Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENANAMAN BUDAYA DEMOKRASI DI SMP NEGERI 3 CIANJUR (STUDI TENTANG PROSES PEMBENTUKAN KEMAMPUAN KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS SISWA) Agustina, Yolanda; Mulyadi, Yahya; Indriyani, Dina
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 12, No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jpphk.v12i1.1702

Abstract

Budaya demokrasi harus ditanamkan sejak dini mulai dari lingkungan kecil seperti keluarga, sekolah dan masyarakat. Maka disekolahpun budaya demokrasi dikenalkan terhadap siswa. Sekolah merupakan tempat untuk membentuk warga negara demokratis. Selain menjadi warga negara demokratis siswa pun diharapkan memiliki kepemimpinan demokratis. Kepemimpinan demokratis selalu diharapkan dan didambakan oleh masyarakat, hal ini perlu adanya upaya dalam lingkungan pendidikan untuk menciptakan pemimpin yang demokratis. Sekolah Menengah Pertama merupakan jenjang pendidikan yang penting terutama untuk menginternalisasikan karakter. Dalam tahap ini siswa diberikan kesempatan untuk dapat mengaktualisasikan segenap bakat dan minat, serta kebebasan untuk bermusyawarah sebagai wahana pendewasaan untuk menjadi pemimpin bangsa yang demokratis. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui penanaman budaya demokrasi di SMP Negeri 3 Cianjur dalam membentuk kemampuan kepemimpinan demokratis siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif deskriptif. Adapun teknik yang digunakan adalah dengan menggunakan angket, wawancara dan observasi. Populasi penelitian sebanyak 287 siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Cianjur, jumlah sampel yang diambil secara acak, yaitu 30% dengan jumlah 86 siswa. Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan maka diperoleh hasil bahwa penanaman budaya demokrasi di SMP Negeri 3 Cianjur berjalan dengan benar sehingga siswa memiliki kemampuan kepemimpinan demokratis. Hal tersebut dapat di lihat dari siswa yang bermusyawarah dalam menyelesaikan persoalan, kemudian siswa yang senantiasa mendengar, menghargai dan menerima hak orang lain dalam menyampaikan pendapat, dan siswa yang  menjunjung tinggi toleransi.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PPKn DI KELAS X SMA NEGERI 1 PACET Nursanti, Ayu; Indriyani, Dina
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 13, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jpphk.v13i1.3845

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model problem based learning dalam meningkatkan minat belajar peserta didik pada mata pelajaran PPKn. Minat merupakan suatu keadaan di mana seseorang mempunyai perhatian terhadap sesuatu dan disertai keinginan untuk mengetahui dan mempelajari maupun membuktikannya lebih lanjut. Untuk meningkatkan minat belajar peserta didik pada mata pelajaran PPKn, maka guru harus memilih model pembelajaran yang sesuai dengan karakter dan keadaan peserta didik. Salah satu model perlu diterapkan untuk menciptakan suasana belajar lebih aktif dan terpusat kepada peserta didik sehingga dapat meningkatkan minat belajar adalah model problem based learning. Model pembelajaran berbasis masalah adalah model pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam proses kegiatan pembelajaran dengan menggunakan masalah sebagai langkah untuk mengumpulkan pengetahuan, sehingga dapat merangsang peserta didik untuk berpikir kritis dan belajar secara individu maupun kelompok kecil sampai menemukan solusi dari masalah tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model problem based learning dapat meningkat minat belajar peserta didik, hal tersebut dapat dilihat dari meningkatnya perhatian belajar, meningkatnya keterlibatan belajar, dan meningkatnya kreativitas belajar peserta didik. Kata Kunci: Model Problem Based Learning. Minat, Belajar.
Revitalisasi Nilai Lokal: Model Proyek Partisipatif Berbasis Budaya Cianjur dalam Pembelajaran Pancasila Indriyani, Dina; Naidu, Noor Banu Binti Mahadir
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 22 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v22i2.64750

Abstract

There is a need for an instructional model in Pancasila Education that can effectively transmit the values of local wisdom embedded in the Pilar Budaya Cianjur (Cianjur Cultural Pillars), as part of Indonesia’s national cultural heritage. Therefore, this study presents a suitable learning model for conveying these local wisdom values so that they can be institutionalized in the lives of younger generations. This research is a development study, employing data collection techniques such as interviews, literature review, focus group discussions (FGDs), and experimentation. The findings reveal that the Participatory Project-Based Learning Model is effective in transforming the local wisdom values of Pilar Budaya Cianjur within Pancasila Education, achieving an effectiveness score of 0.824911 or 82.49%, which falls into the high category. The Participatory Project-Based Learning Model (MP3) is an innovation derived from project-based learning, value-based learning, and service-learning models. Through this model, the local wisdom values embedded in Pilar Budaya Cianjur can be passed down with the aim of instilling these values in the younger generation.
Promoting civic engagement among students in the preservation of local culture during a time of disruption Indriyani, Dina; Komalasari, Kokom; Malihah, Elly; Fitriasari, Susan
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 20, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v20i1.58790

Abstract

Citizenship education aims to cultivate intelligent and responsible citizens. One essential characteristic of a responsible citizen is their active engagement in civic duties, as demonstrated through their attitudes and behavior. This study examines the level of civic engagement among high school students in preserving local culture during the era of disruption. The research adopts a quantitative descriptive approach and collects data from high school students in Cianjur Regency, Indonesia, using a survey questionnaire. The findings reveal that: (1) the level of civic attitude among students in cultural preservation is sufficient, with a score of 55.12%; and (2) the level of civic behavior, specifically real action taken to preserve local culture, is very low, with a score of 9.22%. This suggests that student involvement in cultural preservation needs to be further developed to safeguard local culture. Therefore, future researchers are advised to devise a Citizenship education learning model that can foster civic engagement among high school students in preserving local culture.
Peranan Project Citizen terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa indriyani, dina
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 4 No 2 (2019): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v4i2.1751

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang berbasis Project Citizen dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Hasil studi pra penelitian yang peneliti lakukan melalui wawancara pada  mahasiswa Program studi PPKn dan Program studi Pendidikan Matematika, diperoleh hasil bahwa selama ini mahasiswa merasa pembelajaran PKn menjenuhkan, monoton dan cenderung kurang bermakna bagi mahasiswa. Oleh karena itu, berdasarkan hasil temuan permasalahan dilapangan tersebut peneliti menerapkan metode pembelajaran Project Citizen dalam proses pembelajaran PKn dengan harapan pembelajaran lebih menyenangkan dan bermakna sehingga mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Pada penelitian ini mendeskripsikan bagaimana modifikasi pembelajaran PKn dengan menerapkan Project Citizen sehingga diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Penelitian ini dilakukan di dua program studi yang berbeda yaitu program studi PPKn dan program studi Pendidikan Matematika. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah melakukan rekayasa pembelajaran dengan berbasis pada Project Citizen, diperoleh hasil bahwa proses pembelajaran PKn yang berbasis Project Citizen mampu memberikan penyegaran dalam proses pembelajaran PKn menjadi lebih bermakna dan mampu mengantarkan mahasiswa untuk lebih berpikir kritis sehingga mahasiswa mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritisnya. Mahasiswa menjadi lebih mampu melihat suatu fenomena di masyarakat dari berbagai sudut pandang dan mampu menganalis mencari solusi untuk menyikapi fenomena masyarakat yang ada secara lebih kritisThe Role of Project Citizen on Students' Critical Thinking Ability. This study aims to describe how learning Citizenship Education based on Project Citizen develops students' critical thinking skills. The results of the pre-research study that the researchers conducted through interviews with students of the PPKn Study Program and the Mathematics Education Study Program showed that students felt PKn learning saturated, monotonous and tended to be less meaningful for students. Therefore, based on the findings of the problem in the field, the researcher applied the Project Citizen learning method in the PKn learning process in the hope that learning would be more fun and meaningful so that it could develop students' critical thinking skills. In this study describe how the modification of Civics learning by implementing citizen projects is expected to be able to develop students' critical thinking skills. This research was conducted in two different study programs namely the PPKn study program and the Mathematics Education study program. This research is descriptive research. Data collection methods used were interviews and observations. The results showed that after doing learning engineering based on citizen projects, the results showed that the Civics learning process based on citizen projects was able to provide refresher in the Civics learning process to be more meaningful and able to deliver students to think more critically so students were able to develop their critical thinking skills. Students become more able to see a phenomenon in society from various perspectives and are able to analyze solutions to address existing community phenomena more critically.
ANALISIS TEORI CONE OF EXPERIENCE EDGAR DALE PADA PEMBELAJARAN PPKN DENGAN METODE JIGSAW “WARUNG HIERARKI”  PACET Indriyani, Dina; Ucu Rohimah; Iyep Candra Hermawan
Integralistik Vol. 35 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/aqcj0f50

Abstract

Penggunaan metode dalam proses pembelajaran merupakan suatu keniscayaan agar pembelajaran dapat berlangsung dengan efektif dan efisien. Oleh karena itu, metode yang digunakan harus senantiasa dilakukan inovasi dan pengembangan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teori Cone of Experience karya Edgar Dale dalam pembelajaran PPKn dengan metode Jigsaw “Warung Hierarki” di SMKN 1 Pacet. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, dimana data diperoleh melalui analisis terhadap berbagai sumber teori, jurnal, buku terkait konsep pembelajaran PPKn, metode Jigsaw, serta teori Cone of Experience menjadi fokus utama dalam analisis ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan teori Cone of Experience dalam pembelajaran PPKN dengan metode Jigsaw “Warung Hierarki” memiliki implikasi yang signifikan terhadap proses pembelajaran. Metode Jigsaw mendorong siswa untuk aktif terlibat dalam pembelajaran kolaboratif, sementara teori Cone of Experience memberi pandangan akan pentingnya pengalaman langsung dalam proses belajar. Sehingga integrasi kedua konsep ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi PPKn dan memperkuat keterampilan sosial mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif dalam konteks pembelajaran PPKn di sekolah. Nilai praktis dari penelitian ini juga dapat membantu guru dan pembuat kebijakan dalam merancang program pembelajaran yang lebih berorientasi pada pengalaman siswa dan pengembangan keterampilan kolaboratif.