Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Budidaya Rumput Laut Gracilaria sp. Skala Laboratorium dengan Meniru Lingkungan Alami Rahmawati, Rahmawati; Arbit, Nur Indah Sari; Jabbar, Firmansyah Bin Abd; Carong, Suparjo Razasli
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i1.248

Abstract

Rumput laut Gracilaria sp. merupakan salah satu rumput laut yang memiliki potensi sebagai penghasil agar, yang banyak dimanfaatkan dalam bebagai industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan rumput laut Gracilaria sp. dalam beradaptasi dan tumbuh secara optimal pada skala laboratorium dengan meniru kondisi lingkungan alaminya. Metode penelitian menggunakan tiga wadah styrofoam berisi air laut yang telah disaring dan diaerasi, diisi dengan substrat pasir dan potongan karang, serta bibit rumput laut sebanyak 200 gram per wadah. Pemeliharaan dilakukan selama 28 hari dengan pemantauan harian terhadap parameter kualitas air seperti suhu, salinitas, pH dan oksigen terlarut (DO), sedangkan nitrat dan fosfat diukur pada awal dan akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan negatif pada semua wadah (A1: -82; A2: -61; A3: -100), yang disebabkan oleh stres adaptasi, kualitas air yang buruk dan pencahayaan tidak optimal. Parameter kualitas air seperti suhu sore hari (28,74–29,25°C) melebihi kisaran optimal (20–28°C), sedangkan kadar fosfat (0,526–1,210 mg/L) dan nitrat (10–25 mg/L) jauh melebihi batas optimal (fosfat: 0,051–0,100 mg/L; nitrat: 1–3 mg/L). Meskipun salinitas (32,82–33 ppt) dan pH (8,08–8,29) berada dalam kisaran yang sesuai, tingginya kadar nutrien dan ketidakstabilan suhu menjadi faktor penghambat utama. Keberhasilan budidaya Gracilaria sp. memerlukan pengendalian ketat terhadap parameter lingkungan, terutama suhu, pencahayaan dan kadar nutrien.
IPTEK peningkatan kualitas ampas tahu dan rumput laut sebagai pakan ikan bandeng Suparjo Razasli Carong; Nur Indah Sari Arbit; Asmawati Asmawati; Dian Lestari; Rusmidin Rusmidin; Purnama Sari; Farhanuddin Farhanuddin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31661

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pakan ikan bandeng melalui pemanfaatan limbah lokal seperti ampas tahu dan rumput laut Padina australis di Kelurahan Baurung, Kabupaten Majene. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, demonstrasi pembuatan pakan, serta pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat tentang pembuatan pakan alternatif, pengaturan nutrisi, serta manfaat ekonomi dan ekologis dari pemanfaatan limbah lokal. Peserta juga terlibat aktif dalam sesi tanya jawab dan demonstrasi, menunjukkan kesiapan mereka untuk mengadopsi inovasi ini. Kegiatan ini berhasil memberikan solusi ekonomis dan ramah lingkungan bagi pembudidaya ikan bandeng, sekaligus mendukung praktik budidaya yang berkelanjutan. Kata kunci: ampas tahu; budidaya; ikan bandeng; padina australis; pakan. Abstract This community service activity aims to improve the quality of milkfish feed through the utilization of local waste such as tofu dregs and Padina australis seaweed in Baurung Village, Majene Regency. The methods used include socialization, feed production demonstrations, as well as pre-test and post-test to measure the increase in participants' understanding. The results show a significant improvement in community knowledge about alternative feed production, nutrient regulation, and the economic and ecological benefits of utilizing local waste. Participants were also actively involved in Q&A sessions and demonstrations, indicating their readiness to adopt this innovation. This activity successfully provides an economical and environmentally friendly solution for milkfish farmers, while supporting sustainable aquaculture practices. Keywords: aquaculture; feed, milkfish; padina australis; tofu dregs.
Suitability water quality parameters for Eucheuma cottonii culture at Majene Waters Nur Indah Sari Arbit; Dian Lestari; Erwin Erwin; Supajo Razasli Carong; Fadli Syamsudin; Abdul Mannan; Mulihartati Thabrani
Depik Vol 13, No 2 (2024): AUGUST 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.2.35688

Abstract

Seaweed cultivation in Majene Regency, West Sulawesi, has not experienced significant development as in neighboring Polewali Mandar and Mamuju Regency. This can be seen from the absence of active seaweed cultivation activities in Majene Regency. The aim of this research is to assess the physical and chemical aspects of water to determine the suitability of locations for cultivating Eucheuma cottonii seaweed in Majene waters. The method used to measure ecological suitability included parameters such as temperature, salinity, dissolved oxygen (DO), pH, phosphate, nitrate and salinity. Subsequently, the data is scored to determine suitability classes: suitable (S1) with values ranging from 37 to 48, moderately suitable (S2) with values between 36 and 25 and non sultable (S3)/N) with value 25. The results showed that after applying weighting and scoring, locations such as East Banggae, Pamboang 1, Tubo Sendana, and Sendana 2 showed suitable scoring result with scores of 39, 39, 40, and 40. While locations such as Pamboang 2, Pamboang 3, Malunda, and Sendana 1 showed moderately suitable scoring results with scores of 33, 33, 34 and 36. Majene waters have potential areas for seaweed cultivation based on classes S1 (suitable) and S2 (moderately suitable).Keywords:SeaweedMajene WatersLocation SuitabilityWater QualityAquaculture
Effectiveness of Tongkol Fish Bone Flour (Auxis rochei) on the Molting Frequency of Freshwater Lobster Seed (Cherax quadricarinatus) Lestari, Dian; Wapra, Nur; Nur, Rahmi; Ansar, Muh.; Nur, Muhammad; Arbit, Nur Indah Sari; Nur, Fauzia
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 6 No 1 (2026): APRIL
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v6i1.2642

Abstract

Freshwater lobsters are one of the fishery commodities that are now widely cultivated because they are rich in nutrients such as biotin, calcium, iron, niacin, phosphorus, protein, vitamins A, B6, and B12. This study aims to determine the effectiveness of skipjack tuna (Auxis rochei) bone meal on the molting frequency of freshwater lobster (Cherax quadricarinatus) fry. This study was conducted in August 2024 at CV. Cova Aquaculture, Tande Timur Village, Banggae Timur Subdistrict, Majene Regency. The test animals used were freshwater lobster fry measuring ±2 cm, aged 1 month, with an average weight of 0.50 g. The feed used was Feng li with a protein content of 40%, combined with tongkol fish bone meal with a protein content of 29.49% and calcium of 12.66%. This study used a completely randomized design with 4 treatments and 3 replicates each, including treatment A with a 0% fish bone meal dose (control), treatment B with a 2% fish bone meal dose, treatment C with a 4% fish bone meal dose, and treatment D with a 6% fish bone meal dose. Data analysis was performed using one-way ANOVA with the assistance of SPSS software. The results showed that the effectiveness of tuna bone meal had a significant effect on the molting frequency of freshwater lobster seeds, but did not have a significant effect on the average absolute weight growth and survival rate. The best molting frequency was obtained in treatment C with a 4% dose of tuna bone meal, which was 1.4%.