Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA TEKNIS PENAMBAHAN PANJANG KAPAL UNTUK MENAMBAH KAPASITAS MUATAN STUDI KASUS KMP. RODITHA MILIK PT. ASDP INDONESIA FERRY (PERSERO) Wilan Ramadhan Kirmandi; Erifive Pranatal; Pramudya Imawan Santosa
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1029

Abstract

KMP. Roditha merupakan kapal jenis penyeberangan atau ferry Ro-Ro milik PT. ASDP Indonesia ferry. KMP. Roditha beroperasi dengan lintas pelayaran Lembar – Padang Bai. Dengan ramainya lalu lintas serta semakin banyak fasilitas penyebrangan maka pihak owner mengambil keputusan yakni dengan menambah panjang kapal. Menurut peraturan IMO chapter 7 bahwa penambahan berat diatas 2% dari berat sebelumnya maka harus dilakukanperhitungan ulang terkait penentuan titik berat baru karena terdapat pergeseran titik berat kapal. Penelitian ini dilakukan dengan menghitung ulang mengenai aspek teknis kapal terutama pada stabilitas kapal akibat penambahanpanjang tersebut. Perhitungan dan desain ulang menggunakan software Autocad, maxsurf 3D dan hydromax. Dari hasil perhitungan stabilitas sudut untuk lengan stabilitas statis maksimum memenuhi persyaratan IMO yakni harus25? lalu pada simulasi beban 100%, 75% dan 50% didapatkan hasil sudut lengan sebesar 30?. Untuk perhitungan tahanan kapal dilakukan dengan metode Holtrop dengan nilai BHP (Break Horse Power) yang dihasilkan sebesar952,22 HP, maka untuk mesin penggerak utama kapal tetap menggunakan mesin awal yakni “Daihatsu Diesel Engine type 6 DSM- 32L”.
PERENCANAAN GENERAL SERVICE SYSTEM PADA KAPAL FERRY RO-RO 300 GT LINTAS PECAH BUYUNG – ALAI INSIT ( Study Kasus di PT. MULTI OCEAN SHIPYARD ) Alif Nuzul Julianto; Erifive Pranatal; Pramudya Imawan
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.1991

Abstract

Sistem perpipaan merupakan sistem yang kompleks yang di desain se-efektif dan se-efisien mungkin didalam kapal untuk memenuhi kebutuhan kapal, crew, muatan dan menjaga keamanan kapal baik saat kapal berlayar maupun berlabuh. Instalasi perpipaan di kapal dilihat dari fungsi dan tujuannya dapat dikelompokan menjadi beberapa kelompok layanan, antara lain: General Service System, Main engine and Auxilary engine system, Domestic System and Accomodation. General Service System ini bertujuan untuk menjamin keselamatan kapal selama pelayaran. Sistem ini meliputi: Sistem Bilga, Sistem Ballast, dan Sistem Pemadam Kebakaran. Pada penelitian ini akan dilakukan perencanaan sistim pelayanan umum (General Service System) pada pembangunan kapal Fery Ro-Ro 300 GT meliputi sistim bilga, sistim ballast, dan sistim pemadam kebakaran hydrant. Perencanaan dilakukan dengan memperhatikan aspek-aspek yang disyaratkan oleh klass yaitu Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Pada perhitungan sistim bilga, ballast, dan pemadam hydrant didapatkan diameter pipa utama dipilih jenis pipa Galvaniz DN65- Schedule-40, sedangkan diameter pipa cabang dipilih jenis pipa Galvaniz DN50- Schedule-40. Kapasitas pompa bilga sebesar 36 m3/h head 20 meter, pompa ballast 36 m3/h head 20 meter, pompa pemadam hydrant 36 m3/h head 50 meter. Berdasarkan hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa desain General Service System sudah memenuhi persyaratan sesuai rule BKI 2019 - volume III- Section 11.
PENGARUH VARIASI ARUS PENGELASAN SMAW UNTUK POSISI PENGELASAN 1G PADA MATERIAL BAJA KAPAL SS 400 TERHADAP CACAT PENGELASAN Ranu Yudistira Pratama; Minto Basuki; Erifive Pranatal
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1081

Abstract

Pengelasan (welding) adalah suatu teknik penyambungan logam dengan cara mencairkan logam induk dan logam pengisi dengan atau tanpa logam penambahan dan membentuk logam yang kontinyu. Salah satu jenis pengelasan yang paling sering digunakan dalam industri perkapalan adalah SMAW (Shielded Metal Arc Welding) yaitu proses pengelasan dengan cara mencairkan material dasar atau logam induk dan elektroda (bahan pengisi). Didalam penelitian ini dilakukan analisa kekuatan tarik dan cacat las yang terjadi pada sambungan butt joint dengan tipe pengelasan SMAW pada material baja ASTM SS 400. Uji cacat las yang paling banyak pada pengelasan 1G adalah cacat las Porosity,Undercut,Spatter yang disebabkan oleh cepatnya proses pengelasan,tingginya busur pengelasan dan kotoran didaerah kampuh las.
ANALISA PENYEBAB POROS KEMUDI KMP. NUSA JAYA ABADI PATAH Erix Extrada; Erifive Pranatal; Pramudya Imawan Santosa
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.1973

Abstract

KMP. Nusa Jaya Abadi mengalami kerusakan pada sistem kemudi pada saat berlayar dari pelabuhan Klungkung menuju pelabuhan Nusa Penida. Kapal berlayar dengan kecepatan 9 knot dengan kondisi cuaca cerah dan kecepatan angin normal. Kapal mengalami kerusakan pada kemudi sebelah kiri dimana poros kemudi mengalami patah pada posisi bantalan poros bawah. Untuk mengetahui penyebab poros kemudi KMP Nusa Jaya Abadi patah maka peneliti melakukan pengujian pada spesimen material poros kemudi untuk mengetahui nilai kekuatan material dan komposisi material apakah sudah memenuhi persyaratan minimum dari Biro Klasifikasi Indonesia. Material tersebut dilakukan empat pengujian yaitu uji tarik, uji impact, uji kekerasan, dan pengecekan komposisi material. Setelah dilakukan pengujian maka hasil pengujian dibandingkan dengan persyaratan dari Biro Klasifikasi Indonesia. Dari hasil pengujian tersebut diketahui hasil uji tarik 718.69 MPa, uji impact rata-rata 13.80 Joule, uji kekerasan rata-rata 194.32 BHN, dan komposisi carbon (C) 0.4667 dimana syarat minimum dari Biro Klasifikasi Indonesia untuk nilai minimum uji tarik adalah 680 Mpa, uji impact rata-rata adalah 18 Joule, uji kekerasan rata rata adalah 200 – 230 BHN, dan komposisi carbon (C) maksimum adalah 0.23 dari perbandingan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa nilai impact, nilai kekerasan, dan komposisi carbon dari material poros kemudi KMP Nusa Jaya Abadi tidak memenuhi persyarat Biro Klasifikasi Indonesia.
PENGARUH VARIASI ARUS LAS PADA PENGELASAN FCAW DARI MATERIAL BAJA KAPAL ASTM SS 400 Indra Utama; Pramudya Imawan Santosa; Erifive Pranatal
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1025

Abstract

Pada proses pembangunan kapal baja, pengelasan merupakan hal yang harus diperhatikan karena berpengaruh pada kekuatan kapal. Salah satu tipe pengelasan yang sering digunakan adalah FCAW (Flux Cored Arc Welding), yaituproses pengelasan yang menggunakan busur api listrik sebagai sumber panas untuk mencairkan logam, dengan mengunakan gas sebagai pelindung dan elektroda sebagai pengisi. Dalam penelitian ini dilakukan tentang cacatpengelasan yang terjadi pada sambungan butt joint posisi 3G Vertical Up dan Vertical Down tipe pengelasan FCAW pada material baja ASTM SS 400. Uji cacat las yang paling banyak terjadi pada pengelasan 3G Vertical Up adalahcacat las Undercut dan Incomplete Fusion yang disebabkan oleh kecepatan pengelasan terlalu tinggi dan posisi sudut las yang kurang baik. Pada pengelasan 3G Vertical Down, cacat las yang paling banyak terjadi di antaranyaUndercut, Incomplete Fusion dan Porosity yang disebabkan oleh prosedur pengelasan yang kurang baik terutama pada kecepatan tangan pengelas maupun kotoran pada daerah kampuh.
PENILAIAN RISIKO LINGKUNGAN AKIBAT AIR PEMBUANGAN AIR BALAS DI PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA Danny Djaya Prakaatmaja; Minto Basuki; Erifive Pranatal
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1016

Abstract

Balas merupakan pemberat yang sangat dibutuhkan oleh kapal untuk menjaga sarat air guna untuk kestabilan kapal pada saat kapal telah terisi oleh muatan atau kosong muatan. Dengan menggunakan air laut sebagai balas kapal maka akan berdampak pada lingkungan laut pada daerah pelabuhan yang mengalami bongkar dan muat, yaitu adanya spesies terikut yang bersifat invasive. Dengan adanya dampak dari air balas tersebut makin banyak mikroorganisme yang berevolusi menjadi SAI (Spesies Asing Invasif). Tujuan penelitian ini, adalah melakukan penilaian risiko lingkungan akibat air balas kapal yang ada di perairan Pelabuhan Tanjung Perak. Analisis menggunakan data – data kunjungan kapal yang beroperasi di PT. Pelindo III cabang Tanjung Perak Surabaya.Data-data tersebut dianalisis terhadap volume air balas yang dibuang menggunakan rumusan dari dokumen IMO MEPC 56/23 ANNEX II. Kemudian analisis dilanjutkan dengan kunjungan kapal serta jumlah air balas yangdibuang keperairan. Analisis yang dikelompokkan menjadi 10% sampai dengan 60 % dari total kunjungan kapal, lalu dirambatkan dengan 5 sampai 25 ton kapal membuang air balas. Hasil pembahasan, air balas kapal yang dibuanperairan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan kunjungan kapal yang dirambatkan sampai 60% dengan pembuangan air balas 25 ton per kapal bahwa tercatat, air balas kapal mencapai 53.625 ton atau setara dengan 54.966 kL. Pengurangan dampak pembuangan air balas kapal, dilakukan mitigasi dengan menurunkan risiko dengan menggunakan pengolahan air balas secara eksternal dan pemasangan pengolah air balas di setiap kapal, dengan konsekuensi pada biaya.
ESTIMASI BIAYA PEKERJAAN REPARASI DOK APUNG SURABAYA I DENGAN MENGGUNAKAN METODE PERHITUNGAN JAM ORANG DI PT DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA Elbanov Kharisma Fabiantara; Pramudya Imawan Santosa; Erifive Pranatal
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1021

Abstract

Dok apung adalah salah satu fasilitas reparasi di galangan kapal yang sering digunakan untuk perawatan dan perbaikan kapal, maka seiring berjalannya waktu pemakaian dok apung tersebut semakin lama akan mengalami penurunan kualitas.Dengan beroperasi dok apung yang memakan waktu cukup lama dan mengalami beberapa kerusakan kontruksi ponton. Maka dibutuhkan perbaikan, dan perawatan ponton yang harus dilakukan oleh pihak galangan dengan fasilitas yang cukup dan tenaga kerja yang profesional. Reparasi dok merupakan suatu hal yang penting karena berpengaruh dalam umur pemakaian dok itu sendiri. Sehingga perawatan dan perbaikan dok sangat diperlukan untuk mempertahankan kualitas dok dengan cara mengganti plat yang rusak atau replating. Diantaranya yang harus dilakukan reparasi yaitu melalui Perhitungan dari kebutuhan plat lambung dalam, plat lambung luar, web lambung, dan breket pada kebutuhan material untuk proses replating ponton 2C,3C,4A,6A dan ponton 7A pada Dok Surabaya I yang berasal dari input data laporan UT dan laporan perintah kerja dapat digunakan untuk perhitungan biaya kebutuhan material plat dan dapat merencanakan jumlah jam orang (JO) serta perhitunganperencanaan biaya total. Hasil penilitian ini menunjukkan bahwa plat yang harus di replating yaitu dengan toral 9614,10 kg dan jumlah total luasan 110,88 m2..
PERANCANGAN KAPAL FERRY UNTUK DAERAH PENYEBERANGAN DILI DAN PULAU ATAURO (TIMOR-LESTE) Mercia Pascoela Gacia Guteres; Minto Basuki; Erifive Pranatal
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1082

Abstract

Pulau Atauro merupakan pulau terpisah dari wilayah Timor-Leste, oleh karena itu memerlukan sarana transpostasi laut untuk membawa penumpang,barang, dan kendaraan. Tujuan dari penelitian ini adalah perancangan kapal Ferry untuk daerah penyeberangan Dili dan Plulau Atauro. Data untuk analisa didapatkan dari hasil survey di yang dilakukan yaitu rata-rata penumpang 341 orang, rata-rata barang 2 ton, rata-rata kendaraan roda dua 5 dan kendaraan roda empat 5. Hasil survey tersebut dijadikan paremeter dalam penetuan utama kapal penyeberangan Dili dan Pulau Atauro. Dalam perancangan kapal ini digunakan metode kapal pembandingan yang merupakan metode perancangan kapal yang mensyaratkan adanya satu kapal pembandingan dengan tipe yang sama dan telah memenuhi kriteria perancangan. Hasil perhitungan menggunakan metode kapal pembanding, makan didapatkan ukuran utama kapal: L = 33.93 m, B = 9.75 m, H = 2.92 m, T = 1.95 m untuk tipe kapal yaitu Kapal Ferry.
OPTIMALISASI PIPING 3D MODELING UNTUK MENUNJANG SISI TEKNIS DAN EKONOMIS DESAIN LAYOUT BILGE SYSTEM KAPAL HARBOUR TUG 2X1600 HP Eka Nur Laily; Erifive Pranatal; Pramudya Imawan
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.2006

Abstract

Bilge system merupakan salah satu system yang berfungsi sebagai keselamatan kapal, karena system ini berguna untuk memindahkan fluida apabila terjadi rembesan pada kapal dari dalam kapal menuju ke luar kapal melalui overboard. Maka pipa Bilge system salah satu system perpipaan yang penting dalam kapal. Penempatan atau penginstalan pipa bilge ini sangat penting di dalam kapal, dengan memperhatikan jalur yang dilalui, ruang kosong yang ada di dalam kapal dan dengan memperhatikan keberadaan perpipaan sistem lain serta outfitting yang ada pada kapal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi peletakan pipa bilge system pada kapal Harbour Tug 2X1600HP dengan membuat gambar 3D Modeling menggunakan Software Catia V5 guna mengetahui secara lebih detail sambungan antar pipa, jumlah material pipa dan komponen lain dalam satu sistem tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini di peroleh dari perusahaan yang sedang membangun kapal ini. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif memiliki sifat yang khusus, terperinci dan statis. Alur dari penelitian kuantitatif sudah direncanakan dari awal dan tidak dapat diubah. Penelitihan dimulai dengan proses pengumpulan data, pembuatan 3D Modeling, gambar produksi, Material Take Off dan total biaya. Dengan menggambar 3D modeling menggunakan Software Catia V5 kita dapat meminimalisir kerjadinya kesalahkan ketika dalam proses pemasangan atau penginstalan pipa di lapangan, kita juga dapat mengetahui material yang dibutuhkan untuk suatu sistem pada kapal yang sedang dibangun, hal ini tentu berdampak pula terhadap material yang akan terbuang, semakin kecil kemungkinan material terbuang. Tentu hal ini juga berdampak terhadap jam kerja orang, semakin sedikit kesalahan yang terjadi di lapangan maka waktu yang dibutuhkan pekerja lapangan untuk menyelesaikan pekerjaan akan semakin cepat dan mudah.
ANALISA STABILITAS PADA KONVERSI COAL BARGE MENJADI CRANE BARGE DENGAN METODE NUMERIK Slamet Rohmat Affandi; Erifive Pranatal; Pramudya Imawan Santosa
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.2011

Abstract

Konversi kapal merupakan suatu pilihan dari sebuah perusahaan kapal untuk menghindari kerugian yang lebih besar akibat kecelakaan kapal. Kapal Coal Barge dengan panjang 67.00 m, lebar 16.70 m dan tinggi geladak4.50 m dikonversikan menjadi kapal Crane Barge dengan ukuran yang sama. Desain konversi dibentuk dalam 2 model, yakni model 1 dengan 1 crane dan model 2 dengan 2 crane. Dari konversi ini dilakukan analisa stabilitas dengan metode numerik dengan bantuan aplikasi Maxsurf Stability agar dapat mendapatkan nilai yang lebih presisi dari perhitungan manual. Analisa stabilitas ini diharapkan dapat memenuhi kriteria IMO (International Maritime Organization) Code A.749(18) Ch3 - Design criteria applicable to all ships. Pemodelan 3 dimensi dilakukan pada aplikasi maxsurf modeler, dengan hanya membuat 1 bentuk lambung karena pada Model 1 dan Model 2 menggunakan bentuk lambung yang sama. Hasil yang didapatkan dari analisa yakni kapal Model 1 mempunyai nilai maksimum GZ 3.425m.rad pada kemiringan 22.7° dan model 2 mempunyai nilai maksimum GZ 3.818m.rad pada kemiringan 21.8°
Co-Authors Abdul Latif Kurniawan Adi Kurniawan Yusim Affandi, Slamet Rohmat Ahmad Ma’ruf Akbar, Taufan Dwiki Alif Nuzul Julianto Aziz, Bayu Raditya Bambang Setyono, Bambang Basuki2, Minto Bayu Al Fahmi Liddin Beu, Maria Margareta Zau Bobby Ramadhan Candra Permana P chandra Dwi Setia Danny Djaya Prakaatmaja Eka Nur Laily Elbanov Kharisma Fabiantara Erix Extrada Extrada, Erix Fabiantara, Elbanov Kharisma Famoesa, Moch Anjana Putra Firmansyah, Muchammad Fendy Fitria Fresty Lungari Gatot Basuki Guteres, Mercia Pascoela Gacia Harsi, Renanda Bayu HM, Gatot Basuki Iftika Philo Wardhani Ilham Prastyo1 Imawan, Pramudya Imawan. S, Pramudya Indra Utama Julianto, Alif Nuzul Kalam Nur Alif Kirmandi, Wilan Ramadhan Kurniawan, Riyan Prayogo Kusuma, I Putu Andhi Indira Laily, Eka Nur Lingga Bayu Susilo Ma’ruf, Ahmad Maria Margareta Zau Beu Maria Margareta Zau Beu Mas Nabilah WK Mercia Pascoela Gacia Guteres Minto Basuki Minto Basuki Minto Basuki Minto Basuki Minto Basuki Minto Basuki2 Moch Anjana Putra Famoesa Moh Asrori Rois Muhammad Alfi Rachmawan Muhammad Rum Sulaiman Norita Prasetya Wardhani Noveta Fernaldinatan Novi Hendri NURUL MIFTAHUL RAHMAN Nuzulul Arif P, Candra Permana P, Tito Janis Prakaatmaja, Danny Djaya Pramudya Imawan Pramudya Imawan Pramudya Imawan Santosa Pramudya Imawan Santosa Pramudya Imawan Santosa Pramudya Imawan Santosa Pramudya Imawan. S Prastyo1, Ilham Pratama, Ranu Yudistira Puranggo Ganjar Widityo Ramadhan, Bobby Ramadhani, Dimitry Rizal Ranu Yudistira Pratama Renanda Bayu Harsi Riyan Prayogo Kurniawan Rizal Rachman, Rizal Rizki Dwi rachmadi Rizki Rizky Iqiyat Tillah Rochma wahyu adila Rois, Moh Asrori Romzatul Widad Rozaq, Moh. Abdul Rum Sulaiman, Muhammad Saputra, Dandion Angga Sasongko, Sukendro Broto Slamet Rohmat Affandi Tillah, Rizky Iqiyat Tito Janis P Utama, Indra Widad, Romzatul Wilan Ramadhan Kirmandi WK, Mas Nabilah Yogi Pratama