Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Application of organic matter-enriched biochar for improving degraded acid sulfate soil properties in rice (Oryza sativa L.) cultivation Masulili, Agusalim; Rahayu, Sri; Suci, Ida Ayu; Kurniadi, Edi
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2026.131.9177

Abstract

Acid sulfate soils pose significant challenges for rice cultivation due to  their extreme acidity (pH<4.0) and associated nutrient deficiencies. This study investigated the effectiveness of biochar enriched with various organic amendments in improving soil properties and rice growth in degraded acid sulfate soils. A randomized block design was employed with seven treatments: control (B0), biochar enriched with Chromolaena odorata (B1), rice straw (B2), chicken manure (B3), cattle manure (B4), Tithonia sp. compost (B5), and NPK fertilizer at half the recommended dose (B6), each applied at 10 t/ha. The experiment was conducted under greenhouse conditions using 10 kg of soil per polybag with four replications. Soil samples from Sungai Kakap, West Kalimantan,  exhibited severe constraints, including pH levels of 3.75-3.87, organic carbon content of 0.82-0.98%, and high Al and Fe contents (>3%). Results demonstrated that organic matter-enriched biochar treatments significantly improved soil chemical properties (p<0.01). Rice straw-enriched biochar (B2) achieved the highest available P (117.93 ppm) and K (1.09 cmol(+)/kg), while cattle manure-enriched biochar (B4) showed maximum organic C increase (1.30%). Plant growth parameters showed significant improvement, with B2 producing the tallest plants (137.43 cm) and B5 (Tithonia sp.) yielding the highest productive tillers (38.83). The findings indicate that biochar enriched with local organic materials, particularly rice straw and Tithonia sp., offers a sustainable solution for rehabilitating degraded acid sulfate soils while enhancing rice productivity.
Penerapan Teknologi Co-Compost Biochar untuk Meningkatkan Produktivitas Sayuran pada Kelompok Tani Mekar Jaya di Desa Sungai Rengas Kalimantan Barat: Upaya Peningkatan Kualitas Tanah Aluvial dan Produktivitas Sayuran Suryani, Rini; Masulili, Agusalim; Syafril Hayat, Edy
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2212

Abstract

Kelompok Tani Mekar Jaya di Desa Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat menghadapi permasalahan produktivitas rendah akibat kondisi tanah pasang surut yang miskin bahan organik. Produktivitas sayuran hanya mencapai 4-6 kg per m² per musim tanam, jauh di bawah potensi optimal 10-12 kg per m². Di sisi lain, desa ini memiliki limbah organik melimpah berupa eceng gondok (500 kg/minggu) dan batok kelapa (500 kg/bulan) yang belum dimanfaatkan optimal. Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan memberdayakan petani melalui pengenalan dan penerapan teknologi co-compost biochar sebagai pembenah tanah berbasis potensi lokal. Metode kegiatan meliputi sosialisasi konsep pertanian berkelanjutan, pelatihan pembuatan co-compost biochar secara partisipatif, pendampingan aplikasi pada demplot sayuran, dan evaluasi menggunakan kuisioner pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti 15 anggota Kelompok Tani Mekar Jaya selama enam bulan (Maret-Juli 2025). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan dari 40% menjadi 82% dan keterampilan dari 45% menjadi 87%. Petani mampu memproduksi co-compost biochar secara mandiri dan mengaplikasikannya pada budidaya cabai, bawang daun, kembang kol, dan seledri. Terbentuk kesadaran baru tentang nilai ekonomi limbah organik dan pengurangan ketergantungan terhadap pupuk kimia. Inisiatif pemanfaatan pekarangan sebagai lahan produktif mulai bermunculan di kalangan petani. Teknologi co-compost biochar terbukti menjadi solusi berkelanjutan yang dapat direplikasi di wilayah lahan pasang surut lainnya untuk meningkatkan kesuburan tanah, produktivitas pertanian, dan pengelolaan limbah organik berbasis pemberdayaan masyarakat.
Improving Alluvial Soil Properties and Edamame (Glycine max L. Merr.) Growth Using Compost–Biochar Agusalim Masulili; Rini Suryani; Sutikarini Sutikarini
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 15 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtepl.v15i2.852-859

Abstract

Edamame cultivation on alluvial soils in West Kalimantan faces persistent challenges related to poor soil quality, including low organic matter content, compacted structure, and limited nutrient retention capacity. This study evaluated the effectiveness of compost-biochar amendment to enhance soil properties and edamame growth on alluvial soil. A completely randomized design with 13 treatments in triplicates was employed, combining compost biochar doses (5, 10, and 15 ton/ha) with varying NPK fertilizer reduction levels (0%, 25%, 50%, and 75%). Compost consisted of water hyacinth compost and rice husk biochar mixed at 1:1 ratio (v/v), applied one week before planting. Results demonstrated significant improvements in both vegetative growth and soil chemical properties (p<0.05). The treatment combining 15 ton/ha compost with 25% NPK (C12) produced the highest number of branches (7.67) and trifoliate leaves (25.50), representing increases of 109% and 63% respectively over the control. Application of 10 ton/ha compost with 50% NPK reduction (C8) optimally enhanced soil organic carbon to 1.90% and water retention to 37.61%, demonstrating 46% and 7.2% improvements over untreated soil. These findings indicate that compost–biochar amendment can substantially improve soil quality while maintaining edamame growth under reduced NPK input. A reduction of up to 50% of NPK fertilizer is achievable without compromising soil improvement and plant performance, highlighting the potential of this approach for sustainable edamame production on alluvial soils.
Penyuluhan Pembuatan Pupuk Organik Cair, Pemasaran Online Pada Usaha Hidroponik Panti Asuhan Baitul Hikmah Kabupaten Kuburaya Ekawati, Ekawati; Rizieq, Rahmatullah; Ellyta, Ellyta; Masulili, Agusalim; Sutikarini, Sutikarini
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 11, No 2 (2022): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v11i2.63056

Abstract

Meningkatnya biaya produksi untuk kebutuhan nutrisi dan terbatasnya pemasaran sayuran hidroponik yang dihasilkan menjadi kendala yang dihadapi oleh usaha hidroponik panti asuhan Baitul Hikmah. Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah: 1) Peningkatan pengetahuan mitra dalam membuat pupuk organik cair sebagai alternatif pendamping pupuk anorganik yang digunakan, dan 2). Peningkatan sistem pemasaran sayuran hidroponik melalui pemasaran online. Setelah dilakukan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC), dipraktekkan cara pembuatannya POC serta ditunjukkan bahan-bahan yang harus dipersiapkan mendapat respon positif  dan antusias peserta. Hal ini terlihat dari seluruh peserta mengetahui dan paham membuat pupuk organik cair sendiri,  dan seluruh peserta atau 100% peserta tertarik untuk membuat pupuk organik cair karena prosesnya mudah dilakukan dan bahan-bahannya mudah didapat dan tersedia disekitar lingkungan panti. Manfaat lain yang diperoleh yaitu POC yang dihasilkan mempunyai nilai ekonomis karena bisa dijual, dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik yang selama ini digunakan sehingga mengurangi biaya produksi, POC ini diaplikasikan oleh mitra untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia dan sebagai upaya untuk menjual produk hidrponik yang organik. Penjualan produk sayur hidroponik mitra yang sebelumnya dilakukan secara langsung kepada pengunjung dan langganan tetap, sekarang mulai meningkat dengan menggunakan pemasaran secara online melalui Instagram dan Facebook.Kata kunci : hidroponik; pupuk organik cair; panti asuhan; pemasaran online