Claim Missing Document
Check
Articles

PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK BAJA TULANGAN SIRIP 25 DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPC DI PT. KRAKATAU WAJATAMA Tbk. Dyah Lintang Trenggonowati; Nuraini Minati Arafiany
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 2 (2018): Maret 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i2.3188

Abstract

Perubahan dunia industri akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi  yang sangat cepat dapat berdampak pada persaingan yang kompetitif antar perusahaan yang satu dengan yang lainnya. Daya saing antar perusahaan yang semakin ketat membuat perusahaan harus lebih meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan sehingga dapat menghasilkan kualitas yang baik. Untuk dapat menghasilkan kualitas yang baik maka dilakukan kegiatan pengendalian kualitas. Pada penelitian ini, pengendalian kualitas bertujuan untuk mengetahui jenis cacat dominan produk, mengetahui data sudah terkendali atau belum, mengetahui faktor-faktor penyebab cacat dominan, dan mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki dan mengantisipasi cacat dominan pada salah satu produk yang dihasilkan pada PT. Krakatau Wajatama, Tbk yaitu produk baja tulangan sirip 25 (S.25) 12 meter. Produk S.25 tercatat sebagai produk baja tulangan yang paling banyak diproduksi pada tahun 2015 yaitu sebesar 33811,26 ton atau sebesar 731846 batang, sehingga pada divisi Quality Control diketahui bahwa produk ini menghasilkan cacat terbanyak pada tahun 2015 yaitu sebesar 165,69 ton atau sebesar 3586 batang cacat sehingga perlu dilakukan pengendalian kualitas agar produk yang dihasilkan dapat terkendali (sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditetapkan). Penelitian ini menggunakan SPC (Statistical Process Control) yaitu pareto diagram untuk mengetahui cacat dominan, peta kendali p untuk mengetahui data sudah terkendali atau belum, cause and effect diagram untuk mengetahui faktor penyebab cacat dominan dan metode 5W+1H untuk mengetahui tindakan perbaikan apa yang akan dilakukan. Setelah data-data tersebut diolah didapat hasil yaitu berdasarkan diagram pareto diketahui jenis cacat yang paling dominan pada baja tulangan S.25 adalah cacat dimensi yaitu sebesar 63,0%, berdasarkan hasil peta kendali P diketahui bahwa data cacat pada tahun 2015 masih belum terkendali terlihat dari terdapat delapan titik yang keluar dari batas kendali, berdasarkan cause and effect diagram faktor-faktor penyebab dari cacat dimensi dan usulan perbaikannya yang didapat dari metode 5W+1H yaitu faktor operator baru yang masih kurang ahli dan kurang pengalaman dapat diperbaiki dengan memberikan pelatihan kepada operator untuk menambah pengetahuan dan keahlian operator, faktor roll aus dapat diperbaiki dengan mengoptimalkan sistem air pendingin, faktor  parting yang tidak sesuai dapat diperbaiki dengan melakukan revamping area roughing stand, normalisasi unit stand intermediet, dan penggantian chock bearing di intermediet stand dari babit metal ke roll bearing, faktor performa unit guide entry menurun dapat diperbaiki dengan melakukan pengecekan dan pelumasan berkala dan melakukan pengadaan unit guide entry baru agar tidak terjadi entry jebol ditengah-tengah produksi, faktor ketidaksesuaian  speed pada roll dapat diperbaiki dengan melakukan pengecekan dan monitoring terhadap motor-motor listrik, faktor pola geser pass yang belum berjalan dengan baik dapat diperbaiki degan menegur dan mengingatkan  operator untuk selalu menggeser pass di waktu yang sudah ditentukan dengan selalu mengukur bar size secara konsisten, dan faktor lokasi kerja tidak nyaman dapat diperbaiki dengan mengganti lampu penerangan, membersihkan lokasi kerja dari debu dan kotoran dengan melakukan 5R, dan dengan menambah ventilasi atau kipas didekat lokasi operator melakukan parting.
Analisis Faktor Prioritas Penilaian Kinerja Internal dan Eksternal Divisi C&SBU di PT XYZ Menggunakan Metode Analytical Network Process (ANP) Dyah Lintang Trenggonowati; Kulsum Kulsum
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/62012

Abstract

Persaingan di era globalisasi dan informasi baik untuk perusahaan yang bermain di pasar domestik atau merambah ke pasaran internasional sangat ketat. Perusahaan yang ingin berkembang dan ada terus di pasar harus dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggannya disamping barang dan jasa yang bermutu baik. PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang energi dan jasa terkait, misalnya pemasangan jaringan listrik, penambahan maupun penurunan daya, dan perbaikan gangguan jaringan konsleting jaringan instalasi listrik baik untuk rumah tangga, perumahan, perkantoran, hotel dan pabrik di sekitar wilayah industri Banten. Dalam rangka meningkatkan pelayanan yang diberikan terhadap pelanggan serta meningkatkan kepuasan pelanggan, PT XYZ senantiasa melakukan survey kepuasan pelanggan, namun penilaian tersebut hanya berasal dari sisi eksternal perusahaan. Penilaian dari sisi internal terhadap kondisi eksisting yang terdapat di PT XYZ juga perlu dilakukan. Oleh karena itu pada penelitian kali ini dilakukan survey terhadap internal karyawan guna mengetehaui prioritas penilaian kinerja dari sisi internalnya, yang kemudian hasilnya akan dibandingkan dengan hasil survey kepuasan pelanggan. Penelitian kali ini dilakukan pada divisi commerce and service business unit di PT XYZ. Metode yang digunakan dalam penentuan prioritas penilaian kinerja terhadap karyawan yaitu metode Analytical Network Process (ANP), dan software yang digunakan yaitu Super Decision. Hasil yang didapatkan dari penelitian kali ini yaitu yang menjadi faktor prioritas penilaian kinerja internal PT XYZ yaitu kriteria kompetensi & profesionalisme personil, kriteria kemampuan personil dalam memahami kebutuhan, dan kriteria ketepatan waktu proyek. Sedangkan yang menjadi faktor prioritas penilaian kinerja dari sisi eksternal yaitu kriteria penawaran harga yang kompetitif & reasonable, dan kompetensi dan profesionalisme personil.
MENGUKUR EFISIENSI LINTASAN DAN STASIUN KERJA MENGGUNAKAN METODE LINE BALANCING STUDI KASUS PT. XYZ Dyah Lintang Trenggonowati; Nuzullia Febriana
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 2 (2019): Maret 2019
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v4i2.5158

Abstract

PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan Jepang yang berproduksi berdasarkan pesanan (make to order) dan sangat mengedepankan kualitas, karenanya perusahaan berusaha secara maksimal untuk terus melakukan peningkatan kualitas dan kuantitas produksinya supaya terus mendapat kepercayaan dari para konsumen. Peningkatan tersebut dapat diperoleh dengan cara memperbaiki proses produksi yang masih terhambat dengan cara menyeimbangkan lintasan, menambah tenaga kerja atau menambah mesin-mesin yang sudah tersedia. Masalah yang biasa dihadapi perusahaan adalah kurang efektifnya tenaga kerja dan mesin produksi, sehingga mengakibatkan terjadinya bottleneck pada salah satu stasiun kerja pada pabrik 2 di PT. XYZ yang merupakan bottleneck pada stasiun polishing yang merupakan akibat dari macet di proses sebelumnya yaitu proses machining. Untuk mencapai efisiensi kerja maka proses bottleneck harus dapat diminimalkan, salah satu cara adalah dengan menyeimbangkan antara jumlah operator dan kecepatan mesin yang ada. Line balancing mencakup kegiatan penambahan atau pengurangan kapasitas, dengan tujuan memaksimalkan kecepatan di tiap stasiun kerja sehingga dicapai efisiensi kerja yang tinggi di tiap stasiun kerja. Hasil Penelitian ini didapatkan waktu stasiun kerja awal yang terbesar adalah 195,5 detik dan waktu stasiun kerja usulan yang terbesar adalah 163 detik. Efisiensi awal dari stasiun kerja casting sebesar 78,37%, stasiun kerja machining sebesar 100%, stasiun kerja polishing sebesar 58,29%, stasiun kerja marking sebesar 8,65%,dan stasiun kerja platting sebesar 25,93%. Efisiensi usulan dari stasiun kerja casting sebesar 100%, stasiun kerja machining sebesar 76,69%, stasiun kerja polishing sebesar 50,92%, stasiun kerja marking sebesar 74,39%,dan stasiun kerja platting sebesar 44,13%. Keseimbangan lintasan didapatkan lima stasiun kerja dan besaran peningkatan efisiensinya 17% dari stasiun kerja awal. 
EFEK USIA, PENGALAMAN BERKENDARA, DAN TINGKAT KECELAKAAN TERHADAP DRIVER BEHAVIOR PENGENDARA SEPEDA MOTOR Lovely Lady; Lisan Auliya Rizqandini; Dyah Lintang Trenggonowati
Jurnal Teknologi Vol 12, No 1 (2020): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.12.1.57-64

Abstract

Motor merupakan kendaraan pribadi yang banyak digunakan untuk transportasi di kota-kota di Indonesia karena harga belinya yang relatif murah dan kelincahannya. Tingkat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor adalah jenis kecelakaan tertinggi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penyimpangan dan pelanggaran berkendara yang dilakukan oleh pengendara sepeda motor, serta menganalisa hubungan tingkat pelanggaran lalu lintas dengan faktor usia, pengalaman berkendara, dan kecelakaan lalu lintas yang dialami pengendara. Kebiasaan mengemudi diteliti menggunakan Driver behavior questionnaire (DBQ.) Analisa variansi dan analisa korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan antara driver behavior dengan ketiga faktor yang diamati. Penelitian dilakukan di Kota Cilegon dan penyebaran kuesioner dilakukan pada 8 kecamatan di Kota Cilegon. Dari penelitian ini didapatkan kelompok pelanggaran mengemudi yang terbanyak dilakukan adalah ordinary violation atau pelanggaran yang sengaja dilakukan. Pelanggaran yang dilakukan pengemudi pada tingkat usia remaja (17-25 tahun) dan tingkat usia dewasa awal (26-35 tahun) signifikan lebih tinggi dibanding pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara pada usia dewasa akhir (≥36 tahun). Berdasarkan analisis korelasi didapatkan bahwa pengalaman berkendara memiliki tingkat korelasi sedang dengan driver behavior pelanggaran lalu lintas (R2 =0,463), sedangkan pelanggaran lalu lintas memiliki korelasi rendah dengan jumlah kecelakaan yang dialami pengendara..
Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan menggunakan metode Servqual dan Lean healthcare Maria Ulfah; Dyah Lintang Trenggonowati; Faula Arina; Putro Ferro Ferdinant; Atia Sonda
Journal Industrial Servicess Vol 8, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v8i1.14443

Abstract

RSIA Permata Serdang merupakan salah satu rumah sakit tipe C yang mengalami penurunan kunjungan pasien dan menerima banyak keluhan. Tujuan penelitian ini untuk menentukan faktor dominan dan tipe waste yang menjadi sumber ketidakpuasan pasien serta menentukan perbaikan dari waste kritis yang terjadi terhadap pelayanan rawat jalan RSIA. Penelitian ini menggunakan kerangka Six Sigma yaitu DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improvement, Control). Tahapan penelitian dilakukan dengan menghitung nilai gap setiap atribut kepuasan pelanggan, menganalisis akar penyebab ketidakpuasan dan memberikan rekomendasi perbaikan lean healthcare untuk mereduksi pemborosan pada sistem pelayanan. Berdasarkan metode tersebut diperoleh waste kritis yaitu waiting, unnecessary inventory dan overproduction. Pengurangan dan eliminasi waste yang telah terindikasi dilakukan menggunakan Root Cause Analysis (RCA). Setelah itu, disusun action planning dari penyebab terjadinya waste tersebut dengan menggunakan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA). Usulan perbaikan yaitu membuat loket khusus atau membuat loket tambahan untuk pasien yang menggunakan asuransi kesehatan serta perekrutan petugas pendaftran rawat jalan, mengalokasikan sumber daya dengan mencocokkan kapasitas yang tersedia, meninjau ulang jadwal praktek dokter, memaksimalkan penggunaan database pasien secara elektronik dan menerapkan visual management (kode warna) pada tiap rak penyimpanan rekam medis, membuat display tata letak ruangan serta membuat display penunjuk ruangan sehingga dapat meningkatkan kualitas sistem pelayanan.
SIMULASI PROSES PRODUKSI LAYOUT LANTAI PRODUKSI PIPA BAJA LAS SPIRAL AWWA C200 DI PT KHI PIPE INDUSTRIES Dyah Lintang Trenggonowati
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri )
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v7i2.5934

Abstract

PT. KHI Pipe Industries merupakan salah satu perusahaan manufaktur dari anak PT. Krakatau Steel yang memproduksi pipa baja. Perusahaan ini belum mampu untuk memenuhi target produksi yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Hal tersebut diidentifikasi terjadi bottleneck pada beberapa section pada mesin SPM 2000 yang menyebabkan jumlah produk work in procces bertambah dan jumlah produk pipa yang dihasilkan menjadi rendah. Akibatnya produksi tidak mencapai target sehingga membuat konsumen kecewa serta menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Karena itulah, perlu adanya identifikasi bottleneck dan upaya mengurangi mesin yang bottleneck untuk meningkatkan produktifitas pipa las spriral sehingga target produksi bisa dicapai. Pada penelitian ini, simulasi digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Penelitian ini terdapat 3 usulan perbaikan. Dari ketiga usulan perbaikan tersebut, didapatkan bahwa jumlah rata-rata produk pipa baja las spiral pada usulan perbaikan 1 sebesar 4786 unit/bulan, jumlah rata-rata produk pipa baja las spiral pada usulan perbaikan 2 sebesar 4791 unit/bulan  dan jumlah rata-rata produk pipa baja las spiral pada usulan perbaikan 3 sebesar 4783 unit/bulan Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa usulan perbaikan 2 menghasilkan jumlah rata-rata produk pipa baja las spiral optimal dibandingkan dengan usulan perbaikan lainnya dan menjadi rekomendasi terbaik untuk meningkatkan produktifitas di PT. KHI Pipe Industries
SIMULASI SISTEM PROSES PRODUKSI DI PT. JAKARTA CAKRATUNGGAL STEEL MILLS Dyah Lintang Trenggonowati
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v4i1.462

Abstract

Dalam kegiatan produksi di PT. Jakarta Cakra Tunggal Steel Mills melibatkan berbagai lokasi yang didalamnya terdapat beberapa mesin dengan kapasitas produksi yang berbeda-beda. Pada proses pembuatan besi beton melibatkan beberapa lokasi seperti transfer billet, reheat furnance, roughing, intermediete, finishing, cooling bed, cold shear, packaging dan gudang. Dengan menggunakan software ProModel dibuatlah model simulasi proses produksi besi beton di PT. Jakarta Cakra Tunggal Steel Mills yang sudah diverifikasi dan sudah divalidasi sehingga mampu mewakili sistem nyata. Sebagai analisisnya dilakukan pengembangan simulasi dengan perancangan usulan perbaikan model simulasi. Peneliti merancang 3 usulan perbaikan model simulasi yaitu dengan penambahan 1 buah crane dari packaging ke gudang, dengan penambahan 1 buah mesin finishing dan conveyor 5, dan dengan penambahan 1 buah mesin furnance. Pada usulan perbaikan 1, dilakukan penambahan 1 buah crane dari packaging ke gudang agar mampu meningkatkan hasil produksi. Pada usulan perbaikan 2, dilakukan penambahan 1 buah mesin finishing dan conveyor 5 karena mesin finishing dan conveyor 5 memiliki % utilitas (kesibukan) yang tinggi pada sistem nyata. Pada usulan perbaikan 3, dilakukan penambahan 1 buah mesin furnance karena mesin furnance memiliki % utilitas (kesibukan) yang tinggi pada sistem nyata. Kata Kunci: Simulasi Sistem, Software ProModel, Utilitas 
Proposed Action of Supply Chain Risk Mitigation Air Compressor Type L Unloading ¼ HP Using The Fuzzy – FMEA and Fuzzy – AHP Method in PT. XYZ Dyah Lintang Trenggonowati; Achmad Bahauddin; Asep Ridwan; Yuyun Wulandari
Jurnal Inovasi Teknologi Vol 2 No 1 (2021): April
Publisher : Engineering Forum of Western Indonesian Government Universities Board (Forum Teknik, BKS-PTN Wilayah Barat) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jit.v2i1.3204

Abstract

Established since the 80s, PT. XYZ is an air compressor manufacturing industry located in Tangerang, Indonesia. In the production process, the Air compressor type L Unloading 1/4 HP has a very complex supply chain network which makes the supply chain network activities experience obstacles in the form of risks or potential risks that can occur so that it can disrupt the smooth running of the supply chain activities of the air compressor type L. Unloading 1/4 HP. However, PT. XYZ has not maximally implemented risk mitigation actions in its supply chain. The purpose of this study is to propose a mitigation action against risk events that occur along the supply chain of water compressor type L Unloading 1/4 HP using the FFMEA (Fuzzy Failure Mode and Effect Analysis) and FAHP (Fuzzy Analytical Hierarchy Process) methods. Based on the research, there were 29 identified risk events with 5 priority risk events. And of the 5 priority risk events, each has 2 proposed mitigation actions per priority risk event
Proposed Improvement on Supply Chain System to Minimize The Bullwhip Effect Phenomenon with Monte Carlo Simulation Approach Dyah Lintang Trenggonowati; Maria Ulfah; Asep Ridwan; Rasie Arthafia
Jurnal Inovasi Teknologi Vol 2 No 2 (2021): October
Publisher : Engineering Forum of Western Indonesian Government Universities Board (Forum Teknik, BKS-PTN Wilayah Barat) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jit.v2i2.3854

Abstract

PT XYZ is one of the most company which produce welded steel pipe in Indonesia such as longitudinal and spiral pipes. In order to meet consumer’s demand, this company faced with an obstacle namely the distortion of information in supply chain. Distortion of information from downstream to upstream channel causes the difference between the product demand from consumer to PT XYZ and order of raw materials from PT XYZ to the supplier which is called the bullwhip effect. The objective of this research is to calculate the value of bullwhip effect as well as designing improvements to minimize the bullwhip effect. Based on the research results, obtained the index value of bullwhip effect on longitudinal pipe products is 1.06 and the index value of bullwhip effect on spiral pipe products is 0.80. The improvement design to minimize the phenomenon of bullwhip effect is to build an integrated information system for the customer, manufacturer, and supplier. The method that is used to improve the index value of bullwhip effect is Monte Carlo simulation. Monte Carlo simulation is used to obtain the order number of raw materials in order to approach the number of consumer’s demand. After applying the Monte Carlo simulation, obtained the index value of bullwhip effect on longitudinal pipe product is 1.01 and the index value of bullwhip effect on spiral pipe products is 1.00. It can be concluded that the use of Monte Carlo simulation had been optimizing the index value of bullwhip effect amounted to 4.71% for longitudinal pipe products and 25% for spiral pipe products.
SIMULATION SYSTEM OPTIMIZE THE TIME OF PROCESS Dyah Lintang Trenggonowati
Performa: Media Ilmiah Teknik Industri Vol 16, No 2 (2017): PERFORMA Vol. 16, No 2 September 2017
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.635 KB) | DOI: 10.20961/performa.16.2.16988

Abstract

PT. LTX is a company engaged in manufacturing that produce tin plate coil form. Coil packaging process needs to be done before it is sent to the customer. In the process of packaging the coil is found on the machine appender bottleneck causing measurement stations of diameter and wrapping coil to be delayed which makes the time coil packaging is not optimal. This study aims to determine the simulation model of the existing coil packaging process, determining the proposed improvements to optimize the timing of coil packaging process, as well as find out the time optimal coil packaging process. This study uses a software simulation with ProModel 7.5. ProModel simulation results showed that the average time coil packaging process for 657.81 hours per month, so that made three design alternatives and the best improvement is the third alternative with the addition of resources such as forklifts and additional mounting stations crown that yield an average of 315.296 hours per month.