Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN METODE HIRARC DAN FTA PADA PT PLN INDONESIA POWER SURALAYA Nustin Merdiana Dewantari; Nadienda Erwidia Putri; Bobby Kurniawan; Yayan Hary Yadi; Dyah Lintang Trenggonowati; Lovely Lady; Ade Irman Saeful Mutaqin
Journal of Systems Engineering and Management Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v2i2.22294

Abstract

Sebagai perusahaan pembangkit listrik PT PLN Indonesia Power dapat dianggap sebagai tempat kerja dengan tingkat risiko yang tinggi, di mana prosedur kerja yang aman diperlukan, karena pekerja menghadapi risiko ini dan tergantung pada sifat tugas dan pekerjaan. Salah satunya pada aktivitas pemasangan rolling door dan kabel conveyor. Identifikasi bahaya dan penilaian risiko serta pengendalian dilakukan untuk mencegah dan mengurangi potensi terjadinya kecelakaan kerja agar perusahaan mencapai tujuan program K3 yaitu zero accident.  Penggunaan metode HIRARC berfungsi untuk identifikasi bahaya yang terjadi dalam aktivitas di perusahaan yang diharapkan dapat dilakukan usaha untuk pencegahan dan pengurangan terjadinya kecelakaan kerja yang terjadi di perusahaan dengan melakukan pengendalian risiko yang dilakukan. Selain itu, penggunaan metode FTA dapat dilakukan untuk mencari tau akar penyebab tertinggi dari bahaya tertinggi yang didapatkan dilapangan. Dari hasil yang didapatkan terdapat 6 potensi bahaya pada aktivitas pemasangan rolling door dengan terdapat 3 hazard yang berisiko rendah, 1 hazard berisiko sedang, dan 2 hazard berisiko extreme, dan 10 potensi bahaya pada pemasangan kabel conveyor dengan 4 hazard yang berisiko rendah, 1 hazard berisiko sedang, 2 hazard berisiko tinggi, dan 3 hazard berisiko extreme. Dari kedua aktivitas tersebut potensi bahaya yang memiliki kriteria bahaya tertinggi ialah jatuh dari ketinggian, bahaya listrik, dan jatuh dari ketinggian. Akar penyebab bahaya tertinggi dari 3 potensi bahaya yaitu faktor pekerja, faktor peralatan, dan faktor lingkungan.  
Analisis Manajemen Risiko Rantai Pasok Pada PT BLKP dengan Metode House of Risk Dyah Lintang Trenggonowati; Maria Ulfah
Journal of Systems Engineering and Management Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v2i2.22229

Abstract

PT. BLKP merupakan perusahaan yang bergerak di  bidang manufaktur, bahan bangunan yang fokus pada produk–produk seperti truss, reng, hollow, spandeck, dan genteng metal dengan menggunakan bahan baku baja ringan yang merupakan bahan pengganti kayu dan tanah liat paling popular dalam dunia bahan bangunan. Dalam menjalankan produksinya PT. BLKP ini mempunyai risiko-risiko yang mungkin terjadi pada bagian rantai pasoknya. Untuk mencengah risiko yang mungkin terjadi perlu dilakukan analisis risiko. Metode yang dapat digunakan yaitu seperti pendekatan tabel SCOR, metode HOR, dan diagram pareto. Dari metode yang telah diterapkan untuk menganalisis risiko rantai pasok pada PT. BLKP ini, didapatkan bahwa agen risiko prioritas yaitu terjadi karena tenaga kerja kurang kompeten dan evaluasi teknis dalam prosedur kerja kurang. Dari kedua agen risiko tersebut langkah mitigasi yang perlu dilakukan yaitu melakukan pelatihan skill dan kedisiplinan kerja, melakukan perekrutan pekerja yang lebih selektif dan ketat, penempatan pekerja sesuai dengan keahlian, melakukan pengawasan secara berkala, dan pembuatan standar operasional prosedur perusahaan.
Optimizing packaging process efficiency and quality control at a black carbon manufacturer through lean six sigma and design of experiment Bahauddin, Achmad; Trenggonowati, Dyah Lintang; Sonda, Atia; Yusuf, Vira Aleyda; Saeful Mutaqin, Ade Irman; Umyati, Ani
Journal Industrial Servicess Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v9i1.19052

Abstract

CI is a multinational company that involves manufacturing carbon black. The carbon black is packed in a 1250 kg jumbo bag and a 25 kg paper sack. Based on reject weight data for December 2019, 4.4% of paper sacks were rejected, with some caused by suboptimal packer machine settings. The study will use the design of experiment to determine critical quality factors for carbon black grade Sterling-V, identify waste in the packaging process, determine the sigma value in the packaging process, identify factors causing product defects, evaluate the risk priority number, and provide suggestions for optimal packaging machine conditions through factorial experiments. The reject weight of Sterling-V products due to reject weight was 123 out of the total production. The study results showed a sigma level of 2.205, with the engine factor being the main cause of reject weight (RPN 900). The optimal packaging machine conditions proposed for Sterling-V grade are Bulk Fill Cut Off (22.5 kg), High Pressure Air (7 bar), and Trim Final Cut Off (25 kg), which can reduce reject weight to 23 from total production.
METODE PENGEMBANGAN PRODUK QFD UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING PERUSAHAAN Dyah Lintang Trenggonowati
Spektrum Industri Vol. 15 No. 1: April 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v15i1.6176

Abstract

Metode QFD bagi perusahaan yang berusaha meningkatkan daya saingnya melalui perbaikan kualitas dan produktifitasnya secara berkesinambungan adalah meningkatkan keandalan produk, meningkatkan kualitas produk, meningkatkan kepuasan konsumen, memperpendek time to market, mereduksi biaya perancangan, meningkatkan komunikasi, meningkatkan produktivitas dan meningkatkan keuntungan perusahaan. Disamping itu QFD juga bertujuan untuk pengembangan produk yang dapat memuaskan konsumen dengan menterjemahkan keinginan konsumen ke dalam karakteristik teknis yang menjadi sasaran desain dan elemen pengendalian mutu untuk digunakan di seluruh proses produksi. Kemampuan menghasilkan produk sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen merupakan faktor kunci yang harus dimiliki oleh perusahaan untuk dapat menghasilkan produk yang berdaya saing tinggi.Metode pengembangan produk QFD telah banyak diterapkan di bidang industri untuk memaksimalkan kepuasan pelanggan dengan berbasis pada perbaikan kualitas, dan lainnya, dan semuanya kembali sebagai sumber kendala. Perbaikan kualitas adalah faktor penting untuk sebuah perusahaan agar dapat mempertahankan keeksistensian perusahaannya di dunia industri. Di beberapa penelitian sebelumnya lebih banyak fokus pada faktor perbaikan kualitas yaitu bagaimana membantu perusahaan untuk mendapat kepuasaan dari konsumen, sedangkan faktor bagaimana agar perusahaan mampu meningkatkan daya saing kurang mendapat perhatian, kalaupun ada tidak dihitung dan dibahas secara detil.
Optimasi dan Simulasi Factory 3 Line 14 Stasiun Assembly PT. Pratama Abadi Industri Trenggonowati, Dyah Lintang; Kulsum, Kulsum
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 2 No. 1 (2018): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-II Tahun 2018
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v2i1.450

Abstract

PT. Pratama Abadi Industri adalah salah satu produsen sepatu di Indonesia yang mendapatkan license untuk pembuatan sepatu “NIKE”. Dalam memenuhi permintaan konsumennya, perusahaan menerapkan sistem make to stock. PT. Pratama Abadi Industri sangat mengutamakan pemenuhan target produksi.Tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan adalah untuk meningkatkan hasil produksi yang nanti akan meningkatkan produktivitas dari perusahaan itu sendiri. Untuk meningkatkan produktivitas tersebut, dapat dilakukan dengan cara mengurangi atau menghilangkan pemborosan-pemborosan yang mungkin terjadi pada proses produksi. Pemborosan-pemborosan yang terjadi khususnya pada line 14 adalah kegiatan pengecekan sepatu yang dilakukan secara berulang yang menyebabkan proses produk menjadi lama. Dengan memodelkan unsur penting dari sistem produksi di PT. Pratama Abadi Industri khususnya pada line 14 stasiun assembly untuk jenis produk sepatu NIKE type Cortez kita dapat melakukan percobaan strategi dan rancangan operasi yang berbeda untuk mencapai hasil yang terbaik dengan cara menghilangkan pemborosan-pemborosan yang terjadi pada lini produksi. Dengan bantuan Software ProModel yang merupakan suatu alat bantu simulasi dan analisis untuk seluruh tipe dan jenis sistem produksi yang berbasis Windows. ProModel juga dapat membantu untuk mencoba ide-ide baru dalam merancang sistem sebelum menentukan waktu dan sumber daya yang diperlukan dalam membangun atau mengubah sistem nyata. Proses simulasi existing yang terjadi di line 14 pada stasiun assembly ini memiliki rata-rata hasil produksi setiap bulannya untuk sepatu Nike Cortez adalah 27.367 pasang sepatu. Untuk meningkatkan produktivitas pabrik, maka dibuatkan simulasi perbaikan. Simulasi perbaikan yang dipilih adalah dengan melakukan penghilangan stasiun kerja dengan menggunakan tools lean manufacturing dengan rata-rata hasil produksi setiap bulannya mengalami peningkatkan sebesar 347.964 pasang sepatu untuk sepatu Nike Cortez