Claim Missing Document
Check
Articles

ANDAI KAU DI SINI (INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS TENTANG PENGALAMAN PROSES KOPING PADA ISTRI PELAUT) Dona Damayanti; Hastaning Sakti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.766 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.26509

Abstract

Koping merupakan strategi yang dilakukan individu untuk mengelola masalah yang memicu stress dan mengelola emosi dalam kehidupan individu.Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses koping pada istri pelaut selama menjalani pernikahan jarak jauh. Karakteristik partisipan dalam penelitian ini adalah tiga orang wanita dewasa yang masih berstatus menikah dengan pelaut. Penelitian ini menggunakan wawancara mendalam dan observasi dalam pengambilan data. Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). IPA bertujuan untuk mengeksplor pengalaman hidup individu secara rinci, bagaimana individu memahami dan memaknai kehidupan pribadi dan sosialnya. Hasil penelitian ini menunjukkan, ketiga partisipan melakukan dua strategi koping, yaitu berupa emotion-focused coping dan problem-focused coping. Emotion-focused coping yang diterapkan partisipan adalah dengan beraktivitas, seperti bekerja dan bermain bersama anak-anak untuk meregulasi emosi. Sementara, problem-focused coping diterapkan partisipan adalah dengan berdiskusi secara langsung bersama pasangan untuk mencari solusi atas masalah yang dihadapi. Penelitian ini menunjukkan beberapa faktor yang memberikan penagruh bagi partisipan dalam menerapkan koping, seperti kepribadian, dukungan keluarga, pasangan, teman, dan anak. Harapan dan komitmen juga membuat partisipan mampu beradaptasi dengan kondisi rumah tangga yang dijalani saat ini.
PENGALAMAN PSIKOLOGIS PADA ATLET SEPAKBOLA PROFESIONAL YANG MENGALAMI PENUNGGAKAN GAJI Tirta Wahyu Prabowo; Hastaning Sakti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.002 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.13137

Abstract

Dunia persepakbolaan kini sudah menjadi sebuah industri. Saat ini, sebuah klub sepakbola profesional dituntut harus berbadan hukum dan mandiri, yaitu lepas dari penggunaan dana APBD. Di Eropa, klub sepakbola telah menjadi sebuah perusahaan yang mandiri dan profesional dalam pengelolaannya. Pendanaannya pun berasal dari hasil klub itu sendiri melalui pendapatan dan sponsor sehingga menjadi layaknya perusahaan yang menghasilkan produk kemudian mendapatkan keuntungan dari hasil produk itu sendiri. Klub sepakbola ibarat ladang bisnis dengan manajemen yang modern dan profesional, klub mampu memperoleh keuntungan yang besar. Di Indonesia, fenomena penunggakan gaji yang terjadi pada atlet sepakbola profesional dijalani dengan cara berbeda, sehingga peneliti tertarik meneliti tentang pengalaman psikologis atlet sepakbola profesional tersebut. Penelitian dengan rancangan fenomenologis ini untuk memahami serta menggambarkan pengalaman psikologis atlet sepakbola profesional yang mengalami penunggakan gaji. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pemilihan partisipan dilakukan dengan teknik snowball sampling yaitu subjek dipilih berdasarkan informasi dari subjek sebelumnya. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman psikologis atlet sepakbola profesional yang diakibatkan adanya penunggakan gaji membuat subjek tidak fokus terhadap pekerjaannya, motivasi menurun dan melakukan persepsi negatif kepada pihak manajemen klub. Namun, ketiga subjek tetap menjunjung profesionalisme ketika pertandingan dengan memberikan performa terbaik meskipun mengalami penunggakan gaji.
DISTRES PSIKOLOGIS PADA TENAGA KEPENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI NEGERI BERBADAN HUKUM Amalia Rahmandani; Salma Salma; Yohanis ranz La Kahija; Dian Veronika Sakti Kaloeti; Hastaning Sakti; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.31281

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi distres psikologis sebagai risiko masalah kesehatan mental di antara tenaga kependidikan perguruan tinggi negeri berbadan hukum. Sejumlah 178 tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum ‘X’ (Laki-laki=41,6%) terlibat dalam penelitian ini. Distres psikologis diukur menggunakan General Health Questionnaire-12 (Cronbach α = 0,857), yang memuat dimensi disfungsi sosial, kecemasan dan depresi, dan kehilangan kepercayaan diri. Statistik deskriptif dan uji beda nonparametrik dilakukan dalam analisis data. Hasil menunjukkan bahwa sebesar 26,4% subjek berisiko memiliki masalah kesehatan mental umum (cut-off score 10/11). Baik jenis kelamin maupun bidang keilmuan tidak membedakan level distres psikologis secara general maupun menurut dimensinya. Mayoritas manifestasi distres psikologis ditemukan pada dimensi disfungsi sosial, sedangkan terendah pada dimensi kehilangan kepercayaan diri. Hal tersebut didukung perbedaan mean skor antar dimensi yang signifikan, secara berturut dari yang tertinggi adalah disfungsi sosial, kecemasan dan depresi, dan kehilangan kepercayaan diri. Self-serving bias diduga berperan sebagai strategi penanggulangan dari ancaman terhadap diri sehingga meningkatkan penghargaan terhadap diri. Temuan penelitian ini menunjukkan perlunya menyediakan program kesehatan mental bagi tenaga kependidikan perguruan tinggi. 
BAGIMU NEGERI, AKU MENGABDI: Gambaran loyalitas pada atlet PON Provinsi Jawa Tengah Rizky Fajar Prasetyo; Hastaning Sakti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.281 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.13132

Abstract

Olahraga merupakan suatu bentuk kegiatan jasmani yang terdapat di dalam permainan, perlombaan dan kegiatan intensif dalam rangka memperoleh relevansi kemenangan dan prestasi optimal. Dapat berlaga di turnamen nasional seperti PON merupakan impian bagi setiap atlet. PON yang sejatinya digunakan untuk pembinaan atlet di daerah berubah menjdi adu gengsi daerah. Membajak atlet daerah lain menjadi cara instan untuk memperoleh prestasi. Fenomena perpindahan atlet seringkali menjadi permasalahan dalam penyelenggaraan PON. Perpindahan atlet seringkali dikaitkan dengan besarnya uang yang ditawarkan oleh daerah lain. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui gambaran loyalitas dan faktor yang mempengaruhi loyalitas pada atlet PON Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur, observasi, materi audio, dan dokumentasi. Subjek penelitian berjumlah tiga orang atlet. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa loyalitas atlet PON Provinsi Jawa Tengah dipengaruhi oleh 1) adanya kepercayaan dan keyakinan diri pada atlet bahwa penting bagi provinsi untuk berprestasi; 2) adanya kebersamaan serta ikatan keluarga dalam tim; 3) harapan dan kepercayaan dari jajaran pelatih dalam tim; 4) dapat menerima keterbatasan sarana yang diberikan.
PENYESUAIAN DIRI WANITA ETNIS JAWA YANG MENIKAH DENGAN PRIA ETNIS CINA Ninis Apriani; Hastaning Sakti; Nailul Fauziah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.527 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7416

Abstract

Perkawinan wanita Jawa denga pria Cina masih menemui kendala yang berat, karena pria Cina akan meneruskan clan keluarga dan melestarikan tradisi keluarga. hal itu yang menyebabkan keluarga pria Cina akan ikut menentukan calon pendamping anggota keluarganya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami penyesuaian diri dalam perkawinan pada wanita etnis Jawa yang menikah dengan pria etnis Cina. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologis. Sampel terdiri dari dua subjek dengan lamanya masa perkawinan yang berbeda dan subjek yang ditemukan sudah beragama sama dengan pasangan. Metode utama dalam pengumpulan data adalah Interview menggunakan perekam, sedangkan metode pendukung yang digunakan adalah observasi dan catatan lapangan.Hasil dan kesimpulan dari penelitian ini adalah dukungan pada pasangan sangat penting dalam membantu mengatasi masalah. Lamanya masa pacaran atau bertunangan tidak menjamin pasangan lebih mengenal karakteristik pasangan, Lamanya masa perkawinan tidak menjamin keberhasilan proses penyesuaian diri dalam perkawinan beda etnis. Keluarga pasangan akan menerima pasangan bila pasangan mampu membuktikan bahwa dirinya tidak seperti prasangaka keluarga. Prasangka orang Cina pada wanita Jawa adalah boros dan malas. Salah satu cara mengatasi prasangaka keluarga adalah dengan bekerja membantu suami. Penyesuaian diri dipengaruhi oleh faktor personal (karakteristik pribadi, usia saat menikah, dan Pendidikan), faktor budaya (latar belakang budaya, dan jumlah anak), dan faktor sosial (partisipasi sosial, pengalaman  berhubungan dengan lawan jenis, dan penyesuaia terhadap keluarga pasangan). Penelitian ini diharapkan dapat membantu pasangan beda etnis dalam menyelesaikan masalahnya dan sebagai referensi dari bagi peneliti selanjutnya.
HUBUNGAN ANTARA HARDINESS DENGAN PROBLEM FOCUSED COPING PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK CEREBRAL PALSY DI KOTA SURAKARTA Meiska Yusrona Kamila; Hastaning Sakti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.079 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.23425

Abstract

Cerebral palsy merupakan suatu gangguan neuromotor akibat kerusakan otak yang memengaruhi fungsi motorik. Mengasuh anak cerebral palsy dapat memunculkan stres pada ibu dan membuatnya harus melakukan suatu usaha untuk mengatasi stresnya yaitu coping. Salah satu jenis strategi coping adalah problem focused coping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hardiness dengan problem focused coping pada ibu yang memiliki anak cerebral palsy. Subjek penelitian adalah 58 ibu yang memiliki anak cerebral palsy yang menjalani terapi di YPAC Surakarta dan Pediatric and Neurodevelopmental Therapy Centre (PNTC) Surakarta. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan dua skala likert yaitu Skala Hardiness (27 aitem, α = 0,914) dan Skala Problem Focused Coping (30 aitem, α = 0,932). Hasil analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana menunjukkan adanya hubungan positif antara hardiness dengan problem focused coping pada ibu yang memiliki anak cerebral palsy ( r = 0,599, p = 0,000). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat hardiness yang dimiliki ibu, maka semakin tinggi tingkat problem focused coping ibu dan sebaliknya. Hardiness memberikan sumbangan sebesar 35,9% terhadap problem focused coping pada ibu yang memiliki anak cerebral palsy.
PERNIKAHAN JARAK JAUH (Studi Kualitatif Fenomenologis Pada Istri yang Menjalani Pernikahan Jarak Jauh) Adiyaksa Dhika Prameswara; Hastaning Sakti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.174 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15360

Abstract

Hubungan pernikahan jarak jauh merupakan keadaan pasangan suami-istri yang mempunyai kendala jarak dan waktu untuk dapat bertemu. Kendala jarak dan waktu berdampak pada pertemuan singkat antar pasangan. Pertemuan singkat yang dirasa kurang membuat subjek menjadi kehilangan sosok pasangan dan ingin dapat bersama kembali. Penelitian ini bertujuan untuk memahami gambaran tentang pengalaman istri yang menjalani hubungan pernikahan jarak jauh. Pendekatan fenomenologis dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis IPA (Interpretatif Phenomenological Analysis). Teknik analasis IPA dipilih karena berfokus pada eksplorasi pengalaman yang diperoleh subjek dari kehidupan pribadinya. Wawancara semi-terstruktur adalah metode pengumpulan data yang digunakan. Deskripsi subjek yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah tiga orang yang berdomisili di Semarang dan Solo. Temuan hasil dari penelitian yang di alami secara umum dari ketiganya menunjukkan bahwa istri yang menjalani hubungan pernikahan jarak jauh merasa jenuh dengan kesendiriannya ketika mengurus keluarga. Kehidupan pernikahan subjek memberikan dampak rasa bersyukur sebagai hikmah dalam menjalaninya, karena bersyukur dapat meringankan beban dalam menjalani hubungan pernikahan jarak jauh.
HUBUNGAN RELIGIUSITAS DENGAN INTENSITAS MENGAKSES SITUS PORNOGRAFI PADA SISWA KELAS XI SMA HASYIM ASY’ARI PEKALONGAN Aprilia Puspitasari; Hastaning Sakti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.756 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.23431

Abstract

Usia remaja adalah fase yang penting dalam rentang perkembangan manusia. Pada fase tersebut seseorang mengalami dorongan seksual yang semakin meningkat. Seseorang dapat dengan mudah mencari dan memenuhi dorongan seksualnya melalui situs-situs pornografi yang beredar di internet. Pengetahuan kagamaan yang baik dapat mengurangi dampak negatif kecanduan akan situs pornografi yang beredar secara bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris hubungan antara religiusitas dengan intensitas mengakses situs pornografi pada remaja. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan negatif antara religiusitas dengan intensitas mengakses situs pornografi pada remaja. Subjek penelitian ini adalah 97 siswa yang berusia remaja yang bersekolah di SMA Hasyim Asy’ari Kota Pekalongan. Sampel diambil menggunakan teknik cluster random sampling yaitu dengan menggunakan teknik acak terhadap kelompok karena populasi yang berbentuk kelas-kelas. Pengumpulan data menggunakan dua skala likert yaitu Skala Religiusitas (36 aitem α = 0,901) dan Skala Intensitas Mengakses Situs Pornografi (15 aitem α = 0,897). Hasil analisis data dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana memungkinkan adanya hubungan negatif antara religiusitas dengan intensitas mengakses situs pornografi pada remaja ( r = -0,585, p = 0,000). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat religiusitas yang dimiliki individu berusia remaja maka semakin rendah intensitas dalam mengakses situs pornografi, dan sebaliknya, semakin rendah tingkat religiusitas individu berusia remaja maka semakin tinggi pula intensitas dalam mengakses situs pornografi. Religiusitas memberikan sumbangan sebesar 34,2% terhadap intensitas mengakses situs pornografi pada siswa kelas XI SMA Hasyim Asy’ari Pekalongan.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KERJASAMA TIM PADA PEMAIN FUTSAL MAHASISWA UNIVERSITAS DIPONEGORO Ayu Febriana Putri Sugiyanti; Hastaning Sakti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2015.12989

Abstract

Performansi yang baik salah satunya membutuhkan aspek kerjasama tim. Kerjasama tim merupakan kemampuan kerjasama untuk mencapai visi bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara kecerdasan emosional dengan kerjasama tim pada pemain futsal mahasiswa Universitas Diponegoro. Populasi dalam penelitian ini adalah 216 pemain futsal dari 27 tim futsal di Universitas Diponegoro, sedangkan yang digunakan menjadi sample penelitian sebanyak 46 pemain futsal yang berasal dari 3 fakultas. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian adalah cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan 2 alat ukur skala psikologi yaitu skala kecerdasan emosional (38 aitem valid, α= 0,932) dan skala kerjasama tim (14 aitem valid, α= 0,879). Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi rxy= 0,663 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti diterima, yaitu terdapat hubungan positif dan signifikan antara hubungan kecerdasan emosional dengan kerjasama tim pada pemain futsal mahasiswa Universitas Diponegoro. Semakin tinggi kecerdasan emosional, maka semakin tinggi kerjasama tim, demikian pula semakin rendah kecerdasan emosional, maka semakin rendah pula kerjasama timnya.
DINAMIKA PEMAAFAN PADA REMAJA PUTRI YANG MENGALAMI KEKERASAN DALAM PACARAN Tisa Indriani Ginting; Hastaning Sakti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.516 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.13138

Abstract

Meningkatnya kasus kekerasan pada perempuan khususnya kekerasan dalam pacaran (KDP) adalah latar belakang diadakannya penelitian ini. Banyak remaja yang tidak menyadari bahwa dirinya telah mengalami KDP. Ada pula remaja yang sadar bahwa dirinya mengalami KDP tetapi tidak berani bertindak tegas kepada pacar. Hanya sedikit remaja yang mengambil sikap tegas terhadap kekerasan yang dialami. Salah satu cara untuk memulihkan remaja yang mengalami KDP adalah dengan melakukan pemaafan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologis. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga orang remaja akhir dan pernah mengalami KDP.Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara dan observasi. Penelitian ini menemukan bahwa individu yang bias memaafkan secara total adalah individu yang mampu mengiklaskan masa lalu serta berpegang teguh pada ajaran agama masing-masing. Adanya rasa empati dan kemampuan mengiklaskan akan lebih memudahkan individu dalam melakukan pemaafan secara total. Sedangkan individu yang terus memelihara dendam serta berusaha untuk melampiaskannya dan terus mempertahankan rasa amarah akan menghambat terjadinya pemaafan secara total.Individu yang memiliki ketergantungan yang sangat kepada pihak yang menyakiti akan berusaha memendam rasa amarah, hal ini juga akan mengakibatkan individu tidak mampu memaafkan secara total.