Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT BATANG SEKILANG (Embelia borneensis Scheff) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus MENGGUNAKAN METODE DISC DIFFUSION Goetie, Inayah Herman; Sundu, Reksi; Supriningrum, Risa
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/jrki.v4i2.260

Abstract

Sekilang is one of the plants in North Kalimantan and is found in the Ampan Ibau Forest. This plant is empirically used by the people of Long Temuyat Village as a poison from natural ingredients to catch fish and as a leech repellent. The content of active compounds in sekilang bark extract include alkaloids, tannins, saponins, flavonoids. These compounds have the potential as antibacterial, so it is necessary to test the antibacterial activity. The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of the sekilang bark extract against Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria. The research phase included plant determination, sample collection, maceration extraction, and antibacterial activity test using the disc diffusion method with extract concentrations of 20%, 30%, and 40%. The results showed that the ethanol extract of the bark of sekilang has the potential to inhibit bacterial growth. The antibacterial activity of the bark extract of the cruciferous plant against Escherichia coli bacteria at concentrations of 20%, 30% and 40%, respectively, was 5.9 mm, 6.7 mm and 5.9 mm. Meanwhile, the activity of the bark extract against Staphylococcus aureus at concentrations of 20%, 30% and 40%, respectively, was 7.6 mm, 6.8 mm and 8.0 mm. The antibacterial activity of the bark extract against both bacteria was included in the moderate criteria.
Penyuluhan Kosmetika Aman dan Identifikasi Merkuri dalam Kosmetika Risa Supriningrum; Siti Jubaidah
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 3 No. 2 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v3i2.505

Abstract

Kosmetik merupakan hal penting dalam kehidupan manusia saat ini, karena kosmetik sudah merupakan kebutuhan dan gaya hidup bagi wanita maupun pria, disegala usia. Banyaknya produk kosmetik yang beredar di pasaran dan ditawarkan di berbagai media, mengharuskan masyarakat berhati-hati dalam menentukan produk kosmetik yang akan digunakan. Generasi milenial merupakan usia produktif  banyak menggunakan kosmetika.  Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan informasi tentang kosmetika aman dan memberikan pelatihan cara mengidentifikasi merkuri dalam kosmetika .Metode yang digunakan pada pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan yaitu memberikan informasi tentang pengertian, fungsi kosmetika, bahan yang dilarang dan bahan berbahaya yang sering digunakan dalam kosmetika. Selain penyuluhan, siswa diberikan pelatihan tentang langkah cerdas memilih kosmetika dengan melakukan cek Klik , mengidentifikasi sediaan kosmetika secara visual dan mengidentifikasi merkuri dalam kosmetika. Selanjutnya siswa diberikan kuisioner yang dimaksudkan untuk mengetahui pemahaman siswa setelah diberi penyuluhandan pelatihan. Kegiatan dilakukan di Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Samarinda. Hasil kuisioner menunjukkan bahwa 98 persen siswa telah memahami bagaimana memilih kosmetika yang aman dan dapat mengidentifiasi kosmetika secara visual dan kosmetika yang mengandung merkuri.
Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer di Kantor Dinas Perindustrian Kota Samarinda Risa Supriningrum; Hayatus Sa’adah; Rusdiati Helmidanora
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 5 No. 01 (2021): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak terjadinya pandemi covid 19 ketersediaan hand sanitizer di Indonesia menjadi sangat langka di pasaran, dikarenakan banyak orang yang membeli barang tersebut secara berlebihan. Pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan tangan dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun atau menggunakan hand sanitizer sebagai salah satu upaya mencegah penularan covid 19. Pembersih tangan (hand sanitizer) memiliki kemampuan menghambat hingga membunuh bakteri. Tujuan dilakukannya pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan kepada masyarakat cara membuat hand sanitizer dari bahan sintetis dan bahan alam. Formula hand sanitizer dari bahan sintetis berupa alkohol 96%, hydrogen peroksida, gliserin dan aquades. Sedangkan formula hand sanitizer dari bahan alam berupa daun sirih, jeruk nipis dan aquades. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kalimantan Timur dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda. Peserta pada kegiatan ini adalah perwakilan warga Kelurahan Karang Asam Ilir, Kelurahan Sempaja Utara dan Kelurahan Sungai Kapih. Metode yang digunakan pada pengabdian masyarakat meliputi ceramah tentang pentingnya menjaga kebersihan tangan, pengertian hand sanitizer, uraian bahan yang digunakan, dilanjutkan demonstrasi dan bimbingan. Kegiatan ini didanai oleh Desperidagkop UKM Provinsi Kalimantan Timur. Harapan dengan dilaksanakan pelatihan ini ialah masyarakat dari kelurahan yang menjadi peserta lebih peduli dengan kebersihan dan dapat memenuhi kebutuhan hand sanitizer untuk keluarga dan masyarakat sekitarnya.
Antioxidant activity of pumpkin leaf extract(Cucurbita moschata duch.) Using the dpph method Risa Supriningrum; Miftahul Nabila Khusnah; Supomo Supomo
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/jrki.v8i1.948

Abstract

Pumpkin leaves (Cucurbita moschata Duch.) have benefits as an antidiabetic agent, stomach protector, and can increase blood hemoglobin levels, thereby treating anemia. Pumpkin leaves contain vitamin A, vitamin B, carbohydrates, phosphorus, calcium, iron, vitamin C, and secondary metabolites that have antioxidant potential. The purpose of this study was to determine the antioxidant activity of yellow pumpkin leaf extract using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method. The research stages included plant identification, simplisia preparation, extraction by maceration with 95% ethanol solvent, phytochemical screening, and testing of antioxidant activity with DPPH free radicals and vitamin C as a comparison. The results of the antioxidant activity test of the ethanol extract of pumpkin leaves showed very strong antioxidant activity with an IC50 value of 24.29 ppm, and a vitamin C IC50 value as a comparison of 9.809 ppm.
STANDARISASI DAN MANAJEMEN PENGELOLAAN KOTAK P3K DI SEKOLAH MELALUI PROGRAM SIAGA UKS Risa Supriningrum; Oktavia Ramadhani Oktavia Ramadhani; Naailah Zalfa Naailah Zalfa
Jurnal Abdi Masyarakat Kita Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Abdi Masyarakat Kita
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/asta.v6i2.1033

Abstract

The SIAGA UKS community service programme aims to improve the quality of school health facility management through education on standardising the contents of first-aid kits, a medicines management system to prevent expiry, and the enhancement of practical skills among UKS staff. The activity took place in May 2026 at SMAN 8 Samarinda with 32 Year 10 pupils participating. The methods used included interactive lectures using PowerPoint presentations, hands-on demonstrations of the use of portable diagnostic test kits, and assessment via pre-tests and post-tests. The results of the activity showed a significant improvement in the students’ understanding, with all participants (100 per cent) able to answer the post-test questions correctly, particularly regarding the indicator for restricted-use medicines. The independent demonstration sessions successfully boosted the students’ confidence in using medical equipment hygienically. A continuous education programme is recommended to maintain first-aid readiness in schools.