Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Mutu Kimia Teh Kulit Kopi Kering (Cascara) dan Aktivitas Antioksidan Berdasarkan Proses Pengeringan yang Berbeda Wibisono, Yossi; Handayani, Anna Mardiana; Adhamatika, Adhima; Ardhiarisca, Oryza; Sari, Elok Kurnia Novita; Haqqi, Mohammad Izmaul
ORYZA ( JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI ) Vol 13 No 1 (2024): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/oz.v13i1.1666

Abstract

Kulit kopi (daging buah ceri) merupakan hasil samping pengolahan kopi yang berpotensi menjadi cascara (teh kulit kopi yang dikeringkan). Saat ini kulit kopi banyak digunakan untuk membuat teh cascara atau dalam bentuk minuman seduh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas kimia dan aktivitas antioksidan teh kulit kopi kering (cascara) berdasarkan proses pengeringan yang berbeda (sinar matahari dan proses pengeringan kabinet). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengeringan yang berbeda mempengaruhi kadar air, kadar fenol total, kadar tanin, kadar kafein dan aktivitas antioksidan pada sampel. Kadar air, kadar fenol total, kadar tanin dan kadar kafein cenderung menurun dengan pengeringan menggunakan mesin pengering kabinet. Aktivitas antioksidan sampel berada pada kategori IC50 sedang, berkisar antara 97,93 -141,91 ppm.
Pembuatan Alat Tanam Padi Manual 4 Alur Model IRRI (International Rice Research Institute) Elok Kurnia Novita Sari; Supriyono; Dimas Jaya Abadi; Annisa Yunia Maulidia
Jurnal Teknik Pertanian Terapan Vol. 1 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jtpt.v1i1.4185

Abstract

A modified 4-groove manual rice planting tool from the IRRI (International Rice Research Institute) paddy transplanter aims to reduce dimensions and weight without changing its original function. The main components of this rice planting tool are frame, hopper, dispensing hole, skateboard, transplanting arm and picker arm. Materials for tool construction include iron plates, iron axles, bicycle chain sprockets, and light wood boards. This rice planting tool weighs 20.05kg, the planting distance between rows is 21 cm, the average planting depth is 4.5 cm. The prototype of the IRRI model 4-groove manual rice planting tool has been tested for performance and obtained an average theoretical field capacity of 0.0683 ha / hour. With a field speed of 0.226 m/s, the average effective field capacity is 0.0440 ha/hour, the average field efficiency is 64.44%, the number of empty holes (missing hills) is on average 4.7%, the number of lying plants is on average 6.3%, the uniformity of planting seedlings is on average 88.3% and the slope of plants is obtained on average 85°. This 4-groove manual rice planting tool is easy to make with materials that are easily available at affordable prices for farmers.
Analisis Biaya Pembuatan Got Mujur Secara Manual dan Mekanis Menggunakan Ditcher untuk Budidaya Tebu Di PG. Madukismo Yogyakarta: Cost Analysis of Manual and Mechanical Trenching Using Ditcher for Sugarcane Cultivation at PG. Madukismo Yogyakarta Iswahyono Iswahyono; Muhammad Luthfi Dinsaputro; Siti Djamila; Elok Kurnia Novita Sari; Faizzatun Nafisah
Jurnal Teknik Pertanian Terapan Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jtpt.v3i1.6141

Abstract

Tebu merupakan bahan baku dalam pembuatan gula. Tingkat produktifitas tebu dapat terjaga apabila kebutuhan air tercukupi. Got memiliki peran untuk mengalirkan air dan mencegah terjadinya genangan. Pembuatan got mujur dibagi menjadi dua, secara manual dan mekanis. Pembuatan secara manual atau tradisional menggunakan cangkul dan lempak sedangkan secara mekanis menggunakan traktor Jhon Deere 5715 dan Ditcher Dondi DMR 25 B. Ditcher adalah alat baru di PG. Madukismo sehingga belum memiliki perhitungan biaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan metode yang lebih efisien dari segi waktu dan biaya dalam pembuatan got mujur pada budidaya tebu. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah perhitungan kapasitas kerja aktual, biaya tetap, biaya tidak tetap dan biaya pokok. Hasil analisis, biaya yang harus dikeluarkan pada pembuatan got mujur secara manual sebesar Rp. 1.316.000/ha dan secara mekanis adalah Rp. 394.648/ha Waktu pembuatan got mujur secara mekanis lebih efisien 98% daripada pembuatan got mujur secara manual. Biaya pembuatan got secara mekanis lebih ekonomis 71% dari pembuatan got mujur secara manual. Biaya pembuatan got mujur mekanis akan lebih murah jika diaplikasikan pada lahan dengan skala ≥ 71 ha, dan jika lahan ≤ 71 ha maka akan lebih murah pembuatan got mujur secara manual.
Analisis Biaya Pemupukan Secara Manual dan Mekanis Menggunakan Fertilizer Applicator pada Budidaya Tebu di PG. Madukismo Yogyakarta: Analysis of Manual and Mechanical Fertilization Costs Using Fertilizer Applicators in Sugarcane Cultivation at PG Madukismo, Yogyakarta Iswahyono Iswahyono; Muhammad Luthfi Dinsaputro; Siti Djamila; Elok Kurnia Novita Sari; Ririn Novitasari
Jurnal Teknik Pertanian Terapan Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jtpt.v3i1.6143

Abstract

Tebu merupakan komoditas penting dalam industri gula nasional, namun produksi gula mengalami penurunan pada tahun 2023. Pemupukan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas dan rendemen tebu.  Pemilihan metode pemupukan yang tepat antara manual dan mekanis sangat berpengaruh terhadap biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi biaya antara pemupukan manual menggunakan tenaga manusia dibanding dengan metode mekanis menggunakan traktor Ford 6640 dan Fertilizer Applicator pada budidaya tebu di PG. Madukismo Yogyakarta. Metode perhitungan yang digunakan meliputi kapasitas kerja, biaya tetap, biaya tidak tetap, dan biaya pokok. Hasil menunjukkan bahwa biaya pemupukan manual membutuhkan Rp3.000.000/ha dengan kapasitas kerja 0,008 ha/jam, sedangkan mekanis hanya membutuhkan Rp1.408.013/ha dengan kapasitas 0,472 ha/jam. Artinya, pemupukan mekanis mampu menghemat biaya sebesar 53% dan waktu hingga 87% dibanding metode manual. Pemupukan mekanis lebih murah jika diaplikasikan pada lahan minimal 31 hektar, untuk lahan yang lebih kecil, metode manual lebih murah.
Peningkatan Nilai Tambah Limbah Peternakan Sapi melalui Produksi Pupuk Organik Berkualitas dan Bernilai Ekonomi Elok kurnia novita Sari; Dimas Triardianto; Adhima Adhamatika; Shinta Widyaningtyas; Annisa'u Choirun
Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi (Juni)
Publisher : Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jilpi.v4i4.862

Abstract

Sumberwaru Village, Jember Regency, is one of the major cattle-farming areas with a relatively large livestock population. However, cattle manure management remains inadequate. Most manure is left to accumulate around livestock sheds, generating unpleasant odors and posing environmental pollution risks, while a portion is discharged into irrigation channels, potentially degrading environmental quality. This community service program involved 25 members of a farmer group as target beneficiaries and aimed to increase the value of cattle manure through the production of high-quality organic fertilizer. The methods employed included educational outreach, technical training, and participatory mentoring, accompanied by evaluations using pre-test and post-test assessments as well as quality testing of the produced fertilizer. The results demonstrated that the participating farmer group members were able to understand and apply manure-processing techniques for organic fertilizer production. The resulting organic fertilizer met the required quality standards, with a C/N ratio of 18.4, a pH value of 7.2, and nitrogen (N), phosphorus (P), and potassium (K) contents that satisfied the minimum criteria for organic fertilizers. In addition to transforming livestock waste into a value-added product with economic potential, the program contributed to reducing environmental pollution and promoting sustainable agricultural practices.
Rancang Bangun dan Evaluasi Kinerja Sistem Irigasi Tetes Tenaga Surya untuk Budidaya Cabai Berkelanjutan Elok Kurnia Novita Sari; Rizza Wijaya; Ira Nurcahyanti; Sahrul Ulum
Agroteknika Vol 8 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i4.595

Abstract

Permasalahan keterbatasan ketersediaan air dan tingginya biaya energi untuk irigasi menjadi tantangan utama dalam budidaya cabai. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem irigasi tetes berbasis solar cell sebagai solusi efisiensi penggunaan air dan energi terbarukan. Sistem yang dikembangkan terdiri atas panel fotovoltaik, pompa DC, controller dengan timer otomatis, jaringan pipa lateral, serta emitter tetes yang terhubung pada setiap polybag tanaman cabai. Berdasarkan hasil perhitungan, untuk memenuhi kebutuhan tanaman cabai diperlukan pompa dengan kapasitas 0,2 hp, panel surya 26,3 WP, Solar charge controller 30 A dan baterai dengan daya 67,5 watt. Pengujian debit air pada pompa dapat dikatakan mampu memenuhi kebutuhan air tanaman cabai dengan rata-rata debit yaitu 394,8 ml/menit untuk 48 tanaman. Parameter yang diamati meliputi debit emtter, kestabilan distribusi air, konsumsi energi, dan respon pertumbuhan tanaman cabai. Hasil rata – rata dari pengujian debit emitter 24 sampel tanaman menghasilkan nilai 197,4 ml selama 5 menit. Hasil Keseragaman air mendapatkan nilai rata-rata sebesar 89,01%, di mana nilai ini termasuk dalam kriteria sangat baik. Selain itu, penggunaan energi surya berhasil mengurangi ketergantungan terhadap listrik konvensional hingga 100%, sehingga menekan biaya operasional. Pertumbuhan tanaman cabai menunjukkan respon positif dengan tingkat kesegaran daun lebih baik dibandingkan dengan penyiraman manual. Dengan demikian, sistem irigasi tetes berbasis solar cell terbukti efektif, efisien, dan berpotensi mendukung budidaya cabai berkelanjutan di daerah dengan keterbatasan energi dan air.
Analisis Pindah Panas pada Pengeringan Kulit Biji Kopi (Cascara) dengan Mengunakan Mesin Pengering Tipe Flash Dryer_Cum UV Elok Kurnia Novita Sari; Didiek Hermanuadi; Aulia Brilliantina
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol. 17 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jtphp.v17i1.4622

Abstract

Limbah kulit kopi, dengan penanganan lebih lanjut dapat diolah menjadi Cascara. Cascara merupakan minuman yang terbuat dari bagian luar kulit kopi, karena warna minuman cascara cenderung seperti teh sehingga disebut sebagai teh cascara. Metode pembuatan kulit kopi menjadi cascara yaitu dengan metode pengeringan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui performa alat pengering tipe flash dryer_Cum UV. Umumnya, pengeringan dilakukan secara konvensional di bawah terik matahari dengan lama pengeringan 7 8 jam, serta tingkat higienitasnya kurang terjaga. Oleh karenanya, dalam penelitian ini, dilakukan pengeringan dengan penggunaan mesin pengering tipe flash. Debit udara masuk pada blower sebesar 68m3/s, dengan temperature udara pada heater dikondisikan sebesar 50 dan 600C. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar air cascara terendah adalah sebesar 11,6% pada suhu perlakuan 600C, dan kadar air tertinggi sebesar 19,4% pada suhu perlakuan sebesar 600C.