Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Bentuk Komunikasi Guru dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Membentuk Self-Esteem Peserta Didik Sekolah Dasar Ema Smedyah Putri; Retno Winarni; Septi Yulisetiani
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk komunikasi guru dalam pembelajaran yang berperan dalam pengembangan self-esteem peserta didik di Sekolah Dasar. Komunikasi efektif antara guru dan peserta didik sangat penting dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia, tidak hanya untuk mentransfer pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan nilai-nilai. Keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi, diperlukan agar peserta didik siap menghadapi tantangan masa depan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini menemukan bahwa komunikasi verbal dan nonverbal yang efektif dapat membentuk self esteem dan keterampilan berbicara pesera didik pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Namun, temuan lapangan menunjukkan bahwa beberapa peserta didik mengalami self-esteem rendah, yang mempengaruhi partisipasi aktif dalam pembelajaran. Studi ini menyimpulkan bahwa bentuk komunikasi yang efektif dapat membantu membangun self-esteem peserta didik, serta menyarankan perlunya model komunikasi yang lebih terstruktur untuk mendukung keberhasilan pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar.
Pembelajaran Membaca Pemahaman dengan Model CIRC Berbantuan Media Flipbook Cerita Rakyat Aryani Widhiyastuti; Slamet Subiantoro; Septi Yulisetiani
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2646

Abstract

Rendahnya kemampuan memahamin isi bacaan yang telah dibaca berdampak pada rendahnya hasil belajar peserta didik. Hal ini terjadi karena kurang tepatnya guru memilih model dalam pembelajaran sehingga dalam proses belajar mengajar, peserta didik akan menjadi cepat bosan dan tidak tertarik untuk memahami teks yang sudah ditugaskan. Dengan memanfaatkan model pembelajaran yang kooeratif berbantu media yang memanfaatka tehnologi diharapkan dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran CIRC berbantuan media flipbook dan kendala belajar peserta didik setelah menggunakan model pembelajaran CIRC berbantu media flipbook. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IV di salah satu sekolah dasar negeri di Polokarto yang berjumlah 17 peserta didik. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media flipbook digital menghasilkan keterlaksanaaan dengan hasil “sangat baik”. Dengan metode pembelajaran CIRC ini dapat menumbuhkan ketrampilan membaca peserta didik, selain itu juga dapat meningkatkan antusias peserta didik, menumbuhkan motivasi belajar peserta didik serta menumbuh kembangkan interaksi sosial peserta didik. Kendala yang dihadapi selama pembelajaran antara lain faktor keadaan peserta didik, sarana dan prasarana yang digunakan, kurangnya waktu saat membaca, adanya peserta didik yang tidak terlibat aktif saat pembelajaran
Pembentukan Sikap Peduli Lingkungan melalui Pembelajaran Sastra di Sekolah Dasar Anealish Eka Puspitasari; Slamet Subiyantoro; Septi Yulisetiani
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2686

Abstract

Sikap peduli lingkungan harus ditanamkan sejak dini kepada generasi penerus yang akan menjadi agen perubahan. Integrasi pembelajaran sastra dengan pembentukan sikap peduli lingkungan di sekolah dasar sangat penting untuk membentuk karakter dan kesadaran lingkungan peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pembentukan sikap peduli lingkungan melalui pembelajaran sastra di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan guru dan peserta didik kelas IV dari beberapa sekolah dasar sebagai partisipan. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik validasi data menggunakan dua jenis triangulasi, yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Milles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran sastra dapat membentuk sikap peduli lingkungan peserta didik. Peserta didik yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran sastra dapat menerapkan sikap peduli lingkungan. Peserta didik telah membiasakan diri untuk melaksanakan kegiatan kebersihan lingkungan, keindahan lingkungan, penghijauan dan efisiensi energi. Kegiatan peduli lingkungan telah mencapai tujuan yang diharapkan, peserta didik sudah melaksanakan piket kelas, membuang sampah pada tempatnya, tidak mencorat-coret fasilitas sekolah, mendaur ulang sampah, merawat tanaman disekitar, mengurangi penggunaan plastik, menghemat penggunaan listrik dan air serta menggunakan fasilitas sekolah sesuai kebutuhannya. Peneliti merekomendasikan untuk dilakukannya pembiasaan serta keterlibatan aktif seluruh warga sekolah agar sikap peduli lingkungan peserta didik dapat berkembang secara maksimal.
Implementasi program pendidikan lingkungan hidup dalam proyek penguatan profil pelajar Pancasila di sekolah dasar Diva Izma Afia; Septi Yulisetiani
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 1 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i1.105581

Abstract

This study aims to (1) Describe the implementation of environmental education programs in the Pancasila student profile strengthening project at elementary school, and (2) Describe supporting factors and inhibiting factors for the implementation of environmental education programs in the Pancasila student profile strengthening project at elementary school. This type of research is a qualitative case study. Data collection techniques use interviews, observations, and questionnaires. The data analysis technique uses Cresswell data analysis. The results of the study found that the environmental education program in the Pancasila student profile strengthening project at elementary school was successfully implemented with reference to the assessment indicators, namely using an environmental-based curriculum, having an environmentally-based school culture, and having facilities and infrastructure that support the program. The implementation of the environmental education program in the Pancasila student profile strengthening project has supporting factors, namely: (1) The school has partners who support the program, (2) The school is an Adiwiyata school, (3) The school has adequate environmental facilities and infrastructure, (4) The school has competent teaching staff, and (5) The school has environmental conditions that support the creation of optimal environmental learning, while the inhibiting factors include: (1) Limited aspiration funds for improving facilities and infrastructure, and (2) Several school residents who are not yet consistent in responding to the environment properly.
Analisis kemampuan berbicara peserta didik kelas vb dalam pembelajaran bahasa indonesia semester genap di sekolah dasar Destiana Endika Pratiwi; Septi Yulisetiani
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 2 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i4.107654

Abstract

This study aims to analyze the speaking ability of grade VB students in learning Indonesian in the even semester at SDN Kemasan 1 Surakarta. Using a qualitative case study approach, the research focuses on three main aspects: students' speaking proficiency, linguistic and non-linguistic influencing factors, and challenges in improving speaking skills. Data were collected through passive observation, structured interviews with teachers and students, and document analysis. The results indicate that most students demonstrate strong mastery of linguistic aspects (intonation, articulation, sentence structure, content accuracy, and vocabulary selection) and non-linguistic aspects (fluency, facial expressions, volume, confidence, and body gestures) in delivering speeches, advertisements, explanatory texts, and rhymes. However, some students face challenges such as nervousness, limited vocabulary, and inconsistent sentence structure. The study emphasizes the importance of structured practice, teacher feedback, and a supportive learning environment to enhance speaking skills. Practical recommendations include interactive learning methods and confidence-building activities. The findings provide guidance for educators in designing strategies to develop students' speaking abilities.
PELATIHAN MEMBATIK BAGI GENERASI MUDA DIASPORA JAWA DI MALAYSIA: STRATEGI PEMEKARAN BUDAYA DAN PENGUATAN IDENTITAS KULTURAL: Pelatihan Membatik bagi Generasi Muda Diaspora Jawa di Malaysia Sahid Teguh Widodo; Septi Yulisetiani; Apika Nurani Sulistyati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 31 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v31i4.68252

Abstract

Batik merupakan warisan budaya takbenda Indonesia yang memiliki nilai estetika, historis, dan filosofis yang mendalam. Namun, arus globalisasi telah menghadirkan tantangan besar terhadap pelestariannya, terutama di kalangan diaspora Jawa yang hidup jauh dari akar budayanya. Studi ini melaporkan sebuah program partisipatif berbasis komunitas yang bertujuan memberdayakan generasi muda diaspora Jawa di Keraton Mbah Anang, Muar–Johor Bahru, Malaysia, melalui lokakarya pembuatan batik. Program ini melibatkan peserta berusia 10–20 tahun yang mengikuti serangkaian kegiatan, termasuk orientasi budaya dan pelatihan langsung teknik batik tulis tradisional. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan teknis serta tumbuhnya kesadaran budaya di kalangan peserta. Selain itu, program ini memperkuat ikatan sosial dalam komunitas diaspora. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan batik tidak hanya menjadi media pelestarian warisan budaya, tetapi juga pendekatan adaptif dan pemberdayaan bagi komunitas diaspora dalam menghadapi tantangan generasi dan konteks sosial. Keberhasilan inisiatif ini menegaskan pentingnya program pendidikan budaya yang berkelanjutan dan responsif untuk menjamin keberlangsungan tradisi Jawa di luar negeri.
Analisis Perencanaan Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Kurikulum Merdeka di SMP Kota Surakarta Aprilia Rizki Arifah; Nova Yuandani Br Sinaga; Sarwiji Suwandi; Septi Yulisetiani
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v5i1.8022

Abstract

Kurikulum menjadikan pembelajaran menjadi terarah karena berfungsi sebagai pedoman untuk proses pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan perencanaan kurikulum mata pelajaran bahasa Indonesia di SMP Kota Surakarta. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini, yaitu metode kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus (case studies). Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah analisis dokumen, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian ini adalah perencanaan pembelajaran di Kota Surakarta sudah baik. Berdasarkan hasil analisis dokumen Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan modul ajar SMP Negeri A memiliki kelengkapan perencanaan kurikulum sangat baik dan SMP Negeri B memiliki kelengkapan perencanaan kurikulum kriteria baik. Akan tetapi, masih ada beberapa kekurangan yang harus dilengkapi. Guru masih mengalami kendala dalam menyusun rencana pembelajaran. Pertama, guru masih kesulitan memahami capaian pembelajaran dan merumuskannya menjadi tujuan pembelajaran. Kedua, guru kesulitan mencari referensi perencanaan pembelajaran yang sesuai. Ketiga, guru sulit untuk fokus menyusun perencanaan karena banyak kegiatan yang harus dilakukan guru.
Kearifan Lingkungan dalam Puisi-puisi Arif Hidayat Septi Yulisetiani; Elvina Isna Nurjanah
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 11, No 1 (2022): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v11i1.3029

Abstract

Poetry raises about various problems that occur in human life, one of them is the environmental problem. Certain poems contain dictions that present the message of environmental wisdom. Every word in a poem has the power of meaning that can be interpreted through the word itself or in other words in a line and stanza of the poem. An in-depth study through a semiotic approach in this study was conducted to reveal the meaning of words that indicate symbols of natural environmental wisdom. Poetry analysis procedure with semiotic approach. The results showed that Arif Hidayat's poems contained messages of wisdom in the natural environment. Among them, nature as a source of life, the unity of life between nature and humans, messages of love for the environment, the obligation of humans to protect nature, humans who need to love nature again, and the command to protect the environment as part of human faith in God. AbstrakPuisi mengangkat berbagai persoalan yang berkembang dalam kehidupan manusia, salah satunya adalah persoalan lingkungan alam. Puisi-puisi tertentu memuat diksi-diksi yang mempresentasikan pesan kearifan lingkungan. Setiap kata dalam sebuah puisi memiliki kekuatan makna yang dapat diinterpretasi baik melalui kata itu sendiri maupun dengan kata lain dalam satu baris dan bait puisi. Kajian mendalam melalui pendekatan semiotika dalam penelitian ini dilakukan untuk  mengungkap makna kata yang menunjukkan simbol kearifan lingkungan alam. Penelitian ini bertujuan mengungkap pesan kearifan lingkungan dalam buku kumpulan puisi Air Mata Manggar karya Arif Hidayat yang dapat dimanfaatkan oleh pembacanya sebagai bentuk refleksi diri agar lebih bijak terhadap lingkungannya. Prosedur analisis puisi dengan pendekatan semiotika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi-puisi Arif Hidayat memuat pesan-pesan kearifan lingkungan alam. Di antaranya, alam sebagai sumber kehidupan, kesatuan hidup antara alam dan manusia, pesan cinta lingkungan, kewajiban manusia menjaga alam, manusia yang perlu kembali mencintai alam, dan perintah menjaga lingkungan sebagai bagian dari iman manusia kepada Tuhan.
Inovasi model time token arends berbantuan media flipaclip untuk pembelajaran menulis cerita fiksi sekolah dasar Diva Retno Maharani; Septi Yulisetiani
Jurnal Pendidikan Dasar Vol 13, No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpd.v13i1.99899

Abstract

Writing skills are important for elementary school students to support learning success. Problems in writing stories in elementary school occur in the prewriting stage and the writing stage. Students have difficulty developing ideas, difficulty expressing ideas in sequence, and difficulty connecting between story structures. For this reason, it is necessary to innovate appropriate learning models to maximize the learning outcomes of writing stories in elementary schools. Some of the learning models that have been applied in learning to write fiction stories are the roundtable, word square, and reciprocal teaching models. This research aims to find an innovative learning model for learning to write fiction stories for elementary school students. This study aims to find a learning model to support the implementation of learning to write fiction stories. Data were obtained from literature studies from learning model research to write fictional stories, interviews with teachers, and observations in elementary schools. The data validation technique uses source triangulation techniques and triangulation techniques. The learning steps of Time Token Arends include group division, material discussion, coupon distribution, use of coupons for learning, and evaluation. The innovation carried out at the group division stage is group division by considering the diversity of student competencies. Innovation in material discussions with a diversity of stories and forms of stories presented with flipaclip media. The innovation in coupons is that they are presented with attractive designs. Each coupon has a story structure to discuss. The innovation of the model can create a positive response of students as seen from their enthusiasm during learning, activeness in the practice of writing stories and increasing students' grades.
Analisis Kesulitan Menulis Teks Deskripsi dan Faktor Penyebabnya pada Siswa Kelas IV SD Afifah Setyawati; Joko Daryanto; Septi Yulisetiani
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 4 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i4.122362

Abstract

Keterampilan menulis teks deskripsi merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, namun masih menjadi tantangan besar bagi peserta didik kelas IV. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk kesulitan menulis teks deskripsi serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab pada peserta didik kelas IVB SDN Prawit 1 Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa tes menulis, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek berjumlah 6 peserta didik yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan tiga kategori kemampuan: menulis tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks deskripsi peserta didik masih rendah, dengan nilai rata-rata keseluruhan hanya mencapai 51,4 (kategori rendah) dan empat dari enam subjek berada pada kategori sangat rendah. Masalah yang paling dominan ditemukan pada indikator kohesif dan koherensi paragraf serta organisasi teks, diikuti kesulitan pada pengembangan isi gagasan yang belum melibatkan unsur pancaindra secara optimal, serta masih banyaknya kesalahan tata bahasa, ejaan, dan tanda baca. Faktor penyebab kesulitan bersumber dari faktor internal, meliputi rendahnya minat dan motivasi belajar, terbatasnya kepercayaan diri, rendahnya kebiasaan membaca, serta gangguan konsentrasi selama proses menulis; dan faktor eksternal, meliputi metode dan media pembelajaran yang masih konvensional, intensitas menulis latihan yang minimal, umpan balik guru yang belum bersifat personal dan diagnostik kondisi lingkungan rumah yang kurang kondusif disertai minimalnya pendampingan orang tua, serta penggunaan gawai yang tidak terkontrol. Temuan ini mengimplikasikan perlunya strategi pembelajaran menulis yang lebih terstruktur, personal, dan memperhatikan kondisi peserta didik secara menyeluruh.