Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Perbedaan Total Biaya Riil dan Tarif Indonesian Case Based Group (INA-CBG) pada Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) : Analysis of Differences in Total Real Costs and Indonesian Case Based Group (INA-CBG) Rates for Dengue Fever (DHF) Patients Alfiana, Andi; Yusriani, Yusriani; Rusydi, Arni Rizqiani
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 5 No. 2 (2024): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v5i2.1786

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Ketidaksesuaian biaya riil rumah sakit dengan tarif INA-CBG sering terjadi di beberapa rumah sakit dan membuat rumah sakit harus melakukan pengendalian biaya rumah sakit. DBD telah menjadi salah satu penyakit 10 terbesar Rawat Inap di provinsi Sulawesi Selatan. Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada perbedaan biaya riil dan tarif INA-CBG kasus DBD ringan pasien rawat inap RSIA Ananda Makassar. Metode: Jenis penelitian bersifat deskriptif yang dilakukan dengan metode kuantitatif serta menggunakan pendekatan uji beda yaitu one sample T-Test. Lokasi penelitian di RSIA Ananda Makassar pada bulan Januari-Februari 2024. Populasi adalah rekam medis pasien DBD di perawatan rawat inap. Sampel adalah rekam medis pasien peserta BPJS yang men-derita penyakit DBD ringan meliputi pasien rawat inap kelas 1, kelas 2, dan kelas 3 pada kategori anak dan dewasa dengan kode INA-CBG A-4-14-1 dan kode ICD 10 A90 atau A91. Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Hasil: Total keseluruhan biaya riil pasien DBD ringan, pada kategori dewasa kelas 1 sebesar Rp.5.873.801, kelas 2 sebesar Rp.4.624.002, serta kelas 3 sebesar Rp.3.367.803. Sementara pada kategori anak, total biaya riil pada pasien DBD ringan kelas 1 sebesar Rp.6.162.601, kelas 2 sebesar Rp.4.644.202, serta kelas 3 sebesar Rp.3.384.203. Analisis perbedaan signifikansi biaya riil pasien DBD ringan kategori dewasa dan anak didapatkan bahwa terdapat perbedaan biaya riil dan tarif INA-CBG pada pasien DBD ringan secara signifikan dan bermakna dimana didapatkan pada kategori dewasa nilai p= 0.024 dan pada kategori anak didapatkan nilai p= 0.028. Kesimpulan: Terdapat perbedaan biaya riil dan tarif INA-CBG pada hasil uji statistik mengatakan bahwa ada perbedaan signifikan antara biaya riil rumah sakit dengan tarif INA-CBG. ABSTRACT Background: The mismatch of real hospital costs with INA-CBG tariffs often occurs in several hospitals and makes hospitals have to control hospital costs. DHF has become one of the top 10 most hospitalized diseases in South Sulawesi province. Objective: To determine whether there is a difference in real costs and INA-CBG rates for mild dengue cases of inpatients at RSIA Ananda Makassar. Method: This type of research is descriptive which is carried out with quantitative methods and uses a different test approach, namely one sample T-Test. The research location was at RSIA Ananda Makassar in January-February 2024. The population is the medical records of DHF patients in inpatient care. The sample is the medical records of BPJS participant patients who suffer from mild dengue disease including class 1, class 2, and class 3 inpatients in the pediatric and adult categories with INA-CBG code A-4-14-1 and ICD 10 code A90 or A91. Sampling using purposive sampling method. Results: The total real cost of mild DHF patients, in the adult category, class 1 amounted to Rp. 5,873,801, class 2 amounted to Rp.4,624,002, and class 3 amounted to Rp.3,367,803. While in the pediatric category, the total real cost of mild dengue patients in class 1 amounted to Rp. 6,162,601, class 2 amounted to Rp.4,644,202, and class 3 amounted to Rp.3,384,203. Analysis of the significance of differences in the real costs of mild DHF patients in the adult and pediatric categories found that there were significant and meaningful differences in real costs and INA-CBG rates in mild DHF patients where the p value was obtained in the adult category = 0.024 and in the pediatric category obtained a p value = 0.028. Conclusion: There is a difference in real costs and INA-CBG rates in the statistical test results say that there is a significant difference between real hospital costs and INA-CBG rates.
PENGARUH JOB RESOURCES DAN JOB DEMAND TERHADAP JOB CRAFTING PERAWAT BERBASIS ETNIK DI RSUD PALAGIMATA KOTA BAUBAU: THE INFLUENCE OF JOB RESOURCES AND JOB DEMAND ON JOB CRAFTING OF ETHNIC-BASED NURSES AT RSUD PALAGIMATA BAUBAU CITY Zaru, Zelyn Rizkiyah; Rusydi, Arni Rizqiani; Sumiaty, Sumiaty
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 5 No. 1 (2024): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v5i1.1815

Abstract

Abstract Background: Job crafting is affected by Job demand (JD) and Job resources (JR). Characteristics work nurse can potential give rise to fatigue And tension Because must serve service on sick man. Objective study this is for know influence of job resources And job demands to job crafting. Aim: This study aims to analyze the influence of Job Resources and Job Demand on Job Crafting of ethnic-based nurses at Palagimata Regional Hospital, Baubau City. Method: Type study this is observational with design cross-sectional study. Population study This as many as 220 and sample as many as 220 techniques taking sample based on amount population with method total sampling. Collected data analyzed with use test multiple linear regression. Results: Results study that part big respondents, manifold sex women (82 .5 %),. Results analysis multiple linear regression show all variable There is its influence to job crafting. By Partial show There is influence job demand (p=0.001) and jobs resources (p=0.000) against job crafting . Variable job demands And jod resources in a way simultaneous influential to interest buy repeat (F=0.000). Coefficient resulting determination by 57%. The most influential variable is job resources. Conclusion: Conclusion that most dominant factor influence job crafting is job resources. Recommended to the Palagimata Regional Hospital, Baubau City For more notice work the nurse.
Hubungan Komponen Quality Of Work Life (QWL) dengan Produktivitas Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Labuang Baji: Relationship between Quality of Work Life (QWL) Components and Work Productivity of Nurses in the Inpatient Room of Labuang Baji Hospital Hidayah, Andi Muhammad Ilham; Haeruddin, Haeruddin; Rusydi, Arni Rizqiani
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 5 No. 1 (2024): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v5i1.1834

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Rumah sakit merupakan bagian penting dari suatu sistem kesehatan, karena rumah sakit sebagai salah satu penyedia upaya pelayanan kesehatan. Perawat adalah seorang yang memiliki kemampuan dan kewenangan melakukan tindakan keperawatan berdasarkan ilmu yang dimilikinya yang diperoleh melalui pendidikan keperawatan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kualitas kehidupan kerja dengan kinerja perawat di RSUD Labuang Baji. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Labuang Daerah Baji bulan Januari 2024. Sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampling purposive sampling dengan jumlah sampel yang terlibat sebanyak 60 orang. Hasil: Penelitian yang di ikuti oleh perawat ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji yang diikuti oleh 60 perawat, yang terdiri dari 40 perawat perempuan dan 20 perawat laki-laki. 80% perawat yang terlibat sudah bekerja selama 10-20 tahun. 76% merupakan golongan PNS golongan IV. Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan antara komponen peningkatan produktivitas kerja perawat seperti hubungan kesempatan untuk mengembankan diri, gaji dan kesejahteraan, keaamanan kerja, kebanggaan pada pekerjaan, keterbukaan dan keadilan, kepercayaan dan keramahan. Tetapi adanya perbedaan mengenai tingkat hubungan dari lemah-sedang, selain gaji dan kesejahteraan yang memiliki hubungan tingkat sedang (0,437 dan 0,581). Kesimpulan: Variabel komponen produktivitas kerja perawat seperti komponen peningkatan produktivitas kerja perawat seperti hubungan kesempatan untuk mengembankan diri, gaji dan kesejahteraan, keaamanan kerja, kebanggaan pada pekerjaan, keterbukaan dan keadilan, kepercayaan dan keramahan berpengaruh terhadap peningkatan produktivitas perawat walaupun dalam tingkat lemah-sedang. Diharapkan data penelitian dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam membentuk kebijakan pada instansi terkait demi meningkatkan kualitas hidup perawat. ABSTRACT Background: Hospitals are an important part of a health system, because hospitals are one of the providers of health care efforts. Nurse is a person who has the ability and authority to perform nursing actions based on his knowledge obtained through nursing education. Objective: To determine the relationship between the quality of work life and the performance of nurses at Labuang Baji Hospital. Method: This study is an analytic observational study with a cross sectional study approach. The population in this study were outpatients at Labuang Baji Regional General Hospital in January 2024. The sample in this study used purposive sampling technique with the number of samples involved as many as 60 people. Results: The study was participated by nurses in the inpatient room of Labuang Baji Regional General Hospital which was attended by 60 nurses, consisting of 40 female nurses and 20 male nurses. 80% of the nurses involved have worked for 10-20 years. 76% are class IV civil servants. Based on the results of the study, there is a relationship between the components of increasing nurses' work productivity such as the relationship between opportunities to develop themselves, salary and welfare, job security, pride in work, openness and justice, trust and friendliness. However, there are differences regarding the level of relationship from weak-moderate, other than salary and welfare which have a moderate level of relationship (0.437 and 0.581). Conclusion: The variable components of nurses' work productivity such as the components of improving nurses' work productivity such as the relationship between opportunities for self-development, salary and welfare, job security, pride in work, openness and fairness, trust and friendliness affect the improvement of nurses' productivity even though at a weak-moderate level. It is expected that the research data can be used as a basis for consideration in forming policies at relevant agencies in order to improve the quality of life of nurses.
Efektifitas Penatalaksanaan Heat Stroke Berdasarkan Perpol Nomor 8 Tahun 2018 di SPN Polda Sulsel Tahun 2024: Effectiveness of Heat Stroke Management Based on Police Regulation No. 8/2018 at SPN Polda Sulsel in 2024 Fadly, Moch. Imam Nur; Ahri, Reza Aril; Rusydi, Arni Rizqiani
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 5 No. 2 (2024): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v5i2.1842

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Perpol No. 8 Tahun 2018 Pasal 4 tentang Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Tertentu di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pada Bab II Pasal 4 mengatur Penatalaksanaan Heat Stroke di lingkungan Lembaga Pendidikan Polri. SPN Polda Sulsel merupakan salah satu Lembaga pendidik siswa Polisi, yang dalam proses belajar mengajarnya harus selalu berpedoman kepala peraturan yang telah ditetapkan. Diketahui bahwa proses PBM di SPN Polda Sulsel salah satunya kegiatan fisik berat yang sangat rawan terhadap kasus Heat stroke. Tujuan: Untuk menganalisis efektifitas penatalaksanaan Heat stroke berdasarkan Perpol Nomor 8 Tahun 2018. Metode: Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini menggunakan Teknik snowballing Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik wawancara mendalam dengan alat perekam, telusur dokumen dan observasi. Teknik analisis data menggunakan teori Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian dilakukan bulan Juni- Agustus 2024. Kesimpulan: Penatalaksanaan Heat Stroke di SPN Polda Sulsel dinilai dari input dan proses sudah efektif dilaksanakan dengan selalu perpedoman kepada Perpol Nomor 8 Tahun 2018. Hal ini dapat dilihat dari jumlah kasus Heat stroke yang tidak pernah lagi terjadi. Namun ada kendala yang ditemukan pada kurangnya kepatuhan pengasuh dan siswa dalam melaksanakan sebagian SOP. Kendala ini diatasi dengan selalu memberikan edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya patuh terhadap SOP yang ada. ABSTRACT Background: Perpol Number 8 of 2018 Article 4 concerning the Implementation of Certain Health Services within the Indonesian National Police. Chapter II Article 4 regulates the Management of Heat Stroke within the Police Education Institution. SPN Polda Sulsel is one of the educational institutions for Polri students, which in its teaching and learning process must always be guided by the head of the Regulation that has been set. It is known that the PBM process at SPN Polda Sulsel includes heavy physical activities that are very prone to cases of Heat Stroke. Objective: To analyze the effectiveness of Heat Stroke management based on Perpol Nomor 8 of 2018. Method: This study is descriptive qualitative. The partisipants in this study adopted the Snowball Sampling Technique. The Data collection methode employed an in-depth interview strategy using a recording devices, document search and observation. The aplication of Miles and Huberman aproach involves drawing conclusions. The investigation was conducted over the period of June to August in the year 2024. Conclusion: The management of Heat Stroke at the SPN Polda Sulsel is assessed from the input and process to have been effectively implemented by always adhering to Perpol Number 8 of 2018. This can be seen from the number of Heat stroke cases that have never happened again. However, there were obstacles found in the lack of compliance of caregivers and students in implementing some of the SOPs. This obstacle was overcome by always providing education and socialization about the importance of complying with existing SOPs.
Implementasi Kelas Rawat Inap Standar Jaminan Kesehatan Nasional Terhadap Sarana Prasarana di RSUP dr. Tadjuddin Chalid Makassar Tahun 2023: Implementation of the National Health Insurance Standard Inpatient Class on Infrastructure Facilities at dr. Tadjuddin Chalid Makassar General Hospital in 2023 Natsir, Renalda Trianti Putri; Ahri, Reza Aril; Rusydi, Arni Rizqiani
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 5 No. 1 (2024): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v5i1.1843

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Kelas Rawat Inap Standar Jaminan Kesehatan Nasional (KRIS JKN) merupakan peraturan dan penetapan kebijakan baru yang akan diterapkan oleh Pemerintah di masa sekarang dan yang akan datang. Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Tadjuddin Chalid Makassar merupakan salah satu rumah sakit yang ditunjuk dan ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan untuk melakukan uji coba penerapan Kelas Rawat Inap Standar Jaminan Kesehatan Nasional (KRIS JKN) pada tahun 2022. Meskipun dari 12 kriteria yang ditetapkan sudah dipenuhi, tetapi ada beberapa kriteria yang belum memenuhi standar, antara lain kamar mandi dengan standar aksesabilitas dan suhu ruang rawat inap yang belum stabil diantara 20-26 C. Tujuan: Untuk menganalisis penerapan/implementasi Kelas Rawat Inap Standar Jaminan Kesehatan Nasional Terhadap Sarana Prasarana di RSUP dr. Tadjuddin Chalid Makassar Tahun 2023. Metode: Penelitian ini bersifat quasi kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yaitu wawancara mendalam (indepth interview), dokumentasi dan instrumen survei. Kemudian data dianalisis secara induktif untuk membangun sebuah teori. Kesimpulan: 1) Setelah penetapan dilakukan, ada 10 kriteria yang sudah terpenuhi diantaranya adalah komponen bangunan, ventilasi udara, pencahayaan ruangan, kelengkapan dan kualitas tempat tidur, pembagian ruangan, kepadatan ruangan, tirai/partisi antar tempat tidur, kamar mandi dalam ruang perawatan serta outlet oksigen. RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar juga mengalami peningkatan pendapatan sekitar dua kali lipat dan kepuasan pasien yang meningkat 80%, sedangkan untuk kepuasan pegawai diindikasikan juga memberikan dampak positif; 2) Dari 12 kriteria yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, ada 2 kriteria yang menjadi hambatan saat peraturan pertama kali dikeluarkan terkait suhu dan kelembaban ruangan yang belum memenuhi keseluruhan serta kamar mandi dengan standar aksesabilitas yang belum memenuhi dari segi tanda/stiker disabilitas yang belum ada. ABSTRACT Background: The National Health Insurance Standard Inpatient Class (KRIS JKN) is a new regulation and policy stipulation that will be implemented by the Government in the present and future. Dr. Tadjuddin Chalid Makassar Central General Hospital is one of the hospitals appointed and determined by the Director General of Health Services to conduct a trial implementation of the National Health Insurance Standard Inpatient Class (KRIS JKN) in 2022. Although the 12 criteria set have been met, there are several criteria that have not met the standards, including bathrooms with accessibility standards and inpatient room temperatures that have not stabilized between 20-26 °C. Objective: To analyze the application / implementation of the National Health Insurance Standard Inpatient Class on Infrastructure Facilities at dr. Tadjuddin Chalid Makassar General Hospital in 2023. Method: This research is quasi qualitative in nature. The data collection methods used in the research were indepth interviews, documentation and survey instruments. Then the data was analyzed inductively to build a theory. Conclusion: 1) After the determination is made, there are 10 criteria that have been met including building components, air ventilation, room lighting, completeness and quality of beds, room division, room density, curtains / partitions between beds, bathrooms in the treatment room and oxygen outlets. Dr. Tadjuddin Chalid Makassar Hospital also experienced an increase in revenue of about two times and patient satisfaction which increased by 80%, while for employee satisfaction it was indicated that it also had a positive impact; 2) Of the 12 criteria set by the Central Government, there were 2 criteria that became obstacles when the regulation was first issued related to room temperature and humidity that did not meet the overall and bathrooms with accessibility standards that did not meet in terms of signs / stickers of disability that did not exist.
Pengaruh Pengalaman Pasien Terhadap Kepercayaan Pelayanan dengan Kepuasan Sebagai Intervening pada Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar: The Influence of Patient Experience on Service Trust with Satisfaction as Intervening at Inpatient of Makassar City Regional General Hospital Mustakim, Sary Bulan; Multazam, Andi Muhammad; Rusydi, Arni Rizqiani
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 5 No. 2 (2024): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v5i2.1878

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Rumah sakit memiliki peran penting dalam menyediakan pelayanan kesehatan yang berkualitas, tidak hanya dalam aspek klinis tetapi juga non-klinis, yang berfokus pada pengalaman dan kepuasan pasien. Penelitian ini meneliti hubungan antara pengalaman pasien dengan kepercayaan pelayanan, dengan kepuasan sebagai variabel intervening di RSUD Kota Makassar. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh pengalaman pasien terhadap kepuasan dan kepercayaan pelayanan di RSUD Kota Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 386 pasien rawat inap yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai pengalaman, kepuasan, dan kepercayaan pelayanan. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dan analisis jalur untuk mengukur pengaruh langsung dan tidak langsung. Hasil: Pengalaman pasien berpengaruh positif terhadap kepuasan dan kepercayaan, meskipun hasil uji jalur menunjukkan pengaruh tidak signifikan. Faktor seperti komunikasi dengan tenaga medis dan kenyamanan fisik turut mempengaruhi kepuasan, sedangkan kepercayaan pasien lebih banyak terkait dengan interaksi dan dukungan emosional. Kesimpulan: Meski pengalaman pasien berhubungan positif dengan kepuasan dan kepercayaan pelayanan, pengaruh ini tidak signifikan secara statistik. Hasil ini mengindikasikan bahwa perbaikan kualitas pengalaman pasien belum cukup untuk meningkatkan kepercayaan secara signifikan di rumah sakit. ABSTRACT Background: Hospitals play a vital role in providing quality healthcare, focusing on both clinical and non-clinical aspects, particularly on patient experience and satisfaction. This study examines the relationship between patient experience and service trust, with satisfaction as an intervening variable at Makassar City Hospital. Objective: To analyze the effect of patient experience on satisfaction and service trust in Makassar City Hospital. Method: Cross-sectional design was used with a sample of 386 inpatients selected through accidental sampling. Data were collected through questionnaires covering patient experience, satisfaction, and service trust. Analysis involved Spearman correlation and path analysis to measure direct and indirect effects. Results: Patient experience positively influenced satisfaction and trust, although path analysis indicated a non-significant effect. Factors such as communication with medical staff and physical comfort contributed to satisfaction, while patient trust was influenced more by interaction and emotional support. Conclusion: Although patient experience positively correlates with satisfaction and trust, its influence is not statistically significant. These findings suggest that improving patient experience alone may not significantly increase trust.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan Antenatal Care (ANC) Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Sudiang Kota Makassar Nurhikma; Haeruddin; Arni Rizqiani Rusydi
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 5 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i5.1947

Abstract

Antenatal Care adalah layanan kesehatan ibu hamil guna menurunkan angka meninggalnya bayi serta ibu. Pelaksanaan program antenatal care memiliki tujuan guna mempersiapkan untuk kebaikan mental serta fisik dan menyeleamtkan anak serta ibu di saat sedang hamil, masa bersalin hingga nifas. Temuan ini memiliki tujuan guna melihat faktor yang mempunya ikaitan dengan kunjungan antenatal care pada ibu hamil di Puskesmas Sudiang Kota Makassar Tahun 2024. Peneliti menerapkan jenis penelitian kuantitatif melalui penelitian cross sectional. Sampel penelitian ini merupakan ibu hamil di Puskesmas Sudiang Kota Makassar dengan banyak populasi sebanyak 136 ibu hamil dan besar sampel sebanyak 101 ibu hamil yang ditentukan menggunakan rumus lameshow. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya keterkaitan dari pengetahuan kunjungan ANC melalui p (value) = 0,033, tidak adanya keterkaitan dari jarak tempat tinggal pada kunjungan ANC melalui p (value) = 0,463, tidak terdapat keterkaitan dari fasilitas kesehatan pada kunjungan ANC melalui p (value) = 0,279, tidak adanya keterkaitan dari pendamping untuk melakukan pemeriksaan pada kunjungan ANC melalui p (value) = 0,262, adanya keterkaitan antara perilaku petugas kesehatan pada kunjungan ANC melalui p (value) = 0,019, tidak adanya keterkaitan antara keberadaan petugas kesehatan di tempat pada kunjungan ANC melalui p (value) = 0,926, terdapat keterkaitan diantara ketepatan waktu pelayanan pada kunjungan ANC dengan p (value) = 0,000. Temuan ini memiliki kesimpulan yaitu adanya keterkaitan dari pengetahuan, perilaku petugas kesehatan, dan ketepatan waktu pelayanan dengan kunjungan ANC. Diharapkan kepada ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuannya tentang pentingnya ANC dan diharapkan pula untuk pihak puskesmas untuk memberikan pelayanan yang ramah serta pelayanan yang cepat dan tepat terhadap pelayanan pada ANC.
Faktor Yang Mempengaruhi Kelelahan Kerja Pada Guru Smk Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI) Makassar Yuliyanti, Lilis; Arman; Rusydi, Arni Rizqiani
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 6 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i6.1855

Abstract

Penyebab terjadinya kelelahan pada guru SMK Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI) Makassar disebabkan oleh pekerjaan yang dilakukan para guru : Sakit belakang, mudah lapar, mudah mengantuk, badan terasa pegal pegal, mudah lelah, pusing/kepala terasa berat, dan sakit pinggang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kelelahan kerja pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kelelahan kerja pada guru. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan dengan pendekatan cross sectional studi dengan sampel sebanyak 50 orang guru yang diambil menggunakan teknik total sampling. Metode Analisis data mengunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Untuk univariat dan bivariat data analisis menggunakan uji chi-square, sedangkan untuk analisis data multivariat menggunakan uji regresi linear. Dari hasil penelitian berdasarkan uji chi-square diperoleh bahwan hubungan umur dengan kelelahan kerja didapatkan nilai  (p= 0.00 < 0.05), hubungan jenis kelamin dengan kelelahan kerja didapatkan nilai (p= 0.980 > 0.05), hubungan beban kerja dengan kelelahan kerja didapatkan nilai (p= 0.00 < 0.05), dan hubungan  motivasi kerja dengan  kelelahan kerja didapatkan nilai (p= 0.00 < 0.05). Untuk hasil multivariat dengan uji regresi linear didaptkan untuk umur terhadap kelelahan kerja didapatkan nilai p value > 0,05 (0,666 > 0,05) dan nilai t hitung < t tabel yaitu (0,434 < 1,679) sehingga disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh umur terhadap kelelahan kerja, pengaruh beban kerja terhadap kelelahan kerja diperoleh nilai p value > 0,05 (0,523 > 0,05) dan nilai t hitung < t tabel yaitu (0,643 < 1,679) sehingga disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh beban kerja terhadap kelelahan kerj, pengaruh motivasi terhadap kelelahan kerja diperoleh nilai p value <  0,05 (0,16 < 0,05) dan nilai t hitung > t tabel yaitu (2,508 > 1,679) sehingga disimpulkan bahwa ada pengaruh motivasi kerja terhadap kelelahan kerja. Motivasi kerja berpengaruh dalam penelitian ini karena para guru disekolah yang mempunyai kinerja yang lebih sehigga mengalami kelelahan kerja.
Gambaran Perilaku Pijat Bayi Dan Pijat Ibu Hamil Pada Masyarakat Etnik Jawa Di Desa Patila Levia, Yayang; Arni Rizqiani Rusydi; Haeruddin
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 6 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i6.2021

Abstract

Pijat merupakan salah satu metode pengobatan tertua di dunia. Pijat meliputi seni perawatan kesehatan dan pengobatan yang mampu melemaskan sendi yang terlalu kaku dan menyatukan organ tubuh dengan gosokan yang kuat. Pijat bayi dan pijat ibu hamil pada masyarakat etnik Jawa di Desa Patila sudah menjadi salah satu tradisi yang dilakukan turun-temurun. Penelitian ini dilakukan untuk menggali informasi mengenai manfaat pijat bayi dan pijat ibu hamil terhadap kualitas tidur, nafsu makan, dan kebugaran masyarakat  etnik Jawa di Desa Patila Kecamatan Tana Lili Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi, penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan penelitian yang mengungkap situasi sosial tertentu dengan mendeskripsikan kenyataan secara benar, dibentuk oleh kata-kata berdasarkan teknik pengumpulan dan analisis data yang diperoleh dari situasi yang alamiah. Hasil penelitian yang di peroleh kualitas tidur,nafsu makan dan kebugaran pada bayi dan ibu hamil sebelum diberikan pijat lebih  cenderung dengan kualitas tidur yang kurang baik, terkadang bayi rewel, sulit tidur di malam hari dan setelah diberikan pijat bayi tidurnya lebih nyenyak dan lebih lama sehingga berpengaruh juga kepada daya tahan tubuhnya, begitu pun dengan ibu hamil dengan kualitas tidur yang baik dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan mengurangi resiko terjadinya anemia.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Produktivitas Kerja Perawat Ruang Inap di Rumah Sakit Ibnu YW-UMI Makassar Nova Selviani; Arni Rizqiani Rusydi; Reza Aril Ahri
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 6 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i6.2098

Abstract

Untuk melakukan peningkatan mutu pelayanannya, salah satu faktor yang paling penting diperhatikan oleh pihak Rumah Sakit adalah SDM. Pentingnya produktivitas kerja bagi perawat adalah bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan secara terus menerus bagi seluruh komponen rumah sakit dan peningkatan kualitas hasil kerja oleh rumah sakit. Dampak dari rumah sakit yang memiliki produktivitas rendah akan mengakibatkan turunnya jumlah pelanggan karena rendahnya kualitas pelayanan yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan motivasi, disiplin kerja, etos kerja dan keterampilan perawat ruang inap di rumah sakit Ibnu sina yw-umi kota makassar Tahun 2024. Jenis penelitian yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah jumlah pasien rawat inap satu bulan terakhir yaitu 778 dan diperoleh sampel sebanyak 265 responden. Teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan survei menggunakan kuesioner. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan bivariat, serta uji statistik chi square . Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara produktivitas kerja dengan motivasi, disiplin kerja, etos kerja dan keterampilan perawat ruang inap, Standar nilai p-value yang digunakan adalah 0,05 yaitu pada motivasi pada uji statistik chi square dengan nilai p Value ( p = 0,0000 ), disiplin kerja yang diperoleh ( p =0,000), etos kerja ( p =0,013), dan keterampilan ( p =0,001). Dari hasil hasil diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara produktivitas kerja dengan motivasi, disiplin kerja, etos kerja dan keterampilan perawat ruang inap di Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Kota Makassar 2024