Claim Missing Document
Check
Articles

Pemodelan sistem dinamis dalam menentukan supplier menggunakan simulasi Powersim Dyah Lintang Trenggonowati; Imam Safi’i; Ani Umyati
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.859 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v5i2.7994

Abstract

Cengkiwings merupakan industri di bidang makanan. Produk makanan yang diproduksi Cengkiwings adalah sayap ayam, dada ayam, paha ayam, dan daging ayam fillet yang digoreng menggunakan tepung. Semua bahan baku Cengkiwings merupakan suplai dari supplier langganan, seperti tepung, beras, saos, ayam, kentang dan gas. Hasil identifikasi didapatkan beberapa kendala yang ditemukan di outlet Cengkiwings, diantaranya adalah masalah terlambatnya pengiriman bahan baku ke outlet dan stock bahan baku oleh supplier langganan (supplier lama) yang sering tidak lengkap (teruatama bahan baku utama yaitu ayam). Kondisi ini ternyata sangat menghambat produksi sekaligus penjualan di outlet Cengkiwings. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, peneliti membuat tiga skenario solusi berdasar kualitas bahan baku, harga dan jarak lokasi supplier. Skenario pertama menggunakan supplier lama, skenario kedua menggunakan supplier lama dan supplier baru, dan skenario ketiga menggunakan supplier baru. Berdasarkan hasil dari olah data menggunakan Software Powersim, didapatkan keputusan menggunakan menggunakan supplier baru dan secara total mengganti semua bahan baku ke supplier lama. Kondisi ini membuat penjualan di outlet Cengkiwings menjadi lebih optimal. Pada solusi menggunakan supplier baru, rata-rata persentase tingkat penjualan hampir mendekati 100%, karena dengan mengganti supplier baru dapat memproduksi sesuai dengan permintaan yang ada. Pada kondisi ini juga tidak terdapat delay (keterlambatan) pengiriman bahan baku.
Optimasi biaya transportasi penentuan lokasi baru gudang distribusi menggunakan metode center of gravity di UMKM Batik Banten XYZ Dyah Lintang Trenggonowati; Asep Ridwan; Akbar Gunawan
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i1.12382

Abstract

UMKM Batik Banten XYZ adalah tempat usaha yang memproduksi Batik Banten dan berlokasi di Serang, Banten. UMKM Batik Banten XYZ melakukan distribusi untuk empat kota yakni Tangerang, Bekasi, Jakarta, dan Bogor. Penelitian pada UMKM Batik Banten XYZ dilakukan untuk menentukan lokasi gudang baru untuk meminimalisasi biaya pengiriman ke konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Center of Gravity. Dari hasil penelitian didapatkan lokasi gudang baru dengan titik koordinat X sebesar 11 dan titik koordinat Y sebesar 4 yang berlokasi di Cibubur, Jakarta Timur. Dengan lokasi gudang baru tersebut maka akan meminimumkan jarak tempuh dan biaya transportasi sebesar masing-masing 36,8 % dari jarak dan biaya transportasi awal.
Model Persamaan Regresi Pengoptimalan Waktu Pelayanan Bongkar Kargo Menggunakan Multiple Regression Analysis di PT. XYZ Dyah Lintang Trenggonowati; Kulsum kulsum; Fadhela Ara Salma
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 1 (2020): Oktober 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v6i1.9484

Abstract

Pelabuhan merupakan salah satu tempat dimana bisa melakukan aktivitas memuat dan membongkar muatan atau barang yang dibawa kapal-kapal serta memiliki peranan penting dan strategis karena berkontribusi bagi pertumbuhan industri dan perdagangan. Salah satu pelabuhan yang ada di Indonesia adalah Pelabuhan Cigading. Pelabuhan ini terletak diposisi strategis dan tepat di jalur laut yang ramai. Hal ini membuat pelabuhan cukup sibuk dalam melayani kapal-kapal yang berlabuh di dermaga pelabuhan. Karenanya dibutuhkan pengelolaan pelabuhan dilakukan secara profesional, efektif dan efisien yaitu PT. XYZ. PT. XYZ mengelola 2 pelabuhan yaitu Pelabuhan Cigading 1 dan Pelabuhan Cigading 2. Dikarenakan adanya kontrak afiliasi dalam pelayanan bongkar kargo di Pelabuhan Cigading 2, menuntut PT. XYZ untuk melaksanakan kegiatan jasa bongkar tepat waktu sesuai dengan perjanjian yang telah ditetapkan dan disetujui oleh kedua belah pihak. Penelitian ini untuk mengetahui variabel - variabel yang berpengaruh dalam pengoptimalan waktu pelayanan kapal dengan menggunakan metode analisis regresi berganda (multiple regression analysis). Berdasarkan pada pengolahan data yang dilakukan didapatkan bahwa faktor yang mempengaruhi pengoptimalan waktu pelayanan jasa bongkar kargo adalah waktu kedatangan kapal, waktu bongkar kargo, waktu pelayanan pandu, jumlah kargo yang dibongkar dan kapasitas bongkar yang dapat dilakukan. Model persamaan regresi berganda yang signifikan dari pengolahan data adalah Y = -0.697 + 0.195 X1 + 1.011 X2 + 4.689 X3 – 3.379×10-5 X4 +3.589×10-5 X5.
Pengendalian Persediaan Bahan Kimia di UBOH PLTU Banten 1 Suralaya PT. Indonesia Power Dyah Lintang Trenggonowati; Roni Pati
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.892 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v1i1.309

Abstract

Bahan kimia digunakan sebagai bahan tambahan dalam peningkatan kualitas baik dalam internal water treatment maupun eksternal water treatment. Semakin banyaknya kebutuhan energi listrik maka semakin banyak kebutuhan bahan kimia yang digunakan untuk mendukung proses yang menghasilkan energi listrik tersebut. Berdasarkan data gudang pada awal januari 2015, gudang bahan kimia menyimpan 177 pail sodium bisulfit, 58 pail anti foam, 133 pail anti scale, 347 pail ammonia, dan 104 pail hydrazine. Banyaknya stok bahan kimia yang tersimpan digudang membuktikanpengendalian persedian bahan kimia di UJP PLTU Banten 1 Suralaya belum memenuhi kriteria pengelolaan persediaan yang baik. Oleh karena itu diperlukan suatu metode pengendalian persediaan bahan kimia pada perusahaan tersebut, agar jumlah persediaan bahan kimia disini optimal dan menurunkan biaya pemesanan. Pengendalian persedian dilakukan dengan meramalkan kebutuhan bahan kimia untuk 1 tahun kedepan dengan menggunakan data pemakaian bahan kimia 1 tahun sebelumnya, menghitung safetystock di gudang dan ukuran pemesan untuk mendapatkan biaya total pemesan terkecil. 
ANALISIS PENYEBAB RISIKO DAN MITIGASI RISIKO DENGAN MENGGUNAKAN METODE HOUSE OF RISK PADA DIVISI PENGADAAN PT. XYZ Dyah Lintang Trenggonowati; Nur Atmi Pertiwi
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1a (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i1a.2053

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa pelabuhan. Dalam menjalankan proses bisnis di bidang jasa pelabuhan, PT XYZ memerlukan suplai barang serta jasa dari mitra-mitra kerja terkait untuk dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Namun tidak jarang perusahaan menemui risiko-risiko saat melakukan proses pengadaan barang dan jasa, seperti kesalahan dalam menetapkan harga perkiraan sendiri (HPS), keterlambatan pembuatan dokumen dan lain sebagainya. Metode House of Risk merupakan sebuah framework yang dikembangkan oleh Laudine H. Geraldin (2005) dan I. Nyoman Pujiawan (2005) dengan melakukan pengembangan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) dan metode QFD (Quality Function Deployment). Metode ini digunakan untuk menyelesaikan permasalahan seputar hubungan keterkaitan antara kejadian risiko, hubungan keterkaitan antara penyebab risiko, hubungan keterkaitan antara risiko dengan penyebab risiko serta aksi mitigasi risiko yang akan dilakukan.
Usulan aksi mitigasi risiko rantai pasok halal pada IKM Tahu Bandung Sutra menggunakan metode house of risk Asep Ridwan; Dyah Lintang Trenggonowati; Vivit Parida
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 1 (2019): Oktober 2019
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v5i1.6512

Abstract

IKM Tahu Bandung Sutra merupakan industri kecil menengah yang memproduksi tahu. Semakin berkembangnya industri pangan di Indonesia, perusahaan dituntut untuk dapat mempertahankan kualitas produk yang dihasilkan. Terlebih lagi Indonesia merupakan Negara dengan penduduk muslim ter besar di dunia. Dengan populasi sebanyak itu seharusnya Indonesia bisa menyediakan produk pangan yang terjamin kehalalannya. Aktivitas bisnis untuk menghasilkan produk halal tersebut tentunya dapat memungkinkan terjadinya suatu risiko. Untuk itu perlu suatu manajemen risiko yaitu dengan mengidentifikasi risiko yang berpotensi muncul pada rantai pasok menggunakan model SCOR untuk pemetaan aktivitasnya. Pemetaan aktivitas memudahkan dalam mengidentifikasi kejadian risiko dan agen risiko. Kejadian risiko dan agen risiko yang berhasil diidentifikasi kemudian dinilai tingkat dampak, tingkat frekuensi serta korelasinya dengan menggunakan metode House of Risk. Metode House of Risk memiliki dua fase. HOR fase 1 untuk mengetahui prioritas agen risiko dan HOR fase 2 untuk menentukan prioritas aksi mitigasi. Terdapat 21 kejadian risiko, 20 agen risiko dan 8 aksi mitigasi yang berhasil diidentifikasi.
ANALISIS FAKTOR OPTIMALISASI GOLDEN AGE ANAK USIA DINI STUDI KASUS DI KOTA CILEGON Dyah Lintang Trenggonowati; Kulsum Kulsum
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 1 (2018): Oktober 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v4i1.4088

Abstract

Anak usia dini merupakan individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yangsangat pesat, bahkan bisa dikatakan sebagai lompatan perkembangan. Hal ini sesuai dengan Teori Bloom yang mengatakan bahwa perkembangan intelektual anak terjadi sangat pesat pada tahun-tahun awal kehidupan anak. Sekitar 50% kapabilitas kecerdasan manusia terjadi ketika anak berumur 4 tahun, 80% telah terjadi ketika berumur 8 tahun, dan mencapai titik kulminasi ketika anak berumur sekitar 18 tahun. Anak usia dini memiliki rentang usia yang sangat berharga dibandingkan dengan usia-usia selanjutnya karena perkembangankecerdasannya sangat luar biasa. Usia ini sering disebut “usia emas” (the golden age) yang hanya datang sekali dan tidak dapat diulangi lagi, dan yang sangat menentukan untuk mengembangkan kualitas manusia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pentingnya kontribusi orang tua terutama perempuan sebagai seorang ibu terhadap pembentukan karakter dan tumbuh-kembang anak untuk menciptakan dasar yang kuat sebagai penunjang lahirnya SDM yang kelak akan meneruskan dan mengembangkan masa depan bangsa.Hasil penelitian ini cukup memberikan gambaran bahwa konsep optimalisasi golden age anak usia dini apabila diukur dari nilai loading factor PLS didapat N1(0,814); N2(0,858); S1(0,740); S2(0,898); S3(0,683); O1(0,908); O3(0,613); L1(0,837); L2(0,644); PAUD1(0,573); PAUD2(0,903); dan PAUD3(0,619). Karena penelitian ini lebih bersifat eksploratori maka metode Partial Least Square ini dapat membantu untuk memprediksi variabel laten endogenous atau mengidentifikasi variabel-variabel utama.
Review Produktivitas Mesin Menggunakan Total Productive Maintenance (Studi Kasus Perusahaan Manufaktur) Kulsum Kulsum; Evi Febianti; Dyah Lintang Trenggonowati; Yanuar Sutanto
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 1 (2020): Oktober 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v6i1.9472

Abstract

PT XYZ adalah perusahaan dibidang industri manufaktur otomotif. Saat ini, terdapat kendala pada mesin Cold Forging yang digunakan untuk memproduksi Housing 2W, yakni masih terdapat breakdown time sehingga kondisi tersebut menyebabkan terganggunya proses produksi. Perusahaan berharap bisa mendapatkan solusi untuk meminimalkan breakdown time tersebut. Oleh karena itu, maka diperlukan langkah perbaikan dan usulan kebijakan perawatan (maintenance) yang tepat sehingga produktivitas mesin menjadi optimal. Adapun solusi dari permasalahan tersebut yakni menggunakan pendekatan Total Productive Maintenance (TPM) dengan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan mengetahui kerugian loss time terbesar pada mesin Cold Forging berdasarkan six big losses. Dari hasil penelitian, diperoleh nilai OEE pada bulan Juli 2019 sebesar 81,68%, bulan Agustus 2019 sebesar 83,23%, bulan September 2019 sebesar 86,02%, bulan Oktober 2019 sebesar 83,37%, bulan November 2019 sebesar 82,63%, bulan Desember 2019 sebesar 73,13%. Loss time terbesar berdasarkan six big losses yaitu setup and adjustment losses. Langkah perbaikan yang direkomendasikan yaitu membuat SOP setiap kejadian yang anomali, melakukan preventive maintenance rutin setiap bulan, menyiapkan tools dan material sebelum dandory.
PENILAIAN PERFORMA SUPPLIER MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANALYTIC NETWORK PROCESS (ANP) Ratna Ekawati; Dyah Lintang Trenggonowati; Viki Dwi Aditya
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 2 (2018): Maret 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i2.3192

Abstract

PT. JCSM memiliki 3 supplier untuk memenuhi kebutuhan scrap dan pembelian billet dilakukan oleh supplier tunggal. Dalam proses penilaian performa supplier pada PT. JCSM selama 1 tahun sekali. Oleh karenanya diperlukan pembuatan desain penilaian supplier bahan baku utama (import) terbaru yang dapat jadikan sebagai penilaian performa supplier pada PT. JCSM dan sebagai dasar dalam pembagian proporsi pembelian untuk bahan baku scrap dengan menggunakan metode ANP sebagai pembanding dalam pemilihan supplier dari segi kualitatif terbaik. Tujuan akhirnya adalah mengetahui nilai bobot dan perankingan tiap kriteria dan subkriteria beserta perankingan setiap alternative dalam pemilihan supplier bahan baku terbaik. Hasil ANP Terdapat 4 kriteria yang memiliki bobot teratas adalah kualitas (22%), pengiriman (19%), riwayat performa supplier (17%), harga (13%) dan 5 kriteria lainnya memiliki bobot ≤10%. Perankingan 10 subkriteria teratas adalah memiliki reputasi yang baik (9%), keprofesionalan supplier dalam melakukan kerjasama (5%), melakukan kerja sama jangka panjang (5%), konsistensi kualitas bahan baku (5%),  jaminan K3L dalam segala aktivitas (5%), kelengkapan persyaratan dokumen (4%), ISO 9000, 14000 dan penghargaan lain (4%), kecepatan supplier merespon segala kritikan (4%), bersifat kompetitif (3%), dan ketersedian bahan baku ketika ada permintaan (3%). Hasil akhir penilaian performa supplier didapatkan supplier 2 (28%), supplier 3(27%),  supplier 1(25%), dan Supplier 4(20%).
Upaya Peningkatan Produktivitas menggunakan Perancangan Pemodelan Business Process Modelling Notation (BPMN) Kulsum Kulsum; Hafair Mubarak; Evi Febianti; Yusraini Muharni; Putiri Bhuana Katili; Dyah Lintang Trenggonowati; Akbar Gunawan
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/62016

Abstract

Bahan baku utama untuk pembuatan polyethylene adalah ethylene, untuk memenuhi bahan baku dalam pembuatan polyethylene PT XYZ melakukan impor bahan baku. Perusahaan ini bergerak dalam bidang perdagangan dan memproduksi berbagai macam resin High-Density Polyethylene (HDPE) dan Linear Low-Density Polyethylene (LLDPE). Dikarenakan bahan baku yang diimpor, maka PT XYZ harus membayar pajak kepada Bea Cukai, dalam pembayaran pajak kepada Bea Cukai terdapat sebuah permasalahan seperti telatnya pembayaran pajak impor bahan baku kepada Bea Cukai karena dokumen-dokumen terkait pembayaran bahan baku seperti PIB dan SPPB belum siap, terdapat tambahan pembayaran (Regulasi Pemerintah) karena keterlambatan tersebut, dan dampak lainnya adalah produktivitas divisi PPIC menjadi terhambat. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan menganalisa tugas divisi PPIC dalam proses pembayaran barang impor (Ethylene) dan membuat perancangan proses bisnis. Dengan adanya proses bisnis yang baik menjadikan arus informasi lebih cepat sehingga membantu dalam pengambilan keputusan yang terbaik dan membuat standar operasional prosedur untuk departemen PPIC pada pelayanan pembayaran pajak impor bahan baku dan peningkatan produktivitas. Bussiness Process Model and Notation (BPMN) adalah standar untuk memodelkan proses bisnis dan proses-proses web services. BPMN menyediakan notasi yang dapat dengan mudah dipahami oleh semua pengguna bisnis. Hasil penelitianp pada bisnis proses usulan terdapat sebanyak 6 tahap, dan untuk kegiatan terdapat 6 kegiatan dengan masing masing fungsi yang berbeda-beda, jumlah aktivitas terdapat 30 aktivitas, total waktu sebesar 14 jam, Waktunya berkurang sebesar 71,43%. dan dibuatnya Standar Operasional Prosedur terkait pembayaran pajak impor bahan baku kimia pada departemen PPIC.