Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

The Effect of Directed Reading and Thinking Activity (DRTA) Learning Model assisted by Padlet on Learning Motivation and English Reading Comprehension Ability of Grade IX Students at SMP Negeri 5 Kubu I Gede Okta Santikacahya; I Wayan Santyasa; I Kadek Suartama
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3288

Abstract

This study aims to analyze the differences in reading comprehension ability and learning motivation between students who follow the Directed Reading and Thinking Activity (DRTA) model assisted by Padlet and students who follow the direct learning model. This research is a quasi-experiment with Non-Equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. The population in this study were ninth-grade students of SMP Negeri 5 Kubu in the 2022/2023 academic year consisting of three classes. The sample selection was carried out using Classroom Random Sampling technique and two classes were selected as samples, one class as the experimental group and the other class as the control group. Data collection was carried out using a reading comprehension ability test and a learning motivation questionnaire. The data obtained were analyzed by MANCOVA with initial reading comprehension ability and initial learning motivation as covariates. The results showed that: First, there is a significant difference in reading comprehension ability and learning motivation together between students who follow the DRTA model assisted by Padlet and students who follow the direct learning model. Second, there is a significant difference in reading comprehension ability between students who follow the DRTA model assisted by Padlet and students who follow the direct learning model. Third, there is a significant difference in learning motivation between students who follow the DRTA model assisted by Padlet and students who follow the direct learning model. The implication of this research shows that to improve learning motivation and reading comprehension ability we can use DRTA model learning assisted by Padlet.
Discovery Learning Berbantuan Online LKPD terhadap Keterampilan Menyimak Bacaan dan Prestasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Sekolah Menengah Atas Martiningsih, Ni Made Sri; Santyasa, I Wayan; Tegeh, I Made
Jurnal Media dan Teknologi Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2024): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jmt.v4i2.79905

Abstract

Penguasaan literasi memiliki peranan krusial dalam memperkuat kompetensi mereka dalam kehidupan sehari-hari. Ketika generasi muda memiliki kemahiran literasi yang kuat, ini akan membantu mereka dalam meraih kesuksesan hidup, karena kemampuan tersebut akan saling mendukung. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda saat ini untuk memiliki keterampilan dalam berbahasa Inggris. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perbedaan keterampilan menyimak bacaan dan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Desain penelitian ini adalah pretest-posttest nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri dari tiga kelas yaitu eksperimen 1 menggunakan model Discovery Learning Berbantuan Online LKPD, eksperimen 2 menggunakan model Discovery Learning, dan kelompok kontrol menggunakan model Direct Instruction. Data keterampilan menyimak dikumpulkan dengan menggunakan tes keterampilan menyimak bacaan. Data prestasi belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes prestasi belajar bahasa Inggris. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji Mancova yang dilanjutkan dengan uji least significant deference (LSD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan menyimak bacaan dan prestasi belajar bahasa Inggris siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Discovery Learning berbantuan Online LKPD lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran Discovery Learning dan Direct Instruction.
Model Case Based Learning Berbantuan Video Kontekstual terhadap Kemampuan Literasi Sains dan Keterampilan Berpikir Kreatif dalam Pembelajaran Fisika Wijaya, I Ketut; Santyasa, I Wayan; Parwati, Ni Nyoman
Jurnal Media dan Teknologi Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2024): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jmt.v4i2.79930

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil PISA dan TIMSS yang menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains dan kemampuan pemecahan masalah dalam bidang sains masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perbedaan pengaruh model case based learning berbantuan video kontekstual terhadap kemampuan literasi sains dan keterampilan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran fisika kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan non equivalent pretest-posttest control group design. Populasi penelitian sebanyak 167 peserta didik, dengan sampel sebanyak 102 peserta didik yang ditetapkan dengan teknik simple random sampling. Data kemampuan literasi sains dan keterampilan berpikir kreatif fisika dikumpulkan dengan tes essay. Analisis data menggunakan uji statistik Multivariat Analysis of Covarian (MANCOVA) satu jalur. Pengujian hipotesis menggunakan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan kemampuan literasi sains dan keterampilan berpikir kreatif fisika secara bersama-sama antara kelompok model case based learning berbantuan video kontekstual, model case based learning dan model direct instruction; (2) terdapat perbedaan kemampuan literasi sains fisika dan keterampilan berpikir kreatif antara kelompok model case based learning berbantuan video kontekstual, model case based learning dan model direct instruction. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model case based learning berbantuan video kontekstual secara signifikan berpengaruh terhadap kemampuan literasi sains dan keterampilan berpikir kreatif dalam pembelajaran fisika kelas XI SMA.
Pengaruh Metode Peta Konsep Berbantuan Multimedia Terhadap Keterampilan Menulis Cerpen dan Kreativitas Siswa Kelas X Sekolah Menengah Atas Widiani, Ni Nyoman; Santyasa, I Wayan; Sudarma, I Komang
Jurnal Media dan Teknologi Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2024): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jmt.v4i2.81453

Abstract

Keterampilan menulis adalah keterampilan yang sulit. Hal ini dibuktikan oleh hasil penelitian yang menunjukan rendahnya keterampilan menulis siswa. Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode peta konsep berbantuan multimedia terhadap keterampilan menulis cerpen dan kreativitas siswa kelas X. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan non equivalent pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X yang terdiri dari 242 siswa dan tersebar di 7 kelas. Dari populasi tersebut, dipilih 3 kelas sebagai sampel dimana kelas XC diberikan perlakuan metode peta konsep berbantuan multimedia, kelas XD diberikan perlakuan metode peta konsep dan kelas XE diberikan perlakuan metode konvensional. Masing-masing kelas sampel terdiri dari 34 siswa sehingga jumlah total sampel adalah 102 siswa. Data keterampilan menulis cerpen dan kreativitas dikumpulkan dengan tes uraian. Analisis data menggunakan uji statistik Multivariat Analysis of Covarian (MANCOVA) satu jalur. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan menulis cerpen dan kreativitas siswa yang belajar dengan metode peta konsep berbantuan multimedia, metode peta konsep dan metode pembelajaran konvensional baik secara simultan maupun parsial. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode peta konsep berbantuan multimedia berpengaruh positif terhadap keterampilan menulis cerpen dan kreativitas siswa secara simultan dan parsial.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN PADA ELEMEN PENGOLAHAN MAKANAN DAN MINUMAN SUB ELEMEN HIDANGAM SOUP Cok. Istri Raka Marsiti; Santyasa, I Wayan; Sudatha, I Gde Wawan; Sudarma, I Komang
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 20 No. 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptkundiksha.v20i1.52749

Abstract

This study aimed at finding the process of developing learning multimedia on the food and beverage product course particularly in the soup menu as the sub-topic. The validity of developed product depended on the expert judgements; content expert judgment, media expert judgement, and design expert judgement. The research model used in this study was ADDIE model in which the subjects of this study were 2 content expert judges, 2 design expert judges, and 2 media expert judges. There were also 40 students of twelfth grade involved in this study. The data were gained by conducting observation, interview, and questionnaire. The process of developing learning multimedia on the food and beverage product course particularly in the soup menu as the sub-topic was relevant and appropriate to be used for twelfth grade students in vocational high school. The use of developed learning multimedia assisted students in understanding the learning material due to the complement of concrete examples in the form of picture and video. It also created students’ interactions during the learning process where the students were able to operate and response the questions given in this interactive learning multimedia.  The developed product has very good quality viewed from the results of content validity, design validity, and media validity. The similar result also found from the individual validity and small group validity.
Multimedia for Culinary Students: Food and Beverage Processing Subject Cok. Istri Raka Marsiti; I Wayan Santyasa; Sudatha, Gde Wawan; Sudarma, I Komang
Journal of Education Technology Vol. 6 No. 4 (2022): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jet.v6i4.53518

Abstract

The use of learning media is less varied, monotonous, and still one-way. This study aims to develop multimedia on food and beverage processing elements and the sub-elements of hot and cold appetizers. This type of research is development. The model used for product development is the ADDIE model. The subjects of this study consisted of 2 learning content experts, 2 learning design experts, and 2 learning media experts. The product trial subjects totaled 40 students from class XII. The instrument used in this research is a questionnaire. The data analysis technique used in this study is descriptive qualitative, quantitative, and statistical inferential analysis techniques. The results of this study are that the process of developing learning multimedia in the elements of food and beverage processing, the sub-elements of hot and cold appetizers, obtains very good qualifications from experts and students so that they are suitable for use in learning. The use of multimedia learning can help students understand the material because it is equipped with concrete examples in the form of pictures and videos and can create student interaction in the learning process because students can operate and respond to questions given in this interactive learning multimedia, not just see and hear.
Cognitive Engagement and Creative Thinking: Intervention with Research-Based e-Learning and Students' Social Attitudes in Learning Physics at Public High School Santyasa, I Wayan; Suswandi, Iwan; Santyadiputra, Gede Saindra; Juniantari, Made
Indonesian Review of Physics Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/irip.v5i2.6084

Abstract

Physics learning in high school is closely related to students' social attitudes in conducting cognitive engagement to achieve creative thinking. This study aims to analyze students' cognitive engagement and creative thinking using research-based e-learning (RBeL) and directed learning (DeL) about students' social attitudes. The samples were randomly selected from 4 classes (two experimental and two control classes). This study used a post-test-only control group design. Data on social attitudes and cognitive engagement were collected using questionnaires, and data on creative thinking using essay tests. Data were analyzed using a two-way Manova and hypothesis testing using a significance level of 5%. The results showed significant differences in the cognitive engagement of students who were intervened using RBeL and DeL. Intervention using RBeL was more effective than DeL in achieving cognitive engagement. There is a significant difference between the creative thinking of students who are intervened using RBeL and DeL. The RBeL intervention was more effective than DeL in achieving creative thinking. There are similarities in cognitive engagement and creative thinking among students with HSA and LSA. There was no interaction between learning models and social attitudes regarding cognitive engagement and creative thinking in students. The achievement of cognitive involvement and creative thinking of 10th-grade students in learning physics is more effective using research-based e-learning models.
Peran Pendidikan Kewirausahaan dalam Inovasi Produk: Studi Kasus Teh Rosella di SMKN 1 Mas Ubud Juliangkary, Eliska; Virnayanthi, Ni Putu Erna Surim; Suyasa, P Wayan Arta; Praekanata, I Wayan Indra; Erlin, Erlin; Santyasa, I Wayan; Tegeh, I Made
Empiricism Journal Vol. 5 No. 2: December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i2.2168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan kewirausahaan dalam mendorong kreativitas, inovasi, dan efektivitas pengembangan produk, dengan fokus pada studi kasus pengembangan Teh Rosella di SMKN 1 Mas Ubud. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian melibatkan enam siswa kelas XI Akuntansi yang terlibat dalam proyek pengembangan Teh Rosella. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan angket. Validitas dan reliabilitas instrumen dikonfirmasi melalui triangulasi data. Analisis data menggunakan metode tematik untuk mengidentifikasi tema terkait kreativitas, inovasi, dan efektivitas program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program kewirausahaan di SMKN 1 Mas Ubud efektif dalam meningkatkan kreativitas dan inovasi siswa, dengan 83,3% responden merasa program tersebut berkontribusi pada pengembangan keterampilan. Secara keseluruhan, efektivitas program kewirausahaan ini cukup tinggi dalam mendorong kreativitas dan inovasi, namun peningkatan dalam hal fasilitas dan kolaborasi dengan industri masih diperlukan untuk mencapai hasil yang optimal. Tantangan terkait keterbatasan fasilitas dan dukungan dari guru juga menjadi hambatan yang perlu diatasi untuk lebih memaksimalkan potensi program. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan kewirausahaan memainkan peran penting dalam memfasilitasi inovasi produk, namun memerlukan perbaikan dari segi infrastruktur dan dukungan industri untuk dampak yang lebih optimal. The Role of Entrepreneurship Education in Product Innovation: A Case Study of Rosella Tea at SMKN 1 Mas Ubud Abstract This study aims to analyze the role of entrepreneurship education in fostering creativity, innovation, and product development effectiveness, focusing on a case study of Rosella Tea development at SMKN 1 Mas Ubud. The research employs a qualitative method with a case study approach. The subjects include six 11th-grade accounting students involved in the Rosella Tea development project. Data collection techniques consist of interviews, observations, and questionnaires. The validity and reliability of the instruments were confirmed through data triangulation. Thematic analysis was used to identify key themes related to creativity, innovation, and program effectiveness. The findings show that the entrepreneurship program at SMKN 1 Mas Ubud is effective in enhancing students' creativity and innovation, with 83.3% of respondents indicating that the program contributed to their skill development. Overall, the program is highly effective in promoting creativity and innovation, though improvements in facilities and industry collaboration are necessary to achieve optimal results. Challenges such as limited facilities and insufficient teacher support also hinder the program’s full potential. This study concludes that entrepreneurship education plays a critical role in facilitating product innovation, but improvements in infrastructure and industry support are needed for a more optimal impact.
Indonesia Pengaruh Model Inquiry-Based Virtual Lab terhadap Hasil Belajar, Kemampuan Berpikir Kreatif, dan Efikasi Diri Peserta Didik dalam Pelajaran Fisika di SMA I Made Agus Arya Wijaya Kusuma; I Wayan Santyasa; I Gde Wawan Sudatha
Jurnal Media dan Teknologi Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2024): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jmt.v4i2.79818

Abstract

Kurangnya kreativitas dan inovasi guru dalam menerapkan model pembelajaran fisika yang terintegrasi dengan teknologi masih menjadi permasalahan dalam pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan hasil belajar, kemampuan berpikir kreatif, dan efikasi diri peserta didik pada pelajaran fisika antara dua kelompok model pembelajaran yaitu inquiry-based virtual lab (Inquiry-VL) sebagai kelompok eksperimen dan direct instruction-based virtual lab (DI-VL) sebagai kelompok kontrol. Penelitian dilakukan pada peserta didik kelas XI, yang melibatkan 129 peserta didik. Metode pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana. Data hasil belajar dikumpulkan menggunakan tes pilihan ganda diperluas, kemampuan berpikir kreatif menggunakan tes uraian, dan efikasi diri menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan MANCOVA dengan batas signifikansi 5%. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan secara keseluruhan antara kedua kelompok. Kelompok Inquiry-VL menunjukkan hasil belajar, kemampuan berpikir kreatif, dan efikasi diri yang lebih tinggi daripada kelompok DI-VL. Implikasinya, pembelajaran fisika dengan model Inquiry-VL lebih efektif untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kreatif dan efikasi diri peserta didik.
Pengaruh Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Sikap Ilmiah Dewi, Luh Putu Purnama; Santyasa, I Wayan; Kirna, I Made
Thinking Skills and Creativity Journal Vol. 1 No. 1 (2018): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/tscj.v1i1.20331

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) perbedaan kemampuan berpikir kritis (KBK) dan sikap ilmiah (SI) antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan yang belajar dengan model pembelajaran langsung (PL) setelah perlakuan dikontrol dengan kemampuan berpikir kritis  (KBKA) awal dan sikap ilmiah awal (SIA), (2) perbedaan KBK antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan yang belajar dengan model PL setelah perlakuan dikontrol dengan KBKA dan SIA, (3) perbedaan SI antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan yang belajar dengan model PL setelah perlakuan dikontrol dengan KBKA dan SIA. Penelitian eksperimen semu ini menggunakan non-equivalent pretest posttest control group design. Populasinya adalah 8 kelas siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kubu Tahun Pelajaran 2016/2017 dengan jumlah siswa 252 orang. Sampel penelitian dipilih secara simple random untuk menentukan 2 kelas, yang selanjutnya dirandom kembali untuk menentukan 1 kelas sebagai kelompok eksperimen menggunakan pembelajaran STM dan yang lain pembelajaran PL. Data KBK dikumpulkan dengan tes dan data SI dengan kuesioner baik di awal maupun di akhir eksperimen. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan MANCOVA. Setelah perlakuan dikontrol dengan KBKA dan SIA, hasil penelitian menunjukkan temuan-temuan sebagai berikut. (1) Terdapat perbedaan secara signifikan KBK dan SI antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan yang belajar dengan model PL. KBK dan SI siswa yang belajar dengan pembelajaran STM lebih tinggi dibandingkan dengan yang beljar dengan model PL. (2) Terdapat perbedaan KBK antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan yang belajar dengan model PL. KBK siswa yang belajar dengan pembelajaran STM lebih tinggi dibandingkan dengan yang beljar dengan model PL. (3) Terdapat perbedaan SI antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan siswa yang belajar dengan model. SI siswa yang belajar dengan pembelajaran STM lebih tinggi dibandingkan dengan yang beljar dengan model PL. Kata kunci: Model Sains Teknologi Masyarakat, Kemampuan Berpikir Kritis, Sikap Imiah