Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Keaktifan Peserta Didik Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) pada Mata Pelajaran Matematika Sakdiyeh, Ikromatus; Ardiansyah, Roely; Misrani
Journal in Teaching and Education Area Vol. 2 No. 1 (2025): JITERA - Journal in Teaching and Education Area
Publisher : Yayasan Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69673/ssh20295

Abstract

Penelitian ini menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dengan tujuan untuk menjelaskan upaya peningkatan aktivitas belajar siswa kelas IV SDN Gunungsari 3 Surabaya tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian ini melibatkan 22 mahasiswa S1. Penelitian tindakan kelas menggunakan metodologi kualitatif deskriptif yang meliputi empat langkah, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Alat penelitian meliputi lembar observasi aktivitas belajar dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Apabila hasil observasi aktivitas belajar siswa mencapai 70% atau lebih pada semua indikator aktivitas belajar, maka penelitian ini dianggap berhasil. Hasil penelitian siklus I menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa berkisar antara 65% sampai dengan 70%. Hal ini bertolak belakang dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa siswa lebih terlibat dalam pembelajarannya sendiri, sehingga perlu dilakukan penelitian yang berbeda pada siklus berikutnya. Hasil pengamatan siswa dalam belajar pada siklus II menunjukkan hasil antara tujuh puluh sembilan sampai dengan delapan puluh persen. Hal ini menunjukkan bahwa dibandingkan dengan siklus sebelumnya, siswa sudah lebih aktif dalam belajar. Selain itu, penelitian ini dapat dikatakan efektif karena proporsi masing-masing indikasi yang menunjukkan keberhasilan adalah >70%. Dengan demikian, metode pembelajaran kooperatif Team Games Tournament (TGT) di SDN Gunungsari 3 Surabaya dapat memotivasi siswa kelas IV untuk lebih giat belajar. Pembelajaran aktif siswa kelas IV di SDN Gunungsari 3 Surabaya dalam topik matematika.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SDN Kelas IV pada Materi Struktur dan Pola Kalimat Bahasa Indonesia Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT Widari, Kartika Wulan; Ardiansyah, Roely; Misrani
Journal in Teaching and Education Area Vol. 2 No. 1 (2025): JITERA - Journal in Teaching and Education Area
Publisher : Yayasan Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69673/6w6tyr65

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa SD kelas IV dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif TGT (Team Games Tournament) pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV di SDN Gunungsari III/531 Surabaya. Penelitian ini Menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan McTaggart. 2 siklus diterapkan pada penelitian ini. Menurut hasil penelitian, paradigma pembelajaran kooperatif tipe TGT secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa. Prestasi siswa pada siklus I dan siklus II meningkat sebagai hasil dari keterlibatan mereka dalam kegiatan tersebut. Sebaliknya, sembilan siswa (atau 59% dari total) pada pra-siklus mampu melampaui KKM dalam pembelajaran bahasa Indonesia mereka. Empat belas siswa, atau 64 persen, melampaui KKM (tuntas) pada siklus pembelajaran pertama mereka. Pada siklus II, 16 siswa (atau 73% dari total) menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam prestasi mereka dengan mencapai hasil belajar di atas KKM. Penelitian menunjukkan bahwa metode Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT mungkin berguna untuk siswa bahasa Indonesia kelas empat di SDN Gunungsari III.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SD Pada Mata Pelajaran IPA Materi Perubahan Wujud Benda dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAD) Khairina, Isna; Ardiansyah, Roely; Misrani
Journal in Teaching and Education Area Vol. 2 No. 1 (2025): JITERA - Journal in Teaching and Education Area
Publisher : Yayasan Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69673/fz8xgg85

Abstract

Adanya mata Pelajaran IPA, dapat mengembankan potensi yang dimiliki oleh peserta didik dan dapat mengembangkan kemampuan berfikir peserta didik melalui pengetahuan konseptual maupun percobaan. Namun tidak semua pengetahuan mengenai alam semesta tersebut dapat dipahami secara mudah, sehingga peserta didik perlu waktu untuk menerima informasi tersebut. Meningkatkan pemahaman siswa kelas empat tentang topik Perubahan wujud benda di SDN Gunungsari III/531 merupakan kekuatan pendorong di balik penelitian ini. Penelitian ini mengunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang digunakan dengan mengadopsi model Kemis dan McTaggart dua siklus. Secara khusus, 22 siswa kelas empat menjadi subjek penelitian. Penelitian ini menemukan bahwa hasil belajar pada topik satuan panjang meningkat pada setiap siklus. Setelah rata-rata nilai 60,57 pada siklus I, hasilnya melonjak menjadi 82,35 pada siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa siswa kelas empat SDN Gunungsari III/531 dapat memperoleh manfaat dari penggunaan model STAD bersama dengan pendekatan ilmiah untuk meningkatkan hasil belajar mereka yang terkait dengan konten perubahan wujud benda.
Pelatihan Strategi Analisis Prosa Fiksi bagi Guru MGMP Bahasa Indonesia untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran di Surabaya Damayanti, Rini; Pranoto, Agung; Sueb, Sueb; Kaswadi, Kaswadi; Ardiansyah, Roely; Safitri, Adellia Novisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i3.1745

Abstract

The training “Strategies for Analyzing Prose Fiction to Improve the Quality of Indonesian Language Teaching” aims to improve the competence of MGMP Indonesian Language teachers in Surabaya City in teaching prose fiction. Prose fiction is one of the literary genres that has high educational value, but is often faced with challenges in teaching. The training covers text analysis techniques, the development of innovative learning methods, as well as strategies to encourage critical discussions in the classroom. Through a practical and collaborative approach, participants are expected to be able to apply the strategies acquired to improve students' understanding of fictional prose. The expected outcome is the improvement of teaching quality and students' reading interest, as well as the strengthening of collaboration networks among teachers in the MGMP community. Results showed a significant improvement in participants' analytical skills and the application of prose fiction text-based teaching strategies.ABSTRAKPelatihan "Strategi Analisis Prosa Fiksi untuk Peningkatan Kualitas Pengajaran Bahasa Indonesia" bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru-guru MGMP Bahasa Indonesia di Kota Surabaya dalam mengajar prosa fiksi. Prosa fiksi merupakan salah satu genre sastra yang memiliki nilai pendidikan tinggi, namun seringkali dihadapi dengan tantangan dalam pengajaran. Pelatihan ini mencakup teknik analisis teks, pengembangan metode pembelajaran yang inovatif, serta strategi untuk mendorong diskusi kritis di kelas. Melalui pendekatan praktis dan kolaboratif, peserta diharapkan mampu menerapkan strategi yang diperoleh untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap prosa fiksi. Hasil yang diharapkan adalah peningkatan kualitas pengajaran dan minat baca siswa, serta penguatan jaringan kolaborasi antar guru dalam komunitas MGMP. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan analisis peserta dan penerapan strategi pengajaran berbasis teks prosa fiksi.
Pendampingan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Bagi Guru MGMP Jatirogo Tuban Selatan Damayanti, Rini; kaswadi, kaswadi; pranoto, agung; Ardiansyah, Roely; hadi, sueb; Davin, Moch Arya
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i5.918

Abstract

The Merdeka Curriculum will be implemented simultaneously at the secondary education level in 2024. Even at the junior high school level, especially grade VII, in the 2023/2024 school year, the Merdeka Curriculum has been implemented. The implementation of the Merdeka Curriculum requires teachers' understanding and readiness of the Merdeka Curriculum with its various components and applications. Realistic conditions in the field show that junior high school teachers do not fully understand the Merdeka Curriculum, especially regarding Learning Outcomes, Learning Objectives, Learning Objective Flow, and Teaching Modules and their modifications. The purpose of the service activity is to increase teachers' knowledge, understanding of the Merdeka Curriculum and produce learning tools. The method used in this service is training assistance in the form of a workshop. The results of the activity show that the teachers have understood the concept of the Merdeka Curriculum, especially Learning Outcomes, Learning Objectives, Learning Objective Flow, and Teaching Modules and their applications. This can be seen from the work of the teachers in embodying these concepts in the flow of learning objectives and teaching modules as lesson plans to be implemented. In other words, junior high school teachers in the South Tuban Indonesian Language MGMP are not ready to implement the Merdeka Curriculum.ABSTRAKKurikulum Merdeka akan dilaksanakan secara serentak di jenjang pendidikan menengah pada tahun 2024. Bahkan di tingkat SMP, khusus kelas VII, pada tahun ajaran 2023/2024 Kurikulum Merdeka sudah diberlakukan. Implementasi Kurikulum Merdeka memerlukan pemahaman dan kesiapan guru tentang Kurikulum Merdeka dengan berbagai komponen dan aplikasinya. Kondisi realistis di lapangan menunjukkan bahwa guru SMP belum memahami secara utuh tentang Kurikulum Merdeka, khususnya tentang Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, dan Modul Ajar serta modifikasinya. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman para guru tentang Kurikulum Merdeka dan menghasilkan perangkat pembelajaran. Metode  yang  digunakan  dalam  pengabdian  ini  adalah pendampingan pelatihan dalam bentuk workshop. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para guru telah memahami konsep Kurikulum Merdeka, khususnya Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, dan Modul Ajar serta aplikasinya. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil kerja para guru dalam mengejawantahkan konsep tersebut dalam Alur Tujuan pembelajaran dan Modul Ajar sebagai rencana pembelajaran yang akan dilaksanakan. Dengan kata lain, para guru SMP di MGMP Bahasa Indonesia Tuban Selatan belum siap mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.
Bimtek Modul Ajar Bagi Guru MTS dan MA Tuban Selatan Damayanti, Rini; ardiansyah, roely; Hadi, Sueb; kaswadi, kaswadi; Pranoto, Agung; Safitri, Adellia Novisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.919

Abstract

The Merdeka Curriculum will be implemented simultaneously at the secondary education level in 2024. Even at the junior high school level, especially grade VII, in the 2023/2024 school year, the Merdeka Curriculum has been implemented. The implementation of the Merdeka Curriculum requires teachers' understanding and readiness of the Merdeka Curriculum with its various components and applications. Realistic conditions in the field show that junior high school teachers do not fully understand the Merdeka Curriculum, especially regarding Learning Outcomes, Learning Objectives, Learning Objective Flow, and Teaching Modules and their modifications. The purpose of the service activity is to increase teachers' knowledge, understanding of the Merdeka Curriculum and produce learning tools. The method used in this service is training assistance in the form of workshops. The results of the activity show that the teachers have understood the concept of the Merdeka Curriculum, especially Learning Outcomes, Learning Objectives, Learning Objective Flow, and Teaching Modules and their applications. This can be seen from the work of the teachers in embodying these concepts in the flow of learning objectives and teaching modules as lesson plans to be implemented. In other words, junior high school teachers in the South Tuban Indonesian Language MGMP are not ready to implement the Merdeka Curriculum.ABSTRAKBeberapa kendala yang dihadapi oleh Mitra yang harus dicarikan solusi agar penerapan Kurikulum Merdeka dapat berjalan secara baik, sehingga diharapkan kurikulum ini sebagai pelengkap dan jawaban terhadap kekurangan dari kurikulum sebelumnya yaitu (1) Perubahan mindset guru agar siap dalam menghadapi dan menerapkan Kurikulum Merdeka, (2) Digitalisasi sekolah yang masih rendah, dan (3) Pembelajaran belum berpusat pada siswa. Solusi yang ditawarkan kepada mitra yaitu melaksanakan pelatihan tentang Kurikulum Merdeka agar pengetahuan guru meningkat dan tidak terjadi kebingungan dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Luaran yang diharapkan dalam pelaksanaan pelatihan ini meliputi (1) Perubahan Mindset Guru untuk mampu berpikir dengan paradigma baru, (2) Penerapan kurikulum Merdeka dapat berjalan secara optimal, (3) Dihasilkannya Modul Ajar, yang mampu menjawab kebutuhan siswa, (4) Artikel yang diterbitkan pada jurnal Nasional. Metode pelaksanaan Pengabdian Kemitraan Masyarakat meliputi (1) perencanaan dan perancangan, (2) pelatihan, (3) Monitoring dan Evaluasi, (4) Publikasi dan Pelaporan, dan (5) Tindak Lanjut Pasca Program. Kurikulum merdeka merupakan kurikulum baru yang ada di Indonesia. Kurikulum merdeka ini dianjurkan untuk diterapkan di sekolah-sekolah yang di Indonesia dengan beberapa kategori yaitu Mandiri belajar, Mandiri Berubah, dan Mandiri berbagi. Melalui pelatihan yang dilakukan pemahaman guru terkait kurikulum merdeka meningkat.
Kekerasan Simbolik dalam Struktur Wacana Kelas Harjanti, Fransisca Dwi; Ardiansyah, Roely
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v17i1.19445

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan kekerasan simbolik yang terjadi dalam struktur wacana di dalam kelas. Struktur wacana kelas terdiri atas bagian pembuka oleh guru, respon siswa, dan tanggapan atau kelanjutan dari guru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana kritis sebagai penelitian kualitatif. Data diambil dari rekaman video pembelajaran yang dilakukan oleh guru-guru peserta Pendidikan Profesi Guru di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Analisis data menggunakan pendekatan analisis wacana kritis yang melibatkan teks, praktik wacana, dan konteks sosial-budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan simbolik sering terjadi secara tidak sadar dalam struktur wacana kelas, terutama pada bagian pembuka, respon, dan kelanjutan. Dalam bagian pembuka, guru sering menggunakan kalimat perintah atau suruhan dengan kata-kata seperti "silakan", "harapkan", "mohon", atau menggunakan akhiran "-kan" pada kata kerja untuk memberikan stimulus kepada siswa. Siswa merespon pertanyaan atau perintah guru dengan menggunakan pengulangan dalam bagian respon. Sedangkan dalam bagian kelanjutan, guru menggunakan kata-kata penghargaan seperti "terima kasih" atau "baik" sebagai tanggapan terhadap jawaban siswa.
Peningkatan Hasil Belajar Menulis Naskah Drama Melalui Media Film Pendek Kelas XI-2 SMAN 6 Surabaya Unah, Santi Faiyatul; Ardiansyah, Roely; Ariani, Dian
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 6 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media pembelajaran merupakan satu diantara alat penting yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk menunjang dan mencapai tujuan pembelajaran. Menulis naskah drama menjadi satu kemampuan yang harus dimiliki peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi Drama. Penggunaan media pembelajaran yang menunjang akan memberikan pengaruh baik pada proses menulis naskah drama yang dilakukan peserta didik. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan hasil belajar menulis naskah drama tanpa penggunaan media film pendek dan peningkatan hasil belajar menulis naskah drama dengan menggunakan media film pendek yang dilakukan dalam dua siklus pada tahun ajaran semester genap tahun 2023/2024. Kemampuan menulis peserta didik sangat beragam, hal tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, satu diantara faktor tersebut ialah media pembelajaran yang digunakan. Dalam penulisan ini digunakan metode penelitian tindakan kelas Model Kemmis dengan penilaian satu siklus terdapat empat, yaitu Plan (Rencana), Act (Tindakan), Observe (Observasi), dan Reflect (Reflekstif/Refleksi). Hasil pengkajian iini menunjukkan bahwa kemampuan peserta didik mengalami peningkatan ketika proses pembelajaran menggunakan media pembelajaran berupa film pendek “Anak Lanang”.
Penggunaan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Materi Pecahan Siswa Kelas 4 Sekolah Dasar Hamidah, Khairunnisa Nur; Ardiansyah, Roely; Misrani, Misrani
Journal of Educational Science and E-Learning Vol. 1 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jese.v1i2.14

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini memiliki tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas 4 SD pada materi pecahan melalui penggunaan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian dilakukan di SDN Gunungsari III/531 Surabaya dengan subjek siswa kelas 4B, T.A. 2024/2025, berjumlah 22 siswa, terdiri 13 perempuan serta 9 laki-laki. Penelitian dalam dua siklus, tiap siklus melalui tiga tahap (tahap perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi). Metode penelitian menggunakan Mixed Method dengan teknik analisis data deskriptif bersifat kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui instrumen berupa tes tulis dan wawancara. Analisis menampakkan hasil belajar siswa pada materi pecahan dari siklus 1 ke siklus 2 meningkat. 17 siswa tuntas di siklus 1 dengan persentase 77,27% sedangkan 22 siswa tuntas di siklus 2 dengan persentase yang meningkat sebesar 100%. Maka, dapat diambil kesimpulan bahwasannya penggunaan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 4 SD pada materi pecahan.
Promoting Teacher Professionalism through Character Building and Technology Integration Harjanti, Fransisca Dwi; Ardiansyah, Roely
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 14, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Promoting Teacher Professionalism through Character Building and Technology Integration. Purpose: The purpose of this research is to identify the role of character education and technology incorporation at Teacher Education and Training Institutes in producing professional teachers as envisaged by the Teacher and Lecturer Law. Method: The type of research used in this study is the literature review. This entails gathering data from journals, research papers, government reports, and education policies. Findings: This study discovered that character education at Teacher Education and Training Institutes assists in the formation of professional teachers through the acquisition of appropriate attitudes and values. Some of these are relationships with self, the law, professional associations, students, peers, and supervisors. Some of the values include faith, openness, honesty, lifelong learning, enthusiasm, unity, togetherness, discipline, and responsibility that are useful for future teachers. Including the technology integration in the training assists in enhancing these professional values and skills. Conclusion: The programs of character education and integrating information and communication technology at Teacher Education and Training Institutes are useful in producing professional teachers with content and character. This assists in producing teachers who are able to impart positive values in the learners such as love for God, parents, fellow human beings, and country. Keywords: character building, professionalism, demoralization.DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpp.v14.i2.202463