Claim Missing Document
Check
Articles

THE CHARACTERIZATION OF SEVERAL METAL IONS TOWARDS THE ENZYME TRYPSIN ACTIVITY Das Salirawati
Jurnal Penelitian Saintek Vol 21, No 2: Oktober 2016
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.549 KB) | DOI: 10.21831/jps.v21i2.12581

Abstract

This study was aimed at determining the optimal conditions of the trypsine enzyme and the effect of metal ion Ag + (in the form of AgNO 3 ), metal ion Cu  (in the form of CuCl 2 ), K +  metal ions (in the form of KHPO 4 ), and ion Metal Zn  (in the form of ZnSO ) in various concentrations towards trypsin enzyme activity using casein substrate. The activity of trypsin enzyme was determined by Anson method in optimum conditions. The data were analyzed using qualitative descriptive. The results show that the activity of trypsin enzyme with substrate casein 10mg/mL in pH 8.37°C, incubation time of 20 minutes with the additional of ion (Ag 4 , Zn 2+ , K  2+ +, Cu2+) at various concentrations. Based on the research results, it was empirically proven that they were tendency of Ag + + dan Cu 2+to act as inhibitors and metal ions Zn 2+ and K + 2+  to act as activators to trypsine enzyme activity at casein substrat.
PENGETAHUAN DAN PERSEPSI MAHASISWA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DAN PERMASALAHANNYA Kartika Ratna Pertiwi; Das Salirawati
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 19, No 2: Oktober 2014
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.23 KB) | DOI: 10.21831/hum.v19i2.8037

Abstract

The aims of this research are to describe the knowledge level and perception accuracy toward reproductive health among students from Yogyakarta State University (YSU). This research was an analytical survey, with crosssectional approach. Population were YSU students while respondents were taken by simple random sampling. The instruments were adapted from Pertiwi (2007) which consist of questionnaires on knowledge about reproductive health and perception towards myths around sexual health problems. Data were analysed descriptively to determine the factors involved. There were 177 males and 174 female with an average age 20 years old. The highest and the lowest knowledge score were FMIPA and FBS respectively whereas the highest and the lowest perception score were FMIPA and FIK resepctively. Factors involved in knowledge were faculty origin, sex and socioeconomic status
PERAN SERTA ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER SECARA INFORMAL Antuni Wiyarsi; Das Salirawati; Eddy Sulistyowati
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 17, No 2: Oktober 2012
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (864.362 KB) | DOI: 10.21831/hum.v17i2.3092

Abstract

Tujuan pertama penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya peran serta orang tua yang berprofesi pendidik dalam penanaman karakter pada anak ditinjau dari enam karakter pokok yang ada. Tujuan kedua untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan cara pandang penanaman karakter kepada anak-anak antara ibu dan bapak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survei. Variabel penelitian adalah peran serta orang tua yang berprofesi sebagai dosen dalam penanaman karakter pada anak. Sampel penelitian sebanyak 120 dosen yang diambil masing-masing 20 dosen dari enam fakultas di UNY. Sampel diambil secara area purposive sampling dengan mempertimbangkan rasio jumlah dosen laki-laki dan perempuan serta usia anak yang dimiliki dosen di bawah 15 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan teknik analisis deskriptif dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan besarnya peran serta orang tua yang berprofesi sebagai dosen dalam penanaman karakter ditinjau dari enam karakter pokok yang ada, yaitu untuk responden ibu (perempuan) berperan dalam penanaman karakter kereligiusan, kejujuran, kecerdasan, ketangguhan,   kedemokratisan,   dan   kepedulian   berturut-turut   sebesar 4,4274 (dengan kriteria sangat tinggi); 4,2771 (sangat tinggi); 4,1117 (sangat tinggi); 4,1121 (sangat tinggi); 4,1606 (sangat tinggi); dan 4,1164 (sangat tinggi). Adapun untuk responden laki-laki (bapak) berturut-turut 4,2500 (sangat tinggi); 4,1229 (sangat tinggi);   4,0700 (sangat tinggi); 4,0848 (sangat tinggi); 4,0773 (sangat tinggi); dan 4,1159 (sangat tinggi). Tidak ada perbedaan yang signifikan cara pandang penanaman karakter kepada  anak-anak  antara  ibu  dengan  bapak  yang  ditunjukkan  dengan harga thitung sebesar 0,993 pada p sebesar 0,323.
SURVEI TERHADAP PEMAHAMAN PENDIDIKAN SEKS DAN SIKAP/PERILAKU SEKS DI KALANGAN REMAJA DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Das Salirawati; Kartika Ratna Pertiwi; M Lies Endarwati
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 19, No 1: April 2014
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.782 KB) | DOI: 10.21831/hum.v19i1.3523

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pemahaman tentang pendidikan seks dan sikap/perilaku seks di kalangan remaja SMP dan SMA di DIY, (2) sikap/perilaku remaja terhadap berbagai permasalahan seks di sekitarnya, dan ada tidaknya perbedaan tingkat pemahaman tentang pendidikan seks berdasarkan lokasi (Kabupaten), jenis kelamin, dan tingkat sekolah (SMP dengan SMA). Penelitian ini didesain sebagai penelitian deskriptif dengan metode survei. Sampel diambil secara area proportional sampling. Seluruh data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan besarnya pemahaman tentang pendidikan seks dan sikap/perilaku seks di kalangan remaja SMP dan SMA di DIY sangat bervariasi, tetapi semuanya berada pada kategori rendah sampai tinggi, dengan rerata persentase terendah 26,3% dan tertinggi 74,9%. Sikap/perilaku remaja terhadap berbagai permasalahan seks di sekitarnya banyak persoalan yang muncul dari jawaban yang diberikan responden yang perlu ditindaklanjuti dalam bentuk program pendidikan seks dan penelitian yang lebih mendalam. Berdasarkan hasil ANAVA dan uji-t menunjukkan ada perbedaan tingkat pemahaman tentang pendidikan seks diantara remaja SMP dan SMA di lima Kabupaten yang ada di DIY, tidak ada perbedaan tingkat pemahaman tentang pendidikan seks ditinjau dari jenis kelamin, tetapi ada perbedaan tingkat pemahaman tentang pendidikan seks ditinjau dan tingkat sekolah (SMP dan SMA). Secara keseluruhan hasil penelitian ini telah berhasil memotret tingkat pemahaman peserta didik SMP dan SMA di lima Kabupaten yang terdapat di DIY, meskipun dengan jumlah responden yang hanya 600 peserta didik. Hasil ini dapat menjadi acuan bagi pemilik kebijakan dalam memandang pentingnya pendidikan seks diberikan kepada remaja, khususnya remaja di DIY.
SURVEI TERHADAP TERJADINYA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) WANITA KARIER DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Das Salirawati; Antuni Wiyarsi; Eddy Sulistyowati
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 18, No 1: April 2013
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.348 KB) | DOI: 10.21831/hum.v18i1.3270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase wanita karier di wilayah DIY yang mengalami KDRT ditinjau dari keempat jenis KDRT yang ada dan persentase wanita karier di wilayah DIY yang mengalami KDRT ditinjau dari usia perkawinan. Penelitian ini didesain sebagai pe- nelitian deskriptif dengan metode survei terhadap wanita karier yang ada di wilayah DIY. Variabel penelitian adalah KDRT pada wanita karier yang berprofesi sebagai pendidik (guru/dosen) dari lima Kabupaten yang ada di DIY. Populasi penelitian adalah seluruh pendidik (guru/ dosen) yang berasal dari lima Kabupaten di DIY, yaitu Kota, Bantul, Sleman, Kulon Progo, dan Gunung Kidul. Sampel penelitian sebanyak 40 wanita karier per Kabupaten yang diambil secara area purpossive sampling. Instru- men penelitian berupa angket yang dijabarkan berdasarkan keempat bentuk KDRT sesuai dengan UU Penghapusan KDRT No. 23 Tahun 2004, yaitu kekerasan fisik, psikis, seksual, dan ekonomi, sehingga memenuhi validitas logis. Hasil penelitian menunjuk- kan bahwa persentase wanita karier di wilayah DIY yang mengalami KDRT ditinjau dari kekerasan fisik, psikis, seksual, dan ekonomi berturut-turut sebesar 20,462%, 21,415%, 21,127%, dan 21,283%. Secara keselu-ruhan persentase rata-rata untuk semua jenis KDRT sebesar 21,072% dengan kriteria/kategori rendah. Persentase wanita karier di wilayah DIY yang mengalami KDRT mulai dari usia perkawinan 1 – 5 tahun, 5,1 – 10 tahun, 10,1 – 15 tahun, dan 15 tahun berturut-turut sebesar 21,544%, 20,828%, 21,435%, dan 21,223%, semua dalam kriteria/kategori rendah. Data menunjukkan bahwa terdapat sebagian kecil wanita karier yang berprofesi pendidik (guru/dosen) yang mengalami KDRT
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENDETEKSI MISKONSEPSI MATERI IKATAN KIMIA UNTUK PESERTA DIDIK Das Salirawati; Antuni Wiyarsi
Jurnal Kependidikan Vol. 42, No.2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.2 KB) | DOI: 10.21831/jk.v42i2.1946

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memperoleh Instrumen Pendeteksi Miskonsepsi Ikatan Kimia (IPMIK) untuk peserta didik SMA. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda dengan alasan setengah terbuka. Produk awal (IPMIK I) yang telah dikembangkan divalidasi melalui expert jugdment dengan menggunakan teknik FGD yang melibatkan ahli kimia, pendidikan kimia, miskonsepsi, dan psikometri serta reviewer (dosen kimia dan guru kimia SMA di DIY). Masukan dalam FGD digunakan untuk merevisi instrumen menjadi produk IPMIK II. Selanjutnya, instrumen inti soal divalidasi empiris pada peserta didik SMA di DIY. Hasil uji coba dianalisis IRT tiga parameter untuk menentukan butir-butir soal yang valid. Penelitian ini telah berhasil mengembangkan IPMIK untuk peserta didik SMA yang telah divalidasi empiris terhadap 811 peserta didik SMA kelas XI dari 13 SMA di DIY dan diperoleh 20 butir soal yang valid (produk IPMIK III) berdasarkan analisis IRT tiga parameter.
Critical Thinking Ability of High School Students in Daily Life Acid-base Concept Das Salirawati; Erfan Priyambodo; Anggiyani R.E. Nugraheni; Rahmat Basuki
JURNAL PENDIDIKAN SAINS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG Vol 9, No 1 (2021): JURNAL PENDIDIKAN SAINS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
Publisher : Pendidikan Kimia Unimus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jps.9.1.2021.1-13

Abstract

This study aimed to comprehend the quality of critical thinking questions and measure the critical thinking ability in the daily life acid-base topic of 2nd -students from six public high schools, six private high schools, and combination of them in Yogyakarta at the 2018/2019 academic year based on the answer patterns of students to the developed critical thinking questions. The method was an ex-post facto research designed with a one-sample design. The level of critical thinking ability was measured by 15 critical thinking question outlined from the seven critical thinking criteria referred to established commercial critical thinking test. The questions were theoretically validated by three reviewers (content, evaluation, and chemistry education experts). The results showed that the quality of critical thinking questions were excellent. The level of critical thinking skills in daily life acid-base topic of 2nd-grade Yogyakarta’s senior high schools at the academic year 2018/2019 of six public high schools, six private high schools, and combination both of them was 40.2% (moderate), 34.8% (deficient), 37.5% (deficient), respectively.
Identifikasi Problematika Evaluasi Pendidikan Karakter di Sekolah Das Salirawati
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v4i1p17-27

Abstract

Pencanangan pendidikan karakter telah dimulai sejak 10 tahun lalu. Namun, hasil pelaksanaanya di sekolah belum diketahui secara pasti, sehingga diperlukan identifikasi mengenai problematika evaluasi pendidikan karakter di sekolah. Artikel ini bersifat deskriptif mengenai identifikasi bagaimana cara mengevaluasi keberhasilan pendidikan karakter di sekolah dengan tepat, sehingga nilai-nilai karakter tersebut secara nyata terinternalisasi dalam jiwa anak didik, tertampilkan dalam perilaku yang baik, dan akhirnya muncul sebagai habit (kebiasaan) yang membudaya. Beberapa faktor penyebab tidak berhasilnya implementasi pendidikan karakter sampai saat ini adalah (1) belum adanya model evaluasi pendidikan karakter sebagai pedoman operasional dalam melakukan evaluasi pendidikan karakter peserta didik secara tepat, efisien dan efektif, (2) pendidikan terlalu menekankan pada aspek intelektual sebagai ukuran keberhasilan, sehingga pembentukan karakter yang baik terabaikan, (3) tidak adanya penerapan pendidikan karakter secara menyeluruh, melainkan sekedar memenuhi kewajiban mengajar, tanpa mengetahui bagaimana seharusnya, (4) anak belum mendapatkan model yang dapat menjadi teladan, dan (5) derasnya informasi yang diterima anak tanpa penyaring. Beberapa langkah evaluasi pendidikan karakter yang diusulkan untuk mengatasi masalah utama evaluasi pendidikan karakter adalah (1) mendefinisikan atau memberi makna secara khusus pada karakter yang akan dicapai, (2) elaborasi terhadap substansi makna yang terkandung dalam karakter tersebut melalui suatu hierarki perilaku: moral knowing, moral feeling, dan moral action, (3) menyusun indikator hasil belajar yang harus dikuasai oleh anak sesuai tahap perkembangannya, (4) menjabarkan indikator karakter menjadi indikator penilaian dalam bentuk rubrik.
The Effect of Co2+ in the Form of CoCl2 Compounds on α-Amylase Activity Perwita Riski Kusumawati; Das Salirawati
Indonesian Journal of Chemistry and Environment Vol 3, No 1 (2020): JUNE 2020
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.86 KB) | DOI: 10.21831/ijce.v3i1.40814

Abstract

This study aims to determine: (1) the optimum conditions for α-amylase enzyme activity with potato starch as a substrate including incubation time, pH, temperature, substrate concentration, and enzyme concentration, (2) the effect of Co2+ metal ions in the form of CoCl2 compounds on α-amylase enzyme activity with potato starch substrate at optimum conditions. The determination of α-amylase enzyme activity with potato starch substrate was carried out using the dinitrosalicylic acid (DNS) method. The determination of α-amylase enzyme activity with and without the addition of CoCl2 was carried out at the optimum conditions that have been obtained. The variation in the added concentration of CoCl2 were 0.01; 0.02; 0.03; 0.04; and 0.05 M. The data obtained in this study were enzyme activity in units of mg/mL/minute at 37° C. The data analysis used was descriptive qualitative by comparing the activity of the α-amylase enzyme with and without the addition of CoCl2 at optimum conditions. The results of the average α-amylase enzyme activity at optimum conditions (temperature 37° C, pH 7.2, incubation time 15 minutes, substrate concentration 20 mg/mL, and enzyme concentration 40 mg/mL), namely 0.00794 mg/mL at temperature 37° C. For the mean α-amylase enzyme activity with the addition of CoCl2 at a concentration of 0.01; 0.02; 0.03; 0.04; and 0.05 M, respectively 0.0038; 0.0013; 0.0012; 0.0011; and 0.00031 mg/mL per minute at 37° C. Based on these data it can be concluded that the tendency of the Co2+ metal ion is inhibitory and greatly affects the activity of the α-amylase enzyme.
The Influence of Al3+ Metal Ion in AlCl3 Compound On α- Amylase Enzyme Activity Choirul Chasanah; Das Salirawati
Indonesian Journal of Chemistry and Environment Vol 3, No 2 (2020): DECEMBER 2020
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.934 KB) | DOI: 10.21831/ijce.v3i2.43512

Abstract

The influence of  Al3+ metal ion in  AlCl3 towards α-amylase enzyme activity have been studied. The activity of the α-amylase enzyme on potato starch substrate was determined using the DNS method (3,5-dinitrosalicylic acid) at optimum conditions. The data analysis was conducted in a descriptive qualitative manner. The results obtained that α-amylase enzyme activity with potato starch substrate was optimum at  20 mg/mL with pH 7.2, incubation temperature 37˚C, incubation time 15 minutes, and enzyme concentration of 40 mg/mL with an average enzyme activity value of 0.0079 mg/mL/minute at 37˚C. However, after the addition of Al3+ metal ion, the average value of enzyme activity decreased. These means that empirically Al3+ metal ion has a tendency to be inhibitory to the α-amylase enzyme activity on potato starch substrates.