Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Efektivitas Penerapan Pembelajaran Tematik Pada Siswa Slow Learners Mis Hi Achmad Syukur Daruba Kecamatan Morotai Selatan Julia Ismail; Dewi Mulyanti Manompo
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 24 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.453 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7709852

Abstract

This type of research is a qualitative research which aims to determine the use of thematic learning methods for slow learners at MIS HI Achmad Syukur Daruba, South Morotai District. The research was conducted from February 2022 to March 2022. The data in this study consisted of primary data and secondary data. Primary data was obtained through interviews with MIS Hi teachers. Achmad Syukur Daruba, South Morotai District, while secondary data was obtained through data that had been processed from other parties, namely with documents from the evaluation of students who experienced sloe learners. Data collection techniques in this study were carried out through observation, interviews, and documentation. Data analysis in this study used data presentation in the form of brief descriptions found during the research, drawing conclusions, and checking the validity of the data. The results showed that the number of students at MIS Hi Achmad Gratitude Daruba, South Morotai District, totaled 214 students, while overall students for Slow Learners MIS Hi Achmad Syukur Daruba, Morotai Selatan District, totaled 52 people where the most students were in class IV with a total of 12 students, while for the total Slow Learners students are at least in class V with a total of 4 students. While in total the Slow Learners were dominated by male students with a total of 29 students, while there were 23 female students. The highest percentage of slow leraners is in class IV with a total of 12 students, followed by class II and class III with a total of 10 students each, in class VI there are 9 students, class I with a total of 7 students and for the percentage the lowest number of slow learners is in class V, which is 4 students. Based on the explanations from the respondents, the researcher can draw the conclusion that Slow Learners students have retarded understanding of each subject given by the teacher, causing the grades obtained by students to be unsatisfactory.
Integrasi Permainan Tebak Kata Bergambar Untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Permulaan Siswa Kelas 1 SD Negeri 1 Sofifi Julia Ismail
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 6 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.7791069

Abstract

This type of research is Classroom Action Research (PTK) which is carried out in two cycles. The research subjects were grade 1 students of SD Negeri 1 Sofifi, totaling 36 students, consisting of 19 female students and 17 male students. Data collection techniques using tests, observation, and documentation. From the results of the evaluation in cycle I, out of a total of 36 students, 13 students (37%) finished studying while 23 students (64%) had not finished studying so that in cycle I the research did not get maximum results, so researchers continued to cycle II research. In the second cycle of research, student learning outcomes increased, from a total of 36 students, the success rate became 33 students with a percentage of 91.66% while those who were not successful were 3 students with a percentage of 13.63%. So it can be concluded that there was an increase from cycle I to cycle II of 55.55%.
Pendampingan Pengajuan Jabatan Fungsional (Asisten Ahli Dan Lektor) Dosen di Universitas Bumi Hijrah Tidore Julia Ismail; Vebiyanti Nasir; Hariyanti Djafar; Sariwati Muhamad; Asmin Lukman
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 4 (2023): July
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8231416

Abstract

Observasi awal kegiatan pendampingan di lakukan pada bulan Maret 2023 dengan pemerolehan informasi sebagai berikut;  jumlah dosen tetap Universitas Bumi Hijrah Tidore berjumlah 66 orang, yang memiliki jabatan fungsional sebanyak 20 (30%) orang, dengan Jabatan Fungsional kedua puluh orang dosen tersebut adalah Asisten Ahli (AA) sedangkan dosen yang belum memiliki jabatan fungsional sebanyak 46 (70%) dosen.  Berdasarkan data tersebut, maka representasi dosen dengan jabatan fungsional masih sangat rendah. hal ini menunjukan bahwa masih terdapat permasalahan terkait jenjang karier dosen di Universitas Bumi Hijrah yang perlu dicari solusinya. Hasil observasi awal menunjukan adanya beberapa masalah terkait jabatan fungsional dosen di Universitas Bumi Hijrah Tidore, diantaranya sebagai berikut : 1) Kurangnya perhatian pimpinan PT tentang pentingnya Jabatan Fungsional Dosen; 2) Kurangnya pengetahuan dosen tentang langkah-langkah dan tahapan mengajuan jabatan fungsional secara online; 3) Kurangnya pelibatan ahli dalam memberikan sosialisasi/pelatihan terkait jabatan fungsional dosen. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pendampingan ini terdiri dari tujuan jangka pendek dan jangka panjang, tujuan jangka pendek dosen dapat mengajukan jabatan fungsionalnya saat pendampingan berlangsung, dan tujuan jangka panjang dosen dapat mengajukan jabatan fungsional ke tahap lebih tinggi. Hasil dari kegiatan pendampingan ini adalah jumlah dosen yang terlibat dalam kegiatan pendampingan melebihi target yang ditentukan tim pelaksana, dan dosen  yang berhasil akses proses pengajuan  sampai tahapan akhir berjumlah 26 dosen (52%), sedangkan yang belum mengakses masuk alamat pengajuan fungsional dosen terdapat 24 (48%) dosen, hal ini terjadi karena dosen terkendala pada akun pribadi jafa dosen yang bermasalah. Perlu adanya pelaksanaan kegiatan pendampingan, sosialisasi/pelatihan lanjutan terkait Pengajuan Jabatan Fungsional dosen.
Pendampingan Pengajuan Jabatan Fungsional (Asisten Ahli Dan Lektor) Dosen di Universitas Bumi Hijrah Tidore Julia Ismail; Vebiyanti Nasir; Hariyanti Djafar; Sariwati Muhamad; Asmin Lukman
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 4 (2023): July
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8231416

Abstract

Observasi awal kegiatan pendampingan di lakukan pada bulan Maret 2023 dengan pemerolehan informasi sebagai berikut;  jumlah dosen tetap Universitas Bumi Hijrah Tidore berjumlah 66 orang, yang memiliki jabatan fungsional sebanyak 20 (30%) orang, dengan Jabatan Fungsional kedua puluh orang dosen tersebut adalah Asisten Ahli (AA) sedangkan dosen yang belum memiliki jabatan fungsional sebanyak 46 (70%) dosen.  Berdasarkan data tersebut, maka representasi dosen dengan jabatan fungsional masih sangat rendah. hal ini menunjukan bahwa masih terdapat permasalahan terkait jenjang karier dosen di Universitas Bumi Hijrah yang perlu dicari solusinya. Hasil observasi awal menunjukan adanya beberapa masalah terkait jabatan fungsional dosen di Universitas Bumi Hijrah Tidore, diantaranya sebagai berikut : 1) Kurangnya perhatian pimpinan PT tentang pentingnya Jabatan Fungsional Dosen; 2) Kurangnya pengetahuan dosen tentang langkah-langkah dan tahapan mengajuan jabatan fungsional secara online; 3) Kurangnya pelibatan ahli dalam memberikan sosialisasi/pelatihan terkait jabatan fungsional dosen. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pendampingan ini terdiri dari tujuan jangka pendek dan jangka panjang, tujuan jangka pendek dosen dapat mengajukan jabatan fungsionalnya saat pendampingan berlangsung, dan tujuan jangka panjang dosen dapat mengajukan jabatan fungsional ke tahap lebih tinggi. Hasil dari kegiatan pendampingan ini adalah jumlah dosen yang terlibat dalam kegiatan pendampingan melebihi target yang ditentukan tim pelaksana, dan dosen  yang berhasil akses proses pengajuan  sampai tahapan akhir berjumlah 26 dosen (52%), sedangkan yang belum mengakses masuk alamat pengajuan fungsional dosen terdapat 24 (48%) dosen, hal ini terjadi karena dosen terkendala pada akun pribadi jafa dosen yang bermasalah. Perlu adanya pelaksanaan kegiatan pendampingan, sosialisasi/pelatihan lanjutan terkait Pengajuan Jabatan Fungsional dosen.
IMPLEMENTASI DAN PENGUATAN MERDEKA BELAJAR PADA SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SLB CENTRA PK-LK NEGERI SOFIFI TIDORE KEPULAUAN PROVINSI MALUKU UTARA Julia Ismail; Sariwati Muhamad; Vebiyanti Nasir; Nurlina Hasan; Sinta Sarotno
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19661

Abstract

Metode yang digunakan dalam pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah metode deskriptis kualitatif. Tim Pelaksana berusaha menggambarkan kegiatan yang dilakukan oleh SLB Centra PK-LK Negeri Sofifi dalam rangka mendukung program pemerintah tentang kebijakan Merdeka Belajar dan dampaknya bagi anak yang berkebutuhan khusus di sekolah tersebut. Sumber data PkM ini adalah kepala sekolah dan bagian kurikulum sebagai instrumen kunci. Berdasarkan hasil survey dan interview awal dengan mitra, dapat disimpulkan bahwa bidang permasalahan mitra berfokus pada: 1) Implementasi kurikulum Merdeka Belajar yang digunakan sebagai acuan dalam pembelajaran pada  Anak Berkebutuhan Khusus (ABK); 2) Pengembangan perangkat pembelajaran seperti RPP/modul ajar dengan format kebijakan Merdeka Belajar; dan 3) Belum adanya penguatan Merdeka Belajar yang dilaksanakan. Hasil kegiatan PkM pada permasalahan Implementasi merdeka belajar untuk ABK di fokuskan pada keberhasilan pembelajaran. Keberhasilan pembelajaran dapat dilakukan dengan cara guru mengklasifikasikan kemampuan peserta didik dalam tingkatan IQ yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik. IQ dapat diukur dengan alat-alat tes inteligensi, dalam melakukan tes siswa diarahkan untuk melakukan suatu perbuatan (performance test) atau menjawab sejumlah pertanyaan (verbal test). Hasil tes menunjukan bahwa peserta didik dengan tingkatan IQ Debiel terdapat 2 orang, Lemah ingatan 20 orang, kurang paham 12 orang, dan normal 4 orang. Sedangkan pandai dan super tidak ada. Sedangkan untuk permasalahan pengembangan Perangkat pembelajaran/modul ajar, tim pelaksana PkM melakukan sosialisasi Perangkat pembelajaran/modul ajar yang melibatkan semua guru dan tenaga kependidikan SLB Centra PKLK Negeri Sofifi sebagai target utama, hasil dari pelaksanaan sosialisi Perangkat pembelajaran, guru lebih memahami tentang Langkah-langkah penyusunan modul ajar, dan mampu Menyusun modul ajar secara mandiri/memodifikasi modul aja yang disediakan pemerintah. Dari program kegiatan yang telah dilaksanakan secara langsung telah mengadakan penguatan Merdeka belajar di sekolah mitra. Hasil dari kegiatan PkM ini, diharapkan dapat memotivasi sekolah dalam menjalankan program Merdeka belajar secara menyeluruh.
MENIGKATKAN DISIPLIN KERJA SAMA DALAM LINKUNGAN SEKOLAH SISWA KELAS III SD INPRES DAEO KECAMATAN MOROTAI SELATAN Julfikar Sibilo; Subhan Hayun; Julia Ismail; Ledy Yanti Lessy
JURNAL PASIFIK PENDIDIKAN Vol 1 No 1 (2022): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jukip.v1i1.6

Abstract

Disiplin siswa merupakan suatu bentuk perilaku patuh dan taat siswa terhadap peraturan yang berlaku. Kenyataan yang terjadi pada lingkungan sekolah, anak kurang disiplin dan kurang memiliki rasa tanggung jawab, tidak membuat pekerjaan rumah, mencoret coret bangku, kurang hormat pada guru. Tujuan Penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui bentuk-bentuk budaya disiplin siswa di SD Inpres Daeo.(2) Untuk mengetahui peran kepala sekolah dan guru dalam meningkatkan budaya disiplin siswa di SD Inpres Daeo.(3) Untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat dalam meningkatkan budaya disiplin siswa di SD Inpres Daeo. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif (Studi Kasus). Informan kunci yakni dari pihak Kepala Sekolah, Guru dan Tenaga Pendidik dan Siswa yang ada di SD Inpres Daeo, dan subjek penelitian adalah keseluruhan siswa mulai dari kelas I sampai kelas VI yang ada di SD Inpres Deao. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan mereduksi data, menyajikan data,menarik kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian yaitu, (1) betuk-bentuk disiplin Kerja Sama siswa di SD Inpres Daeo yaitu aspek disiplin waktu, aspek disiplin sikap dan aspek disiplin menegakkan aturan, (2) peran kepala sekolah dan guru dalam peningkatan disiplin Kerja Sama siswa di SD Inpres Daeo, adalah memberikan teladan yang baik, memberikan pembiasaan, mengajak siswa untuk selalu berkomunikasi, mengadakan pelatihan dan pemberian hadiah dan hukuman, (3) faktor pendukung dalam peningkatan disiplin Kerja Sama siswa di SD Inpres Daeo adalah adanya komunikasi yang baik antara pihak sekolah dan orang tua, sedangkan faktor penghambat adalah adanya siswa yang masih bermalas-malasan dan kurang tanggung jawab. Kata kunci: Disiplin, Kerja Sama
Kajian Terhadap Makna “Boboso” Dalam Tradisi Lisan Masyarakat Maluku Utara Dalam Perspektif Analisis Pragmatics Kritis Djafar, Hariyanti; Ismail, Julia
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 23 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10429731

Abstract

Boboso is part of an oral tradition that is still frequently used and trusted for its truth among rural and urban communities in North Maluku province. Boboso, which usually begins with the words "don't" or "shouldn't" is a meaningful sentence and is strictly avoided in its implementation by speakers and listeners in North Maluku. This research uses a descriptive qualitative approach with critical pragmatic analysis methods and library research studies, namely by reviewing scientific literature. Library research in this study aims to provide scientific comparison material to interpret the implied meanings of the prohibition and boboso sentences. This research also involved in-depth interviews with community informants spread across North Maluku Province and analyzed from a critical pragmatic perspective. The results of this research explain that every prohibition sentence contains an element of advice in perspective; health, adjustment to economic conditions for survival, as well as historical elements. Prohibition and boboso sentences are not just oral traditions passed down from generation to generation, but can be studied from an academic and empirical perspective so that their implementation can be understood in terms of their implied meanings. Furthermore, the advice content in these sentences called boboso can be recommended as teaching material in formal schools and universities as part of character education based on local content.
Menulis Laporan Hasil Pengamatan Dengan Pendekatan Project Based Learning (Pjbl) Siswa Smp Negeri 11 Kota Tidore Kepulauan Ismail, Julia; Sahmadan, Safrudin; Jailan, Putri Nurdiana; Muhammad, Yuliyanti; Muhammad, Ningsi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 19 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13999387

Abstract

This research aims to describe the implementation of the project based learning model for writing observation reports at SMP Negeri 11 Tidore Islands City. The subjects of this research were teachers and students of class 8 at SMP Negeri 11 Tidore Islands City. The research object is the implementation of project based learning and material for writing observation reports. The research results show that the implementation of the project based learning model in learning can be achieved through activities; (1) Determining Fundamental Questions (Star With The Essential Question), (2) Designing a product plan, (3) Preparing a Project Implementation Schedule (Create a Schedule), (4) Monitoring project activity and development, (5) Testing project results, and (6) Evaluation of learning experiences. At the end of the activity, students produce a project in the form of a text report on the results of observations through the objects observed, so this research as a whole can be concluded that the application of project based learning in learning with the material of writing reports on observations can be said to be successful.
Bari Culture: An Integrated-Collaborative Learning Strategy of Writing Exposition Text Masayu Gay; Idrus Ahmad; Julia Ismail
Jurnal Langua Vol 3 No 2 (2020): Langua: Journal of Linguistics, Literature, and Language Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, ISDIK Kie Raha Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.4047251

Abstract

This article gives an explanation of the concept of integrative-collaborative culture of new cultures as a strategy in Indonesian Language Learning (PBI). The aim is to provide a perspective on the importance of innovation in learning. This article was written using a descriptive analytical approach. The strategy of writing an integrative-collaborative exposition text of the new culture is applied with syntax, namely 1) apperception, 2) conceptual explanation, 3) forming groups, 4) gathering information, 5) processing information, 6) communicating, and 7) reflection. Assessments are carried out through portfolios and observations, while gradations that can be assessed include attitudes, knowledge, and skills. In the process, the teacher must assist each group intensively.
STRATEGI METAKOGNISI MENULIS TEKS BERITA SISWA SMP IT INSAN KAMIL HALMAHERA SELATAN gay, masayu; Ismail, Julia; La Ode Alumu, Wa Ode Murima
Jurnal Pendidikan dan Ekonomi (JUPEK) Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Ekonomi (JUPEK)
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi Institut Sain dan Kependidikan (ISDIK) Kie Raha Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15787528

Abstract

Learning to write news texts often leaves problems in the form of quality. Writing still seems like a mechanistic activity, not an activity that involves high critical and reflective thinking. This study aims to reveal students' metacognitive strategies in writing news texts. The problems studied are metacognitive strategies and the ability to apply metacognitive strategies. The study was conducted on students of class VIII of SMP IT Insan Kamil Halmahera Selatan qualitatively descriptively and exploratively with data collection techniques, namely questionnaires, interviews, and documentation. The results of the study showed that the metacognitive strategies, namely planning, monitoring, and evaluation obtained an average score of 4.15, classified as "High" based on student responses. This finding indicates that in general students have used metacognitive strategies in writing news texts quite well. Meanwhile, the ability of metacognitive strategies in writing news texts in the aspect of structure has an average score of 3.2 (good), news elements 2.8 (sufficient), language 3.0 (good), and the aspect of creativity has an average score of 2.8 (sufficient). In conclusion, students' metacognitive strategies in writing news texts are in the good category. It is suspected that the suboptimal metacognitive strategy is closely related to critical and reflective thinking as part of the metacognitive strategy.