Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Eksistensi Mangokkal Holi Dalam Penguatan Identitas Budaya Masyarakat Suku Batak Toba Di Desa Palipi Octaviana Patrisia Sitohang; Jalatua H. Hasugian; Asnewastri; Satria
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 2 No 1 (2024): Vol 2 No. 1 Mei 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/t1w2n087

Abstract

Mangokkal Holi. Upacara Ritual Ulaon Mangokkal Holi merupakan tradisi membongkar kembali tulang benulang orang tua atau leluhur yang sudah meninggal dengan cara meninggikan atau memindahkan tulang benulang leluhur dari taah ketempat yang lebih layak yang dikenal dengan istilah batu navir atau tugu marga yang terbuat dari semen. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah sejarah dan pelaksanaan prosesi upacara ritual ulaon mangokkal holi dalam penguatan identitas budaya masyarakat suku batak toba di desa palipi. Metode penelitian yang digunakan adalah Heuristik dengan pendekatan antropologi budaya untuk mempelajari dan memahami budaya manusia. Ini melibatkan pemahaman tentang nilai, norma, praktik, dan pola-pola dalam kehidupan manusia, serta hubungannya dengan konteks sosial, sejarah, dan lingkungan. Sehingga seluruh keluarga yang diperantauan mencari dan pulang ketanah kelahirannya dan berencana untuk mengadakan tradisi ini supaya mereka saling mengenal baik keluarga maupun satu marga (dongan tubu). Dengan melakukan tradisi upacara ritual ulaon mangongkal holi pada masyarakat didesa palipi dapat membangun tugu yang begitu besar dan megah yang menunjukkan keturunannya benar-benar diberkati dan mendapatkan kekayaan yang berlimpah. 
Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sejarah Kelas X DI SMK Alwasliyah Dolok Ulu Tahun Ajaran 2023/2024 Nadillah Amanda; Andres M. Ginting; Asnewastri; Satria
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 2 No 1 (2024): Vol 2 No. 1 Mei 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/kj9jaa57

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Jigsaw terhadap hasil belajar Sejarah peserta didik kelas X SMK Al Washliyah Dolok Ulu. Terdapat 2 hipotesis dalam penelitian ini yaitu, (1) ada pengaruh penerapan model pembelajaran Jigsaw terhadap hasil belajar Sejarah peserta didik kelas X SMK Alwashliyah Dolok Ulu (H1) dan (2) tidak ada pengaruh penerapan model pembelajaran Jigsaw terhadap hasil belajar Sejarah peserta didik kelas X SMK Al Washliyah Dolok Ulu (H0). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan jenis penelitian pre-exsperimental design dengan desain penelitian one group pre-test post-test design. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 24 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan tes dan dokumentasi, data penelitian yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis statistik. Berdasarkan hasil analisis data uji T yang dilakukan diketahui bahwa hasil thitung sebesar 10,4sedangkan ttabel 1,714 dengan taraf signifikansi 0,05. Maka dari dikatakan bahwa thitung> ttabel. Berdasarkan hasil analisis data yang didapat maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Jigsaw terhadap hasil belajar Sejarah peserta didik kelas X SMK Al Washliyah Dolok Ulu. Ini berarti H1 diterima dan H0 ditolak
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar IPS Peserta Didik Di Kelas VIII-6 MTS Mesra Pematangsiantar T.A 2023/2024 Syifa Salsa Bila; Ahmad Fakhri Hutauruk; Asnewastri; Satria
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 2 No 1 (2024): Vol 2 No. 1 Mei 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/3nagm519

Abstract

Model pembelajaran Problem  Based  Learning  dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan pada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah.  Masalah utama dalam penelitian ini adalah apakah terdapat  pengaruh model pembelajaran  Problem Based Learning  terhadap hasil belajar IPS peserta didik di kelas VIII-6 MTs Mesra Pematangsiantar. Dengan tujuan untuk mengetahui  pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap hasil belajar IPS peserta didik di kelas VIII-6 MTs Mesra Pematangsiantar. Metode penelitian ini menggunakan metode Pre-Eksperimental Design dengan jenis One-Group Pre-Test-Post-Test Design yaitu sebuah metode penelitian yang hanya menggunakan satu kelas sebagai kelas eksperimen tanpa adanya kelas sebagai pembanding (kelas kontrol) yang berfungsi untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar sejarah siswa penerapan model Pembelajaran  Problem Based Learning pada peserta didik  kelas  VIII-6 MTs Mesra Pematangsiantar. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh  dengan menggunakan uji normalitas Shapiro-wilk  dengan menggunakan taraf signifikan 0,05. Didapatkan sebesar 0,120 maka dikatakan berdistribusi normal karena 0,120 ˃ 0,05. Didukung dengan hasil pengujian normalitas yaitu membandingkan Lhitung < Ltabel . Lhitung sebesar 0,136 dan terdapat Ltabel sebesar 0,155. Maka dapat disimpulkan bahwa data berdistibusi normal yaitu 0,136 <  0,155. Selanjutnya hasil uji hipotesis Uji-t terdapat hubungan yang signifikan antara variabel bebas (model pembelajaran Problem Based Learning) terhadap variabel terikat (hasil belajar IPS). Hal ini terbukti bahwa  t hitung  >  t tabel  atau 20.681 > 1,697 pada taraf sifnifikan. Dengan demikian  
Pengaruh Model Pembelajaran Reciprocal Teaching Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI 6 Di SMA Swasta Kartika 1-4 Pematang Siantar Tahun Ajaran 2024/2025 Elsi Veronika Purba; Satria; Andres M. Ginting; Asnewastri; Eric Sapetra Siburian
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 2 No 2 (2024): Vol 2 No. 2 Nov 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/kqkqq710

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran reciprocal teaching terhadap hasil belajar siswa di kelas XI 6 di SMA Swasta Kartika 1-4 Pematangsiantar Tahun Pembelajaran 2024/2025. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa di kelas XI 6 yang berjumlah 47 siswa. Pengambilan sampel menggunakan boring sampling dan sampel sebanyak 30 siswa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pre-eksperimental. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran reciprocal teaching termasuk kategori baik dengan rata-rata 78,93. Pengujian normalitas diperoleh nilai signifikansi hasil belajar adalah Lhitung < Ltabel yaitu0,154>0,16. Berdasarkan perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa nilai signifikansi dari hasil belajar berdistribusi normal. Pada pengujian korelasi, nilai koefisien sebesar 0,846 dengan rhitung>rtabel yaitu 0,846 > 0,361 maka terdapat pengaruh yang tinggi antara model pembelajaran reciprocal teaching terhadap hasil belajar siswa pada materi-materi ilmu sosial kelas XI 6. Hasil pengujian hipotesis uji-t dimana thitung>ttabel yaitu 8,391>2,052 sehingga Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh positif dan signifikan dari pengaruh model pembelajaran reiprocal teaching terhadap hasil belajar siswa di kelas XI 6 SMA Swasta Kartika 1-4 Pematangsiantar Tahun Pembelajaran 2024/2025.
Sejarah Perkembangan Yayasan Perguruan Keluarga Pematangsiantar (1945-2023) Bagus Riandi; Jalatua H. Hasugian; Asnewastri; Satria
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 2 No 2 (2024): Vol 2 No. 2 Nov 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/3y581103

Abstract

Yayasan Perguruan Keluarga merupakan salah satu lembaga dalam penyelenggaraan pendidikan di Kota Pematangsiantar. Yang memiliki peran aktif dalam menjalankan cita-cita bangsa yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat akan lembaga pendidikan yang berkualitas. Adapun fokus pada penelitian ini yaitu sejarah berdirinya Yayasan Perguruan Keluarga Pematangsiantar, perkembangan Yayasan Perguruan Keluarga Pematangsiantar, dan faktor pendukung dan penghambat perkembangan Yayasan Perguruan Keluarga Pematangsiantar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis metode penelitian sejarah, yaitu Pengumpulan Sumber (Heuristik), Kritik Sumber, Interpretasi Data, dan Penulisan Sejarah (Historiografi). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Historis(suatu metode penelitian yang dilakukan secara sistematis terhadap sumber-sumber informasi mengenai masa lampau). Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Yayasan Perguruan Keluarga didirikan oleh H. Giman Mangun Suwito yang resminya pada tanggal 1 September 1948, namun sejak tahun 1945 H. Giman Mangun Suwito telah melakukan kegiatan belajar mengajar dirumahnya untuk masyarakat Kampung Bantan, termasuk adik dan anak-anaknya. Yayasan ini berkembang pesat hingga mendirikan struktur lembaga lanjutan dari SMP dan SMA. Salah satu faktor pendukung perkembangannya adalah keterlibatan masyarakat dalam mendukung program yayasan dengan menyekolahkan anak-anak mereka di Yayasan Perguruan Keluarga Pematangsiantar. Namun adapun faktor penghambatnya adalah perubahan kebijakan pendidikan yang sering tidak sejalan dengan program yayasan.
Makna Filosofi Ulos Batak Toba Sebagai Sumber Belajar Sejarah Romayani Sinaga; Ahmad Fakhri Hutauruk; Andres M. Ginting; Satria
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 2 No 2 (2024): Vol 2 No. 2 Nov 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/e7fes563

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi makna filosofis yang terkandung dalam kain tenun tradisional Ulos Batak Toba dan perannya sebagai sumber belajar sejarah. Ulos merupakan identitas budaya masyarakat Batak Toba yang mencerminkan nilai-nilai luhur yang diwariskan turun-temurun. Melalui ornamen, corak, dan warna yang khas, setiap jenis ulos menyimpan makna simbolik yang terkait dengan kehidupan sosial, spiritual, dan filosofi hidup masyarakat Batak. Penelitian ini menggunakan pendekatan heuristik dan antropologi budaya untuk menggali makna mendalam dari pengalaman subjektif peneliti dan memahami konteks budaya Ulos Batak secara holistik. Lokasi penelitian adalah Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan, Kabupaten Toba Samosir, yang merupakan sentra kerajinan ulos. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengrajin dan tokoh masyarakat, serta dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan makna filosofis dari berbagai jenis ulos, seperti Ulos Ragidup yang melambangkan kehidupan, Ulos Maratur terkait kelahiran, dan Ulos Ragi Hotang untuk upacara kematian. Ulos juga memiliki nilai budaya, sosial, spiritual, dan ekonomi yang penting bagi masyarakat Batak Toba. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Ulos dapat berperan sebagai sumber belajar sejarah yang kaya, membantu siswa memahami budaya, tradisi, dan nilai-nilai masyarakat Batak Toba. Pelestarian Ulos perlu dilakukan secara berkelanjutan agar tetap menjadi warisan budaya yang hidup bagi generasi mendatang. 
Efektivitas Penggunaan Media Sosial Dalam Pembelajaran Sejarah Kelas X Di SMIP USI Pematangsiantar Nova Andriany Sitepu; Ahmad Fakhri Hutauruk; Andres M. Ginting; Satria
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 2 No 2 (2024): Vol 2 No. 2 Nov 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/wjsb0383

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi penggunaan media sosial dalam pembelajaran sejarah kelas X di SMIP USI Pematangsiantar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi sejarah yang disampaikan melalui media sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dan guru sejarah di SMIP USI Pematangsiantar. Media sosial ini digunakan di kelas X untuk penyebaran terkait informasi pembelajaran. Jadi seluruh siswa khususnya kelas X sudah bisa menggunakan aplikasi ini dan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi sejarah. Menggunakan metode observasi dan wawancara sebagai instrument dalam pengumpulan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kendala dalam menggunakan media sosial sebagai media pembelajara adalah terkait ketersediaan fasilitas pendukung untuk pembelajaran online, kurang pahamnya peserta didik dengan materi yang diberikan guru. (2) Penggunaan media sosial sebagai media pembelajaran adalah dengan menggunakan fitur-fitur yang terdapat didalam aplikasi seperti fitur pesan teks, dokumen, gambar/foto, video, audio dan video call yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran. 
Pembelajaran Kemampuan Menggali Isi Teks Eksplanasi melalui Teknik Kloz di Kelas VI SD Satria; Suntoko
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 1 No. 2 (2022): Maret 2022
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v1i2.14

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan menggali isi teks eksplanasi melalui pembelajaran teknik kloz per siklus. Penelitian dilaksanakan di semester ganjil tahun ajaran 2021/2022. Subjek penelitian berjumlah 12 siswa kelas VI SD Negeri 006 Senayang, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Semua mereka belum tuntas dalam pembelajaran masa orientasi. Penelitian tindakan kelas ini menerapkan 4 prosedur per siklus yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Setiap siklus berisi 3 kali pertemuan termasuk sekali pertemuan yang didominasi oleh kegiatan tes formatif. Instrumen penelitian tindakan kelas ini: 1) LKPD teks eksplanasi dalam bentuk teks kloz; 2) RPP; 3) pedoman observasi; 4) tes kloz berbasis teks eksplanasi. Data dikumpulkan dalam pembelajaran konvensional di bulan September 2021. Analisis data kuantitatif menggunakan statistik deskriptif yakni mean dan persen. Analisis data kualitatif dilakukan secara tematik tentang kegiatan guru dan siswa dalam pembelajaran. Ditemukan penelitian tindakan dalam 2 siklus. Untuk siklus pertama terdapat 4 siswa (40,00 persen) yang mencapai KKM 80,00. Untuk siklus kedua, siswa mencapai KKM sebanyak 6 orang (60,00 persen) dari jumlah siswa.