Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KELOMPOK KONSERVASI LASKAR MANDIRI DALAM PEMBIBITAN DAN PENANAMAN BIBIT MANGROVE DI DESA KAYU ARA PERMAI KAB. SIAK Efriyeldi, Efriyeldi; Mulyadi, Aras; Samiaji, Joko; Siregar, Sofyan H.; Elizal, Elizal; Ramadhan, A.R.; Rizki, A.; Yanti, D.H.; Despela, Despela; Sari, D.J.; Rahmita, R.; Ginting, T.B.; Wahyudi, Wahyudi; Desmarina, Y.; Zientika, Zientika
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 2 No. 1 (2020): Desember
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Hutan mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang mempunyai banyak peranan, namun saat ini banyak mengalami kerusakan.Upaya untuk memperbaiki kondisi telah dilakukan melalui penanaman kembali. Kegiatan itu memerlukan bibit mangrove. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya anggota kelompok konservasi Laskar Mandiri dalam membibitkan dan menanam bibit mangrove untuk kebutuhan merehabilitasi hutan mangrove yang rusak di Desa Kayu Ara Permai Kecamatan Sungai Apit. Metode yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah ceramah, tanya jawab, peragaaan dan praktek tentang semua rangkaian pembibitan dan penanaman bibit mangrove dengan melibatkan secara langsung semua tim pengabdian termasuk mahasiswa kukerta UNRI tahun 2020. Untuk mengetahui pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan dilakukan evaluasi dengan meminta peserta mengisi kuisioner sebelum dan setelah kegiatan dilakukan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan penyuluhan ini menunjukkan bahwa peserta mengikuti dengan serius mendengarkan materi yang disampaikan oleh tim penyuluh dari awal sampai akhir. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta sebelum adanya penyuluhan 75 % mengetahui peranan hutan mangrove meningkat menjadi 100 %, sebelum penyuluhan masih ada sekitar 10 % peserta yang belum mengetahui ciri-ciri benih atau buah matang menjadi 100 % setelah penyuluhan. Sebelum kegiatan hanya 80 % peserta yang mengetahui bahwa perlu memilih buah yang bebas hama menjadi 100%. Peserta yang sebelum pelatihan masih ada sekitar 30 % tidak mengetahui dampak kalau bibit putus akarnya waktu penanaman mejadi 95 % mengetahui dampak yang ditimbulkan. Peserta yang sebelumnya masih ada yang tidak tau (10 %) dampak penanaman saat gelombang besar menjadi 100 mengetahui. Semua peserta (100%) di akhir kegiatan pengabdian mengaku kegiatan pengabdian bermanfaat. karena masih ada hal-hal penting yang belum kami pahami.
Identifikasi Makrofauna Penempel yang Berasosiasi dengan Mangrove di Kawasan Marine Station Purnama, Dumai Ilman, Muhammad Khairi; Samiaji, Joko; Yoswaty, Dessy
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.2.190-198

Abstract

Makrofauna penempel yang hidup berasosiasi dengan mangrove  sebagian besar berasal dari golongan krustasea, bivalvia dan gastropoda. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2024 di kawasan mangrove Marine Station Universitas Riau, Kelurahan Purnama, Kota Dumai, Provinsi Riau. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi makrofauna penempel yang berasosiasi pada mangrove, mengetahui struktur komunitas makrofauna penempel yang berasosiasi dengan mangrove, dan mengetahui perbedaan kelimpahan makrofauna penempel yang berasosiasi dengan mangrove antar stasiun di kawasan penelitian. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan penentuan lokasi penelitian menggunakan metode purposive sampling, sehingga ditentukan 3 stasiun yang masing-masing terdiri dari 3 plot. Makrofauna penempel yang berasosiasi dengan mangrove diperoleh dari kelas gastropoda dan krustacea. Gastropoda 11 spesies yaitu Cerithidea cingulata, Cerithidea obtusa, Nerita articulata, Neritina violacea, Ellobium aurisjudae, Cassidula aurisfelis, Chicoreus capucinus, Littoraria scabra, Assiminea brevicula, Pythia plicata, dan Platevindex coriaceus. kelas Krustacea hanya ditemukan 1 spesies yaitu Balanus amphitrite. Rata–rata nilai kelimpahan makrofauna penempel yang ditemukan pada stasiun 1 yaitu 8,67 ind/m2, stasiun 2 yaitu 7,33 ind/m2 dan stasiun 3 yaitu 3,67 ind/m2. Kelimpahan antar stasiun berbeda nyata (p< 0,05). Rata-rata nilai indeks keanekaragaman jenis yaitu 1,69 artinya keanekaragaman sedang. Berarti perairan tersebut tidak mengalami gangguan atau masih dalam keadaan baik. Rata- rata nilai indeks dominansi diperoleh 0,22 atau tidak ada jenis yang mendominasi. Rata-rata nilai indeks keseragaman diperoleh 0,88, artinya keseragaman organisme berada dalam keadaan seimbang, tidak terjadi persaingan terhadap tempat maupun makanan.
Assessment of Marine Ecotourism Development Potential in Lapin Beach, North Rupat, Riau Province Akbar, Aidil Rahmad; Samiaji, Joko; Yoswaty, Dessy
Journal of Coastal and Ocean Sciences Vol. 6 No. 3 (2025): September
Publisher : Department of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jocos.6.3.139-149

Abstract

Lapin Beach in North Rupat, Riau Province, has excellent potential to be developed as a marine ecotourism area due to its natural beauty and local cultural richness. However, no scientific research has explored this potential in depth. This study aims to analyze the potential and formulate strategies for the sustainable development of marine ecotourism in Lapin Beach to improve the welfare of local communities. The research was conducted from December 2024 to February 2025. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and water quality measurements. The analysis used is the coastal tourism suitability index and the SWOT approach. The results showed that Lapin Beach has strong potential for ecotourism, supported by easy access, natural panoramas, and community participation. The tourism suitability index ranged from 83.97 to 86.53%, indicating a high suitability (S1). Water quality and coastal topography support tourism activities. SWOT analysis suggested strategies including promotion, facility improvements, and community engagement in maintaining sustainability. Recommended development strategies include optimizing natural attractions, empowering local businesses, improving infrastructure, and enhancing monitoring efforts. Further studies should consist of aspects of biota, vegetation, and economic impact to support sustainable ecotourism management and enhance community well-being.
Species Composition and Abundance of Zooplankton at Different Depths in the Waters of Teluk Makmur Subdistrict, Dumai City Sinaga, Merisa Debora; Nurrachmi, Irvina; Samiaji, Joko
Journal of Coastal and Ocean Sciences Vol. 6 No. 3 (2025): September
Publisher : Department of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jocos.6.3.182-188

Abstract

Teluk Makmur in Dumai City is a coastal area experiencing ecological pressure due to human activities, such as tourism and industry. Changes in water quality in this region may affect the structure of the zooplankton community, which plays a crucial role in the food chain. This study aims to determine the species and abundance of zooplankton at various depths and stations. The research was conducted in November 2024 at Koneng Beach, Marina Beach, and Puak Beach. At each station, samples were collected at three depths (1 m, 3 m, and 5 m) using survey and purposive sampling techniques. Water quality parameters such as temperature, salinity, DO, pH, transparency, current, nitrate, and phosphate were also measured. Identification revealed five zooplankton species from the class Hexanauplia: Acartia sp., Calanus sp., Temora turbinata, Oithona sp., and Nauplius sp. The highest abundance was recorded at a depth of 5 m (41,542 ind/l), while the lowest abundance was found at depths of 1 m and 3 m (0 ind/l). Based on stations, the highest abundance was observed at Station I (27,694.67 ind/l) and the lowest at Station II (8,308.33 ind/l). One-way ANOVA test results showed no significant difference in zooplankton abundance either between depths or between stations (p > 0.05).
Abundance and Diversity of Sea Cucumber (Holothuroidea) in Hajoran Beach, Central Tapanuli, North Sumatra Bethanya, Ela Nanda; Zulkifli, Zulkifli; Samiaji, Joko
Journal of Coastal and Ocean Sciences Vol. 6 No. 3 (2025): September
Publisher : Department of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jocos.6.3.202-206

Abstract

Hajoran is a beach located on the coast of Pandan District, Tapanuli Tengah Regency, North Sumatra. This beach is one of the popular tourist destinations. It boasts high marine biodiversity, including a diverse array of marine organisms, which are part of the invertebrate animal group. This study was conducted in December 2024 along the Hajoran coast. The objective of this study was to determine the species, abundance, and diversity of sea cucumbers. The study also utilized supporting data, including water quality parameters that characterize the habitat conditions of sea cucumber species, such as temperature, salinity, depth, dissolved oxygen (DO), and total suspended solids (TSS). The study employed a survey method with sample collection using the quadrant transect method at three stations. Based on the study's results, four species were identified at the study site: Holothuria atra, H. scabra, Stichopus ananas, and S. chlorosomatus. The average abundance at all stations ranged from 9.600 to 14.000 ind/ha; the highest abundance was recorded at station III. The relative abundance values for each sea cucumber species ranged from 8 to 100%. The lowest relative diversity value was shown by the species S. chloronotus, with a value of 8% at station III. Conversely, the species H. atra exhibited the highest relative diversity value. The diversity index (H') of sea cucumbers at the research site was classified as moderate. Overall, the relatively stable and standardized water quality conditions at Hajoran Beach support the abundance and diversity of sea cucumber species
Co-Authors ', Marini Abd. Rasyid Syamsuri Afrizal Tanjung Ahmad Saripuddin Akbar, Aidil Rahmad Algino Panuntun Akbar Andi Febrian, Andi Anggi Irfan Hasibuan Anne Rumondang Aras Mulyadi Ardi Gunawan Siregar Aslim Rasyad Asmika Harnalin Simarmata Ayu Agustina Banjarnahor, Novia Bethanya, Ela Nanda Bintal Amin Chaniago, Rizki Dalimunthe, Salmi Patima Desmarina, Y. Despela, Despela Dessy Yoswaty Dewi Ariana Dodi Tri Putra Sitompul Efriyeldi, Efriyeldi Elfis Suanto Elizal, Elizal Enjelina Maria Magdalena Manurung Enny Herawaty Simamora Erwan Efendi Fani Fadli Femi Riza Fitria Wahyuni Fitriansah, Heru Fuady, Muhammad Ikhram Fuady Ikhram Fuah, Ricky Winrison Ghina Salsabila Ginting, T.B. Hafli, R. Diddin Mifdhol Hari Mulyadi, Hari Hasibuan, Ari Permel Hendra Kharisma Huda, Mhd. Aidil Huda, Muhammad Aidil Hutabarat, Muharriswan Ikhsan, Miftahul Ilham Ilham Ilman, Muhammad Khairi Imron Imron Irvan Dwi Putra Irvina Nurachmi Irwan Effendi Kurnia, Fadly Agra Lase, Wanda Fernanda Maizaldi, Maizaldi Manalu, Lili Yanti Manurung, Enjelina Maria Magdalena Marpaung, Bertaulina Mei Fita Asri Untari Merry Sintya Dewi Mery Mery Mhd Aidil Huda Mifdhol Hafli, Raja Diddin Mubarak &#039; Muhammad Alam Mulia Hasibuan Muhammad Isnan Alindra Muhammad Razali Muhammad Sabirin Muhammad Wahyu Hasibuan Musrifin Galib Musrifin Ghalib Nababan, Bastian Vepry Odynata NANDA PRATAMA Nasution, Muhammad Rasid Nora Sartika Pohan Nur Azizah Nursamsi Nursamsi Nursyirwani, Nursyirwani Panggabean, Iis Panggabean, Iis Apriati Paniska, Almaarif Putra &#039; Putra, Jefri Eliyas R. Diddin Mifdhol Hafli Rahayu, Rosi Rahim, Mustafa Rahmad Febriyandi Rahmita, R. Raja Siagian Ramadhan, A.R Ramadhan, A.R. Reny Cristina Naibaho Rifardi Rizki, A. Rumondang, Anne Ruth Natalia. S Sabirin, Muhammad Said Nazman Arif Salsabila, Ghina Sari, D.J. Saul Heryanto H.N Shofian Nanda Adiprayoga Sihaloho, Indra Y P Simamora, Enny Herawati Sinaga, Merisa Debora Sinaga, Nella Asima Br. Sitompul, Dodi Tri Putra Sitompul, Krivide Sitorus, Kornelius K Sofyan H. Siregar Sofyan Husein Siregar Sri Ratna Hidayati Sunarti &#039; Syafruddin Nasution Tatanagara, Muhammad Ilham Thamrin Thamrin Thamrin Thamrin Wahid Wahid Wahyudi Wahyudi Windarti Windarti Windarti Windarti Yanasari, Nurry Yanti, D.H. Yuke Constina Zientika, Zientika Zulkifli &#039; Zulkifli Zulkifli Zulkifli Zulkifli