Articles
Hubungan Antara Regulasi Emosi Dengan Forgiveness Pada Siswa di SMA Islam Cikal Harapan BSD-Tangerang Selatan
Yossi Kalista Dwityaputri;
Hastaning Sakti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (447.583 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.14886
Forgiveness terkait erat dengan kemampuan individu dalam mengendalikan dirinya. Emosi positif menetralisir beberapa emosi negatif, sehingga terjadi penurunan emosi negatif salah satunya dengan kemampuan individu dalam meregulasi emosi. Tujuan penelitian ini untuk menguji secara empiris hubungan antara regulasi emosi dengan forgiveness pada siswa di SMA Islam Cikal Harapan BSD. Populasi penelitian adalah 115 siswa dan sampel sejumlah 85 siswa diperoleh dengan cluster random sampling. Alat pengumpulan data berupa Skala Forgiveness dengan 25 aitem valid (α = 0.9) dan Skala Regulasi Emosi dengan 20 aitem valid (α = 0.91). Analisis regresi linier sederhana menghasilkan koefisien korelasi rxy = 0.70 (p<0,05), yang berarti ada hubungan positif yang signifikan antara regulasi emosi dengan forgiveness. Sumbangan efektif regulasi emosi terhadap forgiveness siswa-siswi sebesar 48.7% dan sisanya sebesar 51.3% dijelaskan oleh faktor-faktor lain. Peneliti selanjutnya dapat mempertimbangkan faktor-faktor lain yang mempengaruhi forgiveness, menambah jumlah subjek dan dapat dikembangkan tidak hanya di sekolah islam. Saran untuk sekolah diharapkan dapat mengembangkan kemampuan forgiveness dan regulasi emosi siswa dengan melakukan kegiatan yang memiliki unsure forgiveness dan regulasi emosi. Bagi siswa dapat mengikuti kegiatan positif untuk meningkatkan kemampuan forgivenessi dan regulasi emosi serta dapat menjalin relasi sosial yang lebih positif.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN MEMILIH PASANGAN HIDUP PADA WANITA DEWASA AWAL YANG ORANGTUANYA BERBEDA SUKU
Dwi Pratiwi Setiyawati;
Hastaning Sakti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (152.595 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7570
Indonesia sebagai negara yang multi-etnik sehingga mempunyai peluang besar dalam perkawinan beda suku. Masyarakat Indonesia yang masih berpegang teguh pada nilai budaya, membuat orangtua memiliki ketentuan dalam memilih calon pasangan yang sesuai dengan tradisi budaya. Pada keluarga Jawa, orangtua memiliki kontrol terhadap pemilihan pasangan anaknya. Konflik yang sering muncul dalam pengambilan keputusan yaitu berbedanya penilaian orangtua dan anak dalam memilih pasangan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan memahami proses pengambilan keputusan memilih pasangan hidup yang dilakukan oleh wanita dewasa awal yang orangtuanya berbeda suku. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam kepada tiga subjek. Analisa data yang digunakan dalam penelitian adalah Teknik Eksplikasi Data, Memperoleh pemahaman data sebagai suatu keseluruhan, Menyusun Deskripsi Fenomena Individual, Mengidentifikasi episode-episode umum di setiap DFI, Eksplikasi tema-tema dalam setiap episode, Sintesis dari penjelasan tema-tema dalam setiap episode Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengambilan keputusan memilih pasangan hidup pada wanita dewasa awal yang orangtuanya berbeda suku merupakan pengambilan keputusan yang dipengaruhi oleh konflik keluarga, long distance relationship, bibit bobot bebet, pengalaman ibu, tidak imbangnya informasi tentang suku ayah dan prinsip dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini diharapkan membuat orangtua memahami penilaian anaknya terhadap keputusan yang diambil dan anak dapat bersikap terbuka terhadap anggota keluarga dalam mengkomunikasikan keinginannya, sehingga melahirkan penilaian positif terhadap calon pasangan.
Peningkatan Daya Saing Siswa Menengah Kejuruan Swasta melalui Pelatihan Regulasi Diri
Hastaning Sakti;
Jati Ariati
Jurnal Psikologi Vol 41, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (606.413 KB)
|
DOI: 10.22146/jpsi.6960
The aim of this research was to design self-regulation training as an alternative effort to enhance students’ competitiveness. A total number of 147 students from two private vocational schools were involved as subjects. Pretest posttest control group design was used. In each school there were an experimental group, which got self-regulation training, and a control group, which got self-concept training. Manipulation was delivered six times each of which was supervised by two observers. T-test showed there were differences between experimental groups. SMK PL: before (M=89.93, SD=7.681) and after manipulation (M=92.16, SD=7.278) t(43) =-2.185, p
HUBUNGAN ANTARA EFEKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL PELATIH DAN ATLETDENGAN KECEMASAN BERTANDING PADA ATLET PERSATUAN BULUTANGKIS SELURUH INDONESIA SEMARANG
Okta Setiani;
Hastaning Sakti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (198.613 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7550
Kecemasan merupakan salah satu faktor psikologis yang mempengaruhi seorang atlet dalam situasi pertandingan. Kecemasan yang muncul ketika menghadapi pertandingan merupakan salah satu masalah emosi yang harus dihadapi atlet bulutangkis Indonesia, sehingga diperlukan persiapan mental yang matang ketika akan menghadapi pertandingan. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kecemasan bertanding seorang atlet adalah efektivitas komunikasi interpersonal yang terjalin antara pelatih dengan atlet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecemasan bertanding dengan efektivitas komunikasi interpersonal pelatih dengan atlet pada atlet Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Semarang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik kuota sampling pada 50 orang sampel. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan skala kecemasan bertanding (25 aitem valid dengan α=0,872) dan skala efektivitas komunikasi interpersonal (20 aitem valid dengan α=0,818) yang telah di uji coba pada 93 atlet bulutangkis PBSI Semarang. Hasil analisis data dengan metode korelasi Spearman rho menghasilkan koefisien korelasi sebesar -0,202 dengan p=0,079. Hasil tersebut menunjukan bahwa ada hubungan negatif yang tidak signifikan antara kecemasan bertanding dengan efektivitas komunikasi interpersonal pelatih dan atlet. Berdasarkan hasil observasi dan interview, diketahui bahwa terdapat beberapa faktor ditolaknya hipotesis penelitian, yaitu jarak pertandingan yang berdekatan, persepsi atlet tentang pertandingan yang akan dihadapi, pengetahuan pelatih tentang pentingnya faktor psikologis atlet, dan aitem skala penelitian yang kurang spesifik.
THE WIFE’S FORGIVENESS TOWARD HUSBAND’S INFIDELITY
Erika Miftakhu Sa'adah;
Hastaning Sakti;
Dian Veronika Sakti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (192.515 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2012.435
The feelings of anger, hurt, disappointed, sadness felt by wifes who had husbands infidelity. Infidelity is a wrong thing but it does not mean that wife can not forgive it. The purpose of this study is to understand the process of wives forgiveness whose her husbands have affair, the factors that led to forgiveness, and benefit of forgiveness after they do it. The method that used in this study is qualitative with a phenomenological approach through snowball sampling technique.Participants consisted of three wifes whose have experienced infidelity of their husband in her marriage, has been or is in the process forgiving their husband. Interviews and observation is used to get informations, while the recording of the interview using field notes.The results found that participants performed forgiveness is a process that moves back and forth even repetitive. This process occurs under the influence of factors driving and inhibiting the occurrence of forgiveness. Husband apologizes, family supports and their cares of children help wife carry out the process of forgiveness. Forgiveness made by the participants provide benefits in the areas of physical health, mental, relational and spiritual.
RELATIONSHIP BETWEEN EMOTIONAL INTELLIGENCE WITH PREMARITAL SEXUAL BEHAVIOUR ON SMA N 7 SEMARANGSTUDENTS
Ilham Prayogo;
Hastaning Sakti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (114.732 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2013.5257
Premarital sexual behavior is any behavior that is driven by sexual desire, both with the opposite sex or the same sex before marriage. Teenagers premarital sexual behavior can occur because of the attitude of teenagers who supports such behavior.Factors affecting the attitude itself one of them is emotional intelligence.This study aims to determine whether there is a relationship between emotional intelligence and attitudes toward premarital sexual behavior.The population in this study were 320 students of class XI SMA 7 Semarang.Sample was 167 students, which is obtained through cluster random sampling technique. Equipment collecting data in this study is the Scale Attitudes toward premarital sexual behavior 32 aitem (α = 0.935) and Emotional Intelligence Scale27 aitem (α = 0,849) who had been tested on 53 students of class XI SMA 7 Semarang.Simple regression analysis showed a correlation value of -0.268 and p = 0.000 (p <0.05), indicating that there is a significant relationship between emotional intelligence and attitudes toward premarital sexual behavior in high school students N 7 Semarang, that higher emotional intelligence will be followed Similarly, negative attitudes toward premarital sexual behavior and vice versa.Effective contribution of emotional intelligence to attitudes toward premarital sexual behavior is at 7.2%.These results indicate that there are other factors at 92.8% which is not revealed in this study.Distribution of the study sample showed 114 students in the category of high emotional intelligence with the empirical mean of 79.26 and the 114 students in the category of attitudes toward premarital sexual behavior is very low with the empirical mean of 54.04.
DUKUNGAN SOSIAL DAN SUBJECTIVE WELL BEING PADA TENAGA KERJA WANITA PT. ARNI FAMILY UNGARAN
Shinta Kumala Samputri;
Hastaning Sakti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (400.205 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.14321
Tekanan fisik dan psikologis yang dihadapi tenaga kerja wanita di luar negeri, bertolak belakang dengan harapan dan tujuan hidup yaitu meningkatkan kesejahteraan hidup. Oleh karena itu penting bagi tenaga kerja wanita mendapat dukungan sosial. Dukungan sosial bertujuan memperkecil pengaruh tekanan-tekanan atau stres yang dialami tenaga kerja wanita. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan dukungan sosial dengan subjective well being pada tenaga kerja wanita di PT. Arni Family Ungaran. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik convenience sampling. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 80 orang dengan rentang usia 21-45 tahun. Metode pengumpulan data menggunakan dua skala psikologi, yaitu skala Subjective Well Being (20 aitem, α = 0,874) dan skala Dukungan Sosial (21 aitem, α = 0,850). Analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi rxy= 0,551 dengan p = 0,000 (p<0,05) yang berarti ada hubungan positif antara dukungan sosial dengan subjective well being artinya semakin tinggi dukungan sosial maka semakin tinggi subjective well being yang dimiliki tenaga kerja wanita di PT. Arni Family Ungaran. Sumbangan efektif dukungan sosial terhadap subjective well being sebesar 30,4%.
HUBUNGAN ANTARA POSITIVE SELF-TALK DENGAN KECEMASAN BERTANDING PADA ATLET BELADIRI PPLOP JAWA TENGAH
Felix Danar Praditya Phidal Winarko;
Hastaning Sakti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2023.29194
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara positive self-talk dan kecemasan bertanding pada atlet beladiri PPLOP Jawa Tengah. Kecemasan bertanding adalahgejala emosi negatif yang muncul karena penilaian atlet terhadap suatu pertandingan.Positive self-talk adalah perilaku verbal berkata pada diri sendiri untuk memberikan motivasi. Populasi pada penelitian ini adalah atlet beladiri PPLOP Jawa Tengah sebanyak 70 atlet dengan sampel penelitian sebesar 64. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling.Alat ukur yang digunakan adalah Skala Positive Self-talk (36 aitem, α= 0,954) dam Skala Kecemasan Bertanding (21 aitem, α= 0,905). Hasil ujii hipotesis analisis regresi sederhana menunjukkan angka rxy = -0,542dengan signifikansi p= 0,000 (p<0,05).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara positive self-talk dan kecemasan bertanding. Semakin tinggi skor positive self-talkmaka semakin rendah kecemasan bertanding.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA SMA HASYIM ASY’ARI KOTA PEKALONGAN
Suci Rachmasari;
Hastaning Sakti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2024.26470
Sekolah merupakan tempat utama bagi siswa untuk mempelajari sesuatu. Mempelajari materi hingga nilai kehidupan. perilaku prososial adalah suatu perilaku yang menguntungkan yang didalamnya terdapat kebersamaan, kerjasama, dan altruism. Kecerdasan spiritual merupakan kecerdasan yang digunakan untuk menghadapi makna atau value. Menempatkan hidup individu dengan makna yang lebih luas serta menilai bahwa jalan hidup sesorang lebih bermakna daripada yang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan spiritual dengan perilaku prososial pada SMA Hasyim Asy’ari Kota Pekalongan. Populasi penelitian ini berjumlah 189 dengan sampel penelitian berjumlah 60 siswa SMA Hasyim Asy’ari Kota Pekalongan. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling. Alat ukur penelitian menggunakan dua buah skala yakni Skala Perilaku Prososial (26 aitem valid, α = 0, 874) dan Skala Kecerdasan Spiritual (41 aitem, α = 0,918). Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi rxy = 0,766 dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Hal ini berarti hipotesis yang telah diajukan diterima dan terdapat hubungan positif yang signifikan antara kedua variabel.
HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN KECENDERUNGAN BULLYING PADA SISWA SMA MASEHI 1 YAYASAN PENGAMPU SEKOLAH DAN ASRAMA KRISTEN (PSAK) SEMARANG
Septiara Wulandari;
Hastaning Sakti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2022.33355
Bullying merupakan perilaku kekerasan dalam bentuk fisik, verbal, dan psikologis yang pada umumnya dilakukan oleh individu maupun kelompok yang lebih kuat secara fisik maupun psikologis kepada individu yang lebih lemah secara berulang untuk menindas. Harga diri adalah suatu bentuk evaluasi diri mengenai sisi negatif maupun positif secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan kecenderungan bullying pada siswa SMA Masehi 1 Yayasan Pengampu Sekolah dan Asrama Kristen (PSAK) Semarang. Populasi yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 69 siswa dengan subjek penelitian sebanyak 69 siswa dengan menggunakan teknik sampel jenuh. Teknik pengumpulan data memakai model skala Likert sebagai alat ukur yaitu Skala Harga Diri (30 aitem valid dengan α=0,875) dan Skala Kecenderungan Bullying (33 aitem valid dengan α=0,882). Analisis yang peneliti gunakan adalah Spearman Rank yang menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar -0,559 dan p=0,000. Artinya hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima. Semakin tinggi harga diri maka semakin rendah kecenderungan bullying. Sebaliknya, semakin rendah harga diri maka semakin tinggi kecenderungan bullying.