Claim Missing Document
Check
Articles

THE RELATIONSHIP BETWEEN MANGROVE DENSITY AND SEDIMENTATION RATE IN COASTAL KUALA JAMBI DISTRICT TANJUNG JABUNG TIMUR JAMBI PROVINCE Chaniago, Rizki; Samiaji, Joko; Wibowo, Muhammad Arief
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 6 No. 1 (2023): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

This research was carried out from March to April 2021 in the coastal area of ​​Kuala Jambi District, Tanjung Jabung Timur Regency, Jambi Province. The samples were processed at the Marine Biology and Marine Chemistry Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau, which aims to examine the density of mangroves, analyze the sedimentation rate, and know the relationship between mangrove density and sedimentation rate. A survey method was used in this study. The results showed that the dominant mangrove species in the coastal waters of Kuala Jambi was Sonneratia alba with an Important Index Value (INP) of 103.5%. Mangrove density in the coastal waters of Kuala Jambi was included in good criteria with moderate and very dense mangrove cover. The bottom sediment of the coastal waters of Kuala Jambi was dominated by the type of sandy mud with a percentage of 42.23 - 55.63%. The value of the sedimentation rate in the coastal waters of Kuala Jambi at station I ranged from 94.401 to 141.602 mm/year. At station II, the sedimentation rate was between 98.692 and 168.778 mm/year, while at station III the sedimentation rate was from 100.122 to 145.893 mm/year. Mangrove density had a very close relationship with the sedimentation rate, where the higher the mangrove density, was followed by the higher the sedimentation rate.
PENINGKATAN NILAI EKONOMI EKOSISTEM MANGROVE MELALUI PENGOLAHAN BUAH API-API (Avicennia sp) SEBAGAI BAHAN MAKANAN DI DESA SUNGAI KAYU ARA KABUPATEN SIAK Efriyeldi, Efriyeldi; Mulyadi, Aras; Samiaji, Joko; Nursyirwani, Nursyirwani; Elizal, Elizal; Suanto, Elfis
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 1 No. 1 (2019): Oktober
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan mangrove mempunyai peranan yang sangat banyak, yang dapat dikelompokkan menjadi peranan biologi, fisik-kimia dan ekonomis. Buah api-api (Avicennia sp)yang merupakan salah jenis mangrove, mempunyai potensi sebagai bahan baku buat kue yang masih kurang dimanfaatkan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: 1. Untuk meningkatkan nilai ekosistem mangrove melalui pengolahan buah api-api sebagai bahan membuat kue di Desa Sungai Kayu Ara Kecamatan Sungai Apit 2. Untuk meningkatkan jenis bahan baku pembuat kue bagi masyarakat sekitar hutan mangrove khususnya, dan 3. Meningkatkan perekonomian masyarakat yang berlanjut meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melestarikan ekosistem mangrove di Desa Sungai Kayu Ara Kecamatan Sungai Apit.Hasil kegiatan penyuluhan ini menunjukkan bahwa peserta mengikuti dengan serius mendengarkan materi yang disampaikan oleh tim penyuluh dari awal sampai akhir. Peserta dapat memahami tentang materi yang disampaikan dengan baik dan berperan aktif dalam sesi tanya jawab, diskusi, dan terlibat langsung bersama pemateri dan mahasiswa dalam membuat bolu dan puding. Sebanyak 90 % pesertayang tidak pernah tau buah api-api dapat dijadikan tepung, setelah penyuluhan menjadi semuanya. Peserta yang sebelumnya hanya 15 % mengetahui adanya potensi buah api-api untuk bahan buat kue setelah kegiatan penyuluhan menjadi 100 % paham. Sebanyak 90 % peserta berkeyakinan bahwa dengan meningkatnya nilai ekonomi hutan mangrove, mangrove dapat lestari.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KELOMPOK KONSERVASI LASKAR MANDIRI DALAM PEMBIBITAN DAN PENANAMAN BIBIT MANGROVE DI DESA KAYU ARA PERMAI KAB. SIAK Efriyeldi, Efriyeldi; Mulyadi, Aras; Samiaji, Joko; Siregar, Sofyan Husein; Elizal, Elizal; Ramadhan, A.R; Rizki, A.; Yanti, D.H.; Despela, Despela; Sari, D.J.; Rahmita, R.; Ginting, T.B.; Wahyudi, Wahyudi; Desmarina, Y.; Zientika, Zientika
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 2 No. 1 (2020): Desember
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/p0tsbv36

Abstract

Hutan mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang mempunyai banyak peranan, namun saat ini banyak mengalami kerusakan.Upaya untuk memperbaiki kondisi telah dilakukan melalui penanaman kembali. Kegiatan itu memerlukan bibit mangrove. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya anggota kelompok konservasi Laskar Mandiri dalam membibitkan dan menanam bibit mangrove untuk kebutuhan merehabilitasi hutan mangrove yang rusak di Desa Kayu Ara Permai Kecamatan Sungai Apit. Metode yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah ceramah, tanya jawab, peragaaan dan praktek tentang semua rangkaian pembibitan dan penanaman bibit mangrove dengan melibatkan secara langsung semua tim pengabdian termasuk mahasiswa kukerta UNRI tahun 2020. Untuk mengetahui pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan dilakukan evaluasi dengan meminta peserta mengisi kuisioner sebelum dan setelah kegiatan dilakukan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan penyuluhan ini menunjukkan bahwa peserta mengikuti dengan serius mendengarkan materi yang disampaikan oleh tim penyuluh dari awal sampai akhir. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta sebelum adanya penyuluhan 75 % mengetahui peranan hutan mangrove meningkat menjadi 100 %, sebelum penyuluhan masih ada sekitar 10 % peserta yang belum mengetahui ciri-ciri benih atau buah matang menjadi 100 % setelah penyuluhan. Sebelum kegiatan hanya 80 % peserta yang mengetahui bahwa perlu memilih buah yang bebas hama menjadi 100%. Peserta yang sebelum pelatihan masih ada sekitar 30 % tidak mengetahui dampak kalau bibit putus akarnya waktu penanaman mejadi 95 % mengetahui dampak yang ditimbulkan. Peserta yang sebelumnya masih ada yang tidak tau (10 %) dampak penanaman saat gelombang besar menjadi 100 mengetahui. Semua peserta (100%) di akhir kegiatan pengabdian mengaku kegiatan pengabdian bermanfaat. karena masih ada hal-hal penting yang belum kami pahami.
PENDUGAAN POTENSI LESTARI IKAN LAYANG BIRU (Decapterus macarellus) DI PERAIRAN SEBELAH BARAT SUMATERA UTARA Fuah, Ricky Winrison; Lase, Wanda Fernanda; Samiaji, Joko; Rahayu, Rosi; Riza, Femi
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 15 No 1 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.15.93-102

Abstract

Penangkapan ikan layang biru yang dilakukan secara terus-menerus, tidak terkontrol, dan tidak adanya proses rekruitmen akan menyebabkan stok ikan mengalami degradasi. Sebagian besar stok ikan layang biru saat ini bergantung pada sumber daya alam, yang menyebabkan stok dan kelimpahan ikan tidak stabil, jika ditangkap tanpa adanya pengelolaan yang baik. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian terkait dengan pendugaan potensi lestari ikan layang biru. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung Catch Per Unit Effort (CPUE), mengkaji nilai Maximum Sustainable Yield (MSY), dan Total Allowable Catch (TAC/JTB) ikan layang biru. Penelitian dilaksanakan di PPN Sibolga dengan metode pengumpulan data secara survei, sementara metode surplus produksi dianalisis dengan model Schaefer. Hasil penelitian diperoleh bahwa nilai CPUE standarisasi pada 2018 sebesar 0,639 ton/trip, pada 2019 mengalami peningkatan menjadi 0,764 ton/trip, pada 2020 menurun menjadi 0,527 ton/trip, pada 2021 menjadi 0,506 ton/trip, dan pada 2022 meningkat menjadi 0,639 ton/trip. Alat tangkap pukat cincin merupakan alat tangkap yang paling berperan dalam sumber daya ikan layang biru. Sementara itu, nilai CMSY dengan menggunakan model scheafer diperoleh 8.699,7 sehingga disimpulkan bahwa status penangkapannya sudah fully exploited. Sedangkan nilai FMSY diperoleh sebesar 5.447 trip, dimana statusnya sudah overfishing karena upaya penangkapan setiap tahunnya sudah berada di atas nilai FMSY. Jumlah tangkapan yang diperbolehkan (TAC/JTB) sebesar 6.959,7 ton.
Distribution of Bivalve Abundance in the Intertidal Zone of Bandar Laksamana Sub-District, Bengkalis District, Riau Province Sabirin, Muhammad; Samiaji, Joko; Efriyeldi, Efriyeldi
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 29 No. 1 (2024): February
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.29.1.48-53

Abstract

This study was conducted in June 2022 to know the diversity and abundance of bivalve species as well as know the relationship between the total organic matter content of sediments and the abundance of bivalves found in the intertidal zone of coastal waters of Bandar Laksamana District. This research was conducted using the survey method, where each station consisted of 3 plots perpendicular to the coastline. Station 1 is in Tenggayun Village, Station 2 is in Api-Api Village, and Station 3 is in Parit Satu Api-Api Village. Observations and sampling were conducted directly in the field and then analyzed at the Marine Biology Laboratory, Department of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau. Based on the research results, it is known that the highest abundance of bivalves is found at Station 2, which is 2.07 ind/m2 with an organic content of 2.44%. At the same time, the lowest abundance of bivalves is found at station 1, which is 0.44 ind/m2 with an organic content of 0.91%. The bivalves found include Corbicula javanica, Anadara granosa, Solen sp, Pharella acutidens, and Anadara antiquata.
Survival and Growth of Pangasianodon hypophthalmus Fed with Moringa oleifera Enriched Pellets and Reared in Tank with Aquaponic System and Dark Condition Windarti Windarti; Sofyan Husein Siregar; Asmika Harnalin Simarmata; Joko Samiaji
Jurnal Natur Indonesia Vol. 21 No. 1 (2023): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Pangasianodon hypophthalmus grows well in a dark tank completed with an aquaponic system. To improve the growth, a feed supplement made from Moringa oleifera might be used as it is rich in protein, vitamins A, B, C, and minerals. To understand the effect of M.oleifera addition in the feed of fish, research has been conducted in June-July 2022. M. oleifera leaves were dried and powdered and then mixed with commercial fish feed pellets. There were 4 treatments of M. oleifera dosages, namely T0 (no M. oleifera), T1 (10 g/kg), T2 (15 g/kg), and T3 (20 g/kg). The fish was reared in a 100L container (30 fishes/tank, around 4 g BW and 8 cm TL), covered with a dark-colored tarp, and completed with the aquaponic system using Ipomoea aquatica. The feed was given 2 times/day, ad libitum. Samplings were conducted once/10 days, for 40 days. Results showed that the survival of fish in all treatments was 93.3 – 98.89%. The growth of fish, however, was different. There was no difference in fish body weight (BW), total length (TL), and specific growth rate (SGR) of fish fed with Moringa, they were around 23.5 g BW, 5.8 cm TL, and 4.3 cm SGR respectively. While those of the control fish were 13.0 g BW, 4.23 cm TL, and 2.89% per day SGR respectively. The fish that was fed with Moringa-enriched pellets showed the highest Feed Efficiency (90.42-97.46%) and the lowest FCR (1.03 – 1.11). While in the fish that was not fed with Moringa showed the lowest FE (75.48%) and the highest FCR (1.33%). Data obtained indicate that Moringa positively improves the growth of fish as well as improving feed efficiency
Estimasi Stok Karbon dan Valuasi Ekonomi Ekosistem Mangrovedi Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara R. Diddin Mifdhol Hafli; Joko Samiaji; Windarti Windarti
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.p.74-81

Abstract

Hutan mangrove memegang peranan penting pada ekosistem pesisir dengan fungsinya sebagai penyerap karbon. Degradasi lingkungan dan alih guna lahan di Indonesia yang tidak terkendali mengancam eksistensi ekosistem mangrove. Penyerapan dan penyimpanan karbon di ekosistem mangrove merupakan jasa ekosistem 'karbon biru' pesisir yang penting bagi mitigasi perubahan iklim. Riset ini bertujuan untuk menilai kondisi ekosistem mangrove dan potensi cadangan karbon yang tersimpan guna menentukan valuasi ekonominya di Pesisir Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara. Pengambilan data mangrove dilakukan pada 3 stasiun. Metode non-destruktif dengan menggunakan persamaan alometrik untuk pendugaan biomassa digunakan pada riset ini. Hasil riset menunjukkan bahwa rata-rata biomassa dan karbon yang tersimpan pada ekosistem mangrove adalah sebesar 264,49 ton/ha dan 124,31 ton C/ha. Sedangkan rata-rata potensi serapan karbon adalah sebesar 7,95 ton CO2/ha. Dengan total luas ekosistem mangrove sebesar ± 6.931 ha, maka estimasi nilai ekonomi karbon mangrove di Kabupaten Tapanuli Tengah adalah sebesar Rp. 3.804.131.272 (Nilai Ekonomi Karbon Indonesia pada Emissions Trading Scheme) dan Rp. 42.743.048.000 (Global Social Cost of Carbon).
Analisis Keberlanjutan Pengelolaan Kawasan Konservasi Penyu di Pantai Pasir Jambak, Kota Padang, Sumatera Barat Dodi Tri Putra Sitompul; Joko Samiaji; Zulkifli Zulkifli
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.p.43-51

Abstract

Pantai Pasir Jambak merupakan salah satu kawasan konservasi yang berada di Kelurahan Pasie Nan Tigo Kota Padang. Kawasan ini memiliki agenda dengan pelestarian penyu dan ekosistemnya. Namun, praktik-praktik yang tidak ramah lingkungan di daerah tersebut masih saja terjadi, seperti eksploitasi dan perdagangan telur, serta pencemaran pantai, sehingga berdampak pada keberadaan penyu yang bertelur di Pantai Pasir Jambak. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pengelolaan kawasan konservasi penyu pantai Pasir Jambak dari dimensi ekologi dan sosial masyarakat. Pada penelitian menggunakan pendekatan Multidimensional scaling (MDS) dengan menggunakan tools yang disebut RapConservation hasil modifikasi dari program RapFish (Rapid Appraisal for Fisheries). Status keberlanjutan dimensi ekologi termasuk dalam kategori cukup berkelanjutan (65,64%), dan dimensi sosial termasuk kategori cukup berkelanjutan (61,65%). Strategi dimensi ekologi mencakup rehabilitasi vegetasi pantai dengan penanaman spesies yang tahan terhadap abrasi. Strategi dimensi sosial meningkatkan frekuensi penyuluhan dan edukasi tentang konservasi penyu
Analisis Keberlanjutan Pengelolaan Ekosistem Mangrove di Desa Apar Kecamatan Pariaman Utara Sumatera Barat Enny Herawaty Simamora; Joko Samiaji; Efriyeldi Efriyeldi
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.p.132-141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ekologi ekosistem mangrove dan untuk menganalisis tingkat keberlanjutan pengelolaan ekosistem mangrove di Desa Apar. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan RAP-Mforest. Hasil yang diperoleh yaitu  kondisi ekosistem mangrove sudah tergolong baik dengan kriteria sangat padat. Hasil analisis keberlanjutan pengelolaan mangrove yaitu dimensi ekologi sebesar 62,42% (cukup berkelanjutan), dimensi sosial 71,97% (cukup berkelanjutan) dan dimensi ekonomi 11,36% (kurang berkelanjutan). Strategi yang dapat dilakukan yaitu melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang betapa pentingnya mangrove bagi kehidupan masyarakat sekitar pantai. Peneliti selanjutnya meneliti lebih lanjut terkait dimensi kelembagaan dan hukum agar dapat mengetahui peluang dan tantangan dalam pengelolaan ekosistem mangrove
Kondisi Vegetasi Lamun di Perairan Pantai Nirwana Kota Padang Sumatera Barat Ghina Salsabila; Joko Samiaji; Zulkifli Zulkifli
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.p.150-157

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret 2024 bertempat di perairan Pantai Nirwana, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Sampel yang diambil berupa lamun, sedimen, dan parameter kualitas air. Sampel dianalisis di Laboratorium Biologi Laut dan Kimia Laut, Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kondisi vegetasi lamun di Pantai Nirwana berdasarkan jenis, kerapatan, tutupan, frekuensi, dan pola distribusi lamun. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan penentuan titik lokasi yang dilakukan secara purposive sampling.  Hasil yang didapatkan adalah vegetasi lamun yang ditemukan di Pantai Nirwana hanya terdiri dari satu jenis, yaitu Thalassia hemprichii. Perhitungan kerapatan lamun menunjukkan kisaran 136,89-178,89 tegakan/m2. Kondisi lamun berdasarkan kerapatan termasuk ke dalam kategori rapat dan sangat rapat. Tutupan lamun berkisar antara 62,50-70.83%. Kondisi lamun berdasarkan persentase tutupan lamun termasuk ke dalam kategori kondisi lamun yang kaya atau sehat. Frekuensi lamun T. hemprichii berkisar 0,75-0,85. Hasil perhitungan Indeks Morisita memiliki nilai (Id) > 1, artinya bahwa pola distribusi populasi lamun pada lokasi pengamatan memiliki pola distribusi yang mengelompok
Co-Authors ', Marini Abd. Rasyid Syamsuri Afrizal Tanjung Ahmad Saripuddin Akbar, Aidil Rahmad Algino Panuntun Akbar Andi Febrian, Andi Anggi Irfan Hasibuan Anne Rumondang Aras Mulyadi Ardi Gunawan Siregar Aslim Rasyad Asmika Harnalin Simarmata Ayu Agustina Banjarnahor, Novia Bethanya, Ela Nanda Bintal Amin Chaniago, Rizki Dalimunthe, Salmi Patima Desmarina, Y. Despela, Despela Dessy Yoswaty Dewi Ariana Dodi Tri Putra Sitompul Efriyeldi, Efriyeldi Elfis Suanto Elizal, Elizal Enjelina Maria Magdalena Manurung Enny Herawaty Simamora Erwan Efendi Fani Fadli Femi Riza Fitria Wahyuni Fitriansah, Heru Fuady, Muhammad Ikhram Fuady Ikhram Fuah, Ricky Winrison Ghina Salsabila Ginting, T.B. Hafli, R. Diddin Mifdhol Hari Mulyadi, Hari Hasibuan, Ari Permel Hendra Kharisma Huda, Mhd. Aidil Huda, Muhammad Aidil Hutabarat, Muharriswan Ikhsan, Miftahul Ilham Ilham Ilman, Muhammad Khairi Imron Imron Irvan Dwi Putra Irvina Nurachmi Irwan Effendi Kurnia, Fadly Agra Lase, Wanda Fernanda Maizaldi, Maizaldi Manalu, Lili Yanti Manurung, Enjelina Maria Magdalena Marpaung, Bertaulina Mei Fita Asri Untari Merry Sintya Dewi Mery Mery Mhd Aidil Huda Mifdhol Hafli, Raja Diddin Mubarak ' Muhammad Alam Mulia Hasibuan Muhammad Isnan Alindra Muhammad Razali Muhammad Sabirin Muhammad Wahyu Hasibuan Musrifin Galib Musrifin Ghalib Nababan, Bastian Vepry Odynata NANDA PRATAMA Nasution, Muhammad Rasid Nora Sartika Pohan Nur Azizah Nursamsi Nursamsi Nursyirwani, Nursyirwani Panggabean, Iis Panggabean, Iis Apriati Paniska, Almaarif Putra ' Putra, Jefri Eliyas R. Diddin Mifdhol Hafli Rahayu, Rosi Rahim, Mustafa Rahmad Febriyandi Rahmita, R. Raja Siagian Ramadhan, A.R Ramadhan, A.R. Reny Cristina Naibaho Rifardi Rizki, A. Rumondang, Anne Ruth Natalia. S Sabirin, Muhammad Said Nazman Arif Salsabila, Ghina Sari, D.J. Saul Heryanto H.N Shofian Nanda Adiprayoga Sihaloho, Indra Y P Simamora, Enny Herawati Sinaga, Merisa Debora Sinaga, Nella Asima Br. Sitompul, Dodi Tri Putra Sitompul, Krivide Sitorus, Kornelius K Sofyan H. Siregar Sofyan Husein Siregar Sri Ratna Hidayati Sunarti ' Syafruddin Nasution Tatanagara, Muhammad Ilham Thamrin Thamrin Thamrin Thamrin Wahid Wahid Wahyudi Wahyudi Windarti Windarti Windarti Windarti Yanasari, Nurry Yanti, D.H. Yuke Constina Zientika, Zientika Zulkifli ' Zulkifli Zulkifli Zulkifli Zulkifli