Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penerapan blanket warmer untuk mendukung termoregulasi selama fase intraoperatif pada pasien yang menjalani RIRS di instalasi bedah sentral Ayu Widianingsih; Akhmad Mustofa; Pawestri Pawestri
Ners Muda Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v7i2.21333

Abstract

Pembedahan dengan anestesi umum berisiko disertai penurunan suhu tubuh akibat gangguan termoregulasi dan paparan lingkungan ruang operasi. Studi kasus ini bertujuan mendeskripsikan perubahan suhu tubuh dan intensitas menggigil selama penerapan blanket warmer pada tiga subjek yang menjalani RIRS dengan anestesi umum di Instalasi Bedah Sentral RS Roemani Muhammadiyah Semarang. Blanket warmer digunakan selama intraoperatif dan pemantauan dilakukan setiap 15 menit selama 105 menit. Berdasarkan data yang dilaporkan, suhu tubuh meningkat dan skor shivering menurun pada seluruh subjek: Subjek 1 dari 35,0°C/skor 3 menjadi 36,2°C/skor 1; Subjek 2 dari 35,2°C/skor 3 menjadi 36,5°C/skor 0; dan Subjek 3 dari 35,2°C/skor 3 menjadi 36,3°C/skor 1. Temuan ini menunjukkan perbaikan termoregulasi selama penggunaan blanket warmer pada ketiga kasus. Karena desain studi kasus tanpa kelompok pembanding dan adanya faktor perioperatif lain yang dapat memengaruhi suhu tubuh, hasil ini tidak dapat menetapkan efektivitas kausal. Blanket warmer dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari manajemen termal perioperatif sesuai protokol dan pemantauan klinis.
Penerapan terapi musik terhadap tingkat nyeri pada ibu post partum Sectio Caesarea Syarafina Ata Wijdan; Reina Dhamanik; Pawestri Pawestri
Holistic Nursing Care Approach Vol 6, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v6i2.20774

Abstract

Sectio caesarea merupakan prosedur persalinan bedah yang berisiko menimbulkan nyeri akut pada ibu post partum, sehingga diperlukan intervensi keperawatan non farmakologis sebagai terapi komplementer. Terapi musik menjadi salah satu pendekatan holistik yang dapat membantu untuk mengatasi masalah tersebut. Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan penerapan terapi musik terhadap nyeri pada ibu post partum sectio caesarea. Metode yang digunakan dalam studi kasus ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan maternitas melalui penerapan terapi musik pada ibu post partum sectio caesarea di RS Roemani Muhammadiyah Semarang dengan diagnosis keperawatan nyeri akut. Terapi musik diberikan selama 30 menit per sesi sebanyak tiga kali penerapan dalam 24 jam pertama pasca operasi. Evaluasi dilakukan menggunakan Visual Analog Scale (VAS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan penurunan intensitas nyeri dengan rata-rata penurunan 1,33 skala VAS pada seluruh subjek studi. Hasil studi kasus ini menunjukkan bahwa terapi musik efektif sebagai terapi komplementer untuk menurunkan nyeri akut pada ibu post partum sectio caesarea sehingga dapat direkomendasikan sebagai salah satu intervensi mandiri dalam praktik keperawatan maternitas.
Penerapan kombinasi terapi relaksasi otot progresif dan terapi musik mozart terhadap tingkat kecemasan, stres, dan depresi pada pasien kanker serviks yang menjalani kemoterapi Muthoharoh Muthoharoh; Reina Dhamanik; Pawestri Pawestri; Nikmatul Khayati
Holistic Nursing Care Approach Vol 6, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v6i2.20836

Abstract

Pasien kanker serviks yang menjalani kemoterapi sering mengalami masalah psikologis seperti kecemasan, stres, dan depresi. Kecemasan yang tidak ditangani secara adekuat dan tingkat stress yang tinggi dapat menurunkan daya tahan tubuh, memperburuk gejala fisik, serta mengganggu pengobatan, sehingga diperlukan intervensi keperawatan non-farmakologis sebagai terapi komplementer. Kombinasi relaksasi otot progresif dan terapi musik mozart menjadi salah satu intervensi keperawatan yang berpotensi membantu mengatasi masalah psikologis pada pasien kanker serviks yang sedang menjalani kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menurunakan tingkat kecemasan, depresi, stres pada pasien kanker serviks yang menjalani kemoterapi di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Kombinasi relaksasi otot progresif dan terapi musik mozart diberikan selama 3 hari dengan durasi waktu 20 menit per sesi, hari pertama dilakukan pre-test tingkat kecemasan, stres, dan depresi  dan hari ketiga setelah intervensi dilakukan post-test menggunakan instrumen DASS-21. Hasil intervensi didapatkan penururnan tingkat kecemasan dari kategori berat menjadi kategori sedang. Tingkat stress berubah dari kategori sedang menjadi kategori ringan. Tingkat depresi berubah dari kategori sedang manjadi kategori ringan. Studi ini menunjukkan bahwa kombinasi relaksasi otot progresif dan terapi musik mozart efektif menurunkan tingkat kecemasan, stres, dan depresi pada pasien kanker serviks yang sedang menjalani kemoterapi, karena kombinasi intervensi tersebut bekerja melalui mekanisme yang saling melengkapi, yaitu relaksasi fisik melalui relaksasi otot progresif dan relaksasi emosional melalui stimulus musik.