Claim Missing Document
Check
Articles

PENGUATAN KONTEN INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA PROMOSI BISNIS FOTO PREWEDDING DI DINARASTIKA FILMS Micko Indrawan, Anak Agung Ngurah; Saryana, I Made; Pramana, I Made Bayu
Retina Jurnal Fotografi Vol 3 No 1 (2023): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v3i1.2039

Abstract

Bagi perusahaan fotografi atau fotografer dalam mempromosikan hasil karyanya menggunakan berbagai cara yaitu dari mulut ke mulut sampai kepada sosial media yang tentunya lebih efektif salah satunya Instagram. Instagram merupakan salah satu media sosial teratas yang menjadi suatu platform paling menjanjikan di dunia bisnis. Banyaknya fitur yang dimiliki serta kemudahan dalam penggunaannya untuk mengakses sebuah informasi menjadi peluang besar untuk mengembangkan bisnis dengan cara beriklan. Salah satu metode observasi atau pengumpulan data laporan ini yaitu dengan cara mengamati secara langsung di lokasi magang/praktik kerja untuk mengetahui kondisi yang terjadi dan membuktikan kebenaran dari sebuah desain magang/praktik kerja yang sedang dilakukan serta meninjau secara cermat dan teliti. Metode Wawancara atau interview adalah kegiatan tanya-jawab secara lisan untuk memperoleh informasi. Bentuk informasi yang diperoleh dinyatakan dalam tulisan, atau direkam secara audio, visual, atau audio visual. Memasarkan foto prewedding pada media sosial Instagram saat ini sangat mudah dan menguntungkan, disamping menghemat tenaga dan biaya, memasarkan foto di Instagram lebih mudah dijangkau oleh audiens. Dengan menggunakan fitur iklan di Instagram, penulis sangat mudah untuk memantau algoritma postingan yang telah diunggah dengan fitur iklan sehingga target pemasaran foto prewedding tepat sasaran sesuai iklan yang sudah diatur sebelumnya. Dalam penguatan konten Instagram sebagai media promosi bisnis foto prewedding, karya Dinarastika Films juga memiliki ciri khasnya tersendiri dibandingkan vendor photo lainnya yang membuat Dinarastika Films begitu spesial. Ide -ide karya Dinarastika Films sangat unik dalam meciptakan sebuah karya foto maupun video, Dinarastika Films mengemas hasil karya itu semua dengan mempostingnya melalui instagram.
PROSES PENGOLAHAN COKLAT DI DESA CAU TABANAN DALAM FOTOGRAFI STORY Prasetyo, Dandy; Raharjo, Anis; Saryana, I Made
Retina Jurnal Fotografi Vol 3 No 1 (2023): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v3i1.2040

Abstract

Coklat merupakan hasil pengolahan biji kakao kering yang telah terfermentasi sehingga memiliki aroma dan rasa yang khas. Biji kakao kering yang siap diolah menjadi coklat dijadikan bubuk coklat setelah mengalami pemisahan lemak coklat. Produk hasil olahan biji kakao kering terfermentasi yang berupa coklat, lemak coklat saat ini dikembangkan dalam industri makanan minuman menjadi produk olahan dengan nilai ekonomis yang lebih baik. Jadi tujuan untuk mengetahui proses pengolahan coklat ini adalah untuk mengetahui bahan mentahnya proses membuat coklat dari awal sampai akhir ini, proses membuat coklat ini memerlukan waktu panjang untuk proses sampai bisa menjadi produk yang bisa terjual dan manfaatnya ini, dapat mengetahui proses pengolahan bahan mentah coklat ini dikebun sampai dibawa ke pabrik olahan coklat ini di desa Cau Tabanan dengan dilakukan observasi tempat untuk membuat karya fotografi proses pengolahan coklat tersebut. Dengan di dokumentasi berupa fotografi story yang dijadikan sebagai wujud bentuk karya fotografi, sehingga dari masing masing 1 foto ini sudah bisa dianggap sebagai foto bercerita dari momen foto yang dibutuhkan untuk mendapatkan sebuah momen foto cerita sesuai kejadian tempat lokasi awal pengolahannya sampai akhir. Dengan tahap metode digunakan yaitu dari, ekplorasi, survey, pembentukan, eksperimentasi, dan sampai finishing yang bisa menghasilkan 15 buah karya fotografi story ini. Jadi dari setiap sudut berbeda dari momen pengolahan coklat ini pasti ada nilai baik dari bentuk proses dari karya foto. Dalam penciptaan ini menggunakan timing yang tepat dan cepat, dari foto didapatkan tersebut sehingga bisa digabungkan menjadi sebuah cerita foto yang menarik mengenai proses pengolahan coklat di desa Cau Tabanan.
PENGGUNAAN LENSA FISH EYE PADA PEMOTRETAN STREET FASHION FOTOGRAFI Mahendra Dinata, I Putu; Saryana, I Made; Nindhia, Cokorda Istri Puspawati
Retina Jurnal Fotografi Vol 3 No 1 (2023): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v3i1.2046

Abstract

Fotografi fashion adalah subgenre dari fotografi komersial yang fokus untuk mengambil foto pakaian dan item fashion lainnya. Mayoritas hasil foto digunakan untuk tujuan komersial atau periklanan seperti untuk ditempatkan di billboard atau di majalah. Fashion fotografi merupakan sebuah karya seni yang dibantu oleh cahaya lensa kamera yang dikhususkan untuk memotret model dengan dibantu pencahayaan yang glamour, selain difokuskan pada model, fashion photography juga memotret sebuah item fashion seperti baju, tas, sepatu,dan aksesoris. Fashion sendiri merupakan suatu ekspresi manusia dalam berbusana atau berpakaian, dan tentunya kini sudah mempengaruhi sebuah gaya hidup seseorang. Fashion bukan hanya tentang pakaian dan aksesoris tetapi merupakan sebuah seni dan memerlukan taste yang baik dari penggunanya. Street fashion merupakan gaya berpakaian yang digunakan dalam kegiatan sehari – hari dengan wujudnya yang lebih casual. Seiring perkembangan jaman, fashion menjadi identik dengan kehidupan sehari – hari masyarakat terutama anak muda. Dengan adanya fotografi fashion, fotografer mampu mengeluarkan gagasan baru dengan penggunaan berbagai macam lensa dalam memvisualkan street fashion. Streetwear merupakan tren fashion yang sangat besar dan digemari generasi muda, khususnya di perkotaan. lahir dari sebuah fenomena budaya yang turun serta mempengaruhi gaya hidup anak muda, yaitu street culture. Street culture sendiri dapat diartikan sebagai budaya yang bergerak pada arus bawah yang identik dengan jalanan dan anak punk. Lensa fish eye merupakan lensa wide angle (sudut lebar) berbentuk cembung yang bisa menangkap gambar dengan sudut 180 derajat.
Penggunaan Lensa Prime Dalam Portfolio Foto Dokumentasi Projek Wita Media Pramana, I Nyoman Putra; Arimbawa, I Made Gede; Saryana, I Made
Retina Jurnal Fotografi Vol 4 No 2 (2024): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v4i2.3466

Abstract

Dalam dinamika industri fotografi, Selain kemampuannya dalam mengatasi kondisi pencahayaan minim, lensa prime juga dikenal karena kemampuannya menciptakan efek blur atau bokeh yang mengesankan. Pemahaman mendalam tentang penggunaan lensa prime dalam penciptaan portofolio foto dokumentasi sangatlah penting. Seiring dengan lingkungan industri fotografi yang dinamis, penggunaan lensa prime menjadi tidak hanya sebuah kebutuhan, tetapi juga sebuah keharusan. Tujuan dari penulisan ini adalah (1) mengidentifikasi kemampuan khusus lensa prime dalam menangkap detail pada kondisi minim cahaya untuk meningkatkan kualitas portfolio foto dokumentasi; (2) mengevaluasi kontribusi seni bokeh dari lensa prime dalam meningkatkan kualitas portfolio dokumentasi foto event; (3) menemukan dan mengatasi tantangan utama yang dihadapi dalam penggunaan lensa prime untuk dokumentasi acara guna memaksimalkan keunggulan teknisnya. Metode dilakukan dengan lensa prime dengan efek bokeh dan menghasilkan lima belas karya foto pada kondisi dengan minim cahaya dan momen yang berbeda serta memberikan kontribusi yang substansial terhadap pemahaman penulis mengenai penggunaan lensa prime dalam proses pembuatan portfolio foto event. Kesimpulan yang diambil adalah melalui eksplorasi dan pengalaman dalam magang di WITA MEDIA, telah terbukti bahwa penggunaan lensa prime memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas dokumentasi acara, terutama dalam kondisi minim cahaya. Lensa prime memiliki kemampuan unggul dalam menangkap detail yang halus dan mempertahankan kejelasan gambar, menghasilkan foto yang lebih tajam dan jernih dibandingkan dengan lensa lain dalam kondisi pencahayaan yang minim.
Peran Fotografi Panggung Dalam Memvisualisasikan Konten Kegiatan Sebagai Media Promosi PT. Bounty Group Wiratna, Nengah Adia; Octaviano, Amoga Lelo; Saryana, I Made
Retina Jurnal Fotografi Vol 4 No 2 (2024): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v4i2.4313

Abstract

Bounty Group dikelola oleh PT. Gde Kadek Brothers Layar Antarnusa, usaha berawal dari wisata bahari dengan Kapal pesiar yang dikelola oleh Bounty Cruises dengan menyediakan paket perjalanan wisata kapal pesiar terbesar di Bali. Bounty Group juga memiliki outlet-outlet lain, di antaranya Paddy's Pub di Legian, Bali, yang merupakan klub malam ikonik. Bounty grup memanfaatkan berbagai platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan sebagainya sebagai alat promosi untuk menarik perhatian wisatawan atau pelanggan potensial. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui peran fotografi panggung dalam memvisualisasikan konten kegiatan sebagai media promosi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam laporan ini melibatkan penelitian lapangan (field research), dilakukan dengan cara mengadakan peninjauan langsung pada instansi yang menjadi objek untuk mendapatkan data primer dan sekunder. Hasil penelitian selama mengikuti kegiatan magang/praktik kerja disalah satu perusahaan yang bergerak di dalam bidang hiburan yaitu PT Bounty Group Bali. Pemilihan objek dalam fotografi adalah proses memilih suatu objek, benda, atau subjek sebagai fokus. Mengembangkan keterampilan ini dapat meningkatkan kemampuan untuk menghasilkan produk dan hasil yang baik dan berkualitas tinggi. Komposisi dalam seni rupa pada umumnya mengacu pada penataan atau penataan unsur-unsur dalam suatu karya untuk mencapai keselarasan visual. Magang di Bounty Group diajarkan beberapa teknik editing yang digunakan yaitu beberapa contoh color grading dan cropping foto.
Reka Cipta Buku Foto “Rika Memandang Dunia” Rachelia Fatima; I Made Saryana; I Made Bayu Pramana
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 1 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i1.5155

Abstract

“Rika Memandang Dunia” adalah sebuah buku foto yang berfokus pada kehidupan imajinatif seorang anak bernama Rika Rahayu Tantri, yang hidup dengan kondisi autoimun kulit. Buku ini bertujuan untuk menghadirkan perspektif unik Rika melalui visualisasi fotografi dan narasi sederhana yang dirancang menyerupai cerita anak-anak. Dengan pendekatan personal, buku ini menggambarkan dunia favorit Rika seperti pantai, sawah, pasar malam, musim semi, serta hewan dan benda kesukaannya berdasarkan ingatannya dan imajinasinya. Proyek ini menggunakan metode observasi dan wawancara mendalam untuk menggali preferensi dan pengalaman Rika, serta berkonsultasi dengan psikolog untuk memastikan fakta yang akurat. Buku ini dirancang tidak hanya untuk menghibur, tetapi juga mendidik masyarakat tentang pentingnya empati terhadap anak-anak dengan disabilitas fisik, mengurangi stigma sosial, dan mendorong penerimaan tanpa syarat. Hasilnya adalah buku foto yang menyentuh, imajinatif, dan edukatif, yang memadukan elemen visual cerah dengan narasi positif untuk menggambarkan keceriaan seorang anak yang penuh semangat, meskipun menghadapi tantangan hidup. Proyek ini juga menekankan pentingnya seni sebagai media untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan membangun empati terhadap kelompok rentan.
Visualisasi Fotografi Cosplay Dengan Teknik Digital Imaging Gusti Putu Tirta Rama Editama; I Made Saryana; I Komang Yorda Garmita
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 1 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i1.5241

Abstract

Fotografi cosplay adalah pengembangan dari fotografi model fashion yang mengambil tema kartun jejepangan, dimana model akan memakai kostum dan berias layaknya karakter yang ada di sebuah animasi kartun Jepang (anime). Perbedaan fotografi cosplay dengan fotografi model fashion terletak pada pose model, di fotografi model fashion, model akan berpose untuk menunjukkan pesona pakaian yang model kenakan, sedangkan pada fotografi cosplay, model/cosplayer akan berpose sesuai dengan karakter yang dia perankan. Fotografi cosplay tidak hanya terbatas pada teknik fotografi saja, namun dapat diperluas dengan memberi elemen elemen digital yang memiliki keterkaitan dengan karakter yang diperankan. Tujuan ditambahkannya elemen digital tersebut adalah untuk menambah kekayaan visual dan menambah nilai estetika pada foto. Hal ini sangat bermanfaat untuk memperkaya ide ide kreatif fotografer dalam melakukan penciptaan foto cosplay agar tidak monoton. Hal itu membuat penulis tertarik melakukan penciptaan karya fotografi cosplay yang ditambahkan dengan polesan digital imaging, namun tidak mengubah background atau latar belakang tempat acara jejepangan yang digunakan untuk melakukan foto sesi. Dengan maksud, penulis hanya akan melakukan penambahan efek karakter pada foto. Penulis melakukan pengumpulan data dengan melakukan hunting foto di acara jejepangan dan menargetkan cosplayer yang memerankan karakter fantasi yang nantinya dapat diberikan efek sesuai karakter. Hasil yang dihasilkan berupa beberapa karya foto cosplay yang sebagian besar mengambil tampilan karakter dari kartun Jepang (Anime) dan komik jepang (manga) serta game yang diberi efek sesuai dengan karakter masing masing. Penulisan ini diharapkan dapat membuka wawasan baru tentang fotografi cosplay dan dapat menerapkannya untuk menambah nilai estetika pada foto nantinya.
Co-Authors Aditya Novianto Suwardi Aditya Ridwan Effendy Ahmad Nur Prasetyo Amoga Lelo Octaviano Anak Agung Ngurah Micko Indrawan Anggastya, Ida Bagus Nyoman Antara, I Kadek Budi Arimbawa, I Gede Arimbawa, I Made Dwi Saputra Aulia Tegar Nusantara Candrayana, Ida Bagus Cokorda Istri Puspawati Nindhia Dandy Prasetyo Desak Sekar Melati Sukma Pradnyani Dewa Gede Ardawa Putra Wicaksana Dewa Putu Gede Suryantara Dharayata, I Putu Restu Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Effendy, Aditya Ridwan Fadhilatun Niswah Farhan Adityasmara Garmita, I Komang Yorda Gede Arimbawa, I Made Gede Yoga Kharisma Pradana Gusti Putu Tirta Rama Editama I Dewa Made Darmawan I Gede Dalem Suardita I Gusti Agung Surya Widiapramana I Kadek Budi Antara I Komang Arba Wirawan I Komang Kusuma Adi I Komang Yorda Garmita I MADE ADI DHARMAWAN I Made Adi Dharmawan I Made Bayu Pramana I Made Dwi Saputra Arimbawa I Made Ruta I Nyoman Putra Pramana I Putu Mahendra Dinata I Putu Restu Dharayata I Wayan Mudana I Wayan Mudra, I Wayan Ida Bagus Candra Yana Ida Bagus Nyoman Anggastya Kadek Yoga Riska Mahendra Kusuma, I Komang Adi Made Rai Budaya Bumiarta Mahendra Dinata, I Putu Mahendra, Kadek Yoga Riska Micko Indrawan, Anak Agung Ngurah Nengah Adia Wiratna Ni Made Purnami Utami Niswah, Fadhilatun Nusantara, Aulia Tegar Octaviano, Amoga Lelo Paul Trinidad Pramana, I Nyoman Putra Prasetyo, Ahmad Nur Prasetyo, Dandy Putu Agus Bratayadnya, Putu Agus Rachelia Fatima Raharjo, Anis Raharjo, Anis Sang Made Dwiki Hendri Yana Sujayanthi, Ni Wayan Masyuni Sukma Pradnyani, Desak Sekar Melati Suryantara, Dewa Putu Gede Suwardi, Aditya Novianto Wicaksana, Dewa Gede Ardawa Putra Widhiyanti, Ni Wayan Widhi Widiapramana, I Gusti Agung Surya Wiratna, Nengah Adia Yana, Sang Made Dwiki Hendri