Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Perbandingan Metode Demonstrasi dan Video Terhadap Keterampilan Perawatan Payudara Ibu Hamil Trimester III Hamidiyanti, Baiq Yuni Fitri; Pratiwi, Intan Gumilang; Sulianty, Ati; Suseno, Mutiara Rachmawati; Faiqah, Syajaratuddur
Midwifery Care Journal Vol. 5 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/micajo.v5i2.11197

Abstract

Exclusive breastfeeding given to children from birth to 6 months of age with no supplementary foods and beverages. exclusive breastfeeding was one of the keys to reduce infant mortality rate (IMR). The coverage of babies receiving exclusive breast milk in 2019 was 67.74%. The low level of exclusive breastfeeding is influenced by many factors, one of which is the mother's lack of awareness of the importance of breastfeeding in the first 6 months after giving birth. Breasts need to be prepared during pregnancy, which impacts providing IMD (Early Initiation of Breastfeeding), which influences exclusive breastfeeding. Research aim was to compare the effectiveness between  media phantom and video regarding the Breast Care Skills of Pregnant Women in the Third Trimester. The research used quasi-experiment with a non-equivalent control group design. The research sample was obtained by purposive sampling of 60 people (30 intervention groups and 30 control groups). The results of data analysis used Mann-Whitney test. Results showed that p value p = 0.000, meaning p < 0.05, stating that the demonstration using phantom media was more effective in improving breast care skills in third-trimester pregnant women. In conclusion, it is hoped that this guide can be used by stakeholders or service partners and motivate pregnant women to carry out breast care since pregnancy so that they can successfully provide exclusive breastfeeding until the baby reaches 6 months.
PEMBERDAYAAN IBU-IBU PKK DESA KARANG BAYAN DALAM PENANGGULANGAN DEMAM BERDARAH DENGUE Tatontos, Erlin Yustin; Inayati, Nurul; Diarti, Maruni Wiwin; Dramawan, Awan; Suseno, Mutiara Rachmawati; Purna, I Nyoman; Sali, I Wayan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 5 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1361

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan virus dan ditularkan lewat nyamuk merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, yang cenderung semakin luas penyebarannya sejalan dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk. Seluruh wilayah Indonesia, mempunyai risiko untuk kejangkitan penyakit DBD karena virus penyebab dan nyamuk penularnya tersebar luas, termasuk di  Desa Karang Bayan  Kabupaten Lombok Barat. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarat Program Pengembangan Desa Sehat (PPDS) mengetahui pemberdayaan  ibu-ibu PKK desa Karang Bayan dalam penanggulangan Demam Berdarah Dengue melalui Posyandu dengan pengendalian vektor menggunakan ovitrap atraktan infusa daun. Metode pendekatan kegiatan adalah Interprofesional Education (IPE) dan Interprofesional Collaboration (IPC) ) yaitu melibatkan dosen dan mahasiswa dari dua Poltekkes Kemenkes RI dengan empat jurusan. Sasaran kegiatan adalah ibu-ibu PKK dan kader kesehatan   desa Karang Bayan berjumlah 30 orang. Metode pelaksanaan kegiatan dengan Persiapan, Pelaksanaan meliputi penyuluhan tentang PHBS, Covid19 dan Demam Berdarah Dengue, Training of trainers (TOT) survei jentik survei, survei sarana kesehatan,  pembuatan infusa daun, pemasangan ovitrap atraktan  serta  kampanye kesehatan dan  pembuatan draft aturan desasehat.  . Hasil pelaksanaan kegiatan, 90 % peserta  Penyuluhan dan TOT  memahami dan mempraktekan materi yang diberikan.Hasil survei jentik sebelum pemasangan ovitrap atraktan infusa daun  House Index ( HI)  14,83%, Container Index (CI)  7,91%  , Breteau Index (BI) 20,4% dan Angka Bebas Jentik (ABJ) 87,63%. Setelah pemasangan ovitrap atraktan infusa daun HI 5,41 %, CI 4,31%  , BI 7,48% dan ABJ 95,23%. Kampanye kesehatan oleh ibu-ibu PKK dan kader kesehatan masing-masing dusun dapat terlaksana dengan baik. Draft aturan desa sehat dapat tersusun dan diserahkan ke perangkat desa Karang Bayan.   Ibu-ibu PKK desa Karang Bayan berdaya  dalam penanggulangan Demam Berdarah Dengue melalui Posyandu dengan pengendalian vektor menggunakan ovitrap atraktan infusa daun. 
PELATIHAN KADER POSYANDU UNTUK PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PERAWATAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) Sulianty, Ati; Hamidiyanti, Baiq Yuni Fitri; Suseno, Mutiara Rachmawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 6 No. 1 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v6i1.1699

Abstract

Program yang ingin dicapai dalam Sustainable Development Goal 3.2 pada tahun 2030 adalah angka kematian bayi ≤ 12 kasus per 100 kelahiran hidup. Akan tetapi pada kenyataannya didapatkan angka kesakitan dan kemaitian bayi di indonesia masih tinggi. Total kematian bayi di Indonesia sebanyak 21,447 sebagian besar kematian terjadi pada usia neonatal sebanyak 18.281, penyebab kematian terbanyak pada bayi disebabkan oleh BBLR sebanyak 28,2%. Provinsi NTB melaporkan jumlah kejadian BBLR sebanyak 3690 atau 12,36 % dari total jumlah bayi baru lahir. BBLR memerlukan penanganan yang khusus agar dapat mempertahankan dan meningkatkan kesehatan. Salah satu metode penanganan sederhana dan terbukti efektif adalah dengan metode kanguru. Kesiapan ibu dan keluarga dalam memberingan asuhan pada bayi BBLR yang kurang sehingga membutuhkan bantuan selama perawatan BBLR. Kader Kesehatan sebagai garda terdepan dibutuhkan dalam memberikan bantuan bagi ibu dan keluarga dalam perawatab BBLR. Dalam menjalankan peran tersebut dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang memadai terkait dengan metode kanguru.Tujuan dari pelaksanaan pengabmas ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam perawatan metode kanguru. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Suranadi Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Sasaran pengabmas adalah kader posyandu jumlahnya 30 orang. Kegiatan intervensi pelatihan dilaksanan selama 2 hari dan narasumber dari Puskesmas Suranadi, pemberian materi melalui ceramah tanya jawab dan demonstrasi perawatan metode kanguru, selanjutnya masing-masing kader langsung praktek perawatan metode kanguru. Evaluasi dilakukan selama 2 kali melihat pertama saat kader melakukan penyuluhan di posynadu pada ibu hamil, kedua saat kunjungan rumah pada keluarga yang memiliki BBLR. Hasil kegiatan pengabmas terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dengan nilai rata – rata pre test pengetahuan 48,27 meningkat menjadi 84,32 pada saat post test. Setelah dilakukan demonstrasi keterampilan dan masing-masing kader mencoba sebanyak 30 (100%) orang kader masuk dalam kelompok terampil dengan nilai rata-rata 87,48.
THE EFFECT OF REMPA KETA LACTATION MASSAGE ON BREAST MILK PRODUCTION AMONG POSTPARTUM MOTHERS IN THE EARLY PERIOD (0-7 DAYS) AT THE POSTPARTUM ROOM OF BIMA CITY HOSPITAL Sri Hartati; Suseno, Mutiara Rachmawati; Ati Sulianty
Journal for Quality in Women's Health Vol. 7 No. 1 (2024): March
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqwh.v7i1.241

Abstract

Background: Several methods have been researched to increase breast milk production. In Bima, many local cultural practices have been passed down to help address the issue of insufficient breast milk production. However, there is still a lack of research on the subject, which weakens the supporting evidence. Method: This research used a quasi-experimental. The sample consisted of 30 individuals, with 15 in the intervention group and 15 in the control group, selected through purposive sampling. The data was analyzed using the chi-square test. Result:Results of chi square test showed that when p < α = 0.05, there is an influence of Rempa Keta lactation massage on the smoothness of breast milk production in early postpartum mothers. Analysis : Data was analyzed using the chi-square test Conclusion: There is an influence of Rempa Keta lactation massage on the smoothness of breast milk production in early postpartum mothers (0-7 days).
EDUKASI PERAWATAN BAYI BARU LAHIR MELALUI KELAS PERAWATAN BAYI BARU LAHIR PADA KADER Suseno, Mutiara Rachmawati; Baiq Yuni Fitri hamidiyanti; Ati Sulianty
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 7 No. 1 (2025): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v7i1.1918

Abstract

Abstrak Desa Taman Ayu di Kabupaten Lombok Barat merupakan lokus stunting yang menunjukkan penurunan signifikan sejak 2022. Data Puskesmas Gerung mencatat 105 anak stunting pada 2022 (19,9%), turun menjadi 88 pada 2023, dan 57 anak pada Juli 2023, dengan capaian lebih dari 50%. Tahun 2022 juga terdapat 142 ibu hamil dan 110 kelahiran, menandakan tingginya risiko stunting. Edukasi perawatan bayi baru lahir (BBL) menjadi strategi penting dalam mencegah stunting, karena 1000 hari pertama kehidupan menentukan tumbuh kembang anak. Kegiatan ini terintegrasi dalam Kelas Ibu Hamil yang membahas kehamilan, persalinan, nutrisi, perawatan BBL, serta pencegahan penyakit.Peran kader kesehatan sangat krusial melalui kunjungan rumah, promosi kesehatan, konseling, dan deteksi tanda bahaya. Pendidikan berulang terbukti efektif meningkatkan pemahaman ibu, membentuk perilaku positif, dan mencegah komplikasi. Sinergi edukasi, kelas ibu hamil, dan kader menjadi kunci percepatan penurunan stunting di Desa Taman Ayu. Tujuan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi dan  pengetahuan bagi kelompok kader posyandu baik secara teori maupun praktik mengenai perawatan bayi baru lahir yang terdiri dari memandikan bayi baru lahir, perawatan tali pusat, dan pemberian ASI, menjaga kehangatan bayi, tanda bahaya bayi baru lahir dalam bentuk pelatihan dalam kelas edukasi. Sebanyak 20 perwakilan kader masing-masing dusun menjadi sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat.  Pelaksanaan meliputi sosialisasi tujuan, persetujuan peserta, pre-test, edukasi perawatan BBL, post-test, serta praktik dengan pendampingan mahasiswa. Evaluasi dilakukan dua kali pada ibu hamil trimester III dan kunjungan neonatal I bersama bidan desa. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk pengetahuan dan keterampilan para kader meningkat, rata-rata nilai pengetahuan kader meningkat dari 66 ke 90,25, terdapat peningkatan nila rata-rata keterampilan  kader dari 57,5 ke 83, 5. Jumlah kader dengan kategori terampil sebelum dilakukan edukasi dan pendampingan sebanyak 5 orang dans sesudah dilakukan pelatihan sebanyak 20 orang.    Kata Kunci: Kader ;BBL;Pengetahuan;Keterampilan;Kader     Abstract Taman Ayu Village in West Lombok Regency is a stunting locus that has shown a significant decline since 2022. Data from the Gerung Community Health Center recorded  105 stunted children in 2022 (19.9%), decreased to 88 children in 2023, and 57 children in July 2023, with an achievement of more than 50%. In 2022, there were also 142 pregnant women and 110 births, indicating a high risk of stunting. Education on newborn care is a crucial strategy in preventing stunting, as the first 1,000 days of life significantly influence a child's growth and development. This activity is integrated into the Pregnant Women's Class, which covers topics such as pregnancy, childbirth, nutrition, newborn care, and disease prevention. The role of community health workers is crucial through home visits, health promotion, counseling, and detection of danger signs. Repeated education has proven effective in increasing mothers' understanding, shaping positive behavior, and preventing complications. The synergy of education, prenatal classes, and community health workers is key to accelerating the reduction of stunting in Taman Ayu Village. The purpose of this community service activity is to provide information and knowledge to the Posyandu community health workers group, both theoretically and practically, regarding newborn care, which consists of bathing newborns, umbilical cord care, breastfeeding, keeping babies warm, and danger signs in newborns, in the form of training in educational classes. A total of 20 community health worker representatives from each hamlet were targeted for this community service activity.  The implementation included socialization of the objectives, participant approval, pre-test, newborn care education, post-test, and practice with student assistance. Evaluations were conducted twice: on pregnant women in their third trimester and during the first neonatal visit with the village midwife. The results of the community service activity showed an increase in the knowledge and skills of community health workers, with their average knowledge score rising from 66 to 90.25.