Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

KOMPARASI UNSUR VISUAL PAVILIUN RSGM UNPAD SEBELUM DAN SETELAH RENOVASI SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KENYAMANAN PASIEN Titihan Sarihati; Fasya Prastiwi; Ghesti Fuji Febriani; Khansa Huwaida
INSIDE : Jurnal Desain Interior Vol. 1 No. 1 (2023): Inside Jurnal Desain Interior
Publisher : Department of Interior Design, Faculty of Engineering, Lancang Kuning University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/inside.v1i1.13546

Abstract

Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Padjadjaran yang telah melayani pelayanan gigi kepada masyarakat sejak tahun 2003 memiliki paviliun yang menyediakan pelayanan instalasi rawat jalan spesialis yang di dalamnya terdapat Poliklinik Spesialis Terpadu. Rumah sakit harus mampu memberikan pelayanan yang terbaik agar pasien merasa percaya diri untuk berobat. Paviliun RSGM Unpad telah merenovasi interior ruangannya untuk memberikan pelayanan kenyamanan terbaik bagi pasien. Suasana ruangan yang berbeda dilihat dari elemen visual seperti warna, bahan, elemen dekoratif, pencahayaan, dan bentuk, desain ruangan setelah renovasi dapat menghasilkan suasana tertentu, sehingga mempengaruhi tingkat kenyamanan atau kecemasan pasien. saat pergi ke dokter gigi. Penulisan artikel ilmiah ini bertujuan untuk mengkaji studi banding pengaruh visual elemen interior ruang paviliun RSGM Unpad sebelum renovasi dan sesudah renovasi terhadap kenyamanan pasien. Metode yang digunakan adalah metode deskripsi kualitatif. Karya tulis ilmiah ini dapat menginspirasi masyarakat khususnya arsitek, desainer, dan peneliti dalam merancang karyanya sebagai solusi untuk memberikan kenyamanan bagi pasien selama berada di dokter gigi. Studi ini menyatakan bahwa elemen visual pada ruang paviliun RSGM Unpad pasca renovasi dapat mengurangi kecemasan pasien saat berada di klinik dokter gigi. Suasana Paviliun RSGM Unpad setelah direnovasi membuat pasien merasa lebih tenang dibandingkan ruangan Paviliun RSGM Unpad sebelum direnovasi dengan mengaplikasikan elemen visual, seperti motif kayu; warna putih, coklat muda dan abu-abu muda; elemen dekorasi tanaman artifisial dan panel berpola abstrak di dinding; serta pencahayaan umum dan lampu hias yang memadai untuk mendukung suasana.
Perancangan Interior Inkubator Bisnis Kuliner Di Kota Tasikmalaya Dengan Pendekatan Visual Merchandising Zashika Rizki, Salsabila; Sarihati, Titihan; Adli Wismoyo, Erlana
KalaTanda Vol 6 No 1 (2024): Kalatanda
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/kalatanda.v6i1.8374

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a significant role in Indonesia’s economy, especially in TasikmalayaCity, which has seen rapid growth in culinary MSMEs with 1,056 businesses. However, there remains a lack of adequatephysical facilities to support these MSMEs’ potential. This study focuses on developing the interior of a culinary businessincubator to address issues such as layout affecting consumer purchasing power, inadequate facilities according to businessincubator standards, and hygiene concerns. The research methodology employed qualitative descriptive methods involvingliterature review, interviews, field observations, and benchmarking studies. The analysis results advocate for visual merchandising as a solution to enhance the marketing of culinary MSME products and create a positive and efficient spatialexperience. The goal of this design is to tackle identified local challenges, aiming for the incubator to improve marketingfor culinary MSME products, foster business growth, and provide facilities that support operational efficiency and productinnovation. The study concludes that implementing visual merchandising based on specified parameters can create interiordesigns that capture attention and enhance consumer experiences. The benefits include creating positive experiences thatinfluence consumer purchasing behavior and enhance customer loyalty, ultimately fostering local economic development,increasing national income through MSME contributions, and facilitating culinary entrepreneurs in enhancing the quality oftheir products and services.
Perancangan Interior Inkubator Bisnis Kuliner Di Kota Tasikmalaya Dengan Pendekatan Visual Merchandising Salsabila Zashika Rizki; Titihan Sarihati; Erlana Adli Wismoyo
KalaTanda Vol 6 No 2 (2024): Kalatanda
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/kalatanda.v6i2.8728

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a significant role in Indonesia’s economy, especially in TasikmalayaCity, which has seen rapid growth in culinary MSMEs with 1,056 businesses. However, there remains a lack of adequatephysical facilities to support these MSMEs’ potential. This study focuses on developing the interior of a culinary businessincubator to address issues such as layout affecting consumer purchasing power, inadequate facilities according to businessincubator standards, and hygiene concerns. The research methodology employed qualitative descriptive methods involvingliterature review, interviews, field observations, and benchmarking studies. The analysis results advocate for visual merchandising as a solution to enhance the marketing of culinary MSME products and create a positive and efficient spatialexperience. The goal of this design is to tackle identified local challenges, aiming for the incubator to improve marketingfor culinary MSME products, foster business growth, and provide facilities that support operational efficiency and productinnovation. The study concludes that implementing visual merchandising based on specified parameters can create interiordesigns that capture attention and enhance consumer experiences. The benefits include creating positive experiences thatinfluence consumer purchasing behavior and enhance customer loyalty, ultimately fostering local economic development,increasing national income through MSME contributions, and facilitating culinary entrepreneurs in enhancing the quality oftheir products and services.
PERANCANGAN BARU CITY HOTEL BINTANG 4 DI KOTA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN LOKALITAS Irawan, Hanyna Nur Shadryna; Sarihati, Titihan; Nanda, Rexha Septine Faril
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bandung, sebagai destinasi pariwisata utama, mengalami peningkatanjumlah wisatawan yang signifikan, sehingga mendorong kebutuhan akan akomodasi yangunik dan berkualitas. Laporan ini membahas perancangan baru interior City Hotel bintang4 di Bandung dengan pendekatan lokalitas, yang bertujuan untuk mengintegrasikankekayaan arsitektur heritage bergaya Art Deco di sekitar kawasan Asia Afrika denganfungsionalitas modern. Permasalahan utama yang diangkat adalah kurangnya hotelbintang 4 yang menyasar segmen keluarga dengan tema Art Deco, serta kebutuhan untukmenciptakan pengalaman menginap yang khas di tengah persaingan hotel di sekitarnya.Metode perancangan yang digunakan meliputi pengumpulan data primer melaluiobservasi dan kuesioner, serta data sekunder melalui studi literatur dan analisis studibanding. Hasil perancangan ini mengusung tema "Timeless Local Modernism", yangmemadukan kemewahan dan detail geometris khas Art Deco dengan kenyamanan danefisiensi ruang modern. Desain ini diimplementasikan pada area lobi, lounge, businesscenter, restoran, ballroom, serta kamar tipe deluxe dan suite. Perancangan inimenghasilkan sebuah konsep hotel yang tidak hanya memenuhi standar fasilitas hotelbintang 4, tetapi juga berfungsi sebagai medium pengenalan budaya dan sejarah lokal,menciptakan ruang yang nyaman, berkarakter, dan menarik bagi wisatawan domestikmaupun internasional.Kata Kunci: Hotel Kota, Desain Interior, Lokalitas, Art Deco, Hotel Bintang 4, Bandung
PERANCANGAN HOTEL SWISS-BEL BOUTIQUE DI UBUD BALI DENGAN PENDEKATAN LOKALITAS Sutiaragen, Dara Lastri; Sarihati, Titihan; Liritantri, Widyanesti
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Hotel Swiss-Bel Boutique di Ubud, Bali, dirancang denganpendekatan lokalitas yang mengedepankan integrasi filosofi Tri Hita Karana sebagailandasan utama desain interior. Latar belakang perancangan berangkat darikebutuhan akan akomodasi berkualitas tinggi di tengah pesatnya perkembanganpariwisata Ubud, yang menuntut perpaduan antara kenyamanan modern danpelestarian identitas budaya Bali. Tujuan perancangan ini adalah menciptakan hotelbutik bintang empat yang memanfaatkan material alami, ornamen tradisional, sertapengaturan ruang yang harmonis untuk menghadirkan suasana yang fungsional,estetis, dan sarat makna budaya. Proses perancangan dilakukan melalui observasilapangan, studi literatur, studi banding, studi preseden, dokumentasi visual, danpenyebaran kuesioner kepada pengguna hotel butik bintang empat. Hasilperancangan diwujudkan dalam penerapan tema Aesthetics of Harmony dan konsepBalance in Authenticity pada setiap elemen interior, mulai dari area publik hinggaprivat, sehingga menghasilkan pengalaman ruang yang natural dan personal.Perancangan ini diharapkan dapat memperkuat citra Ubud sebagai destinasi wisatabudaya, mendukung keberlanjutan lingkungan, dan memberikan nilai tambah bagpengunjung melalui pengalaman menginap yang berkesan serta terhubung secaraemosional dengan budaya lokal.Keywords : Hotel Boutique, Lokalitas, Swiss-bel, Tri Hita Karana, Ubud
PERANCANGAN ULANG BOUTIQUE RESORT WAPA DI UME UBUD DENGAN PENDEKATAN BIOPHILIC Alesyarare, Dewa Ayu Putu Nadea Jyothi; Sarihati, Titihan; Siregar, Fernando Septony
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wapa di Ume Ubud adalah butik resort di Ubud, Bali yang mengusungkonsep Back to Nature, namun ulasan tamu menunjukkan bahwa suasana ruangbelum sepenuhnya mendukung relaksasi, koneksi dengan alam, dan ekspektasiterhadap fasilitas resort. Tujuan perancangan ulang ini adalah menciptakan interioryang alami, humanis, dan mampu menghubungkan tamu dengan alam serta budayalokal. Pendekatan biophilic diterapkan untuk meningkatkan kenyamanan psikologisdan kesejahteraan tamu melalui elemen multisensori seperti pencahayaan alami,vegetasi tropis, suara air, aroma kayu, serta tekstur material organik. Selain itu,konsep Tri Hita Karana digunakan untuk mengarahkan fungsi ruang berdasarkanprinsip hubungan manusia dengan Tuhan (Parahyangan), sesama (Pawongan), danalam (Palemahan), agar ruang tidak hanya estetis tetapi juga mendukung aktivitasspiritual dan sosial. Proses perancangan dilakukan melalui observasi lapangan, studiliteratur, wawancara, analisis ulasan pengguna, dan studi banding. Hasil rancangandiharapkan meningkatkan kualitas relaksasi dan memperjelas hubungan antar ruang,serta memperkuat identitas Wapa di Ume sebagai boutique resort yang kontekstualdengan budaya lokal Ubud.Kata kunci: Wapa di Ume Ubud, Resort Butik, Desain Biofilik, Tri Hita Karana
PERANCANGAN ULANG HOTEL BALCONY SUKABUMI DENGAN PENDEKATAN LOKALITAS Baniarsyah, Alfat Aditya; Sarihati, Titihan; Trihanondo, Donny
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hotel punya peran penting dalam mendorong pertumbuhan sektorpariwisata, terutama karena keterkaitannya yang erat dengan kebutuhan wisatawanakan akomodasi. Menurut data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,kunjungan wisatawan Indonesia pada Januari 2023 mengalami peningkatansignifikan dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan pertumbuhan pesat disektor ini. Kota Sukabumi, sebagai salah satu tempat yang sering dikunjungi olehwisatawan dengan kekayaan alam dan budaya yang melimpah, juga mengalami trenpeningkatan kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Hal inimembuka peluang besar bagi pelaku industri perhotelan, salah satunya BalconyHotel, untuk memperkuat daya tariknya melalui pendekatan desain interior yangmengusung nilai lokalitas. Balcony Hotel yang mengusung konsep modern dengansentuhan budaya lokal, dalam praktiknya belum sepenuhnya merepresentasikannilai-nilai kearifan lokal Sukabumi. Unsur budaya dan produk lokal masih kurangditonjolkan dalam desain interiornya, sehingga belum mampu menciptakanpengalaman yang autentik bagi para tamu. Dengan demikian, tujuan dari penelitianini adalah untuk mengevaluasi sejauh mana pengaruh dari lokalitas terhadap desaininterior hotel, serta bagaimana penerapannya dapat meningkatkan daya tarik danpengalaman wisatawan. Studi ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pelakuindustri perhotelan dalam mengembangkan desain interior berbasis kearifan lokal,guna memperkuat identitas daerah dan mendukung pertumbuhan ekonomi kreatifdi Sukabumi. Keywords: interior design, locality, tourism, Hotel Balcony, Sukabumi
PERANCANGAN ULANG HOTEL BINTANG 3 METLAND HOTEL BEKASI DENGAN PENDEKATAN BRAND IDENTITY Perwitaningrum, Kamayasti; Sarihati, Titihan; Palupi, Fajarsani Retno
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bekasi merupakan kawasan tingkat industri yang tinggi sekitar 65 persendan jumlah kunjungan wisatawan meningkat 127 persen yang menjadi potensi bagihotel. Metland Hotel Bekasi merupakan hasil perubahan citra merek dari @HOMHotel Tambun yang bertransformasi dari kategori hotel berbintang dua menjadihotel berbintang tiga yang merupakan hotel bisnis. Metland Hotel Bekasi belumdiikuti dengan pembaharuan desain yang mencerminkan identitas merek hotel.Melalui metode observasi, wawancara, dan pembagian kuesioner, permasalahanutama pada hotel, yaitu kurangnya penerapan elemen identitas merek di dalamaspek interior, ketidaksesuaian standar untuk hotel bintang tiga, dan kurangnyafasilitas penunjang seperti penanda ruang dan penataan sirkulasi yang efisien.Perancangan ulang dilakukan dengan pendekatan identitas merek untukmemperkuat visualisasi dan menciptakan pengalaman yang berkesan bagi tamu.Tema yang digunakan dalam perancangan adalah “Revalora: Revitalize, Value, Aura”dan konsep yang digunakan “Framing Identity Through Space” dengan gaya modernkontemporer yang menekankan tampilan bersih, dinamis, dan profesional.Implementasi untuk desain pada integrasi nilai-nilai merek, optimalisasi standarruang, dan peningkatan aspek pencahayaan, tata akustik, dan sirkulasi ruang.Kata kunci: Identitas Merek, Visualisasi, Perubahan Citra Merek
PERANCANGAN ULANG MAHA VIHARA MAITREYA DI KALIMANTAN BARAT DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS Wiranti, Shaula Egi; Salayanti, Santi; Sarihati, Titihan
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agama Buddha Maitreya, sebagai bagian dari aliran Mahayana yangberkembang pesat di Indonesia, menempatkan Maha Vihara Maitreya KalimantanBarat tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, budaya,sosial, dan objek wisata religi. Namun, fasilitas ruang kelas untuk sekolah minggu dandiklat Mandarin belum sesuai standar kapasitas, sirkulasi pengguna tercampur dantidak nyaman, serta organisasi ruang belum memenuhi kebutuhan multifungsivihara. Penelitian ini bertujuan merancang ulang interior Maha Vihara MaitreyaKalimantan Barat dengan pendekatan aktivitas, guna mengoptimalkan fungsi ruang,meningkatkan kenyamanan, produktivitas, dan kualitas interaksi pengguna. Metodeyang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara, studi preseden, sertaperancangan berbasis analisis aktivitas dan standar perencanaan arsitektur. Hasilperancangan diharapkan mencakup: (1) fasilitas ruang kelas yang memadai sesuaikapasitas, (2) sistem sirkulasi terpisah dan terorientasi jelas untuk staf, peserta diklat,dan pengunjung umum, serta (3) organisasi ruang yang fleksibel mendukungkegiatan ibadah, pendidikan, dan wisata religi. Implementasi desain ini diharapkanmemberikan dampak positif berupa peningkatan kenyamanan, efisiensi akses, danpengalaman sakral bagi seluruh pengguna vihara. Kata kunci: Desain Interior, Vihara Maitreya, Pendekatan Aktivitas, Sirkulasi Pengguna, Multifungsi, Wisata Religi