Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENETAPAN RENDEMEN EKSTRAK DAUN JAMBU MAWAR (Syzygium jambos L. Alston) BERDASARKAN VARIASI KONSENTRASI ETANOL DENGAN METODE MASERASI Syamsul, Eka Siswanto; Anugerah, Olanda; Supriningrum, Risa
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol. 2 No. 3 (2020): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/jrki.v2i3.98

Abstract

Syzygium jambos is a medicinal plant. This study aims to determine the effect of variations in ethanol concentration on yield of guava leaf extract by maceration method. The research conducted was experimental research. The research phase includes sample collection, determination, manufacture of simplicia, extraction by maceration with variations in ethanol concentration, determination of yield, phytochemical screening and determination of drying losses. Phytochemical screening results showed that 50% of ethanol extracts of positive rose guava contained flavonoids, tannins, saponins and steroids / terpenoids, 70% ethanol and 90% positives contained flavonoids, tannins and steroids / terpenoids. The yield of rose guava ethanol extract was 50% (23.01% ± 0.372), 70% ethanol (21.96% ± 1.181) and 90% ethanol (16.57% ± 0.384). LSD test results showed a significant difference (p <0.05) between the 90% to 50% and 70% groups.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT BATANG SEKILANG (Embelia borneensis Scheff) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus MENGGUNAKAN METODE DISC DIFFUSION Goetie, Inayah Herman; Sundu, Reksi; Supriningrum, Risa
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/jrki.v4i2.260

Abstract

Sekilang is one of the plants in North Kalimantan and is found in the Ampan Ibau Forest. This plant is empirically used by the people of Long Temuyat Village as a poison from natural ingredients to catch fish and as a leech repellent. The content of active compounds in sekilang bark extract include alkaloids, tannins, saponins, flavonoids. These compounds have the potential as antibacterial, so it is necessary to test the antibacterial activity. The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of the sekilang bark extract against Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria. The research phase included plant determination, sample collection, maceration extraction, and antibacterial activity test using the disc diffusion method with extract concentrations of 20%, 30%, and 40%. The results showed that the ethanol extract of the bark of sekilang has the potential to inhibit bacterial growth. The antibacterial activity of the bark extract of the cruciferous plant against Escherichia coli bacteria at concentrations of 20%, 30% and 40%, respectively, was 5.9 mm, 6.7 mm and 5.9 mm. Meanwhile, the activity of the bark extract against Staphylococcus aureus at concentrations of 20%, 30% and 40%, respectively, was 7.6 mm, 6.8 mm and 8.0 mm. The antibacterial activity of the bark extract against both bacteria was included in the moderate criteria.
Penyuluhan Kosmetika Aman dan Identifikasi Merkuri dalam Kosmetika Risa Supriningrum; Siti Jubaidah
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 3 No. 2 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v3i2.505

Abstract

Kosmetik merupakan hal penting dalam kehidupan manusia saat ini, karena kosmetik sudah merupakan kebutuhan dan gaya hidup bagi wanita maupun pria, disegala usia. Banyaknya produk kosmetik yang beredar di pasaran dan ditawarkan di berbagai media, mengharuskan masyarakat berhati-hati dalam menentukan produk kosmetik yang akan digunakan. Generasi milenial merupakan usia produktif  banyak menggunakan kosmetika.  Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan informasi tentang kosmetika aman dan memberikan pelatihan cara mengidentifikasi merkuri dalam kosmetika .Metode yang digunakan pada pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan yaitu memberikan informasi tentang pengertian, fungsi kosmetika, bahan yang dilarang dan bahan berbahaya yang sering digunakan dalam kosmetika. Selain penyuluhan, siswa diberikan pelatihan tentang langkah cerdas memilih kosmetika dengan melakukan cek Klik , mengidentifikasi sediaan kosmetika secara visual dan mengidentifikasi merkuri dalam kosmetika. Selanjutnya siswa diberikan kuisioner yang dimaksudkan untuk mengetahui pemahaman siswa setelah diberi penyuluhandan pelatihan. Kegiatan dilakukan di Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Samarinda. Hasil kuisioner menunjukkan bahwa 98 persen siswa telah memahami bagaimana memilih kosmetika yang aman dan dapat mengidentifiasi kosmetika secara visual dan kosmetika yang mengandung merkuri.
Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer di Kantor Dinas Perindustrian Kota Samarinda Risa Supriningrum; Hayatus Sa’adah; Rusdiati Helmidanora
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 5 No. 01 (2021): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak terjadinya pandemi covid 19 ketersediaan hand sanitizer di Indonesia menjadi sangat langka di pasaran, dikarenakan banyak orang yang membeli barang tersebut secara berlebihan. Pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan tangan dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun atau menggunakan hand sanitizer sebagai salah satu upaya mencegah penularan covid 19. Pembersih tangan (hand sanitizer) memiliki kemampuan menghambat hingga membunuh bakteri. Tujuan dilakukannya pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan kepada masyarakat cara membuat hand sanitizer dari bahan sintetis dan bahan alam. Formula hand sanitizer dari bahan sintetis berupa alkohol 96%, hydrogen peroksida, gliserin dan aquades. Sedangkan formula hand sanitizer dari bahan alam berupa daun sirih, jeruk nipis dan aquades. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kalimantan Timur dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda. Peserta pada kegiatan ini adalah perwakilan warga Kelurahan Karang Asam Ilir, Kelurahan Sempaja Utara dan Kelurahan Sungai Kapih. Metode yang digunakan pada pengabdian masyarakat meliputi ceramah tentang pentingnya menjaga kebersihan tangan, pengertian hand sanitizer, uraian bahan yang digunakan, dilanjutkan demonstrasi dan bimbingan. Kegiatan ini didanai oleh Desperidagkop UKM Provinsi Kalimantan Timur. Harapan dengan dilaksanakan pelatihan ini ialah masyarakat dari kelurahan yang menjadi peserta lebih peduli dengan kebersihan dan dapat memenuhi kebutuhan hand sanitizer untuk keluarga dan masyarakat sekitarnya.