Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Praktik Istinsyaq pada Pasien Sinusitis Muhammad Muflih Arafah; Santriani Hadi; Zulfitriani Murfat; Andi Tenri Sanna
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 5 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v5i4.587

Abstract

Sinusitis merupakan kondisi pada saluran pernapasan atas yang kerap muncul dan dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Selain dipicu oleh faktor lingkungan dan infeksi, kebersihan hidung yang tidak optimal juga memperbesar kemungkinan terjadinya sinusitis. Istinsyaq, yaitu tindakan menghirup air ke dalam hidung saat berwudhu dalam ajaran Islam, dianggap mampu membantu menjaga kebersihan rongga hidung serta mencegah timbulnya sinusitis. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara tingkat pengetahuan dan praktik istinsyaq dengan kasus sinusitis. Penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 50 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner serta wawancara, kemudian dianalisis memakai uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang istinsyaq dengan derajat gejala sinusitis (p < 0,05). Selain itu, praktik istinsyaq yang baik juga berhubungan secara signifikan dengan derajat gejala sinusitis yang lebih ringan (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pasien dengan tingkat pengetahuan dan praktik istinsyaq yang lebih baik cenderung memiliki derajat gejala sinusitis yang lebih ringan. Oleh karena itu, edukasi mengenai istinsyaq yang benar dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam penanganan sinusitis, khususnya pada masyarakat Muslim.
ANTIBIOTIC PROFILE IN THE TREATMENT OF CHRONIC SUPPURATIVE OTITIS MEDIA (CSOM) AT IBNU SINA HOSPITAL IN 2023-2025 Annisa Shezan Nazafarin; Andi Sitti Fahirah Arsal; Ahmad Ardhani Pratama; Andi Tenri Sanna; Mila Habibasari
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 13 No. 2 (2026): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v13i2.947

Abstract

Chronic suppurative otitis media (CSOM) is a chronic middle ear infection characterized by tympanic membrane perforation and persistent discharge. Proper antibiotic use is crucial to prevent resistance and complications. To determine the antibiotic profile in CSOM patients at Ibnu Sina Hospital, Makassar, from January 2023 to December 2025. This descriptive observational study used a cross-sectional design with medical record data. Samples were collected using total sampling. From 50 patients (61 prescriptions), the majority were adults (48%) with an equal gender distribution (50% male, 50% female). The most common antibiotic class was $\beta$-lactams (67%), specifically cefixime (48%). Capsules were the most dominant dosage form (44.3%), with cefixime 200 mg as the most prescribed dose (31%). The frequency of administration was mostly twice daily (96.7%), and the most frequent duration was 5 days (36.1%). Conclusion: Antibiotic use for CSOM at Ibnu Sina Hospital is dominated by $\beta$-lactams (cefixime) administered empirically. While dosage and frequency align with standards, variations in treatment duration require further evaluation.
Chronic Adenotonsillitis as a Cause of Airway Obstruction: A Case Report Salim, Anggie Astifany Azizah; Sanna, Andi Tenri; Carolina, Jane Mary
Journal La Medihealtico Vol. 7 No. 2 (2026): Journal La Medihealtico
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamedihealtico.v7i2.3194

Abstract

Chronic adenotonsillitis is a chronic inflammation of the palatine tonsils and adenoid tissue that lasts for more than three months or recurs several times a year. Chronic adenotonsillitis accompanied by enlargement of the adenoid tissue can cause airway obstruction. A 14-year-old boy came to the ENT clinic with a main complaint of pain when swallowing for the past ±3 months, which was intermittent, especially when swallowing hard or hot food. The complaint was accompanied by itching and discomfort in the throat and bad breath. The patient also experienced mild fever recurring every 2–3 days. In addition, the patient complained of chronic nasal congestion, especially at night, accompanied by thick mucus, mouth breathing, and loud snoring during sleep. Physical examination by pharyngoscopy revealed T2-T2 tonsils with widened crypts and an uneven surface, as well as visible adenoids. The patient was diagnosed with Chronic Adenotonsillitis and scheduled for surgical intervention. This case shows that chronic adenotonsillitis can cause airway obstruction. Based on theory, chronic adenotonsillitis is often accompanied by enlarged adenoid tissue that causes obstruction of the upper airway, leading to symptoms such as chronic nasal congestion, mouth breathing, and snoring during sleep. In this case, the patient presented with the same complaints, namely chronic nasal congestion and loud snoring during sleep. The habit of breathing through the mouth and restless sleep also indicated nasopharyngeal obstruction due to adenoid hypertrophy. Recurrent infections can cause chronic adenotonsillitis and lead to adenoid hypertrophy and tonsil hypertrophy, resulting in symptoms such as snoring and mouth breathing, as well as complications like posterior nares obstruction, perituba lymphadenitis, and otitis media.
Hubungan Penurunan Fungsi Pendengaran dengan Fungsi Kognitif pada Lanjut Usia di Puskesmas Pertiwi Makassar Zacky, Achmad Fauzan; Jaya, Muhammad Alim; Pratama, Ahmad Ardhani; Sanna, Andi Tenri; Abidin, Mohammad Reza Zainal
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.12313

Abstract

Peningkatan jumlah lanjut usia di Indonesia diikuti oleh meningkatnya masalah kesehatan terkait penuaan, termasuk penurunan fungsi pendengaran dan fungsi kognitif. Gangguan pendengaran merupakan kondisi yang sering terjadi pada lansia dan diketahui dapat memengaruhi kemampuan komunikasi serta kemandirian. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penurunan fungsi pendengaran berhubungan dengan percepatan penurunan fungsi kognitif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis gangguan penurunan pendengaran pada lanjut usia, untuk mengetahui fungsi kognitif pada lanjut usia, serta untuk menganalisis hubungan gangguan penurunan pendengaran dengan fungsi kognitif pada lanjut usia. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia mengalami gangguan pendengaran tipe sensorineural dan menunjukkan penurunan fungsi kognitif, terutama pada kategori gangguan kognitif berat. Namun, hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara gangguan penurunan pendengaran dengan fungsi kognitif pada lanjut usia. Maka dapat disimpulkan bahwa gangguan pendengaran tipe sensorineural dan penurunan fungsi kognitif banyak ditemukan pada lansia, namun penurunan fungsi pendengaran tidak berhubungan secara signifikan dengan fungsi kognitif.