Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Peran Pendidikan Kewirausahaan dalam Inovasi Produk: Studi Kasus Teh Rosella di SMKN 1 Mas Ubud Juliangkary, Eliska; Virnayanthi, Ni Putu Erna Surim; Suyasa, P Wayan Arta; Praekanata, I Wayan Indra; Erlin, Erlin; Santyasa, I Wayan; Tegeh, I Made
Empiricism Journal Vol. 5 No. 2: December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i2.2168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan kewirausahaan dalam mendorong kreativitas, inovasi, dan efektivitas pengembangan produk, dengan fokus pada studi kasus pengembangan Teh Rosella di SMKN 1 Mas Ubud. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian melibatkan enam siswa kelas XI Akuntansi yang terlibat dalam proyek pengembangan Teh Rosella. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan angket. Validitas dan reliabilitas instrumen dikonfirmasi melalui triangulasi data. Analisis data menggunakan metode tematik untuk mengidentifikasi tema terkait kreativitas, inovasi, dan efektivitas program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program kewirausahaan di SMKN 1 Mas Ubud efektif dalam meningkatkan kreativitas dan inovasi siswa, dengan 83,3% responden merasa program tersebut berkontribusi pada pengembangan keterampilan. Secara keseluruhan, efektivitas program kewirausahaan ini cukup tinggi dalam mendorong kreativitas dan inovasi, namun peningkatan dalam hal fasilitas dan kolaborasi dengan industri masih diperlukan untuk mencapai hasil yang optimal. Tantangan terkait keterbatasan fasilitas dan dukungan dari guru juga menjadi hambatan yang perlu diatasi untuk lebih memaksimalkan potensi program. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan kewirausahaan memainkan peran penting dalam memfasilitasi inovasi produk, namun memerlukan perbaikan dari segi infrastruktur dan dukungan industri untuk dampak yang lebih optimal. The Role of Entrepreneurship Education in Product Innovation: A Case Study of Rosella Tea at SMKN 1 Mas Ubud Abstract This study aims to analyze the role of entrepreneurship education in fostering creativity, innovation, and product development effectiveness, focusing on a case study of Rosella Tea development at SMKN 1 Mas Ubud. The research employs a qualitative method with a case study approach. The subjects include six 11th-grade accounting students involved in the Rosella Tea development project. Data collection techniques consist of interviews, observations, and questionnaires. The validity and reliability of the instruments were confirmed through data triangulation. Thematic analysis was used to identify key themes related to creativity, innovation, and program effectiveness. The findings show that the entrepreneurship program at SMKN 1 Mas Ubud is effective in enhancing students' creativity and innovation, with 83.3% of respondents indicating that the program contributed to their skill development. Overall, the program is highly effective in promoting creativity and innovation, though improvements in facilities and industry collaboration are necessary to achieve optimal results. Challenges such as limited facilities and insufficient teacher support also hinder the program’s full potential. This study concludes that entrepreneurship education plays a critical role in facilitating product innovation, but improvements in infrastructure and industry support are needed for a more optimal impact.
Indonesia Pengaruh Model Inquiry-Based Virtual Lab terhadap Hasil Belajar, Kemampuan Berpikir Kreatif, dan Efikasi Diri Peserta Didik dalam Pelajaran Fisika di SMA I Made Agus Arya Wijaya Kusuma; I Wayan Santyasa; I Gde Wawan Sudatha
Jurnal Media dan Teknologi Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2024): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jmt.v4i2.79818

Abstract

Kurangnya kreativitas dan inovasi guru dalam menerapkan model pembelajaran fisika yang terintegrasi dengan teknologi masih menjadi permasalahan dalam pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan hasil belajar, kemampuan berpikir kreatif, dan efikasi diri peserta didik pada pelajaran fisika antara dua kelompok model pembelajaran yaitu inquiry-based virtual lab (Inquiry-VL) sebagai kelompok eksperimen dan direct instruction-based virtual lab (DI-VL) sebagai kelompok kontrol. Penelitian dilakukan pada peserta didik kelas XI, yang melibatkan 129 peserta didik. Metode pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana. Data hasil belajar dikumpulkan menggunakan tes pilihan ganda diperluas, kemampuan berpikir kreatif menggunakan tes uraian, dan efikasi diri menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan MANCOVA dengan batas signifikansi 5%. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan secara keseluruhan antara kedua kelompok. Kelompok Inquiry-VL menunjukkan hasil belajar, kemampuan berpikir kreatif, dan efikasi diri yang lebih tinggi daripada kelompok DI-VL. Implikasinya, pembelajaran fisika dengan model Inquiry-VL lebih efektif untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kreatif dan efikasi diri peserta didik.
Pengaruh Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Sikap Ilmiah Dewi, Luh Putu Purnama; Santyasa, I Wayan; Kirna, I Made
Thinking Skills and Creativity Journal Vol. 1 No. 1 (2018): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/tscj.v1i1.20331

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) perbedaan kemampuan berpikir kritis (KBK) dan sikap ilmiah (SI) antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan yang belajar dengan model pembelajaran langsung (PL) setelah perlakuan dikontrol dengan kemampuan berpikir kritis  (KBKA) awal dan sikap ilmiah awal (SIA), (2) perbedaan KBK antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan yang belajar dengan model PL setelah perlakuan dikontrol dengan KBKA dan SIA, (3) perbedaan SI antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan yang belajar dengan model PL setelah perlakuan dikontrol dengan KBKA dan SIA. Penelitian eksperimen semu ini menggunakan non-equivalent pretest posttest control group design. Populasinya adalah 8 kelas siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kubu Tahun Pelajaran 2016/2017 dengan jumlah siswa 252 orang. Sampel penelitian dipilih secara simple random untuk menentukan 2 kelas, yang selanjutnya dirandom kembali untuk menentukan 1 kelas sebagai kelompok eksperimen menggunakan pembelajaran STM dan yang lain pembelajaran PL. Data KBK dikumpulkan dengan tes dan data SI dengan kuesioner baik di awal maupun di akhir eksperimen. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan MANCOVA. Setelah perlakuan dikontrol dengan KBKA dan SIA, hasil penelitian menunjukkan temuan-temuan sebagai berikut. (1) Terdapat perbedaan secara signifikan KBK dan SI antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan yang belajar dengan model PL. KBK dan SI siswa yang belajar dengan pembelajaran STM lebih tinggi dibandingkan dengan yang beljar dengan model PL. (2) Terdapat perbedaan KBK antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan yang belajar dengan model PL. KBK siswa yang belajar dengan pembelajaran STM lebih tinggi dibandingkan dengan yang beljar dengan model PL. (3) Terdapat perbedaan SI antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan siswa yang belajar dengan model. SI siswa yang belajar dengan pembelajaran STM lebih tinggi dibandingkan dengan yang beljar dengan model PL. Kata kunci: Model Sains Teknologi Masyarakat, Kemampuan Berpikir Kritis, Sikap Imiah
Group Investigation Flipped Learning in Achieving of Students’ Critical and Creative Thinking Viewed from Their Cognitive Engagement in Learning Physics Tegeh, I Made; Santyasa, I Wayan; Agustini, Ketut; Santyadiputra, Gede Saindra; Juniantari, Made
Journal of Education Technology Vol. 6 No. 2 (2022): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jet.v6i2.44417

Abstract

In 21st century, students in schools especially in learning physics must be facilitated with student centered learning models that are integrated with technology, such as group investigation flipped learning (GrIFL) as instead of direct flipped learning (DFL) model. This study aims to analyze the main and interactive effects between the GrIFL model and the DFL model on students' critical and creative thinking viewed from their cognitive ingagement in learning physics. To achieve this goal, experimental research was conducted using a post test only control group design. The sample was selected by class random technique. The research data were collected by critical thinking tests, creative thinking tests, and cognitive engagement questionnaires. The research data were analyzed using two-way multivariate analysis of variance. The results showed that the critical thinking and creative thinking of students who studied with the GrIFL model were higher than students who studied with the DFL model; students who had high cognitive engagement showed the same critical thinking skills as those who had low cognitive involvement, but creative thinking of students who have high cognitive involvement is higher than students who have low cognitive involvement;  there is no interactive effect between learning models and students' cognitive ingagement on critical thinking and creative thinking. The implication of this research is that in order to achieve optimal critical thinking and creative thinking, physics learning will be better if using the GrIFL model.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MODEL-MODEL STUDENT-CENTERED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PENALARAN DAN KARAKTER SISWA SMA Santyasa, I Wayan; Warphala, I Wayan Sukra; Tegeh, I Made
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.176 KB) | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v3i1.2913

Abstract

Penelitian ini bertujuan melakukan analisis kebutuhan pengembangan model-model Student-Centered Learning (SCL). Penelitian dilakukan dengan metode survey pada 9 (sembilan) kabupaten/kota di Provinsi Bali. Subjek penelitian adalah 27 kepala sekolah, 54 guru, 54 RPP, 54 LKS, dan 362 siswa SMA. Objek yang dikaji adalah tanggapan kepala sekolah dan guru terhadap pengembangan model-model SCL, kecenderungan guru menerapkan model-model SCL dalam pembelajaran di sekolah, penalaran siswa, dan karakter siswa. Data dikumpulkan dengan wawancara, angket, observasi, dan tes. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan, bahwa (1) kepala sekolah belum melakukan pembinaan pengembangan model-model SCL, sehingga mereka mendukung upaya pengembangan, (2) guru-guru belum mengembangkan dan menggunakan model-model SCL, sehingga mereka mendukung dan menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam pengembangan, (3) model-model pembelajaran yang digunakan oleh para guru selama ini belum ada indikasi mengarah pada model-model SCL, (4) penalaran siswa berkategori kurang, dan (5) masih terdapat 40,21% siswa memiliki karakter yang perlu ditingkatkan kualifikasinya ke arah yang lebih baik. Implikasinya, pengembangan model-model SCL adalah program strategis untuk dilakukan
VALIDASI DAN IMPLEMENTASI MODEL-MODEL STUDENT CENTERED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PENALARAN DAN KARAKTER SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Santyasa, I Wayan
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.085 KB) | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v4i1.4890

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tanggapan ahli isi, media, desain, dan penilaian guru terhadap model-model student centered learning (SCL) dan pedoman guru, dan dampak implementasinya untuk meningkatkan penalaran dan karakter siswa SMA. Model-model SCL yang dikembangkan, adalah (1) conceptual chagne model (CCM), (2) problem-based learning (PBL), (3) project-based learning (PjBL), (4), nature of science (NOS), (5) group investigation (GI), dan (6) self regulated learning (SRL). Metode yang digunakan adalah research and development (R&D). Subyek penelitian adalah 2 orang ahli, 40 orang guru, dan 314 orang siswa SMA. Instrumen penelitian terdiri dari angket untuk uji ahli dan guru, tesdan angket untuk uji kelas (siswa). Data dianalisis secara deskriptif dan statistik uji kesamaan nilai rata-rata antara sebelum dan setelah implementasi model-model SCL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ahli isi, ahli media, dan ahli desain secara berturut-turut memberikan tanggapannya dengan kategori sesuai, sesuai, dan sangat baik. 2) Guru memberikan penilaiannya dengan kategori sangat baik dan baik. (3) Skor-skor pascates penalaran siswa secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan skor-skor prates.(4) Setelah implementasi, kualitas penalaran siswa bergerak dari kategori cukup,baik, dan sangat baik, sedangkan karakter siswa berkategori cukup dan baik. Jadi, model-model SCL telah memenuhi kriteria pengembangan dan dapat meningkatkan penalaran dan karakter siswa SMA.
Web Blended Learning: Inovasi Model Pembelajaran Digital Menuju Efektivitas Belajar Online Pradnyana, I Ketut Andika; Ketut Agustini; I Wayan Santyasa
KARMAPATI (Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika) Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/karmapati.v14i2.97720

Abstract

Blended Learning is an innovative instructional model that combines face-to-face methods and online learning by utilizing information and communication technology. This article analyzes 15 international journals discussing various Blended Learning models, including Face-to-Face Driver, Rotation, Flex, Online Lab, Self Blend, and Online Driver. The study was conducted through content analysis focusing on the scope of Blended Learning, concepts, research methodologies, data collection techniques, instruments, and data analysis used in the studies. The analysis results indicate that Blended Learning, as a hybrid approach between conventional and online learning, has a positive impact on students' learning outcomes. Moreover, the Blended Learning model offers flexibility and effectiveness capable of addressing the challenges of online education. This study recommends the development and implementation of adaptive Blended Learning models as innovative solutions to enhance the quality of online learning
Integrating Deep Learning and Artificial Intelligence in the National Learning Ecosystem Santyasa, I Wayan; Ghazali, Ihwan; Amiri, Mohammad Soleimani
Buletin Edukasi Indonesia Vol. 4 No. 02 (2025): Buletin Edukasi Indonesia
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bei.v4i02.949

Abstract

The integration of Artificial Intelligence (AI) and Deep Learning (DL) in education has gained significant global attention as countries adapt to the demands of Industry 4.0 and Society 5.0. In Indonesia, where the education system serves over 60 million students, the potential of these technologies is both promising and underutilized. A fundamental challenge lies in the dual interpretation of the term “deep learning”: globally, it is defined as an AI technique using neural networks, whereas in Indonesian educational policy, it refers to pedagogical strategies fostering higher-order thinking skills. This semantic dissonance risks miscommunication and fragmented implementation. Through a combined literature review and policy-oriented analysis, this paper critically examines Indonesia’s current position in adopting AI and DL within its education system. The study highlights conceptual inconsistencies, infrastructural limitations, and equity concerns, especially in underserved regions. It calls for a standardized terminology framework, investment in inclusive AI infrastructure, teacher training on ethical AI use, and the development of a national AI-in-education roadmap. By addressing these issues, Indonesia can align its educational transformation with global standards while preserving its local pedagogical values.
E-Modin Local Wisdom to Improve Learning Outcomes and Science Literacy Yani, Yani; Parwati, Ni Nyoman; Santyasa, I Wayan
Journal La Sociale Vol. 6 No. 5 (2025): Journal La Sociale
Publisher : Borong Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journal-la-sociale.v6i5.2425

Abstract

The role of teachers in utilizing learning media in schools reflects the needs and abilities in terms of development, adaptation of technological developments, and creating learning motivation for students to achieve learning goals optimally. In this case, school management has a role that can support the utilization of learning media to be applied by teachers in schools. The purpose of this study was to evaluate the role of teachers in utilizing learning media in SD Negeri Tukang, using the Formative-Sumative Evaluation Model which is associated with the stages of school management. The process of school management is the planning stage, the organizing stage, the implementation stage, and the supervision stage which involves evaluation. The methodology of this study is descriptive qualitative.TData collection techniques using questionnaires, interviews, and observations. Data analysis techniques using data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that the role of teachers in utilizing learning media at SD Negeri Tukang has been implemented. However, most teachers do not maximize the use of media provided by the school, and lack the ability to utilize digital-based learning media that follow the development of the times.
The Effect of Directed Reading and Thinking Activity (DRTA) Learning Model assisted by Padlet on Learning Motivation and English Reading Comprehension Ability of Grade IX Students at SMP Negeri 5 Kubu Santikacahya, I Gede Okta; Santyasa, I Wayan; Suartama, I Kadek
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3288

Abstract

This study aims to analyze the differences in reading comprehension ability and learning motivation between students who follow the Directed Reading and Thinking Activity (DRTA) model assisted by Padlet and students who follow the direct learning model. This research is a quasi-experiment with Non-Equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. The population in this study were ninth-grade students of SMP Negeri 5 Kubu in the 2022/2023 academic year consisting of three classes. The sample selection was carried out using Classroom Random Sampling technique and two classes were selected as samples, one class as the experimental group and the other class as the control group. Data collection was carried out using a reading comprehension ability test and a learning motivation questionnaire. The data obtained were analyzed by MANCOVA with initial reading comprehension ability and initial learning motivation as covariates. The results showed that: First, there is a significant difference in reading comprehension ability and learning motivation together between students who follow the DRTA model assisted by Padlet and students who follow the direct learning model. Second, there is a significant difference in reading comprehension ability between students who follow the DRTA model assisted by Padlet and students who follow the direct learning model. Third, there is a significant difference in learning motivation between students who follow the DRTA model assisted by Padlet and students who follow the direct learning model. The implication of this research shows that to improve learning motivation and reading comprehension ability we can use DRTA model learning assisted by Padlet.