Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

THE EFFECTIVENESS OF THE APIK METHOD IN IMPROVING WASTE MANAGEMENT LITERACY AMONG ELEMENTARY AND JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Sarapung, Risky Richlos; Idrus, Sukarmin; Ismail, Julia
JURNAL PENDIDIKAN GLASSER Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/glasser.v9i2.4257

Abstract

Waste management literacy remains a challenge in schools. This study aimed to evaluate the effectiveness of the APiK method (Take, Sort, Reduce) in enhancing waste management literacy among elementary and junior high school students. A quantitative pre-experimental design (one-group pretest-posttest) was used, with data collected through multiple-choice tests. The results showed an increase in the average score from 70.20 to 76.53. A paired t-test indicated a significant difference (p < 0.05), with junior high students showing greater improvement. These findings suggest that the APiK method is effective in improving students' understanding of waste management through contextual and practical learning.
Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Menengah Pertama dalam Menyusun Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, dan Alur Tujuan Pembelajaran Kurikulum Merdeka Gay, Ayus Masayu; Nur, Isman M; Ismail, Julia; Samad, Sartika; Alumu, Wa Ode Murima La Ode; Kasman, Rifai
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/jpkm.v6i1.3983

Abstract

Penelitian ini menganalisis peningkatan hasil pelatihan penyusunan capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, dan alur tujuan pembelajaran bagi guru SMP pada implementasi Kurikulum Merdeka. Subjek penelitian terdiri atas sembilan guru dari tiga sekolah mitra di wilayah kepulauan dan pesisir, yaitu SMP Negeri 6 Taliabu Utara, SMP IT Insan Kamil Halmahera Selatan, dan SMP Negeri 6 Halmahera Utara, yang dipilih karena keterbatasan akses terhadap pendampingan kurikulum. Sebelum pelatihan, guru berada pada fase kognitif awal dengan pemahaman capaian pembelajaran yang masih umum dan keterbatasan dalam mengaitkan capaian pembelajaran-tujuan pembelajaran-alur tujuan pembelajaran ke dalam perencanaan pembelajaran. Pelatihan dilaksanakan secara sistematis dan kontekstual melalui pemetaan Capaian Pembelajaran, perumusan Tujuan Pembelajaran, dan penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman konseptual, sikap positif terhadap Kurikulum Merdeka, dan keterampilan praktis guru. Seluruh peserta menghasilkan satu peta Capaian Pembelajaran, tiga hingga lima tujuan pembelajaran operasional, serta satu dokumen Alur Tujuan Pembelajaran lengkap yang terintegrasi dengan strategi pembelajaran dan asesmen. Pelatihan serupa direkomendasikan dilaksanakan secara berkelanjutan dan berbasis konteks lokal untuk memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya di sekolah wilayah kepulauan.
Analisis Nilai Karakter Fagogoru pada Masyarakat Pesisir Bicoli dalam Bingkai Cultural Moral Knowing, Feeling, and Action Amran, Alyan; Samad, Sartika; Gay, Masayu; Ismail, Julia; Alumu, Wa Ode Murima La Ode
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 5 No. 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v5i3.3747

Abstract

Fagogoru bukan sekadar warisan budaya simbolik, tetapi sistem nilai yang hidup dan bekerja sebagai sumber pembentukan karakter kolektif. Namun, dalam konteks masyarakat pesisir Bicoli yang menghadapi modernisasi, mobilitas penduduk, dan melemahnya praktik adat, keberlanjutan enkulturasi nilai ini mulai menghadapi tantangan. Meskipun penting, kajian akademik mengenai karakter berbasis budaya lokal Fagogoru melalui kerangka moral Lickona masih terbatas, khususnya dalam hubungannya dengan kerangka moral global seperti moral knowing, moral feeling, dan moral action, serta wacana moral ecology dan cultural moral formation. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana nilai Fagogoru berfungsi sebagai mekanisme enkulturasi karakter yang mengintegrasikan moral knowing, moral feeling, dan moral action. Menggunakan pendekatan etnografi interpretatif hermeneutika budaya melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa Fagogoru bekerja sebagai ekologi moral yang mengintegrasikan pengetahuan normatif, afeksi komunal, dan tindakan sosial, yang direproduksi melalui narasi genealogis, sanksi sosial, serta praktik adat keagamaan. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan bahwa nilai lokal berfungsi sebagai living moral system yang adaptif, sekaligus memberikan kontribusi pada penguatan konsep moral ecology dan cultural moral formation melalui model pembinaan karakter berbasis komunitas yang menopang kohesi sosial dan ketahanan budaya.