Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA KEKUATAN MEMANJANG DECK CARGO BARGE TERHADAP PERUBAHAN MUATAN DARI BATUBARA MENJADI CONTAINER DENGAN METODE NUMERIK P, Tito Janis; Pranatal, Erifive; Santosa, Pramudya Imawan
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2021.1986

Abstract

Melakukan analisa kekuatan memanjang Deck Cargo Barge terhadap perubahan muatan dari Batubara menjadi Container. Beberapa data Deck Cargo Barge dengan panjang 91.44 meter, lebar 27.43 meter, tinggi 5.49 meter yang digunakan adalah Transverse Section, Construction Profile, Lashing Arrangement, Intact Stability Booklet. Dengan menggunakan Metode Numerik yakni perhitungan secara manual namun tetap dibantu beberapa software enginering standar untuk membantu mempermudah dan mempercepat proses perhitungan. Perhitungan diawali dengan menghitung beban kapal kosong LWT, beban muatan DWT, dan beban gaya angkat keatas hasilnya adalah gaya lintang dan Momen. Kemudian diperoleh hasil Tegangan pada geladak ?G = 3.55 kg/m2 , Tegangan pada alas ?A = 5.74 kg/m2 , Modulus pada geladak WG =6939198.789 cm3 , dan Modulus pada alas WA = 11203875.53 cm3 . Dengan masing – masing standar yang diperoleh dari rumus BKI Tegangan ijin ?p = 1462.144 kg/m2 dan Modulus ijin Wp = 284153.6569 cm3. Kesimpulan analisa kekuatan memanjang Deck Cargo Barge setelah perubahan muatan yakni memenuhi ketentuan BKI karena ?G, ?A < ?p dan WG, WA > Wp.
PERENCANAAN GENERAL SERVICE SYSTEM PADA KAPAL FERRY RO-RO 300 GT LINTAS PECAH BUYUNG – ALAI INSIT ( Study Kasus di PT. MULTI OCEAN SHIPYARD ) Julianto, Alif Nuzul; Pranatal, Erifive; Imawan, Pramudya
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2021.1991

Abstract

Sistem perpipaan merupakan sistem yang kompleks yang di desain se-efektif dan se-efisien mungkin didalam kapal untuk memenuhi kebutuhan kapal, crew, muatan dan menjaga keamanan kapal baik saat kapal berlayar maupun berlabuh. Instalasi perpipaan di kapal dilihat dari fungsi dan tujuannya dapat dikelompokan menjadi beberapa kelompok layanan, antara lain: General Service System, Main engine and Auxilary engine system, Domestic System and Accomodation. General Service System ini bertujuan untuk menjamin keselamatan kapal selama pelayaran. Sistem ini meliputi: Sistem Bilga, Sistem Ballast, dan Sistem Pemadam Kebakaran. Pada penelitian ini akan dilakukan perencanaan sistim pelayanan umum (General Service System) pada pembangunan kapal Fery Ro-Ro 300 GT meliputi sistim bilga, sistim ballast, dan sistim pemadam kebakaran hydrant. Perencanaan dilakukan dengan memperhatikan aspek-aspek yang disyaratkan oleh klass yaitu Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Pada perhitungan sistim bilga, ballast, dan pemadam hydrant didapatkan diameter pipa utama dipilih jenis pipa Galvaniz DN65- Schedule-40, sedangkan diameter pipa cabang dipilih jenis pipa Galvaniz DN50- Schedule-40. Kapasitas pompa bilga sebesar 36 m3/h head 20 meter, pompa ballast 36 m3/h head 20 meter, & pompa pemadam hydrant 36 m3/h head 50 meter. Berdasarkan hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa desain General Service System sudah memenuhi persyaratan sesuai rule BKI 2019 - volume III- Section 11.
ANALISA PENYEBAB POROS KEMUDI KMP. NUSA JAYA ABADI PATAH Extrada, Erix; Pranatal, Erifive; Santosa, Pramudya Imawan
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2021.1973

Abstract

KMP. Nusa Jaya Abadi mengalami kerusakan pada sistem kemudi pada saat berlayar dari pelabuhan Klungkung menuju pelabuhan Nusa Penida. Kapal berlayar dengan kecepatan 9 knot dengan kondisi cuaca cerah dan kecepatan angin normal. Kapal mengalami kerusakan pada kemudi sebelah kiri dimana poros kemudi mengalami patah pada posisi bantalan poros bawah. Untuk mengetahui penyebab poros kemudi KMP Nusa Jaya Abadi patah maka peneliti melakukan pengujian pada spesimen material poros kemudi untuk mengetahui nilai kekuatan material dan komposisi material apakah sudah memenuhi persyaratan minimum dari Biro Klasifikasi Indonesia. Material tersebut dilakukan empat pengujian yaitu uji tarik, uji impact, uji kekerasan, dan pengecekan komposisi material. Setelah dilakukan pengujian maka hasil pengujian dibandingkan dengan persyaratan dari Biro Klasifikasi Indonesia. Dari hasil pengujian tersebut diketahui hasil uji tarik 718.69 MPa, uji impact rata-rata 13.80 Joule, uji kekerasan rata-rata 194.32 BHN, dan komposisi carbon (C) 0.4667 dimana syarat minimum dari Biro Klasifikasi Indonesia untuk nilai minimum uji tarik adalah 680 Mpa, uji impact rata-rata adalah 18 Joule, uji kekerasan rata rata adalah 200 – 230 BHN, dan komposisi carbon (C) maksimum adalah 0.23 dari perbandingan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa nilai impact, nilai kekerasan, dan komposisi carbon dari material poros kemudi KMP Nusa Jaya Abadi tidak memenuhi persyarat Biro Klasifikasi Indonesia.
OPTIMALISASI PIPING 3D MODELING UNTUK MENUNJANG SISI TEKNIS DAN EKONOMIS DESAIN LAYOUT BILGE SYSTEM KAPAL HARBOUR TUG 2X1600 HP Laily, Eka Nur; Pranatal, Erifive; Imawan, Pramudya
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2021.2006

Abstract

Bilge system merupakan salah satu system yang berfungsi sebagai keselamatan kapal, karena system ini berguna untuk memindahkan fluida apabila terjadi rembesan pada kapal dari dalam kapal menuju ke luar kapal melalui overboard. Maka pipa Bilge system salah satu system perpipaan yang penting dalam kapal. Penempatan atau penginstalan pipa bilge ini sangat penting di dalam kapal, dengan memperhatikan jalur yang dilalui, ruang kosong yang ada di dalam kapal dan dengan memperhatikan keberadaan perpipaan sistem lain serta outfitting yang ada pada kapal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi peletakan pipa bilge system pada kapal Harbour Tug 2X1600HP dengan membuat gambar 3D Modeling menggunakan Software Catia V5 guna mengetahui secara lebih detail sambungan antar pipa, jumlah material pipa dan komponen lain dalam satu sistem tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini di peroleh dari perusahaan yang sedang membangun kapal ini. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif memiliki sifat yang khusus, terperinci dan statis. Alur dari penelitian kuantitatif sudah direncanakan dari awal dan tidak dapat diubah. Penelitihan dimulai dengan proses pengumpulan data, pembuatan 3D Modeling, gambar produksi, Material Take Off dan total biaya. Dengan menggambar 3D modeling menggunakan Software Catia V5 kita dapat meminimalisir kerjadinya kesalahkan ketika dalam proses pemasangan atau penginstalan pipa di lapangan, kita juga dapat mengetahui material yang dibutuhkan untuk suatu sistem pada kapal yang sedang dibangun, hal ini tentu berdampak pula terhadap material yang akan terbuang, semakin kecil kemungkinan material terbuang. Tentu hal ini juga berdampak terhadap jam kerja orang, semakin sedikit kesalahan yang terjadi di lapangan maka waktu yang dibutuhkan pekerja lapangan untuk menyelesaikan pekerjaan akan semakin cepat dan mudah.
ANALISA STABILITAS PADA KONVERSI COAL BARGE MENJADI CRANE BARGE DENGAN METODE NUMERIK Affandi, Slamet Rohmat; Pranatal, Erifive; Santosa, Pramudya Imawan
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2021.2011

Abstract

Konversi kapal merupakan suatu pilihan dari sebuah perusahaan kapal untuk menghindari kerugian yang lebih besar akibat kecelakaan kapal. Kapal Coal Barge dengan panjang 67.00 m, lebar 16.70 m dan tinggi geladak4.50 m dikonversikan menjadi kapal Crane Barge dengan ukuran yang sama. Desain konversi dibentuk dalam 2 model, yakni model 1 dengan 1 crane dan model 2 dengan 2 crane. Dari konversi ini dilakukan analisa stabilitas dengan metode numerik dengan bantuan aplikasi Maxsurf Stability agar dapat mendapatkan nilai yang lebih presisi dari perhitungan manual. Analisa stabilitas ini diharapkan dapat memenuhi kriteria IMO (International Maritime Organization) Code A.749(18) Ch3 - Design criteria applicable to all ships. Pemodelan 3 dimensi dilakukan pada aplikasi maxsurf modeler, dengan hanya membuat 1 bentuk lambung karena pada Model 1 dan Model 2 menggunakan bentuk lambung yang sama. Hasil yang didapatkan dari analisa yakni kapal Model 1 mempunyai nilai maksimum GZ 3.425m.rad pada kemiringan 22.7° dan model 2 mempunyai nilai maksimum GZ 3.818m.rad pada kemiringan 21.8°
Numerical Study of The Airfoil Pitch Angle on The Darrieus-Savonius Combination Turbine Pranatal, Erifive; Harsi, Renanda Bayu
Journal of Applied Sciences, Management and Engineering Technology Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jasmet.2021.v2i1.2113

Abstract

AbstractThe Darrieus turbine is used as an ocean current converter to generate renewable electrical energy. One way to improve turbine performance is to determine the optimal pitch angle. Therefore, the purpose of this study was to determine the optimal pitch angle of the NACA 0018 airfoil with angle variations of -6°, -2°, 0° and 2°. Numerical method with the help of Ansy Fluent software was carried out for the construction of the turbine. The result of this research is that the angle of 2° produces the largest coefficient of power and torque compared to other angles. This happens because the direction of the lifting force on the forward airfoil is in accordance with the rotation of the turbine.Keywords: Ocean Current, Turbine, Pitch Angle
Analisa CFD Penggunaan Duct pada Turbin Kombinasi Darrieus-Savonius Erifive Pranatal; Maria Margareta Zau Beu
Jurnal IPTEK Vol 22, No 1 (2018)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2018.v22i1.239

Abstract

Teknologi penggunaan energi terbarukan telah banyak dikembangkan untuk mengurangi penggunaan energi fosil. Keuntungan dari energi terbarukan ini adalah ramah lingkungan dan selalu tersedia. Contohnya penggunaan arus laut sebagai sumber tenaga listrik dengan menggunakan turbin. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk meningkatkan performa turbin, misalnya penggunaan duct. Duct digunakan untuk mengurangi riak torsi, sehingga daya yang dihasilkan tidak memiliki fluktuasi tinggi yang mengakibatkan getaran berlebih pada turbin. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah bagaimana efek penggunaan duct pada turbin kombinasi Darrieus-Savonius untuk mengurangi faktor riak torsi (TRF) dengan analisa CFD. Simulas dilakukan pada duct tipe 1, 2 dan tanpa duct dengan hasil masing-masing nilai TRF-nya 3,939; 3,489 dan 4,930. Kesimpulan bahwa pengggunaan duct pada turbin dapat menurunkan riak torsi, dimana duct tipe 2 menghasilkan TRF yang lebih kecil yakni 3,489.
ANALISIS PENGARUH SUDUT DEADRISE PLANNING CRAFT TERHADAP STABILITAS DAN SEAKEEPING Erifive Pranatal
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 14 No. 2 (2020)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jurnalwave.v14i2.4454

Abstract

Perancang kapal berusaha untuk memperoleh stabilitas dan seakeeping yang baik terlebih untuk kapal cepat bertipe planning hull. Tipe ini memiliki deadrise sehingga lambungnya bentuk ‘V’ sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh besar sudut deadrise terhadap stabilitas dan seakeeping. Objek penelian adalah kapal planning hull Series 62: parent model 4677-1. Metode penelitian menggunakan simulasi komputer dengan bantuan software dan perhitungan stabilitas tersebut dibandingkan dengan metode Krylov II. Hasil penelitian menyatakan bahwa tiga variasi deadrise yaitu 10°, 13°, dan 18°, sudut deadrise yang kecil memberikan stabilitas yang baik tetapi mengurangi olah gerak kapal (seakeeping) sedangkan sudut deadrise yang besar akan mengurangi kemampuan stabilitas kapal tetapi memiliki seakeeping yang baik. Ketiga model tersebut sama-sama memenuhi regulasi stabilitas IMO. Sehingga besar sudut deadrise yang direkomendarikan untuk penelitian ini adalah 13°.
ANALISA KEKUATAN MEMANJANG DECK CARGO BARGE TERHADAP PERUBAHAN MUATAN DARI BATUBARA MENJADI CONTAINER DENGAN METODE NUMERIK Tito Janis P; Erifive Pranatal; Pramudya Imawan Santosa
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.1986

Abstract

Melakukan analisa kekuatan memanjang Deck Cargo Barge terhadap perubahan muatan dari Batubara menjadi Container. Beberapa data Deck Cargo Barge dengan panjang 91.44 meter, lebar 27.43 meter, tinggi 5.49 meter yang digunakan adalah Transverse Section, Construction Profile, Lashing Arrangement, Intact Stability Booklet. Dengan menggunakan Metode Numerik yakni perhitungan secara manual namun tetap dibantu beberapa software enginering standar untuk membantu mempermudah dan mempercepat proses perhitungan. Perhitungan diawali dengan menghitung beban kapal kosong LWT, beban muatan DWT, dan beban gaya angkat keatas hasilnya adalah gaya lintang dan Momen. Kemudian diperoleh hasil Tegangan pada geladak ?G = 3.55 kg/m2 , Tegangan pada alas ?A = 5.74 kg/m2 , Modulus pada geladak WG =6939198.789 cm3 , dan Modulus pada alas WA = 11203875.53 cm3 . Dengan masing – masing standar yang diperoleh dari rumus BKI Tegangan ijin ?p = 1462.144 kg/m2 dan Modulus ijin Wp = 284153.6569 cm3. Kesimpulan analisa kekuatan memanjang Deck Cargo Barge setelah perubahan muatan yakni memenuhi ketentuan BKI karena ?G, ?A ?p dan WG, WA Wp.
PENGARUH SUDUT DEADRISE TERHADAP TAHANAN PLANNING HULL Erifive Pranatal
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1050

Abstract

Tahanan kapal merupakan item yang sangat penting pada desain kapal, karena menyangkut pemilihan mesin utama. Kapal tipe lambung planning memiliki deadrise. Deadrise, ? merupakan kemiringan pelat dasar kapal terhadap sumbu horizontal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi deadrise 10°, 13° dan 18° terhadap tahanan dengan displasemen tetap. Objek penelitian adalah planning hull series 62. Perhitungan ini menggunakan metode persamaan Savitksy dan dibandingakan dengan perhitungan software. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa deadrise 10° menghasilkan tahanan kapal paling kecil, diikuti 13° dan 18°. Hal ini disebabkan deadrise 10° memiliki trim lebih kecil, karena trim yang berlebihan pada kapal akan menghasilkan tahanan yang besar.
Co-Authors Abdul Latif Kurniawan Adi Kurniawan Yusim Affandi, Slamet Rohmat Ahmad Ma’ruf Akbar, Taufan Dwiki Alif Nuzul Julianto Aziz, Bayu Raditya Bambang Setyono, Bambang Basuki2, Minto Bayu Al Fahmi Liddin Beu, Maria Margareta Zau Bobby Ramadhan Candra Permana P chandra Dwi Setia Danny Djaya Prakaatmaja Eka Nur Laily Elbanov Kharisma Fabiantara Erix Extrada Extrada, Erix Fabiantara, Elbanov Kharisma Famoesa, Moch Anjana Putra Firmansyah, Muchammad Fendy Fitria Fresty Lungari Gatot Basuki Guteres, Mercia Pascoela Gacia Harsi, Renanda Bayu HM, Gatot Basuki Iftika Philo Wardhani Ilham Prastyo1 Imawan, Pramudya Imawan. S, Pramudya Indra Utama Julianto, Alif Nuzul Kalam Nur Alif Kirmandi, Wilan Ramadhan Kurniawan, Riyan Prayogo Kusuma, I Putu Andhi Indira Laily, Eka Nur Lingga Bayu Susilo Ma’ruf, Ahmad Maria Margareta Zau Beu Maria Margareta Zau Beu Mas Nabilah WK Mercia Pascoela Gacia Guteres Minto Basuki Minto Basuki Minto Basuki Minto Basuki Minto Basuki Minto Basuki2 Moch Anjana Putra Famoesa Moh Asrori Rois Muhammad Alfi Rachmawan Muhammad Rum Sulaiman Norita Prasetya Wardhani Noveta Fernaldinatan Novi Hendri NURUL MIFTAHUL RAHMAN Nuzulul Arif P, Candra Permana P, Tito Janis Prakaatmaja, Danny Djaya Pramudya Imawan Pramudya Imawan Pramudya Imawan Santosa Pramudya Imawan Santosa Pramudya Imawan Santosa Pramudya Imawan Santosa Pramudya Imawan. S Prastyo1, Ilham Pratama, Ranu Yudistira Puranggo Ganjar Widityo Ramadhan, Bobby Ramadhani, Dimitry Rizal Ranu Yudistira Pratama Renanda Bayu Harsi Riyan Prayogo Kurniawan Rizal Rachman, Rizal Rizki Dwi rachmadi Rizki Rizky Iqiyat Tillah Rochma wahyu adila Rois, Moh Asrori Romzatul Widad Rozaq, Moh. Abdul Rum Sulaiman, Muhammad Saputra, Dandion Angga Sasongko, Sukendro Broto Slamet Rohmat Affandi Tillah, Rizky Iqiyat Tito Janis P Utama, Indra Widad, Romzatul Wilan Ramadhan Kirmandi WK, Mas Nabilah Yogi Pratama