepuasan pasien di ruang rawat inap RSUD Labuang Baji Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 160 pasien umum rawat inap di RSUD Labuang Baji Makassar, menggunakan teknik sampling purposive sampling, data di kumpulkan menggunakan kuesioner yang telah di uji validitas dan realibilitas serta dianalisis menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua dimensi kualitas pelayanan dan komunikasi terapeutik berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien. Dimensi patient admission memiliki nilai p = 0,019, medical service p = 0,009, overall service p = 0,044, hospital discharge p = 0,045, dan hospital social responsibility p = 0,023. Sementara itu, pada komunikasi terapeutik, tahap pra-interaksi menunjukkan nilai p = 0,025, orientasi p = 0,033, kerja p = 0,013, dan terminasi p = 0,018 terdapat hubungan yang signifikan terhadap kepuasan pasien di ruang rawat inap RSUD Labuang Baji Makassar. Kesimpulan: Kualitas pelayanan kesehatan dan komunikasi terapeutik perawat berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien rawat inap. Semakin baik pelayanan dan komunikasi yang diberikan, maka semakin tinggi tingkat kepuasan yang dirasakan oleh pasien.   ABSTRACT Background: The quality of healthcare services is a crucial aspect influencing patient comfort and satisfaction during treatment. Good service builds trust and provides a positive experience for patients in the hospital. Nurses' therapeutic communication also plays a significant role in establishing emotional bonds that support the healing process. Empathetic, open, and clear communication makes patients feel valued and more satisfied with the care provided. These two aspects are important to analyze because they contribute to patient satisfaction levels in inpatient settings. Objective: This study aims to determine the analysis of the influence of the quality of health services and therapeutic communication of nurses on patient satisfaction in the inpatient ward of Labuang Baji Regional General Hospital, Makassar. Method: This study used a quantitative cross-sectional approach. The sample of 160 general inpatients at Labuang Baji Makassar Regional General Hospital was selected using a purposive sampling technique. Data were collected using a questionnaire that had been tested for validity and reliability and analyzed using the chi-square test and logistic regression. Results: significantly related to patient satisfaction. The patient admission dimension had a p value = 0.019, medical service p = 0.009, overall service p = 0.044, hospital discharge p = 0.045, and hospital social responsibility p = 0.023. Meanwhile, in therapeutic communication, the pre-interaction stage showed a p value = 0.025, orientation p = 0.033, work p = 0.013, and termination p = 0.018 had a significant relationship to patient satisfaction in the inpatient ward of Labuang Baji Regional Hospital, Makassar. Conclusion: The quality of healthcare services and therapeutic communication between nurses significantly influence patient satisfaction in inpatient wards. The better the service and communication provided, the higher the level of patient satisfaction.
Analisis Implementasi Kebijakan Integrasi Pelayanan Kesehatan Prime di Puskesmas Lanrisang Kabupaten Pinrang: Analysis of the Implementation of Prime Health Service Integration Policy at Lanrisang Community Health Center, Pinrang Regency Rahmawati, Rahmawati; Yusriani, Yusriani; Rusydi, Arni Rizqiani
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 2 (2025): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i2.2140

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Pelaksanaan transformasi layanan primer melalui kebijakan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) merupakan upaya strategis Kementerian Kesehatan dalam meningkatkan cakupan layanan berbasis siklus hidup secara komprehensif dan berkesinambungan hingga ke tingkat desa dan dusun. Tujuan: Untuk menganalisis implementasi kebijakan ILP di Puskesmas Lanrisang, Kabupaten Pinrang, sebagai puskesmas lokus perluasan ILP tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumen. Analisis dilakukan berdasarkan tiga komponen implementasi: input, proses, dan output, dengan mengacu pada Petunjuk Teknis PMK No. 2015 Tahun 2023 tentang Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer. Hasil: Pelaksanaan ILP di Puskesmas Lanrisang belum sepenuhnya berjalan optimal. Pada aspek input, ketersediaan sarana prasarana, pendanaan serta infrastruktur sebagian besar sudah memadai, namun distribusi SDM terutama dokter belum merata pada seluruh klaster. Dari aspek proses, pelaksanaan pelayanan berbasis klaster telah dilakukan sesuai SOP, namun pada Klaster 3 ditemukan ketidaksesuaian dalam sasaran layanan. Pendekatan jejaring di Pustu dan Posyandu telah berjalan baik sesuai juknis, tetapi kunjungan rumah masih dilaksanakan oleh tim dari inovasi puskesmas, bukan oleh kader bersama petugas pustu sebagaimana diatur dalam KMK NO. HK.01.07/MENKES/2015/2023. Sementara itu, penguatan digitalisasi telah berjalan baik di tingkat puskesmas pada proses pelayanan namun belum sepenuhnya berjalan optimal pada pencatatan dan pelaporan secara digitalisasi di Pustu sehingga masih menggunakan pencatatan manual. Dari sisi output, ketersediaan layanan cukup lengkap, namun pemanfaatannya belum optimal, tercermin dari penurunan kunjungan dalam beberapa bulan terakhir. Kesimpulan: Implementasi ILP di Puskesmas Lanrisang menunjukkan kemajuan, namun belum sepenuhnya sesuai dengan juknis. Diperlukan penguatan pemahaman tim pelaksana, pemerataan tenaga kesehatan, serta percepatan digitalisasi di seluruh jejaring pelayanan agar integrasi pelayanan primer dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. ABSTRACT Background: The implementation of primary care transformation through the Primary Health Care Integration (ILP) policy is a strategic effort of the Ministry of Health in increasing the coverage of life cycle-based services comprehensively and continuously to the village and hamlet levels. Objective: To the implementation of ILP policy in Puskesmas Lanrisang, Pinrang Regency, as the locus of ILP expansion in 2024. Method: This research used a qualitative approach with a case study design. Data were obtained through in-depth interviews, field observations, and document review. Analysis was conducted based on three components of implementation: inputs, processes, and outputs, with reference to the Technical Guidelines of PMK No. 2015 Year 2023 on Primary Health Care Integration. Results: The implementation of ILP at Lanrisang Health Center has not fully run optimally. In the input aspect, the availability of infrastructure, funding and infrastructure is mostly adequate, but the distribution of human resources, especially doctors, is not evenly distributed throughout the cluster. From the process aspect, the implementation of cluster-based services has been carried out according to the SOP, but in Cluster 3 there are discrepancies in service targets. The network approach in Pustu and Posyandu has worked well according to the technical guidelines, but home visits are still carried out by the puskesmas innovation team, not by cadres together with pustu officers as stipulated in KMK NO. HK.01.07/MENKES/2015/2023. Meanwhile, the strengthening of digitalization has been running well at the puskesmas level in the service process, but it has not been fully optimized in the recording and reporting of digitalization at Pustu so that they still use manual recording. In terms of output, the availability of services is quite complete, but utilization is not optimal, reflected in the decline in visits in recent months. Conclusion: The implementation of ILP at Lanrisang Health Center shows progress, but not yet fully in accordance with the technical guidelines. Strengthening the understanding of the implementation team, equitable distribution of health workers, and accelerating digitization in all service networks are needed so that primary care integration can run effectively and sustainably.
Pengaruh Hubungan Bauran Pemasaran Terhadap Kunjungan Ulang Pasien Rawat Jalan di RSUD Regional Provinsi Sulawesi Barat Sary, Wiwiek Indriany; Rusydi, Arni Rizqiani; Baharuddin, Alfina
Journal of Muslim Community Health Vol. 4 No. 2 (2023): APRIL-JUNI (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jmch.v4i2.1202

Abstract

Latar Belakang: Kemampuan rumah sakit untuk menarik dan mempertahankan pasien baru merupakan sebuah fungsi yang tidak berasal dari produk atau pelayanan itu sendiri. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh bauran pemasaran terhadap kunjngan ulang pasien rawat jalan di RSUD Regional. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cross sectional study. Populasi penelitian ini sebanyak 1.833 pasien dan sampel sebanyak 100 pasien yang dipilih dengan cara accidental sampling. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji korelasi spearman dan uji regresi linear berganda. Hasil: Hasil analisis korelasi spearman menunjukkan bahwa ada hubungan yang sedang dan positif variabel bauran pemasaran dengan kunjungan ulang. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan ada beberapa variabel yang tidak ada pengaruhnya terhadap kunjungan ulang pasien. Secara parsial menunjukkan tidak ada pengaruh jenis pelayanan (p=0,137), tempat (p=0,719), promosi (p=0,190), tenaga kesehatan (p=0,851), professional (p=0,155), public (p=0,080), proses (p=0,346), kekuatan RS (p=0,942), dan variabel yang memiliki pengaruh adalah kinerja (p=0,003) terhadap kunjungan ulang pasien rawat jalan. Variabel bauran pemasaran secara simultan berpengaruh terhadap kunjungan ulang pasien rawat jalan (F=0,000). Koefisian determininasi yang dihasilkan sebasar 3.110. Variabel yang paling berpengaruh adalah kinerja. Kesimpulan: Faktor paling dominan mempengaruhi bauran pemasaran adalah performance. Direkomendasikan kepada pihak RSUD Regional agar lebih meningkatkan kualitas pelayanannya sehingga pasien merasa puas dengan pelayanan yang diberikan.
Pengaruh good corporate governance terhadap kinerja karyawan di Rumah Sakit Akademis Jaury Jusuf Putera, Makassar Rusydi, Arni Rizqiani; Arman, Arman; Hamzah, Fyrdha Faradyba
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 4: Desember 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i4.2460

Abstract

This study aimed to analyze the impact of good corporate governance (GCG), encompassing transparency, accountability, responsibility, independence, and fairness, on employee performance at Jaury Jusuf Putera Academic Hospital, Makassar. Utilizing an analytical observational method with a cross-sectional study approach, the research was conducted in January 2023 with a sample size of 86 individuals out of 109 employees at Jaury Jusuf Putera Academic Hospital. Primary and secondary data were collected through questionnaires and analyzed using univariate, bivariate, and multivariate analyses, including tests for data normality and hypothesis testing. The results indicated that all GCG variables (transparency, accountability, responsibility, independence, and fairness) had a positive and significant influence on employee performance. This study confirms that the implementation of GCG principles can enhance employee performance, where employees operating in an environment characterized by transparency, accountability, responsibility, independence, and fairness tend to exhibit better performance. This conclusion underscores the importance of applying GCG in improving employee performance, especially in the healthcare sector such as hospitals.
Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan di RS Akademis Jaury Jusuf Putera Makassar Tahun 2023: The Influence of Organizational Culture on Employee Performance at the Akademis Jaury Jusuf Putera Makassar Hospital in 2023 Aliah, Faradhibah Nur; Arman, Arman; Rusydi, Arni Rizqiani
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 5 No. 1 (2024): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v5i1.1594

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor yang sangat penting dalam sebuah organisasi. Keberhasilan organisasi sangat dipengaruhi oleh kinerja karyawannya. Untuk menciptakan kinerja yang optimal diperlukan suatu budaya organisasi sebagai acuan atau pedoman kerja bagi karyawan dalam menjalankan berbagai aktivitas perusahaan atau organisasi. Tujuan: Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Budaya Organisai terhadap Kinerja Karyawan di RS Akademis Jaury Jusuf Putera Makassar Tahun 2023. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai di RS Akademis Jaury Jusuf Putera Makassar. Sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan mengambil seluruh anggota populasi sebagai sampel sebanyak 86 sampel. Hasil: Menunjukkan dari 86 responden sebagian besar berjenis kelamin perempuan (81,40%), berada pada kelompok usia 31 – 40 tahun (51,16%), masa kerja >10 tahun (53,49%), dan pendidikan terakhir D3 (50%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat pengaruh indikator Inovasi dan pengambilan risiko (p = 0,001), Perhatian terhadap detail (p = 0,007), Orientasi Hasil (p = 0,008), Orientasi Orang (p = 0,005), Orientasi Tim (p = 0,011), Keagresifan (p = 0,021), Kestabilan (p = 0,020) terhadap Kinerja Karyawan di RS Akademis Jaury Jusuf Putera Makassar Tahun 2023. Inovasi dan pengambilan risiko merupakan variabel yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap kinerja karyawan RS Jaury Jusuf Putera Makassar dengan ODDS Ratio Exp(B) 22,790 lebih besar daripada variabel lain yang teramati dalam model penelitian. Kesimpulan: Terdapat pengaruh Inovasi dan pengambilan risiko, perhatian terhadap detail, orientasi hasil, orientasi orang, orientasi tim, keagresifan, dan kestabilan terhadap Kinerja karyawan di RS akademis Jaury Jusuf Putera Makassar. Disarankan pihak rumah sakit agar meningkatkan penerapan budaya organisasi agar kinerja karyawan semakin baik. ABSTRACT Background: Human resources (HR) are a very important factor in an organization. The success of the organization is greatly influenced by the performance of its employees. To create optimal performance, an organizational culture is needed as a reference or work guideline for employees in carrying out various company or organizational activities. Objective: This research was conducted with the aim of analyzing the influence of organizational culture on employe performance at the Akademis Jaury Jusuf Putera Makassar Hospital in 2023. Method: This research is an analytical observational study with a cross sectional study approach. The population in this study were all employees at the Jaury Jusuf Putera Makassar Academic Hospital. The sample in this study used a purposive sampling technique by taking all 86 members of the population as samples. Results: Show that the 86 respondents were mostly female (81.40%), in the age group 31 – 40 years (51.16%), had worked >10 years (53.49%), and had a diploma of at least D3. (50%). The results of statistical tests show that there is an influence of indicators Innovation and risk taking (p =0,001), Attention to detail (p =0.007), Results Orientation (p = 0.008), People Orientation (p =0.005), Team Orientation (p = 0.011), Aggressiveness (p = 0.021), Stability (p =0.020) on Employe Performance at the Akademis Jaury Jusuf Putera Makassar Hospital in 2023. The organizational culture indicators that have the most influence on employee performance are innovation and risk taking as seen from the ODDS Ratio Exp(B) 22,790 is greater than the other variables. Conclusion: Shows that there is an influence of innovation and risk taking, attention to detail, results orientation, people orientation, team orientation, aggressiveness, and stability on employee performance at the Akademis Jaury Jusuf Putera Makassar hospital. It is recommended that hospitals improve the implementation of organizational culture so that employee performance improves.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Ibu Dalam Kunjungan Neonatal Pada Masa Pandemi Di Wilayah Kerja Puskesmas Tomoni Luwu Timur Aulia Maghfira Syani; Arni Rizqiani Rusydi; Nur Ulmy Mahmud
Window of Public Health Journal Vol. 3 No. 6 (2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v3i6.807

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO), pada tahun 2013 Angka Kematian Bayi (AKB) di dunia 34 per 1.000 kelahiran hidup, AKB Negara berkembang 37 per 1.000 kelahiran hidup. AKB di Asia Tenggara 24 per 1.000 kelahiran hidup dan Asia Barat 21 per 1.000 kelahiran hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu dalam kunjungan neonatal pada masa pandemi di wilayah kerja puskesmas Tomoni, luwu timur. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional Study, pengambilan sampel total sampling yaitu sebanyak 39 orang. Cara pengambilan data melakukan wawancara dengan menggunakan daftar pernyataan yang berkaitan dengan perilaku ibu dalam kunjungan neonatal dengan menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan data menggunakan uji bivariat dengan uji Chi-square pada program SPSS dengan tingkat kepercayaan 95% (P=0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ada hubungan antara sikap dengan perilaku ibu dalam kunjungan neonatal (p value = 0,018<0,05), ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku ibu dalam kunjungan neonatal (p value = 0,000<0,05), ada hubungan antara tindakan dengan perilaku ibu dalam kunjungan neonatal (p value = 0,003<0,05), Ada hubungan antara dukungan suami dengan perilaku ibu dalam kunjungan neonatal (p value = 0,026<0,05). Bagi petugas kesehatan agar aktif lagi dalam kunjungan rumah sehingga neonatus tetap mendapatkan pelayanan kesehatan meski tidak berkunjung ke pelayanan kesehatan.
Hubungan Pendidikan Dengan Stres Kerja Pada Sopir AKAP (Antar Kota Antar Propinsi) Di PT. Borlindo Mandiri Jaya Nurul, Syarifah; Arni Rizqiani Rusydi; Andi Rizky Amelia; Ikhram Hardi S; Ulfa Sulaeman
Window of Public Health Journal Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v4i3.827

Abstract

Tuntutan hidup dan tuntutan perusahaan membuat karyawan mengalami gangguan kesehatan sampai kepada dideritanya suatu penyakit tidak terkecuali pengemudi sopir bus AKAP (Antar Kota Antar Propinsi). Salah satu masalah transportasi yang dihadapi di Indonesia ketika jumlah kendaraan tidak sebanding dengan panjang jalanan dapat berdampak pada lamanya mengemudi yang dapat menyebabkan stres pada pengemudi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pendidikan dengan stres kerja pada sopir AKAP (Antar Kota Antar Propinsi) di PT. Borlindo Mandiri Jaya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan cross sectional dengan metode kuantitatif. Jumlah populasi pada penelitian ini sebanyak 32 responden dan pengambilan sampel menggunakan seluruh populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data di analisis dengan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95% dan nilai α = 0,05. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara variabel independent dengan dependen, yang dimana pendidikan p-value= 0.579> α = 0.05.
Kualitas Pelayanan Rawat Inap di RSIA Permata Hati Makassar Anggie Apriliani; Arni Rizqiani Rusydi; Septiyanti
Window of Public Health Journal Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v4i4.1094

Abstract

Kualitas dalam pelayanan kesehatan adalah sebuah konsep manajemen berfokus konsumen yang inovatif dan partisipatif yang mempengaruhi setiap individu dalam organisasi dan kualitas dapat bertahan melalui transformasi budaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 60 pasien. Teknik pengambilan sampel yaitu metode random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 52 pasien. Metode analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan reliability dengan kualitas pelayanan (p=0.023 < 0.05), assurance dengan kualitas pelayanan (p=0.029 < 0.05), tangibles dengan kualitas pelayanan (p=0.003 < 0.05), empathy dengan kualitas pelayanan (p=0.008 < 0.05) dan responsiveness dengan kualitas pelayanan (p=0.003 < 0.05). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan reliability, assurance, tangibles, empathy dan responsiveness dengan kualitas pelayanan pada pasien di RSIA Permata Hati Makassar.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Minat Berkunjung Kembali Pada Pasien Di RSIA Permata Hati Makassar Arni Rizqiani Rusydi; Ella Andayanie; Amalia, Husnul Ayu
Window of Public Health Journal Vol. 4 No. 6 (2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v4i6.1324

Abstract

Minat kunjungan ulang merupakan perilaku yang muncul sebagai respon terhadap objek yang menunjukkan keinginan pelanggan untuk melakuka pembelian ulang produk yang telah dibeli sebelumnya. Pelanggan secara sadar dan tidak sadar akan mengevaluasi transaksi yang telah dilakukan. Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah 216. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan metode acak atau disebut juga dengan probability sampling dengan jumlah sampel sebanyak 140 pasien. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariate menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian diperoleh adanya hubungan antara minat kembali dengan persepsi (p = 0,018 < 0,05), kondisi demografi (p = 0,000 < 0,05), dorongan keluarga (p = 0,000 < 0,05), petugas kesehatan (p = 0,000 < 0,05), promosi (p = 0,001 < 0,05).
SOSIALISASI PEMANFAATAN AIR BERSIH DAN JAMBAN SEHAT PADA MASYARAKAT DESA MINANGAKA’E Rusydi, Arni Rizqiani; Kasim, Muhammad Ridha; Nasir, Muhammad Fajruddin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.34537

Abstract

Secara geografis, wilayah Desa Minangaka’e memiliki risiko tinggi terhadap dampak perubahan iklim. Air bersih yang sulit lagi diperoleh menyebabkan masyarakat sekitar harus membeli air bersih secara bergiliran/ mengantri dalam memperoleh air bersih tersebut. Selain itu, air pasang yang terjadi bahkan tiap tahun dan disertai hujan juga menyebabkan sebagian besar kondisi tempat tinggal mereka tidak lagi memenuhi syarat kesehatan dan tidak layak huni sehingga perilaku hidup masyarakat sekitar jauh dari perilaku hidup bersih dan sehat. Banyaknya bangunan rumah sampai pada WC masyarakat akibat seringnya terjadi air pasang menyebabkan masyarakat sekitar harus melakukan kegiatan BAB di sembarang tempat. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat Desa Minangaka’e terkait pentingnya penggunaan air bersih dan pemanfaatan jamban sesuai syarat kesehatan. Metode awal pelaksanaan PkM ini adalah sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan sosialisasi ini di hadiri oleh masyarakat Desa Minangaka’e terutama kelompok nelayan Minangaka’e. Banyaknya masyarakat yang hadir pada kegiatan sosialisasi ini, mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan PkM yang dilakukan. Satu minggu setelah diadakannya sosialisasi, tim pengabdi melanjutkan tahapan kegiatan PkM dengan melaksanakan kegiatan FGD. Memastikan lokasi/titik penjernihan air dan pembangunan jamban sehat merupakan hal yang sangat penting dibahas dalam FGD ini. Berdasarkan hasil FGD dapat disimpulkan bahwa kelompok nelayan Minangaka’e berkomitmen untuk bekerjasama dengan tim pengabdi dalam membangun jamban sehat dan sistem penjernihan air guna mewujudkan lingkungan dan kehidupan masyarakat yang bersih dan sehat.