Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Laju Korosi Baja A36 Sebagai Bahan Lambung Kapal Pada Lingkungan Perairan Kenjeran Surabaya Menggunakan Metode Wight Loss Akbar, Taufan Dwiki; Pranatal, Erifive
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2023: Transformasi Riset, Inovasi dan Kreativitas Menuju Smart Technology dan Smart Energy
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi adalah penurunan kualitas logam akibat reaksi logam terhadap zat kimiayang ada di lingkungan logam tersebut serta udara dan kelembapan yang ada disekitar,bisa disebut juga korosi atmosferik. Pada umumnya rata rata korosi yanga da disebabkan oleh atmosfir. Pada umumnya logam  yang ada di sekitar selalu berhubungan dengan udara yang memilki kelembaban serta kandungan lainnya dapat mempengeruhi korosi pada logam, disisi lain komposisi yang ada pada logam dan proses pembuatan logam dapat pula mempengeruhi percepatan logam dalam terkena korosi. Penelitian ini diarahkan untuk mengetahui laju korosi baja untuk lambung kapal pada lingkungan atmosfer Kota Surabaya. Metode yang akan digunakan merupakan metode penurunan massa atau metode weight loss . jika laju korosi dapat diperkirakan kemungkinan penanganan korosi dapat pula dimaksimalkan. Hal ini dapat mengurangi kerugian ekonomi dan teknis yang akan terjadi di masa depan. Dimana penelitian ini dilakukan dalam waktu 2 bulan, mendapatkan hasil laju korosi mendapatkan 0,4 mmpy serta terjadinya korosi sumuran pada material.
Analisis Stabilitas Kapal Wisata Bahari Telocor Sidoarjo Rozaq, Moh. Abdul; Pranatal, Erifive
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 05 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan serta kenyamanan menjadi faktor penting dalam desain kapal penumpang, guna menjaga penumpang dari mabuk laut dan ketakutan akan risiko terjatuh ke sungai dan laut. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam mendesain kapal terkait keamanan serta kenyamanan penumpang adalah stabilitas kapal yakni periode oleng kapal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui periode oleng kapal pada Kapal Wisata Bahari Telocor. Tahapan awal dengan membuat model 3D kapal unutk dapat dilakukan analisis stabilitas. Dari model lambung yang sudah jadi dilanjutkan dengan penempatan tanki dan kompartemen serta pesebaran beban (loadcase), dimana pesebaran beban pada kapal divariasikan menjadi enam macam. Dari keenam macam variasi semuanya telah memenuhi kriteria pada IMO A.749 (18) Instac Stability for all types of ship. Kemudian untuk hasil periode oleng bernilai nilai 1.739 detik hingga 2.034 detik yang mana masih dikategorikan sebagai kapal yang kaku.
Pengaruh Sudut Deadrise Buritan Terhadap Tahanan Planning Hull V Shaped Pada Passenger Boat 29 Meter Aziz, Bayu Raditya; Pranatal, Erifive
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 05 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Passenger boat atau kapal penumpang adalah jenis kapal yang dirancang untuk mengangkut penumpang dari satu tempat ke tempat lainnya, terutama pada wilayah perairan yang digunakan untuk mengangkut penumpang, baik dengan tujuan sebagai transportasi wisata maupun kegiatan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh variasi deadrise buritan pada kapal penumpang (Passanger Boat) 29 meter dengan lambung planning hull berbentuk V yang memiliki tahanan terendah dengan efisiensi operasional terbaik.  Variasi deadrise 10º, 15º, 20º, dan 25º dianalisis menggunakan perangkat lunak Maxsurf Resistance, yang memungkinkan simulasi hambatan kapal. Dengan mempertahankan displacement konstan, bentuk lebar kapal diubah untuk setiap variasi sudut. Hasil analisis dari simulasi variasi sudut deadrise 10º, 15º, 20º, dan 25º , menunjukkan bahwa sudut deadrise 15º menjadi sudut yang memiliki tahanan paling rendah dan dapat memberikan efisiensi operasional kapal Passenger Boat 29 meter, yang dihasilkan dari analisis dan visualisasi kontur tahanan kapal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dan acuan dalam perancangan desain kapal penumpang dengan efisiensi operasional terbaik.Kata kunci: passenger boat, sudut deadrise, tahanan kapal, planning hull, Maxsurf Resistance.
Analisis Kekuatan Struktur Deck Akibat Penambahan Boat Crane Pada Kapal Fast Utility Vessel 40 M Dengan Metode Fem Analysis Firmansyah, Muchammad Fendy; Pranatal, Erifive
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 05 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan struktur dek pada kapal Fast Utility Vessel sepanjang 40 meter akibat penambahan boat crane. Metode yang digunakan dalam analisis ini adalah Finite Element Method (FEM) yang memungkinkan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi distribusi tegangan serta deformasi pada struktur dek kapal. Studi ini mencakup pemodelan elemen hingga tiga dimensi dari struktur dek dan boat crane, serta penentuan kondisi batas dan beban kerja yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan boat crane memberikan pengaruh signifikan terhadap kekuatan dan stabilitas struktur dek. Identifikasi area kritis dan rekomendasi perkuatan struktur juga disertakan untuk memastikan keselamatan dan kinerja kapal secara keseluruhan.Kata kunci: Fast Utility Vessel, Finite Element Method (FEM), Distribusi Tegangan, Deformasi, Stabilitas Struktur
Analisis Kekuatan Pondasi Mesin Kapal SPOB Menggunakan Finite Element Method Saputra, Dandion Angga; Pranatal, Erifive; Setyono, Bambang
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 05 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self-Propelled Oil Barge adalah jenis kapal dengan lambung datar (barge) serta memiliki tangki dan mesin sehingga tidak perlu ditarik dengan tug boat. Kapal Self-Propelled Oil Barge rata - rata memiliki main engine berdaya besar untuk menunjang akselarasi kapal mengangkut beban muatan cair dengan jumlah banyak agar dapat mencapai kecepatan dinas dan ketepatan waktu berlayar sesuai yang ditargetkan. Mesin harus ditopang dengan pondasi mesin / engine bed yang kuat sehingga dapat menunjang kelancaran dan keamanan kapal ketika kapal beroperasi. Berdasarkan pertimbangan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kekuatan pondasi mesin melalui analisis tegangan, deformasi, dan safety factor menggunakan perangkat lunak berbasis metode elemen hingga. Pada analisis ini pembebanan menggunakan beban mesin ditambah torsi pada saat mesin beroperasi dengan kecepatan dinas dan pada saat kecepatan penuh. Beban yang bekerja pada pondasi mesin sebesar 20580 N dengan momen torsi pada kecepatan dinas sebesar 1910000 Nmm dan kecepatan penuh sebesar 2237000 Nmm. Pada kondisi kecepatan dinas didapatkan nilai tegangan sebesar 0,93394 Mpa, deformasi sebesar 0,0053415 mm dan nilai safety factor sebesar 246. Pada kondisi kecepatan penuh didapatkan nilai tegangan sebesar 0,96638 Mpa, deformasi sebesar 0,0056111mm, dan nilai safety factor sebesar 238. Hal ini masih dalam kriteria yang diijinkan oleh standar rules BKI.Kata kunci: Deformasi, Finite Elemet Method, Pondasi mesin, Safety Factor, Tegangan. 
Analisis Pengaruh Misalignment Terhadap Vibrasi Dan Kinerja Shaft Propeller Pada Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) 2 Yogi Pratama; Erifive Pranatal
Ocean Engineering : Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim Vol. 2 No. 3 (2023): September : Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/ocean.v2i3.1152

Abstract

Vibration due to misalignment of the propeller shaft is detected using the VA-12 Vibration Analyzer sensor which is equipped with a Piezoelectric Accelerometer PV-571. Vibration measurements are carried out in alignment and misalignment conditions. The VA-12 Vibration Analyzer detection tool displays the results of the Vibration signal. Must be protected against the vibrations generated. Vibration signal analysis is done by looking at or observing the signal amplitude and signal frequency with two conditions of alignment and misalignment. The VA-12 Vibration Analyzer is used to analyze vibration signals and then convert them to Fast Fourier Transform (FFT) and Wavelet Transform (WT). In this analysis, a comparison of vibrations is carried out during alignment and misalignment conditions.
Analisis Stability Berdasarkan IMO Pada Kapal Crew Boat 40M Bayu Al Fahmi Liddin; Erifive Pranatal
JURAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurritek.v2i2.1696

Abstract

Crew Boat is a ship used to transport crews and supply food, water, and equipment to support offshore oil drilling activities. The crew boat 40 M was built at PT. FGH has a hull of 12 people and a passenger carrying capacity of 70 people. This ship also has 3 prime movers so that the ship can go at speeds of up to 25 knots. When the ship operates from the port to the oil drilling site carrying full passengers and other equipment that supports the oil drilling, it is expected that this Crew Boat ship is expected to be able to carry passengers and other equipment stably or not sway. So this research was conducted to determine the stability of the Crew Boat. Ship stability is obtained by modeling using the Maxsurf modeler to make a ship hull model and also using Maxsurf Stability with 3 different loadings. Obtained from the research results of the Crew Boat 40 M ship built at PT.FGH meets the modification criteria with IMO Intact Stability and the ship is suitable for use according to its function.
Pelatihan dan Pendampingan Pembangunan Kapal Berdasarkan Peraturan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) kepada Pengrajin Kapal Kayu Tradisional di Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur Pranatal, Erifive; Basuki, Minto; Sasongko, Sukendro Broto; Kusuma, I Putu Andhi Indira
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan aplikasi Teknologi Vol. 05 No. 01: March 2026 (In Progress)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.adipati.2026.v5i1.8257

Abstract

Pengrajin perahu kayu jati di Dusun Jarat Lanjang, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan merupakan keahlian yang turun temurun dari nenek moyang mereka. Bentuk kapal yang dibuat memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan dengan daearah lain. Dimensi papan sisi, lunas, linggi haluan, linggi buritan dan juga ukuran panjang, lebar dan tinggi diperolah dari pengalaman. Ukuran-ukuran tersebut harus dievaluasi berdasarkan peraturan BKI sebagai badan yang berotoritas untuk mengevaluasi pembangunan kapal. Selain itu ada beberapa pelaranatan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas dan juga efektifitas dalam prosesm pembuata kapal kayu. Oleh karena itu tujuan penulisan ini adalah melakukan evaluasi terhadap konstruksi perahu kayu jati dengan dasar peraturan kapal kayu BKI tahun 2023 dan pengadaan alat dan mesin wood. Metode kegiatan yang digunakan adalah pelatihan terhadap pengrajin kapal kayu terkait peraturan ini, kemudian pengadaan peralatan dan bahan kayu jati, dilakukan perbandingan ukuran komponen konstruksi ulang dan melakukan pembangunan perahu kayu. Hasil dari kegiatan ini adalah pengadaan peralatan blockchain yang berguna untuk mengangkat kayu, bor tangan untuk proses pemasangan pasak/paku kayu dalam proses penyambungan papan dan planner duduk untuk serut kayu agar memiliki ketebalan yang sama. Sedangkan implementasi dari peraturan BKI kapal Kayu 2023 diperolah antra lain yaitu jarak gading 500 mm, ketebalan papan kulit 25 mm, dimensi lunas 120 mm kali 145 mm. Berdasarkan kegiatan pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa pengrajin kapal kayu memiliki pemahaman baru terkait peraturan BKI dengan pemahaman baik pada tingkat 70% dan cukup pada tingkat 30%. Selain itu terjadi peningkatan kualitas perahu dikarenakan adanya alat dan mesin tambahan yang diberikan kepada mitra. 
STUDI INTERAKSI KAPAL - PROPELER PADA PLANING HULL AKIBAT PERBEDAAN SUDUT DEADRISE Erifive Pranatal; R. Puranggo Ganjar Widityo; Fitria Fresty Lungari
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 16 No. 1 (2022)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan sudut deadrise pada planing hull dan pengaruh pada kurva beban propeler dilakukan untuk memberikan gambaran yang jelas terhadap pemilihan mesin utama dan kecepatan kapal. Sehingga, tujuan penelitian ini adalah bagaimana pengaruh sudut deadrise terhadap kurva beban propeler. Sudut deadrise yang dipilih antara lain 7°, 10°, 13°, dan 18°. Metode yang digunakan adalah pendekatan teoretis dengan bantuan data series seperti data Propeller Wagenigen B-Series. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan tahanan karena perbedaan sudut deadrise mempengaruhi kurva beban propeler dengan nilai persentase perbedaan yang hampir sama. Perbedaan persentase nilai tahanan masing-masing sudut deadrise adalah 0,057% (rata-rata selisih tahanan yaitu 33 N) dan perbedaan daya propeler hanya berkisar 0,05%. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa perbedaan sudut deadrise pada penelitian ini memberikan pengaruh yang hampir sama dengan perbedaan nilai tahanan kapalnya.
ANALISIS PENGARUH SUDUT DEADRISE PLANNING CRAFT TERHADAP STABILITAS DAN SEAKEEPING Erifive Pranatal
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 14 No. 2 (2020)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancang kapal berusaha untuk memperoleh stabilitas dan seakeeping yang baik terlebih untuk kapal cepat bertipe planning hull. Tipe ini memiliki deadrise sehingga lambungnya bentuk ‘V’ sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh besar sudut deadrise terhadap stabilitas dan seakeeping. Objek penelian adalah kapal planning hull Series 62: parent model 4677-1. Metode penelitian menggunakan simulasi komputer dengan bantuan software dan perhitungan stabilitas tersebut dibandingkan dengan metode Krylov II. Hasil penelitian menyatakan bahwa tiga variasi deadrise yaitu 10°, 13°, dan 18°, sudut deadrise yang kecil memberikan stabilitas yang baik tetapi mengurangi olah gerak kapal (seakeeping) sedangkan sudut deadrise yang besar akan mengurangi kemampuan stabilitas kapal tetapi memiliki seakeeping yang baik. Ketiga model tersebut sama-sama memenuhi regulasi stabilitas IMO. Sehingga besar sudut deadrise yang direkomendarikan untuk penelitian ini adalah 13°.
Co-Authors Abdul Latif Kurniawan Adi Kurniawan Yusim Affandi, Slamet Rohmat Ahmad Ma’ruf Akbar, Taufan Dwiki Alif Nuzul Julianto Aziz, Bayu Raditya Bambang Setyono, Bambang Basuki2, Minto Bayu Al Fahmi Liddin Beu, Maria Margareta Zau Bobby Ramadhan Candra Permana P chandra Dwi Setia Danny Djaya Prakaatmaja Eka Nur Laily Elbanov Kharisma Fabiantara Erix Extrada Extrada, Erix Fabiantara, Elbanov Kharisma Famoesa, Moch Anjana Putra Firmansyah, Muchammad Fendy Fitria Fresty Lungari Gatot Basuki Guteres, Mercia Pascoela Gacia Harsi, Renanda Bayu HM, Gatot Basuki Iftika Philo Wardhani Ilham Prastyo1 Imawan, Pramudya Imawan. S, Pramudya Indra Utama Julianto, Alif Nuzul Kalam Nur Alif Kirmandi, Wilan Ramadhan Kurniawan, Riyan Prayogo Kusuma, I Putu Andhi Indira Laily, Eka Nur Lingga Bayu Susilo Ma’ruf, Ahmad Maria Margareta Zau Beu Maria Margareta Zau Beu Mas Nabilah WK Mercia Pascoela Gacia Guteres Minto Basuki Minto Basuki Minto Basuki Minto Basuki Minto Basuki Minto Basuki2 Moch Anjana Putra Famoesa Moh Asrori Rois Muhammad Alfi Rachmawan Muhammad Rum Sulaiman Norita Prasetya Wardhani Noveta Fernaldinatan Novi Hendri NURUL MIFTAHUL RAHMAN Nuzulul Arif P, Candra Permana P, Tito Janis Prakaatmaja, Danny Djaya Pramudya Imawan Pramudya Imawan Pramudya Imawan Santosa Pramudya Imawan Santosa Pramudya Imawan Santosa Pramudya Imawan Santosa Pramudya Imawan. S Prastyo1, Ilham Pratama, Ranu Yudistira Puranggo Ganjar Widityo Ramadhan, Bobby Ramadhani, Dimitry Rizal Ranu Yudistira Pratama Renanda Bayu Harsi Riyan Prayogo Kurniawan Rizal Rachman, Rizal Rizki Dwi rachmadi Rizki Rizky Iqiyat Tillah Rochma wahyu adila Rois, Moh Asrori Romzatul Widad Rozaq, Moh. Abdul Rum Sulaiman, Muhammad Saputra, Dandion Angga Sasongko, Sukendro Broto Slamet Rohmat Affandi Tillah, Rizky Iqiyat Tito Janis P Utama, Indra Widad, Romzatul Wilan Ramadhan Kirmandi WK, Mas Nabilah Yogi Pratama